Dana Ekstra Beli Rumah

Conceptual Miniature Home on a Calculator Device

Siapa bilang urusan biaya beli rumah hanya seputar DP dan legalitas saja? Kendati rumah telah ditempati, namun rupanya Anda tetap harus menyisihkan tabungan untuk ongkos perbaikan yang diperlukan rumah baru.

Lho, apakah interior rumah baru tetap perlu direnovasi?

Menurut Elga Devanya, Administrator KPR in House sebuah perumahan di Cileungsi, ternyata tidak sedikit konsumen yang merenovasi rumah mereka setelah habis waktu tenggat pengaduan 100 hari usai serah terima unit rumahnya.

“Ada standar baku yang tidak diubah oleh pengembang dalam 100 hari pengaduan,  seperti instalasi atau pembuangan air. Agar konsumen memiliki instalansi yang memadai, mereka merenovasi ulang sesuai kebutuhan dan kesiapan finansial,” papar Elga.

Senada dengan Elga, Anastasia Yuniar, marketing perumahan di Ciomas juga mengakui bahwa demi kenyamanan, ada banyak penghuni yang sampai harus mengganti perangkat rumahnya, seperti daun pintu hingga sanitair.

(Daftar rumah baru di Bogor harga Rp300 Jutaan)

Berikut ini adalah daftar biaya yang umumnya harus Anda siapkan pasca pembelian rumah:

1. Memperdalam sumur air dan memperlebar septic tank

Pada kondisi tertentu, Anda mungkin harus membuat atau memperdalam sumur untuk mendapatkan kualitas air yang baik. Misalnya layanan Perusahaan Air Minum (PAM Jaya) yang belum menyentuh kawasan perumahan Anda.

“Selain memperdalam sumur, konsumen juga kerap harus memperlebar septic tank. Lebar septic tank idealnya disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga yang tinggal di rumah. Sedangkan ukuran lebar septic tank yang diberikan oleh pengembang biasanya masih berkisar 1 meter dengan kedalaman 1,20 meter,” ucap Elga.

Ia menyarankan agar rumah yang berpenghuni empat orang sebaiknya memiliki septic tank selebar 2 meter. “Biaya memperlebar septc tank dan memperdalam sumur bor ini bisa menghabiskan biaya sekitar Rp3 Juta – Rp3,5 Juta,” ujarnya.

2. Mengganti daun pintu dan engsel

Setelah membeli rumah, periksa kondisi daun pintunya. Menurut Elga, kebanyakan konsumen banyak yang mengganti daun pintu dengan alasan keamanan.

“Daun pintu yang didapatkan konsumen tentunya sesuai dengan standar yang ditawarkan sedari awal oleh pengembang. Namun, karena faktor keamanan dan  mungkin estetika kerap mendorong konsumen untuk mengganti daun pintunya.”

Penggantian daun pintu juga membuat konsumen merasa lebih aman, karena kunci rumahnya pun turut diganti.

3. Renovasi dapur

Beberapa perumahan tidak menutup bagian dapur mereka. Hal ini membuat konsumen harus merenovasi dapur dengan penambahan material bangunan. “Biaya renovasi dapur cukup bervariasi, paling murah biasanya Rp10 Juta – Rp15 Juta,” ujar Elga.

Anastasia menambahkan, “Renovasi ini biasanya dilakukan bagi penghuni yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Sebaliknya, bagi yang belum menikah biasanya tidak tergesa-gesa, sembari mengumpulkan uang,” tambahnya

4. Pengecatan ulang

Pemilik rumah baru biasanya mengecat ulang interior dan eksterior rumah untuk merasakan nuansa yang sesuai dengan harapannya. Biasanya, pengguna harus menyiapkan bujet sekitar Rp30.000/meter persegi untuk pengecatan dinding.

5. Biaya penambahan sanitair

Saat membaca spesifikasi bangunan pada brosur, Anda mungkin merasa tidak cocok dengan pilihan merk sanitair yang telah ditetapkan developer. Jika bangunan belum jadi, Anda dapat meminta produk pilihan sendiri.

Jika bangunan sudah jadi, Anda harus menyiapkan dana ekstra untuk mengganti shower (sekitar Rp200.000), kloset (sekitar Rp3.000.000) dan wastafel (sekitar Rp500.000)

Saat ini, ada cara yang mudah dan canggih untuk mengetahui unit Anda secara tiga dimensi melalui Review Properti (www.rumah.com/review).

 

Baca Selanjutnya

Masukan