6 Contoh Sertifikat Tanah Asli dan Cara Membedakannya Sesuai Peraturan di Indonesia

Saat membeli properti terutama rumah, memastikan keaslian sertifikatnya adalah hal yang penting. Simak contoh sertifikat tanah asli, jangan tertipu yang palsu!
1. contoh-sertifikat-tanah
Sumber: Istimewa

RumahCom – Bagi orang awam, membeli tanah beserta bangunan rumahnya akan membutuhkan pertimbangan yang lebih panjang. Hal tersebut patut terjadi sebab jika tergesa-gesa khawatir akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Seperti misalnya tertipu sertifikat tanah palsu sehingga berujung pada terjadinya kasus sengketa tanah yang masih sering ada di Indonesia.

Tak pelak masyarakat memerlukan banyak rekomendasi untuk mengetahui contoh sertifikat tanah yang asli dan palsu. Pun para pembeli rumah memerlukan bantuan pendamping ahli seperti PPAT untuk memastikan bahwa tanah yang akan dibeli dalam status aman. Untuk itu, dalam artikel kali ini akan dibahas beberapa hal penting yakni:

  1. Mengenal Sertifikat Tanah
  2. Jenis dan Contoh Sertifikat Tanah
    1. Jenis dan Contoh Sertifikat Tanah: Sertifikat Hak Milik (SHM
    2. Jenis dan Contoh Sertifikat Tanah: Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU)
    3. Jenis dan Contoh Sertifikat Tanah: Akta Jual Beli (AJB)
    4. Jenis dan Contoh Sertifikat Tanah: Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)
    5. Jenis dan Contoh Sertifikat Tanah: Girik atau Petok
    6. Jenis dan Contoh Sertifikat Tanah: Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS)
  3. Contoh Sertifikat Tanah dan Cara Membedakan yang Asli dan Palsu
    1. Cek ke BPN
    2. Cek Lewat PPAT
    3. Cek Secara Fisik
    4. Cek Lewat Online

1. Mengenal Sertifikat Tanah

Sumber: Pexels

Sumber: Pexels

Sertifikat tanah adalah surat tanda bukti hak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (2) huruf c UUPA untuk hak atas tanah, hak pengelolaan, tanah wakaf, hak milik atas satuan rumah susun dan hak tanggungan yang masing-masing sudah dibukukan dalam buku tanah yang bersangkutan.

Sertifikat diterbitkan untuk kepentingan pemegang hak yang bersangkutan, sesuai dengan data fisik dan data yuridis yang telah didaftar dalam buku tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1). Sehingga sertifikat tanah hanya boleh diserahkan kepada pihak yang namanya tercantum dalam buku tanah. Apabila tanah berpindah kepemilikan, maka akan dilakukan prosedur balik nama tanah.

Mengingat pentingnya sertifikat demi keberlangsungan masa depan investasi, maka memastikan bahwa legalitas tersebut terbukti aman adalah hal yang esensial. Sertifikat juga menjadi dasar untuk transaksi jual beli tanah maupun rumah. Tanpa adanya sertifikat, kepemilikan atas tanah bisa menjadi abu-abu.

2. Jenis dan Contoh Sertifikat Tanah

Sumber: Istimewa

Sertifikat tanah berbentuk seperti buku yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan setempat (Sumber foto: Rumah.com)

Jenis sertifikat tanah telah diatur dalam Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) No. 5 tahun 1960 Tentang Pokok-Pokok Agraria. Setidaknya ada enam jenis dan contoh sertifikat tanah yang beredar di Indonesia. Berikut penjelasannya.

1. Jenis dan Contoh Sertifikat Tanah: Sertifikat Hak Milik (SHM)

SHM merupakan jenis dan contoh sertifikat tanah dengan kepemilikan hak penuh oleh pemegang sertifikat tersebut. SHM juga menjadi bukti kepemilikan paling kuat atas lahan atau tanah karena tidak ada lagi campur tangan ataupun kemungkinan kepemilikan pihak lain.

Status SHM juga tak memiliki batas waktu. Tanah dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) dapat dijual atau warisan turun temurun. Sebagai bukti kepemilikan paling kuat, SHM menjadi alat paling valid untuk melakukan transaksi jual beli maupun penjaminan untuk kepentingan pembiayaan perbankan.

Pemegang sertifikat adalah pemegang hak utama dan tidak ada pihak lain yang dapat mengakui atas tanah tersebut. Dengan alasan tersebut SHM merupakan sertifikat dengan proteksi terkuat dibandingkan yang lain. Secara langsung hal ini juga berpengaruh terhadap nilai dan harga tanah bersertifikat SHM yang lebih bernilai dibanding yang lain. Sertifikat Hak Milik hanya dapat dimiliki oleh warga negara Indonesia (WNI).

2. Jenis dan Contoh Sertifikat Tanah: Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU)

Menurut UU No. 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria, Hak Guna Usaha atau HGU merupakan hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai oleh negara dalam jangka waktu tertentu. Jenis tanah negara yang dapat diberikan HGU adalah tanah yang termasuk dalam kategori hutan produksi yang selanjutnya statusnya dialihkan menjadi lahan untuk perkebunan, pertanian atau peternakan. Jadi, hutan lindung dan hutan konservasi tidak diberikan Hak Guna Usaha. HGU dapat diberikan untuk tanah dengan luas sekurang-kurangnya 5 hektare.

Berbeda dengan hak milik yang tidak memiliki batas waktu, Hak Guna Usaha diberikan untuk waktu 25 tahun. Walaupun memiliki jangka waktu yang terbatas, HGU dapat dianggap sebagai hak yang kuat, sehingga pemegang HGU dapat mempertahankan hak atas tanahnya dari gangguan pihak lain.

 Contoh Surat Kuasa Pengambilan Sertifikat Tanah

Mengurus Sertifikat Tanah, Hukum, dan Pajak Properti

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Sertifikat Tanah

3. Jenis dan Contoh Sertifikat Tanah: Akta Jual Beli (AJB)

AJB sebenarnya juga bukan sertifikat melainkan perjanjian jual-beli dan merupakan salah satu bukti pengalihan hak atas tanah sebagai akibat dari jual-beli. AJB dapat terjadi dalam berbagai bentuk kepemilikan tanah, baik Hak Milik, Hak Guna Bangunan, maupun Girik.  Akta otentik ini dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk peralihan hak atas tanah dan bangunan.

Pembuatan AJB telah diatur melalui Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional (Perkaban) No. 8 Tahun 2012 Tentang Pendaftaran Tanah, sehingga PPAT hanya mengikuti format baku yang telah disediakan. Bukti kepemilikan berupa AJB biasanya sangat rentan terjadinya penipuan AJB ganda, jadi sebaiknya segera dikonversi menjadi Sertifikat Hak Milik.

4. Jenis dan Contoh Sertifikat Tanah: Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)

Sertifikat Hak Guna Bangunan adalah jenis dan contoh sertifikat tanah dimana pemegang sertifikat hanya bisa memanfaatkan tanah tersebut, baik untuk mendirikan bangunan atau untuk keperluan lain, sedang kepemilikan tanah adalah milik negara.

SHGB mempunyai batas waktu 30 tahun. Setelah melewati batas 30 tahun, maka pemegang sertifikat harus mengurus perpanjangan SHGB-nya. Berbeda dengan Sertifikat Hak Milik yang kepemilikannya hanya untuk WNI. Inilah keuntungan dan kerugian memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan.

Keuntungan

Kerugian

Tidak Membutuhkan Dana Besar.

Jangka waktu terbatas.

Peluang usaha lebih terbuka. Properti dengan status HGB biasanya dijadikan pilihan untuk mereka yang berminat memiliki properti tetapi tidak bermaksud untuk menempati dalam waktu lama.

Tidak bebas untuk investasi properti.

Bisa dimiliki oleh non-WNI.

Kepemilikan terbatas untuk WNA.

Sertifikat Hak Guna Bangunan bisa ditingkatkan kepemilikannya menjadi Sertifikat Hak Milik, dengan cara mendatangi kantor pertanahan di wilayah tanah/rumah tersebut berada. Tanah dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan tersebut mesti dimiliki oleh warga negara indonesia (WNI) dengan luas kurang dari 600 meter persegi, masih menguasai tanah, serta mempunyai Sertifikat Hak Guna Bangunan yang masih berlaku ataupun sudah habis masa.

5. Jenis dan Contoh Sertifikat Tanah: Girik atau Petok

Girik atau petok bukanlah sertifikat, tetapi merupakan surat penguasaan atas lahan. Berkaitan dengan tanah girik atau yang seringkali disebut tanah adat, contoh sertifikat tanah ini merupakan tanah yang konversi haknya ke negara belum didaftarkan.

Perpindahan hak tanah atas tanah yang berstatus girik ini biasanya terjadi dari tangan ke tangan, yang pada mulanya dapat berbentuk tanah yang luas, lalu kemudian dibagi-bagi ke dalam luas tanah yang lebih kecil sebagai warisan.

Proses peralihan dari tangan ke tangan pun biasanya disaksikan oleh kepala desa atau lurah setempat. Namun, banyak terjadi adalah perpindahan tanah yang berstatus girik ini hanya didasari atas dasar saling percaya dari kedua belah pihak sehingga terkadang tidak ada satupun surat yang bisa menunjukkan atau menelusuri siapa pemiliknya.

Baca juga: Cara Mudah Mengubah Status Tanah Girik Menjadi Sertifikat Hak Milik

6. Jenis dan Contoh Sertifikat Tanah: Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS)

Tak hanya rumah atau lahan tapak yang memiliki sertifikat. Untuk Anda yang tinggal di apartemen atau rumah susun, ada SHSRS yang merupakan sertifikat yang berlaku pada kepemilikan seseorang atas rumah vertikal atau apartemen yang dibangun di atas tanah dengan kepemilikan bersama.

Meski sebutannya hak satuan rumah susun, sertifikat ini juga menjadi sertifikat resmi untuk beberapa properti lainnya. Mulai dari perkantoran, kios komersial (bukan milik pemerintah), kondominium, dan flat. SHSRS dapat dipindah tangankan dan bisa dijadikan jaminan untuk mendapatkan pinjaman dari bank. Jika Anda telah memegang sertifikat ini maka si pemilik punya hak atas tanah menurut persentasenya.

3. Contoh Sertifikat Tanah dan Cara Membedakan yang Asli dan Palsu

Sumber: Setkab

Harus selalu waspada dan cermat untuk bisa membedakan mana sertifikat yang asli dan palsu. (Sumber foto: Setkab)

Dalam mengetahui contoh sertifikat tanah dan cara membedakan yang asli dan palsu, masyarakat bisa melakukan tiga cara mudah diantaranya:

1. Cek ke BPN

Jika ingin mengecek keaslian sertifikat tanah secara mandiri, bisa langsung datang ke kantor Badan Petanahan Nasional (BPN). Sesuai Pasal 34 PP No. 24 Tahun 1997, lembaga ini akan mengecek keaslian sertifikat berdasarkan peta pendaftaran, daftar tanah, surat ukur, dan buku tanah.

Terkait waktu pengecekan, masyarakat tidak perlu khawatir akan menunggu lama. Sebab, umumnya pengecekan keaslian sertifikat hanya membutuhkan waktu satu hari saja. Jika menurut BPN aman, sertifikat tersebut nantinya akan dicap. Namun bila BPN menilai ada kejanggalan, biasanya akan diajukan plotting. Plotting sendiri merupakan upaya pengajuan BPN kepada pemohon—baik individu ataupun atas nama notaris—dengan tujuan memastikan kebenaran dari data sertifikat tersebut.

Upaya plotting ini sendiri menggunakan GPS (Global Positioning System) untuk masuk ke dalam peta pendaftaran. Nantinya, hasil plotting akan menunjukkan apakah benar di lokasi tersebut terdapatlahan kepemilikan sesuai keterangan sertifikat. Apabila benar hasilnya akan 100% menunjukkan kepemilikan asli. Artinya, baik data pendaftaran dan lokasi bersifat valid.

Sebaliknya, jika tidak ditemukan tanah pada lokasi, maka sertifikat dinilai tidak valid. Maksudnya, bisa saja dalam data pendaftaran memang sudah tercantum, namun dalam pengecekan lokasi menggunakan GPS tanah bersifat fiktif.

Tip Rumah
Biaya pemeriksaan sertifikat tanah dikenakan sebesar Rp50.000.

2. Cek Lewat PPAT

Mengetahui contoh sertifikat tanah untuk memastikan asli atau palsu pun bisa dilakukan dengan meminta bantuan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Nantinya, PPAT akan mengurusnya dengan mendatangi kantor BPN sesuai domisili tanah itu berada. Menggunakan jasa PPAT ideal bagi Anda yang tak punya banyak waktu luang.

3. Cek Secara Fisik

Contoh sertifikat tanah yang asli dan palsu bisa dibedakan dengan melihat secara seksama tampilan fisiknya. Pada sertifikat tanah asli, sampul berwarna hijau. Jika warnanya terlihat berbeda, maka ada kemungkinan sertifikat tanah tersebut palsu.

Perbedaan fisik lainnya akan terlihat pada stempel cap dan tanda tangan. Hanya saja hal ini bisa saja menimbulkan banyak persepsi, sehingga baiknya segera langsung periksa ke BPN untuk mendapat informasi akurat.

Contoh sertifikat tanah pada bagian isi. Sumber: sima.pontianakkota.go.id

Contoh sertifikat tanah pada bagian isi. Sumber: sima.pontianakkota.go.id

 

4. Cek Lewat Online

Adapun cara yang terakhir bisa melalui layanan online yang telah disediakan oleh BPN. Berikut beberapa cara untuk mengecek keaslian sertifikat tanah melalui sarana online:

  • KiosK

KiosK merupakan suatu media informasi pertanahan yang tersedia di lobi atau ruang pelayanan Kantor Pertanahan. Melalui KiosK masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi secara mandiri dan gratis tanpa harus antri untuk bertemu petugas di loket.

Informasi yang tersedia pada KiosK antara lain informasi jenis layanan pertanahan beserta persyaratan, jangka waktu serta alur proses penyelesaiannya, informasi biaya layanan serta simulasinya, informasi berkas permohonan, informasi pegawai, informasi PPAT serta informasi jadwal Layanan Jemput Bola (LARASITA).

  • Website

Layanan cek sertifikat BPN online yang kedua bisa ditemukan melalui situs resmi BPN RI, yakni www.bpn.go.id. Lewat website ini ada dua layanan fitur seputar pertanahan, yaitu informasi tentang jenis layanan pertanahan beserta persyaratan, jangka waktu, alur proses penyelesaian dan informasi biaya layanan beserta simulasinya, serta informasi tentang berkas permohonan.

  • Aplikasi BPN Go Mobile

Selain kedua cara di atas, ada juga aplikasi BPN Go Mobile yang tersedia pada perangkat komunikasi berbasis software Android. Ini merupakan inovasi layanan yang dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi dengan cepat dan murah.

Melalui aplikasi BPN Go Mobile masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai persyaratan dan biaya layanan pertanahan, jadwal LARASITA serta informasi permohonan. Aplikasi ini bisa diunduh melalui PlayStore yang ada di smartphone Android.

  • Sentuh Tanahku

Badan Pertanahan Nasional juga meluncurkan aplikasi Sentuh Tanahku (Android dan iOS) supaya masyarakat dapat memperoleh informasi yang resmi dengan cepat dan mudah.  Fitur yang tersedia di dalam aplikasi ini antara lain adalah Notifikasi, Info Berkas, Plot Bidang Tanah, Info Sertifikat, Lokasi Bidang Tanah, dan Info Layanan.

Dengan menggunakan aplikasi ini pada smartphone, Anda dapat mencari tahu persyaratan, menelusuri proses pengurusan sertifikat tanah, mengetahui lokasi suatu bidang tanah, dan mengetahui prediksi perhitungan biaya yang akan dikeluarkan. Semua pengguna perangkat berbasis Android dan iOS dapat mendaftarkan diri untuk menjadi pengguna aplikasi Sentuh Tanahku.

Ingin memahami apa yang dimaksud dengan akta notaris dengan tepat, simak selengkapnya di video berikut!

 

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

Hunian Baru di Bandung

Dapatkan saran dari pakar properti terbaik untuk semua pertanyaan Anda!

Cek Tanya Properti dan nikmati akses eksklusif ke ribuan jawaban dari pakar kami dan komunitas agen properti. 💬⭐👍

Masukan