Apa itu Collateral? Ini Penjelasan, Jenis, Syarat, Hingga Manfaatnya

Tim Editorial Rumah.com
Apa itu Collateral? Ini Penjelasan, Jenis, Syarat, Hingga Manfaatnya
RumahCom – Collateral adalah sebuah istilah yang mengacu pada aset yang diterima pemberi pinjaman sebagai jaminan untuk pinjaman. Collateral atau agunan ini dapat berbentuk real estate atau jenis aset lain tergantung pada tujuan pinjaman.
Collateral bertindak sebagai bentuk perlindungan bagi pemberi pinjaman. Artinya, jika peminjam gagal membayar pinjaman mereka, pemberi pinjaman dapat menyita agunan dan menjualnya untuk menutup sebagian atau seluruh kerugiannya.
Untuk Anda yang tengah mencari tahu tentang collateral, maka simak artikel berikut ini yang akan membahas tentang collateral hingga jenis, syarat, dan manfaatnya. Diantaranya:
  • Prinsip Dasar Collateral
  • Syarat Objek Collateral
  • Jenis dan Contoh Collateral
  • Manfaat Aset Collateral

Prinsip Dasar Collateral

Ketahui prinsip dasar collateral. (Foto: Pinterest)
Collateral adalah nama lain dari agunan atau jaminan dalam satu transaksi kredit. Bentuknya bisa berupa pemberian aset maupun surat berharga milik peminjam kepada pemberi pinjaman dana.
Collateral biasanya berkaitan dengan sifat pinjaman, misalnya hipotek dijamin dengan rumah, jaminan untuk kredit mobil adalah kendaraan yang bersangkutan. Sedangkan pinjaman non spesifik lain dapat dijaminkan dengan aset lain.
Pinjaman dengan aset collateral biasanya ditawarkan dengan bunga yang lebih rendah dibanding dengan pinjaman tanpa collateral. Klaim pemberi pinjaman atas collateral disebut hak gadai, hak hukum, atau klaim terhadap aset untuk memenuhi utang.
Pinjaman memiliki alasan kuat untuk membayar kembali pinjaman tepat waktu karena jika gagal bayar maka akan kehilangan aset yang dijaminkan.
Baik itu bank, leasing, atau jenis perusahaan pemberi pinjaman lainnya, biasanya memiliki sejumlah kriteria aset yang bisa dijadikan sebagai collateral. Misalnya BPKB kendaraan, kendaraan berat, sertifikat rumah, tanah, dsb. Bagi Anda yang cari rumah nyaman dengan bujet di bawah Rp1 M, cek pilihan rumahnya di kawasan BSD City di sini!

Cash Collateral Credit

Pada dasarnya setiap bank menawarkan layanan yang berbeda kepada nasabah mereka, tidak terkecuali dengan opsi kredit yang mereka miliki. Kredit cash collateral adalah salah satu layanan kredit yang ada di beberapa bank. Peminjaman ini melibatkan agunan berupa uang tunai seperti deposito, giro, maupun tabungan bank.

Tips Rumah.com

Pilih jenis agunan yang sesuai dengan jumlah plafon kredit yang Anda perlukan.

Syarat Objek Collateral

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam collateral. (Foto: BFI Finance)
Collateral bukan sembarang barang. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar objek tersebut bisa diakui sebagai agunan dalam satu transaksi kredit. Sejumlah syarat objek collateral adalah sebagai berikut.
  1. Status kepemilikan barang bisa dipindahtangankan
  2. Bisa dinilai dengan uang (punya nilai ekonomis)
  3. Bisa terikat di mata hukum berdasarkan UU yang berlaku (punya nilai yuridis)
Secara umum, tiga poin di atas berlaku pada seluruh objek yang akan diajukan sebagai jaminan. Di sisi lain, regulasi dari Peraturan Bank Indonesia (BI) No. 9/ PBI/ 2007 juga mengatur beberapa syarat sesuai bentuk agunan kreditur.

Syarat Sesuai Bentuk Agunan Kreditur

  1. Jika collateral adalah tanah, maka harus ada pembuktian berupa sertifikat hak atas tanah tersebut
  2. Jika berupa properti atau bangunan seperti tempat tinggal, maka harus ada sertifikat atas kepemilikan, izin mendirikan bangunan (IMB), dan status hukum (sedang dalam sengketa atau tidak)
  3. Kendaraan bermotor disertai Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKP)
  4. Mesin pabrik harus disesuaikan dengan usia dan teknis penggunaannya
  5. Jika collateral adalah surat berharga atau saham, statusnya harus aktif diperdagangkan dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) atau sudah punya peringkat investasi
  6. Jika bentuk collateral adalah pesawat udara atau kapal laut, maka ukurannya harus berada di atas 20 meter kubik yang diikat dengan hipotek

Jenis dan Contoh Collateral

Ada beberapa jenis aset yang bisa dijadikan jaminan. (Foto: Pinterest)
Masih berhubungan dengan syarat di atas, ada beberapa jenis aset yang bisa dijadikan jaminan berdasarkan beberapa jenis dan contohnya. Ketahui daftar barangnya dalam pengkategorian berikut ini.

Berdasarkan Mobilitas

Collateral adalah jaminan yang bisa dilihat secara mobilitas. Dalam kategori ini agunan dibagi menjadi dua yaitu agunan bergerak dan tidak bergerak. Adapun contohnya adalah:
  1. Agunan bergerak yaitu piutang, kendaraan bermotor, barang dagangan
  2. Agunan tidak bergerak yaitu bangunan, tanah, pabrik

Berdasarkan Fungsi

Selanjutnya, Anda juga bisa melihat dan mengelompokkan collateral berdasarkan fungsinya. Adapun kategori yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
  1. Agunan pokok yaitu aset yang dijadikan jaminan dalam kredit pokok seperti KPR
  2. Agunan tambahan adalah aset yang ditambahkan saat jaminan pokok dinilai tidak cukup oleh bank yang terlibat

Berdasarkan Bentuk Collateral

Di samping kedua kategori di atas, bentuk atau wujud collateral juga bisa dijadikan pembeda. Dua kategori yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah:
  1. Agunan berwujud adalah aset yang kasat mata dan bisa ‘dibawa’ seperti kendaraan bermotor, tanah, properti, dan sebagainya
  2. Agunan tidak berwujud adalah berupa komitmen atau janji seperti jaminan deposito

Manfaat Aset Collateral

Collateral memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah:

Mengurangi Risiko Kredit

Agunan sangat membantu dalam mengurangi eksposur saat ini maupun di masa depan terhadap kerugian yang diakibatkan oleh tidak adanya pembayaran oleh pihak lawan.

Penghematan Modal

Collateralization dan netting pada eksposur pihak lawan mengurangi jumlah modal ekonomi yang diwajibkan untuk menutupi risiko kredit dan melindungi neraca. Hal ini juga membantu dalam meningkatkan leverage dan potensi keuntungan dari aset bank.

Meningkatkan Daya Saing

Collateralization menampilkan kemampuan untuk berdagang di pasar yang lebih luas yang mencakup keuntungan yang lebih tinggi dan lebih dapat diprediksi.

Likuiditas Pasar yang Meningkat

Agunan memberikan peningkatan kesempatan untuk melakukan lebih banyak transaksi di pasar, melalui modal yang lebih sedikit, dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk peninjauan dan penyelesaian kredit.

Akses ke Perdagangan Berisiko Lebih Tinggi

Penggunaan agunan mengurangi risiko jenis perdagangan yang tidak likuid atau model baru yang melibatkan risiko lebih tinggi tetapi margin keuntungan lebih tinggi.

Tingkat Perdagangan Efisien yang Lebih Tinggi Antara Rekanan

Penggunaan agunan meresmikan hubungan yang langgeng sehingga membuat transaksi dan pembayaran lebih lancar dengan peningkatan kesempatan untuk memeriksa evaluasi dan menyeimbangkan keuntungan dan kerugian dengan cara yang standar dan berulang.

Manfaat untuk Membeli Sisi

Agunan bermanfaat bagi manajer aset dan perbendaharaan perusahaan dalam meminimalkan jumlah agunan melalui agunan silang, mengagunkan eksposur oleh klien, selain mengurangi pergerakan agunan dan memberi/menerima agunan secara neto.

Keuntungan Menjual Sampingan

Agunan bermanfaat bagi bank, dealer pialang, dan sejenisnya dalam mengurangi biaya modal untuk menangani manajemen kewajiban aset, dll.
Itulah pengertian dari collateral, jenis, syarat dan manfaat yang dapat Anda ketahui. Semoga dapat menambah informasi dan pengetahuan Anda.
Tonton video yang informatif berikut ini untuk mempelajari tips beli rumah lelang bank yang bisa Anda ikuti dengan mudah!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensiseputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini