Cerita Rumah Rio dan Riris: Gara-gara Beli Rumah Jadi Punya Bisnis yang Cerah

Wahyu Ardiyanto
Cerita Rumah Rio dan Riris: Gara-gara Beli Rumah Jadi Punya Bisnis yang Cerah
“Rumah adalah tempat untuk pulang, tempat berlindung, tempat di mana kita merasa nyaman. Rumah tempat mengisi ulang energi agar esok hari bisa melakukan aktivitas dengan lebih semangat.” – Cerita Rumah Rio dan Riris
Setelah menikah, Rio Riyanto memutuskan hidup mandiri dengan mengontrak rumah. Namun karena ia dan Riris, sang istri, langsung dianugerahi buah hati, belum setahun mengontrak mereka memilih kembali tinggal di rumah orang tua. Pertimbangannya, orang tua dapat membantu menjaga anak karena keduanya bekerja.
Memang ketika sudah memiliki keluarga, problema yang timbul semakin bervariasi. Begitu pula yang terjadi pada Rio, sehingga dibenaknya terbersit niat untuk memiliki rumah sendiri. Hunian di mana ia memiliki kuasa penuh atas segala yang ada di dalamnya, yang sekaligus menjadi tanggungjawabnya. Hidup mandiri.
Maka dimulailah petualangan Rio dan Riris berburu rumah impian. Pengalaman yang mendebarkan dan lumayan melelahkan. Mereka mencari hingga ke pelosok Bekasi. Hingga akhirnya, pada tahun 2017, Rio dan Riris berhasil menemukan rumah yang selama ini diimpikan.
Sebuah rumah mungil tipe 27 dengan luas tanah 60 m2 kini menjadi tempat mereka bernaung. Tak disangka, rumah yang berada di perumahan yang cukup besar, yaitu di Bekasi Mutiara Gading City, Bekasi Utara, itu akhirnya malah mendatangkan ide bisnis menjanjikan, bermasa depan cerah.
Mau punya rumah yang segala fasilitas lengkap tersedia, dekat sekolah, dan punya akses mudah ke Jakarta seperti rumah Rio dan Riris di Bekasi Utara? Temukan pilihan rumahnya harga mulai dari Rp300 jutaan di sini!

Cerita Rumah Rio dan Riris: Berhitung Pakai Simulasi Sebelum Beli Rumah di Bekasi

Cerita Rumah Rio dan Riris: Berhitung Pakai Simulasi Sebelum Beli Rumah di Bekasi
Setelah mendapatkan kisaran angka yang sesuai kemampuan mereka, Rio akhirnya memberanikan diri mencari-cari rumah di sekitar Bekasi.
Sekalipun hati sudah bertekad, namun logika tetap perlu dikedepankan. Pembelian rumah jelas butuh dana yang sangat besar, maka harus diperhitungkan dengan cermat. Itu pula yang jadi pemikiran Rio. Agar niatnya punya rumah dapat terwujud dan pembayarannya bisa lancar, ia pun mulai berhitung tentang bujet dan dana untuk mencicil rumah impiannya.
“Waktu itu aku dan Riris masih kerja, jadi setelah dihitung-hitung pendapatan kami berdua bisa mencicil rumah dengan cicilan di bawah Rp3 juta, tidak bisa lebih dari itu. Jadi, perkiraan harga rumah yang mampu kami beli adalah yang sekitar Rp300 jutaan,” ujar Rio.
Sebagai pasangan milenial yang gadget savvy alias melek teknologi, kemudahan platform digital mereka manfaatkan untuk mempermudah segala hajat. Termasuk dalam tahap awal pencarian rumah, Rio selalu melakukan simulasi menggunakan kalkulator KPR Rumah.com untuk mengetahui berapa kemampuan mereka untuk mencicil.
Setelah mendapatkan kisaran angka yang sesuai kemampuan mereka, Rio akhirnya memberanikan diri mencari-cari rumah. Untuk lokasi, Rio dan istri sepakat mencari di sekitar Bekasi saja. “Kebetulan teman-teman banyak yang mengambil rumah di Bekasi. Selain itu, Riris waktu itu masih kerja di Bekasi,” kenang Rio.
Pertimbangan lainnya, harga rumah di Bekasi masih tergolong masuk di bujetnya. Berbeda bila ia mencari rumah di daerah Tangerang. “Lagi pula rumah di Tangerang, seperti Serpong yang di Tangerang Selatan, kejauhan buat aku yang waktu itu bekerja di Jakarta Timur,” jelas Rio yang kini malah bekerja di daerah Jakarta Selatan.
Meski begitu, Rio tak menyesal telah membeli rumah di Bekasi. Sebagai daerah penyangga Jakarta, Bekasi memang sedang tumbuh pesat. Daerah yang dulu adalah persawahan tersebut kini terus bersolek menjadi area-area pemukiman.

Cerita Rumah Rio dan Riris: Cari Rumah Pertimbangkan Sekolah dan Akses yang Mudah

Cerita Rumah Rio dan Riris: Cari Rumah Pertimbangkan Sekolah dan Akses yang Mudah
Dalam pencarian rumahnya, baik yang letaknya jauh maupun di tengah kota, Rio mempertimbangkan semuanya sambil disesuaikan dengan kebutuhan keluarganya.
Pembangunan infrastruktur pada koridor timur Jakarta memang tengah gencar-gencarnya, sebut saja seperti LRT dan kereta cepat. “Di Bekasi Utara ini memang banyak pembangunan rumah. Makanya aku cukup punya banyak daftar pilihannya,” tutur Rio.
Untuk menyortir proyek perumahan yang berderet panjang di daftar Rio, ia kembali menggunakan kecanggihan teknologi. Ia mengumpulkan keterangan awal lewat internet, seperti yang didapatnya dari laman listing properti di jual di Rumah.com. Kemudian menyusun daftar perumahan mana saja yang akan ia datangi di akhir pekan.
Pernah di awal pencarian Rio dan Riris langsung mendatangi kantor pemasaran sebuah perumahan, “Wah, awkward moment waktu sales-nya jelasin detail harganya. Ternyata harga rumahnya mahal banget!” cerita Rio sambil tertawa tergelak.
Lagi cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya pada laman AreaInsider
Akhirnya, setiap mau survei lokasi Rio dan Riris membekali diri dulu dengan mencari informasi tentang perumahan dan kisaran harganya melalui agen properti atau agen pemasaran yang didapati di listing properti. “Sering waktu, kami masih terus memanfaatkan internet untuk browsing sebelum survei ke lokasi, biar tahu acuan harganya sesuai nggak buat kita. Beberapa agen juga sudah mengontak kami,” jelas Rio.
Tapi ungkapan rumah itu memang jodoh-jodohan dialami Rio, “Kita menemukan rumah yang keren banget via internet, harganya juga cocok. Tapi pas didatangi, ternyata tempatnya di pelosok, jalanannya pun hanya cukup satu mobil.” Berdasarkan pengalamannya, di Bekasi Utara ini rumah apa saja ada, dari yang di pelosok sampai yang ada di tengah kota.
Diakui Rio, masing-masing rumah, baik yang letaknya jauh maupun di tengah kota, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ia mempertimbangkan semuanya sambil disesuaikan dengan kebutuhan keluarganya. “Salah satu pertimbangan utamaku adalah sekolah, biar nanti tidak susah ke depannya,” jelas Rio yang concern dengan pendidikan buah hatinya.

Cerita Rumah Rio dan Riris: Konsep Klaster Bikin Tertarik, Biaya Sekolah Tidak Mencekik

Cerita Rumah Rio dan Riris: Konsep Klaster Bikin Tertarik, Biaya Sekolah Tidak Mencekik
Dorongan dari sales perumahan yang melayani Rio dan Riris membuat keduanya kian tertarik dan memberanikan diri untuk maju terus membeli rumah.
Setelah sekitar enam bulan mencari-cari akhirnya Rio jatuh cinta dengan sebuah rumah yang berada di sebuah kompleks perumahan, “Kebetulan di Bekasi Utara kompleks ini yang paling besar,” ujar Rio. Meski harganya lebih tinggi dibanding rumah lain dengan tipe yang sama, menurutnya kompleks tersebut nyaman dan memiliki banyak kelebihan.
Secara lebih rinci Rio mengungkap pertimbangannya, “Di sini konsepnya enak, klaster, walaupun tidak elit. Harganya juga masih sesuai dengan kantong milenial. Dan yang paling bikin aku akhirnya memutuskan beli di sini karena banyak sekolah di dalam kompleks, dari sekolah Islam sampai sekolah agama lain. Jadi nggak repot.”
Selain itu, meski sekolah swasta namun biaya sekolahnya tidak mencekik. “Sangat bersahabat dengan kami, keluarga milenial. Terus ke sekolah juga bisa naik sepeda,” ujarnya lagi. Asyiknya lagi, di dalam kompleks juga tersedia tempat wisata yang cukup besar.
Jual atau beli rumah, manfaatkan saja jasa agen properti. Simak video ini agar tahu untungnya jual atau beli rumah pakai agen properti:
Bahkan masyarakat di luar kompleks kerap datang ke tempat wisata tersebut. Ia mengaku sempat ragu karena harganya lebih tinggi dibandingkan rumah dengan tipe sejenis di perumahan lain. “Waktu membayangkan harus nyicil selama 15 tahun, kok rasanya lama amat. Tapi kata sales-nya harus berani, kalau tidak, ya tidak akan punya rumah,” kenangnya.
Dorongan dari sales perumahan yang melayani Rio dan Riris membuat keduanya kian tertarik dan memberanikan diri untuk maju terus membeli rumah, dengan skema KPR. Saat itu Rio dan Riris telah menyiapkan tabungan untuk pembayaran DP rumah. Enam bulan masa pencarian rumah secara tak sengaja seolah memberi waktu untuk terus menambah pundi-pundi tabungannya.

Cerita Rumah Rio dan Riris: DP Rumah Rp19 Juta, Dapat Diskon, Cashback, Handphone Juga

Cerita Rumah Rio dan Riris: DP Rumah Rp19 Juta, Dapat Diskon, Cashback, Handphone Juga
Setelah selesai proses pelunasan DP rumah, Rio mendapatkan satu buah handphone, dan cashback yang ditransfer langsung ke rekeningnya.
Untungnya, perumahan yang ditaksirnya ini menawarkan banyak promo, mulai dari pembayaran DP hingga keuntungan lainnya seperti potongan harga, cashback, hingga hadiah menarik! Mungkin rumahnya memang sudah digariskan untuk berjodoh jadi milik Rio dan Riris.
“Waktu itu DP-nya total Rp19,5 juta, kalau dibayar lunas aku boleh pilih unit kavling duluan, kan rumahnya indent,” jelas Rio. “Karena perumahan itu sedang memberikan promo, aku mendapat potongan DP sekitar dua juta rupiah, jadi bayarnya cuma Rp17,5 juta,” sambung Rio.
Ternyata keberuntungan Rio belum usai. Setelah selesai proses pelunasan DP rumah, dari promo yang dikeluarkan perumahan tersebut, Rio mendapatkan satu buah handphone, dan cashback sebesar Rp7,5 juta yang ditransfer langsung ke rekeningnya.
Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, KPR, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com
“Kaget sih, DP beli mobil rasanya lebih besar dari DP rumah ini,” ujar Rio geli. Akhirnya sisa dana yang masih ada di tabungannya bisa digunakan kemudian harii untuk merenovasi rumahnya.
“Banyak promo dan cashback, jadinya aku berani beli. Bersyukur banget akhirnya bisa punya rumah sendiri walaupun kecil,” kata Rio. Proses pengajuan KPR yang dilalui Rio cukup lancar, yaitu sekitar dua bulan, karena bank pemberi pinjaman merupakan rekanan dari perumahan tersebut.

Cerita Rumah Rio dan Riris: Tipikal Penghuni Perumahan Jadi Peluang Bisnis Menguntungkan

Cerita Rumah Rio dan Riris: Tipikal Penghuni Perumahan Jadi Peluang Bisnis Menguntungkan
Rio memutuskan membuka usaha di salah satu ruko yang dekat rumahnya, yaitu usaha daycare. Istrinya pun keluar dari pekerjaan untuk mengurus bisnisnya.
Selain pertimbangan harga, akses yang mudah, dan sekolah, pertimbangan Rio memilih rumah ini karena faktor investasi juga. “Aku pilih yang pasti-pasti saja. Kenaikan harga di perumahan ini juga ok. Menurut pengembangnya, di sini harga rumah setiap tahun pasti naik, minimal Rp100 juta,” ujarnya penuh semangat.
Ternyata apa yang dikatakan sales marketing perumahan, benar. “Aku bersyukur berani memutuskan untuk beli rumah. Ternyata sekarang tipe rumah seperti milik aku, di klaster lain dengan luas lebih kecil harganya sudah Rp450 juta. Betul naik Rp100 juta lebih. Makin ke sini memang makin mahal. Untung dulu aku memberanikan diri.”
Selain fasilitas pendidikan yang lengkap, mulai dari PAUD hingga SMP, tempat wisata, ada satu lagi yang menjadi pertimbangan Rio memilih perumahan ini, kawasan niaganya yang sudah berkembang. Area-area bisnis di kawasan perumahannya sudah mulai ramai.
Rio akhirnya berani memutuskan membuka usaha di salah satu ruko yang dekat dengan rumahnya, yaitu usaha daycare. Istrinya pun keluar dari pekerjaan untuk mengurus bisnisnya tersebut. “Di sini kan rata-rata seperti aku, tipikal pasangan muda yang keduanya bekerja. Jadi anak dititipkan ke daycare,” terang Rio.
Bisnisnya yang baru berdiri setahun ini berjalan cukup baik. Ternyata Rio memang tidak salah pilih dalam menentukan perumahan yang dibelinya. Dengan fasilitas lengkap dan berada di daerah yang sudah berkembang, tak hanya hunian nyaman yang ia miliki, tapi juga peluang bisnis yang menguntungkan.

Cerita Rumah Rio dan Riris: Undurkan Diri Saat Pandemi, Uang Pesangon untuk Renovasi

Cerita Rumah Rio dan Riris: Pandemi Mengundurkan Diri, Uang Pesangon untuk Renovasi
Ternyata uang yang Rio dapat saat resign cukup lumayan. Rio manfaatkan untuk merenovasi rumahnya menjadi bertingkat dua.
Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 yang berimbas pada melambatnya ekonomi juga berdampak pada perusahaan tempat Rio bekerja, yaitu di bidang konstruksi tepatnya apartemen. Tapi siapa sangka, justru karena itulah Rio mampu merenovasi besar-besaran rumahnya.
Pimpinannya yang memutuskan pindah kerja mengajak Rio untuk bergabung di tempat kerja barunya. Rio pun mengajukan pengunduran diri dari tempatnya bekerja. Ternyata uang yang ia dapat saat resign cukup lumayan. “Wah kalau didiemin bisa habis nggak jelas. Ya udah buat renovasi rumah saja,” jelas Rio.
Ditambah uang tabungan yang sebelumnya memang ia kumpulkan untuk renovasi plus sisa tabungan DP yang belum terpakai, jumlahnya ternyata cukup untuk menambah lantai di rumahnya. “Tadinya rencananya hanya akan menambah dapur. Tapi karena dapat rezeki dari resign tadi, jadi sekalian saja aku tingkat!” ujar Rio memberi alasan.
Walaupun luas bangunan bertambah, Rio tetap mempertahankan jumlah kamar yaitu tetap dua buah. “Saat ini dua kamar sudah cukup, karena anak tidur sama kami. Jadi satu kamar kosong untuk keluarga yang datang atau teman-temanku kalau main ke sini dan mau nginep di sini,” tambah Rio.

Cerita Rumah Rio dan Riris: Berniat Renovasi Rumah Lagi, Lalu Beli Rumah Lagi

Cerita Rumah Rio dan Riris: Berniat Renovasi Rumah Lagi, Lalu Beli Rumah Lagi
Rio menjadikan desain apartemen sebagai referensi rumahnya. Mungil namun bisa memenuhi semua kebutuhan.
Walaupun sudah direnovasi, ke depannya Rio masih ingin merombak beberapa sudut rumahnya. “Ingin ada penyempurnaan lagi. Sedikit aja sih, biar tidak bosan. Soalnya kalau lihat desain-desain rumah kayak bagus-bagus, jadi ingin coba menerapkan. Senang aja menata-nata, seperti ada tujuan dan energi,” ujar Rio yang mulai kepikiran untuk mendesain rumahnya.
Ia juga tak menutup kemungkinan untuk membeli rumah lagi. Tapi saat ini ia lebih memprioritaskan untuk mengganti mobilnya dulu. “Mobil upgrade, rumah upgrade, baru cari rumah lagi. Kalau sekarang sih rumah masih sangat nyaman,” tambah Rio.

Tips Rumah.com

Tips berburu rumah ala Rio dan Riris: Menghitung kemampuan finansial, lakukan simulasi perhitungan KPR sehingga mengetahui dengan tepat harga rumah yang sesuai kemampuan. Kemudian buat kriteria rumah idaman sehingga memudahkan mengerucutkan pilihan. Cari informasi sebanyaknya terkait rumah incaran dan jangan segan melakukan perbandingan beberapa rumah incaran.

Rumah mungil pastinya tetap jadi incarannya. Ia mengaku tak terlalu menyukai rumah yang besar. “Mendingan rumah mungil tapi cakep dan multifungsi. Daripada rumah besar tapi menatanya nggak ok,” ujar Rio. Ia memang menjadikan desain apartemen sebagai referensi. Mungil namun bisa memenuhi semua kebutuhan.
Perjuangan Rio dan Riris dalam berburu rumah bisa menjadi inspirasi bagi para pasangan milenial lainnya. Dan berdasarkan pengalamannya, 70 persen informasi yang ia butuhkan dari awal memutuskan membeli rumah sampai proses pengajuan KPR, semua didapatkannya dengan mudah melalui internet, cukup dari rumah saja.
Itulah cerita pengalaman Rio dan Riris untuk punya rumah sendiri agar hidup lebih mandiri. Keberanian membeli rumah yang berbuah punya bisnis yang cerah. Masih banyak lagi kisah seputar perjuangan mewujudkan mimpi punya rumah sendiri lainnya yang juga tak kalah menginspirasi. Temukan kisahnya hanya di Cerita Rumah.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Teks: Yudhanti Budi, Foto: Lufti Hamdi

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini