Contoh Surat Hibah Tanah Kepada Anak Kandung dan Penjelasan Lengkapnya

Tim Editorial Rumah.com
Contoh Surat Hibah Tanah Kepada Anak Kandung dan Penjelasan Lengkapnya
RumahCom – Surat hibah adalah surat pemberian yang berisi keterangan pemberian (dengan sukarela) dengan mengalihkan hak atas sesuatu kepada orang lain. Misalnya saja dari orangtua kepada anaknya, contoh surat hibah tanah kepada anak kandung. Sesuatu yang dihibahkan dapat berupa barang-barang bergerak dan barang-barang tidak bergerak, seperti properti dan hibah tanah.
Benda atau harta tersebut dihibahkan kepada pihak lain ketika pemberi hibah masih hidup. Selain orang, harta yang dihibahkan juga bisa diberikan kepada lembaga, misalnya lembaga pendidikan. Namun, hibah tidak sesederhana prinsip memberi dan menerima jika bentuk pemberian berupa barang yang bernilai tinggi. Hibah harus disertai bukti yang mengikuti aturan hukum yang berlaku secara perdata agar tidak digugat pihak ketiga.
  • Contoh Surat Hibah Tanah Kepada Anak Kandung
  • Dasar Hukum Hibah
  • Syarat Hibah Kepada Anak Kandung
  • Cara Hibah Tanah Kepada Anak Kandung
Contoh Surat Pembatalan Jual Beli Tanah

Contoh Surat Pembatalan Jual Beli Tanah

Contoh Surat Hibah Tanah Kepada Anak Kandung

Hibah tidak dapat ditarik kembali, kecuali hibah yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya.
Pada dasarnya hibah sah dan akibatnya berlaku bagi para pihak jika penerima hibah telah menerima dengan tegas pemberian tersebut (dengan akta notaris). Hal ini diatur dalam Pasal 1683 jo 1666. Surat hibah tanah mempunyai kekuatan hukum karena diatur dalam Pasal 1666 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).
Oleh karenanya, saat memberikan hibah, sebaiknya ditegaskan dengan membuat surat hibah termasuk juga contoh surat hibah tanah kepada anak kandung. Pasalnya surat hibah dapat memuat penjelasan tentang pemberian harta kepada pihak lain. Hibah dalam bentuk tanah juga dapat dilakukan orang tua sebelum meninggal kepada anak kandungnya.
Ketentuan mengenai hibah telah diatur dalam Pasal 1666 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (BW). Berdasarkan ketentuan tersebut, hibah adalah pemberian oleh seseorang kepada pihak lain secara cuma-cuma dan tidak dapat ditarik kembali. Menurut Kompilasi Hukum Islam juga sama, yaitu hibah tidak dapat ditarik kembali, kecuali hibah yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya.
Jumlah hibah pun biasanya tidak sedikit, sehingga surat pemberian hibah kepada anak kandung bisa saja berujung pada tuntutan apabila ada pihak yang merasa dirugikan. Untuk menghindari hal tersebut, pemberian hibah perlu disertai dengan surat persetujuan dari anak kandung ataupun ahli waris pemberi hibah.
Selain itu, pemberian hibah juga sebaiknya tidak melanggar hak mutlak ahli waris atau bagian warisan yang telah ditetapkan oleh undang-undang untuk tiap-tiap ahli waris. Berikut ini adalah contoh surat hibah tanah kepada anak kandung.
SURAT KETERANGAN HIBAH
Pada tanggal (TT/BB/TT), kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama:
NIK:
Alamat:
adalah pihak pertama yang selanjutnya disebut dengan pemberi hibah,
Nama:
NIK:
Alamat:
adalah pihak kedua yang selanjutnya disebut dengan penerima hibah.
Dalam kesempatan ini, pihak pertama menyatakan sudah menghibahkan hak milik saya kepada anak saya dengan nama tersebut di atas sebagai pihak kedua atau penerima hibah, berupa sebidang tanah dengan luas (ukuran luas) m persegi yang terletak di (alamat lokasi tanah), dengan sertifikat tanah bernomor (masukan nomor) atas nama (masukan nama).
Dengan demikian, pihak pertama tidak memiliki hak lagi atas tanah tersebut, begitu juga dengan sertifikat tanah yang sudah diberikan kepada pihak kedua.
Adapun mengenai pengurusan balik nama, pembayaran pajak, dan segala bentuk tanggung jawab atas tanah tersebut menjadi tanggung jawab dari pihak penerima hibah atau pihak kedua.
Demikian surat hibah ini saya perbuat dengan sesungguhnya, dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun, untuk bisa dipergunakan sebagaimana mestinya.
….…………………….,…..…………………….
Pemberi Hibah,
(nama pemberi hibah)
Penerima Hibah,
(nama penerima hibah)

Download Contoh Surat Hibah Tanah Kepada Anak Kandung di sini!

Dasar Hukum Hibah

Hibah hanya sah sejak penerimaan hibah itu diberitahukan dengan resmi kepadanya.
Segala hal yang berkaitan dengan hibah memiliki dasar hukum dan telah diatur dalam pasal 1666 Undang-Undang Hukum Perdata atau KUHPerdata. Hibah juga dapat dilaksanakan dengan berdasarkan pada pasal 1682 KUHPerdata, di mana dalam pasal tersebut mengungkapkan bahwa, “Tiada suatu penghibahan pun kecuali yang termaksud dalam Pasal 1687 dapat dilakukan tanpa akta notaris, yang naskah aslinya harus disimpan pada notaris dan bila tidak dilakukan demikian maka penghibahan itu tidak sah.
Dalam pemahaman pasal 1687 dalam KUHPerdata, dapat dijelaskan bahwa hibah yang menggunakan jenis benda yang bergerak dan berwujud seperti surat piutang bisa dilakukan pembayaran dengan cara tunduk. Hal itu berarti hibah tidak perlu menggunakan akta notaris dan bisa menjadi sah, dengan catatan pemberian yang dilakukan telah diterima begitu saja oleh si penerima hibah atau seseorang yang dapat meneruskannya kepada si penerima hibah. Alhasil, hibah dapat menjadi sah dengan catatan penerima telah memperoleh hibah tersebut.
Pasal 1683 KUHPerdata menyatakan bahwa, “Tiada suatu penghibahan pun mengikat penghibah atau mengakibatkan sesuatu sebelum penghibahan diterima dengan kata-kata tegas oleh orang yang diberi hibah atau oleh wakilnya yang telah diberi kuasa olehnya untuk menerima hibah yang telah atau akan dihibahkannya itu.
Jika penerimaan itu tidak dilakukan dengan akta hibah itu maka penerimaan itu dapat dilakukan dengan suatu akta otentik kemudian, yang naskah aslinya harus disimpan oleh Notaris asal saja hal itu terjadi waktu penghibah masih hidup; dalam hal demikian maka bagi penghibah, hibah tersebut hanya sah sejak penerimaan hibah itu diberitahukan dengan resmi kepadanya”.
Itulah dasar hukum hibah yang perlu Anda tahu. Nah, jika Anda sedang mencari hunian dijual Anda harus cek terlebih dahulu apakah rumah tersebut sudah lengkap sertifikatnya atau merupakan rumah hibah. Cek daftar rumah dijual di Surabaya dibawah Rp1 miliar di sini!

Syarat Hibah Kepada Anak Kandung

Pemberian hibah sesuai dengan syarat-syarat hibah sesuai dengan KUHPerdata.
Jika ingin memberikan hibah dalam bentuk tanah, ada syarat yang perlu diperhatikan. Setelah Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang pendaftaran tanah berlaku, tiap pemberian hibah tanah dan bangunan harus dilakukan dengan akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).
Jika hibah berupa tanah tidak dibuat oleh notaris, maka tidak akan memiliki kekuatan hukum. Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah pemberian hibah sesuai dengan syarat-syarat hibah. Menurut KUHPerdata, berikut ini beberapa syarat hibah:
  • Pemberi dan penerima hibah sudah dewasa menurut undang-undang.
  • Suatu hibah harus dilakukan dengan akta notaris yang aslinya disimpan oleh notaris.
  • Penghibahan kepada orang yang belum dewasa atau seseorang yang berada di bawah kekuasaan orang tua harus diterima oleh orang yang melakukan kekuasaan orang tua.

Tips Rumah.com

Surat hibah adalah surat pemberian yang berisi keterangan pemberian (dengan sukarela) dengan mengalihkan hak atas sesuatu kepada orang lain. Dapat dilakukan dari orangtua kepada anaknya yang dinamakan dengan surat hibah tanah kepada anak kandung

Cara Hibah Tanah Kepada Anak Kandung

Dalam pelaksanaan hibah tanah, prosedur harus memiliki bukti berupa akta dari PPAT.
Cara hibah tanah kepada anak kandung melewati sejumlah prosedur pelaksanaan hibah atas sebuah tanah dan bangunan yang hampir sama dengan prosedur untuk jual beli. Komponen yang sangat diperlukan dalam melaksanakan hibah adalah tanah dan data dari si pemberi atau si penerima hibah. Terdapat sejumlah data tanah yang harus dilengkapi yaitu:
  • PBB asli selama 5 tahun terakhir berikut STTS (bukti bayar)
  • Sertifikat tanah asli
  • IMB asli
  • Bukti pembayaran rekening listrik, telepon, dan air (jika ada)
  • Apabila tanah memiliki beban hak tanggungan, maka perlu melampirkan sertifikat hak tanggungan atas tanah dan bangunan serta melengkapi surat lunas dan surat roya asli dari bank.
Dalam pelaksanaan hibah tanah kepada anak kandung, prosedur juga harus memiliki bukti berupa akta dari PPAT. Prosedur pemberian hibah atau penerimaan hibah akan ditindaklanjuti dengan dibuatnya akta hibah yang ditandatangani oleh PPAT.
Selanjutnya, PPAT akan melakukan pendaftaran dokumen mengenai akta hibah terkait kantor pertanahan daerah tersebut. Terakhir, akan disampaikan pemberitahuan secara cetak bahwa akta izin sudah disampaikan kepada semua pihak yang bersangkutan.
Ketika melakukan penerimaan sebuah hibah tanah, ada potensi hibah yang telah diterima sudah terakomodasi dengan objek pajak. Hal itu dikarenakan penerima hibah mendapatkan hak milik tanah secara cuma-cuma, sehingga perolehan hak dari warisan merupakan objek pajak yang dikenai pajak.
Tonton video berikut ini untuk mengetahui tahapan membangun rumah tumbuh!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini