Cerita Rumah Vera: Perjuangan dari Kamar Kos Hingga Sewa Kamar Hotel Bulanan

“Memberikan fasilitas terbaik untuk anak adalah impian setiap orangtua. Dan kami mengupayakan agar anak dapat tempat tinggal yang aman, nyaman, dengan lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya.”
Cerita Rumah Vera: Perjuangan dari Kamar Kos Hingga Sewa Kamar Hotel Bulanan
Sebelum menemukan rumah idamannya, pengalaman pasangan Vera dan Dedi sampai pindah tempat tinggal lima kali.

Sebagai seorang ibu rumah tangga, rumah adalah tempat bagi Vera Oktavia Sari menghabiskan banyak waktu. Dengan alasan itulah, sang suami, Bas Dedi Tua Siahaan mengupayakan bisa segera mempunyai rumah sendiri untuk kenyamanan istrinya.

Namun menemukan rumah impian memang bukan hal yang mudah, bahkan harus melalui perjalanan panjang. Seperti pengalaman pasangan Vera dan Dedi ini yang pindah tempat tinggal sampai lima kali.

Pasangan ini bahkan sempat membeli dan menjual kembali rumah pertamanya, sampai akhirnya menemukan rumah di Paradise Serpong City yang berada di kawasan Serpong yang dihuninya saat ini.

Meskipun rumah yang mereka miliki sekarang belum sepenuhnya sesuai kriteria rumah impian mereka, namun pasangan ini sangat bersyukur bisa menempati rumah yang nyaman menjelang pandemi COVID-19.

Mau punya rumah di kawasan Serpong yang fasilitas kawasannya makin kinclong dengan harga di bawah Rp750 jutaan? Cek aneka pilihan huniannya di sini!

Cerita Kamar Kos Sempit dan Komitmen Beli Rumah Tanpa Bantuan Orang Tua

Cerita Kamar Kos Sempit dan Komitmen Beli Rumah Tanpa Bantuan Orang Tua

Vera dan suami memimpikan punya rumah dengan lahan yang luas dan dekat tempat kerja. Namun, dana yang mereka miliki belum mencukupi untuk membeli rumah di Jakarta Selatan.

Bagi Vera yang terbiasa tinggal di kos saat masih lajang, memang tak terpikir untuk segera memiliki rumah. Sejak menikah tahun 2013 ia berhenti bekerja sebagai bidan, dan bersama sang suami tinggal di kos di daerah Fatmawati, Jakarta Selatan. Kosnya dekat dari kantor sang suami yang bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

“Awalnya suami prihatin membayangkan saya sehari-hari bosan berada di kamar kos. Padahal saya tidak ada masalah, karena terbiasa nge-kos. Lama-lama malah suami yang merasa tidak nyaman karena pulang bekerja tidak bisa santai di kamar kos yang sempit,” papar kelahiran 23 Oktober 1990 ini.

Sang suami pun memutuskan untuk segera membeli rumah. Mereka memimpikan punya rumah dengan lahan yang luas dan dekat tempat kerja. Namun, dana yang mereka miliki belum mencukupi untuk membeli rumah di Jakarta Selatan.

Mereka berkomitmen untuk membeli rumah dengan hasil keringat sendiri, tidak meminta bantuan dari orangtua dan keluarga. Bagi mereka, tidak masalah merintis dari rumah berukuran kecil dan berlokasi kurang strategis, asalkan punya rumah sendiri dan tidak membebani orangtua.

100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Membeli Rumah, Ruko, dan Properti Lainnya

100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Mengingat kesibukannya, suami mempercayakan kepada Vera untuk mengumpulkan data rumah di daerah pinggiran dengan harga terjangkau tetapi masih mudah diakses dari Jakarta Selatan. Vera pun langsung melakukan pencarian rumah secara online dengan mengandalkan situs Rumah.com.

Cerita Beli Rumah di Depok dan Rumah Kontrakan di Surabaya

Cerita Beli Rumah di Depok dan Rumah Kontrakan di Surabaya

Setelah beli rumah di Depok, karena tugas suami, Vera sempat tinggal di rumah kontrakan di Surabaya di mana di kota ini lahir sang buah hati.

Berdasarkan hasil pencarian di Rumah.com, Vera menemukan beberapa pilihan rumah di daerah Depok yang kemudian disurvei bersama suami di akhir pekan.

“Sewaktu survei rumah yang pertama di Sawangan, Depok, suami merasa cocok dan langsung membayar DP. Tapi saya kurang sreg karena lokasinya macet, kasian suami berangkat dan pulang kerja terjebak macet, dan agak jauh dari mal yang menjadi tempat hiburan saya saat itu. Melihat antusiasme suami, saya rela mengalah deh,” ujar Vera.

Setelah melakukan akad kredit rumah pertama yang mereka beli di perumahan Taman Melati Indah, tiba-tiba suami Vera ditugaskan ke Surabaya. Vera ikut serta dengan sang suami, dan tinggal di rumah kontrakan.

“Itulah pertama kalinya buat saya yang terbiasa nge-kos sejak merantau dari rumah orangtua, tinggal di tempat yang berbentuk rumah dan merasakan privasi. Sebenarnya saya hobi mendekorasi rumah, tetapi karena rumah kontrakan, jadi saya menahan diri,” ungkap Vera yang dikaruniai anak ketika tinggal di Surabaya.

Informasi mendalam seputar area pencarian properti

AreaInsider

Informasi mendalam seputar area pencarian properti

Di tahun 2015, ketika anaknya, Fiorenza Evelyn Andevelia Siahaan, berusia enam bulan, sang suami dikirim ke Jakarta. Mereka mengira tak lama bertugas di Jakarta dan akan kembali ke Surabaya. Selama di Jakarta, mereka menginap di hotel daerah Fatmawati yang berada tak jauh dari kantor suami.

Cerita Rumah Belum Siap Huni Hingga Sewa Kamar Hotel Bulanan

Cerita Rumah Belum Siap Huni Hingga Sewa Kamar Hotel Bulanan

Kondisi rumah mereka di Depok belum siap huni, perlu direnovasi. Sambil mencari kos, mereka terpaksa sewa kamar hotel dengan biaya bulanan.

Namun ternyata, sang suami ditugaskan untuk kembali menetap di Jakarta. Padahal mereka tidak punya persiapan untuk pindah ke Jakarta secara mereka hanya membawa perlengkapan seperlunya saja. Seluruh barang masih di rumah kontrakan mereka di Surabaya.

Selesai dibangun, rumah pasangan ini di Depok belum pernah ditengok. Bahkan kunci rumah masih dipegang oleh pihak pengembang. Kondisi rumah pun belum siap huni, perlu direnovasi terlebih dulu. Jadi sementara mereka memutuskan untuk ngekos. Sembari mencari kos, mereka sewa kamar di hotel tersebut dengan biaya bulanan.

“Biaya tinggal di hotel memang mahal. Apalagi keterbatasan kamar hotel yang tidak memungkinkan untuk memasak. Saya kesulitan membuat makanan untuk anak, hanya bisa memakai slowcooker dan blender. Jadi kami terpaksa beli makanan setiap hari. Kondisi tersebut jelas menguras keuangan kami. Buat menghemat pengeluaran, saya sampai hanya makan mie instan berhari-hari,” kenangnya.

Kondisi itu karena mereka kesulitan mencari kos yang menerima pasutri dengan anak bayi. Sementara, menyewa kamar hotel untuk waktu lebih lama, tidak lagi memungkinkan. Akhirnya pasangan ini sepakat untuk merenovasi rumah mereka di Depok agar bisa ditempati.

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Dengan dana dan waktu yang terbatas, renovasi rumah mereka yang berukuran 72m2 pun hanya untuk merapikan bagian yang dirasa perlu saja, seperti dapur dan taman belakang yang terbuka. “Awalnya saya kurang sreg dengan rumah tersebut, tetapi lama-kelamaan akhirnya merasa nyaman dan bangga juga karena bisa tinggal di rumah hasil jerih payah sendiri,” ujarnya.

Cerita Lebih Memilih Pindah Rumah Ketimbang Pindah Sekolah

Cerita Lebih Memilih Pindah Rumah Ketimbang Pindah Sekolah

Sang suami lebih memilih memindahkan rumahnya ketimbang pindah sekolah. Bukti keseriusannya, suaminya pun mulai merencanakan untuk membeli rumah di Serpong.

Tak hanya hari kerja, bahkan hari libur pun kondisi jalanan di Depok seringkali macet. Membuat pasangan ini memilih untuk menikmati akhir pekan ke mal di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan dibandingkan ke pusat kota Depok. Diukur secara jarak tempuh memang lebih jauh, namun waktu tempuh lebih cepat karena kondisi jalan lebih lancar.

Dari hanya berakhir pekan di BSD, lambat laun pasangan ini melirik fasilitas pendidikan anak di daerah Serpong. “Karena kami sering ke BSD dan melihat banyak sekolah bagus, suami tertarik menyekolahkan anak kami di sana. Kami memang ingin anak mendapatkan pendidikan yang terbaik,” paparnya.

Seminggu dua kali menempuh rute Depok-Serpong untuk mengantarkan anaknya kursus di lembaga bahasa Inggris ITTTi BSD, Vera merasa kelelahan. Tetapi suaminya tidak mau memindahkan ke tempat kursus yang lebih dekat rumahnya di Depok.

Bahkan sang suami malah berencana mendaftarkan anaknya di Kinderfield School BSD. Lebih memilih memindahkan rumahnya ketimbang pindah sekolah. Bukti keseriusannya, suaminya pun mulai merencanakan untuk membeli rumah di Serpong.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Beli Rumah

Membeli Rumah, Ruko, dan Properti Lainnya

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Beli Rumah

Berbekal pengalaman membeli rumah sebelumnya, Vera tak mau mengulang kesalahan yang sama. Rumah yang akan dibelinya nanti harus benar-benar disukainya, tidak hanya mengikuti keinginan suami. Banyak pertimbangannya dalam memilih rumah kedua.

Cerita Pertimbangan Beli Rumah Kedua, Rumah Ramah Anak

Cerita Pertimbangan Beli Rumah Kedua, Rumah Ramah Anak

Mereka menyukai lingkungan rumah klaster yang aman dan asri serta fasilitas yang lengkap untuk anak, mulai dari clubhouse dengan kolam renang, lapangan olahraga, dan playground.

Terutama adalah ukuran tanah yang harus lebih luas, lokasi yang strategis, bebas macet dan banjir, dan punya potensi supaya sekaligus bisa dijadikan aset investasi yang menguntungkan. Setelah punya anak, ia mensyaratkan pula perumahan dengan lingkungan dan fasilitas yang bersahabat dengan anak, ramah anak.

Mereka sempat mendatangi dua klaster, tetapi tidak seperti yang diharapkan. Ada yang ukuran tanah lebih luas, tetapi jalan masuknya sempit. Ada juga yang lokasinya sangat strategis, tetapi fasilitasnya tidak memadai karena klaster kecil.

Untuk rumah ketiga yang mereka survei, entah mengapa mereka langsung tertarik, padahal baru memasuki gerbang perumahannya saja. Tapi Vera tak mau hanya terlena karena tampilannya semata. Banyak pertimbangannya yang harus dipenuhi

Perumahan itu adalah Paradise Serpong City, klaster yang terdiri dari 75 unit rumah yang lokasinya di Serpong tersebut mayoritas menyediakan tipe rumah berukuran kecil. Sementara pasangan ini mencari rumah kedua dengan ukuran lebih besar dari sebelumnya agar lebih leluasa.

Tips Beli Rumah Kedua

Membeli Rumah, Ruko, dan Properti Lainnya

Tips Beli Rumah Kedua

Padahal mereka menyukai lingkungan klaster tersebut yang aman dan asri serta fasilitas yang lengkap untuk anak, mulai dari clubhouse dengan kolam renang, lapangan olahraga, dan playground. Lokasi pun terbilang strategis, dekat dengan pintu tol, stasiun commuterline, dan dekat klaster ini juga sedang dibangun mal.

Cerita Beli Rumah Lagi dan Tinggal di Rumah Kontrakan Lagi

Cerita Beli Rumah Lagi dan Tinggal di Rumah Kontrakan Lagi

Sambil menunggu proses pembangunan rumah keduanya, mereka terpaksa tinggal di rumah kontrakan lagi.

“Kendala hanya di ukuran rumah saja yang belum sesuai keinginan kami. Tapi tiba-tiba pihak pemasaran memberi kabar bahwa masih ada tipe 81m2 dengan dua lantai yang tersisa. Suami saya langsung menyetujui dan membayar DP, meskipun belum melihat lokasi unit tersebut," terang Vera.

Untungnya lokasinya sesuai harapan Vera dan suami karena unit yang masih tersisa tersebut berada dekat dengan clubhouse. Akad kredit rumahnya sendiri dilakukan pada bulan Desember tahun 2017.

Ketika anaknya mulai masuk di Kinderfield School BSD, Vera akhirnya tidak sanggup lagi harus menempuh perjalanan Depok-BSD seminggu tiga kali. Ia sangat ingin bisa segera pindah ke rumah barunya. Namun, rumahnya masih dalam tahap pembangunan.

Untungnya lagi, kebetulan, rumah deretan ketiga dari rumah barunya sedang dikontrakkan. Jadi sambil menunggu proses pembangunan, mereka tinggal di rumah kontrakan tersebut mulai Juni 2018.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Setelah rumah selesai dibangun pada Januari 2019, tapi pasangan ini merasa rumah tersebut masih perlu direnovasi lagi. Vera menjelaskan, “Dengan luas rumah yang terbatas, kami ingin siasati dengan membuat lantai bawah sebagai tempat aktivitas bersama dan lantai dua untuk tempat istirahat saja.

Cerita Jual Rumah Pertama untuk Biaya Renovasi Rumah Baru

Cerita Jual Rumah Pertama untuk Biaya Renovasi Rumah Baru

Hasil renovasi, luas bangunan bertambah menjadi 150m2 dengan tiga lantai tanpa mengubah bagian muka rumah.

Agar di kamar tidur kami benar-benar bisa beristirahat dengan baik, tidak tercampur dengan ruang aktivitas. Jadi, kami membutuhkan satu lantai lagi untuk kamar tidur, tempat untuk hobi saya merangkai tanaman kering hias, dan tempat mencuci dan menjemur pakaian.”

Di sisi lain, pengembang membuat peraturan, tidak boleh mengubah fasad rumah, bahkan warna cat tidak boleh berbeda. Sebagai solusi, mereka meminta bantuan teman yang seorang arsitek untuk merenovasi rumah tersebut yang mulai dikerjakan bulan Juli 2019.  

Tidak mau renovasi asal-asalan, mereka sekalian mengganti material yang kurang bagus, memperbaiki sirkulasi udara dan pencahayaan alami agar rumah lebih sehat. Hasil renovasi, luas bangunan bertambah menjadi 150m2 dengan tiga lantai tanpa mengubah bagian muka rumah.

Tip Rumah
Bagi Anda pasangan keluarga muda, saat akan membeli rumah penting untuk mencari perumahan dengan lingkungan dan fasilitas yang bersahabat dengan anak, ramah anak.

Rumah pertamanya di Depok sampai dijual untuk membiayai renovasi yang menghabiskan dana sampai 450 juta rupiah. Diakui oleh Vera, karena kehabisan dana, mereka sampai memaksakan pindah ke rumah barunya di awal tahun ini, meskipun belum memasang kitchen set dan kanopi.

Cerita Eksterior Rumah Modern Minimalis dengan Sentuhan Maskulin pada Interior 

Cerita Eksterior Rumah Modern Minimalis dengan Sentuhan Maskulin pada Interior

Untuk isi rumahnya, elemen furnitur didominasi warna hitam dan abu-abu jadi pilihan Vera dan suami.

“Selama dua bulan, kami mengandalkan pesan makanan pakai go-food setiap hari karena tidak bisa memasak, jadi boros banget, ha ha ha…. Tepat menjelang pandemi, kami membeli kitchen set. Kami sangat bersyukur telah menempati rumah sendiri yang lebih nyaman saat pandemi,” ungkapnya.

Dengan konsep ruangan yang terbuka di lantai bawah, jadi sangat mendukung aktivitas keseharian anggota keluarga ini. Apalagi saat pandemi di mana semua aktivitas di luar rumah dibatasi.

“Suami bekerja di rumah, anak sekolah online dan bermain di rumah, dan saya memasak atau mengurusi tanaman di teras, semua dilakukan di lantai bawah. Ruangan dibuat tanpa sekat sehingga kami tetap bisa saling mengobrol, berbagi cerita, dan mendengarkan celoteh anak yang membuat suasana lebih hangat. Selesai aktivitas di sore hari, kami pindah ke lantai atas, menikmati suasana sore di balkon dan istirahat,” katanya.

Untuk memadukan seleranya dan suami, eksterior rumah yang bergaya modern minimalis diberi sentuhan maskulin pada bagian interior dengan elemen furnitur didominasi warna hitam dan abu-abu.

Cerita Rumah Sebagai Aset Investasi dan Area Rumah Berwarna Pink

Cerita Rumah Sebagai Aset Investasi dan Area Rumah Berwarna Pink

Tempat tinggal keenam mereka ini diproyeksikan sekaligus sebagai aset investasi.

“Kecuali barang-barang anak kami, semuanya warna pink. Ada pemandangan yang sangat kontras. Di antara furnitur nuansa warna monokrom, ada sentuhan warna pink dari area belajar dan bermain anak di lantai bawah, dan tempat tidur anak warna pink di lantai atas,” ujar Vera yang mempunyai hobi baru saat pandemi, yaitu pelihara tanaman hias.

Dengan menekuni hobi barunya, Vera berharap dapat segera mewujudkan rumah impiannya yang memiliki lahan yang luas. “Tidak perlu rumah berukuran besar, yang penting lahannya luas dan punya taman di bagian depan dan belakang rumah, supaya bisa berkebun, menanam lebih banyak tanaman,” harapnya.

Perjuangan pasangan ini dalam mencari rumah yang sesuai keinginan tidak sia-sia. Tempat tinggal keenam mereka yang diproyeksi sekaligus sebagai aset investasi ini ternyata tidak meleset. Nilai rumah di klaster ini mengalami kenaikan cukup signifikan. Dibeli tahun 2017 dengan harga 1,3 miliar, kini harga pasaran telah melonjak naik menjadi 1,8 miliar.

Itulah perjalanan panjang mewujudkan rumah idaman Vera yang sempat ngekos, beli rumah, tinggal di rumah kontrakan, sampai sewa kamar hotel bulanan. Masih ada banyak lagi kisah seputar perjuangan mewujudkan mimpi punya rumah sendiri lainnya yang juga tak kalah menginspirasi. Temukan kisahnya hanya di Cerita Rumah.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

 

Teks: Siti Rahmah, Foto: Zaki Muhamad

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

4 Rumah di Bawah Rp750 Juta untuk Keluarga Muda

Masukan