Di Rumah Aja, Bayar Pajak Kini Bisa Online

Wahyu Ardiyanto
RumahCom – Di era yang serba canggih sekarang ini, ada berbagai kegiatan yang bisa Anda lakukan secara online. Mulai dari belanja online hingga membayar tagihan secara online. Tagihan yang dapat dibayarkan di antaranya ialah listrik, internet, telepon, hingga pajak.
Pembayaran pajak di Indonesia saat ini dapat Anda lakukan secara online. Anda tidak perlu lagi menuju kantor pajak untuk antre lama kemudian membayarkan pajak. Selain akan mempersingkat waktu Anda, pembayaran pajak secara online juga mudah dilakukan di rumah.
Dan sebelum membahas lebih lanjut mengenai pembayaran pajak secara online, ada beberapa hal yang perlu Anda pahami terlebih dahulu, yaitu:
  1. Pengertian Pajak
  2. Manfaat Pajak
    1. Manfaat pajak untuk anggaran
    2. Manfaat pajak untuk mengatur pertumbuhan ekonomi
    3. Manfaat pajak untuk stabilisasi
    4. Manfaat pajak untuk retribusi pendapatan
  3. Mengenal E-Billing
  4. Mendapatkan Kode Billing
  5. Cara Membayar Pajak Secara Online
    1. Melalui internet banking
    2. Melalui ATM
    3. Melalui Application Service Provider
    4. Melalui portal penerimaan negara
    5. Samsat online untuk pembayaran pajak kendaraan

Pengertian Pajak

Pengertian Pajak
Pahami lebih lanjut mengenai pengertian pajak. (Foto: Pixabay)
Pajak dapat Anda temukan hampir di berbagai hal, di antaranya pajak kendaraan bermotor, pajak penghasilan, dan pajak bangunan tempat Anda makan. Walaupun sering mendengar hal yang berkaitan dengan pajak, tidak semua pihak memahami pengertian pajak.
Menurut KBBI, pajak merupakan pungutan yang wajib dibayarkan penduduk terhadap negara. Pajak yang dibayarkan berupa uang yang berhubungan dengan pendapatan, pemilikan, harga beli barang, dan lainnya. Hasil dari pajak yang telah dibayarkan akan dipergunakan lagi untuk keperluan negara dan kesejahteraan rakyat.
Pajak di Indonesia dilindungi oleh beberapa undang-undang. Dua di antaranya ialah pasal 23A UUD 1945 yang mengatakan bahwa pajak dan pungutan lainnya memiliki sifat memaksa untuk keperluan negara dan diatur dengan undang-undang. Undang-undang lainnya adalah UU No. 28 Tahun 2007 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan.

Manfaat Pajak

Manfaat Pajak
Pajak yang sudah dibayarkan dapat dimanfaatkan sebagai anggaran negara. (Foto: Pixabay)
Dana yang sudah Anda setorkan untuk membayar pajak akan memberikan manfaat untuk negara dan kesejahteraan rakyat. Beberapa contoh yang bisa diambil dari manfaat pajak adalah adanya pembangunan infrastruktur, keamanan, bantuan ekonomi, dan sebagainya. Selain itu, manfaat pajak juga dibagi menjadi beberapa bagian berikut ini.

1. Manfaat pajak untuk anggaran

Pajak menjadi salah satu sumber pendapatan negara dan sumber untuk anggaran. Dana yang didapat dari pajak nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai pengeluaran negara seperti pembelian ataupun pemeliharaan. Anggaran yang berasal dari pajak harus diawasi dengan ketat, terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan pemasukan dan pengeluaran.

2. Manfaat pajak untuk mengatur pertumbuhan ekonomi

Dilansir dari Kompas, pajak juga dapat dimanfaatkan untuk mengatur pertumbuhan perekonomian negara. Pajak Pertambahan Nilai atau PPN dapat memberikan perlindungan terhadap barang yang diproduksi. Selain itu, pajak juga dapat digunakan sebagai modal untuk kegiatan ekspor.
[article thumbnail="https://cdn-cms.pgimgs.com/static/2019/12/Surat-penunjukan-pajak-Foto-Utama.jpg" title="Cara dan Contoh Penulisan Surat Penunjukan Pajak Bagi Perusahaan Properti" category=" Panduan dan Referensi"]

3. Manfaat pajak untuk stabilisasi

Manfaat pajak untuk stabilisasi masih berhubungan dengan ekonomi negara. Pajak dapat membantu mengendalikan inflasi di dalam negeri. Jika keadaan perekonomian mengalami deflasi, pemerintah akan melakukan penurunan biaya pajak.

4. Manfaat pajak untuk retribusi pendapatan

Retribusi pendapatan berfungsi sebagai pendukung kesejahteraan rakyat. Pemerataan ini akan membantu kepentingan umum, yang salah satunya adalah membuka lapangan kerja. Keberadaan lapangan kerja baru akan membantu perekonomian banyak pihak.

Mengenal E-Billing

Mengenal E-Billing
E-Billing merupakan sistem pembayaran pajak yang dilakukan secara online. (Foto: Pixabay)
Sebelum adanya sistem pembayaran pajak online, Anda biasanya datang ke kantor pajak atau bank untuk melakukan pembayaran. Hal ini cukup merepotkan, terutama saat Anda sulit untuk meluangkan waktu menuju ke bank atau kantor pajak. Untuk itulah, muncul solusi pembayaran pajak secara online.
Electronic billing atau yang disingkat menjadi e-Billing merupakan metode pembayaran pajak secara online. Anda memerlukan ID billing untuk dapat melakukan pembayaran pajak dengan metode ini.
Sistem e-Billing di Indonesia dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Setelah melakukan pembayaran melalui e-Billing, Anda akan menerima pemberitahuan bahwa pajak telah dibayarkan.

Mendapatkan Kode Billing

Mendapatkan Kode Billing
Kode billing diperlukan agar Anda dapat melakukan e-Billing. (Foto: Pexels)
Kode billing bisa didapatkan dengan cara yang mudah dan sederhana, bahkan dalam waktu satu hari saja. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan kode billing.
  • Anda harus melakukan registrasi dengan memasuki laman e-Billing SSE Pajak, Kemudian Anda bisa membuat kode ID billing pajak, yang dilanjutkan dengan mencetak kode ID billing pajak, hingga akhirnya Anda dapat membayar pajak secara online. Kode e-Billing ini juga bisa Anda dapatkan melalui aplikasi resmi milik DJP, yaitu OnlinePajak.
  • Cara selainjutnya untuk mendapatkan kode billing adalah dengan mendatangi teller bank atau Kantor Pos. Sebelumnya, Anda perlu mengecek daftar bank yang melayani sistem ini. Anda sebagai wajib pajak akan diminta untuk menyerahkan surat setoran pajak manual yang telah diisi sebanyak empat rangkap. Surat ini kemudian diserahkan kepada teller bank atau petugas di Kantor Pos. Setelah proses pengecekan, pihak teller atau petugas Kantor Pos akan merekam dan mencetak kode billing.
  • Jika Anda memiliki media sosial seperti Twitter, pendaftaran juga dapat dilakukan di paltform Pertama, Anda dapat mengikuti akun @kring_pajak. Kedua, Anda dapat mention ke @kring_pajak yang diikuti dengan tagar #KodeBilling. Terakhir, Anda diminta untuk menunggu balasan atau direct message (DM) dari akun @kring_pajak.
  • Selain cara di atas, masih ada beberapa cara mudah lainnya untuk mendapatkan kode billing. Anda dapat menelepon ke Kring Pajak di nomor 1500200, melakukan live chat di laman Pajak, hingga melalui internet banking di bank-bank yang sudah terdaftar.

Tips Rumah.com

Saat menerima kode billing dari bank atau Kantor Pos, Anda sebaiknya mengecek kembali kode billing. Kemudian Anda memastikan isian data sudah sesuai dan menandatanganinya.

Cara Membayar Pajak Secara Online

Cara Membayar Pajak Secara Online
Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk membayarkan pajak Anda secara online. (Foto: Unsplash)
Setelah Anda memahami pengertian pajak, e-Billing, dan cara mendapatkan kode billing, selanjutnya Anda dapat membayar pajak secara online. Berikut ini cara-cara yang bisa Anda pilih.

1. Melalui internet banking

Saat ini ada sekitar 10 bank yang terdaftar untuk mempermudah Anda dalam melakukan pembayaran pajak secara online. Di antaranya ialah Mandiri, OCBC NISP, Maybank, dan Bank Bukopin. Pembayaran melalui internet banking memerlukan input token serta approval, kemudian bukti pembayaran akan tersimpan selama 30 hingga 60 hari.

2. Melalui ATM

Tidak hanya melalui internet banking, Anda juga bisa melakukan e-Billing melalui ATM. Sama seperti internet banking, Anda bisa melakukan e-Billing hanya di ATM bank yang telah terdaftar dan terintegrasi dengan sistem e-Billing. Setelah melakukan e-Billing, Anda akan menerima struk yang berisikan informasi pembayaran.

3. Melalui Application Service Provider

Selanjutnya, ada juga aplikasi yang telah ditunjuk oleh DJP untuk mempermudah Anda melakukan e-Billing, contohnya OnlinePajak. Aplikasi yang ditunjuk DJP telah bekerja sama dengan bank-bank yang juga ditunjuk DJP.
Nantinya, sistem pembayaran akan terintegrasi melalui bank-bank tersebut. Bukti pembayaran yang Anda dapat juga sah dari negara, meskipun pembayarannya dilakukan melalui aplikasi.
Jika ingin membeli rumah bekas, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan. Simak selengkapnya di video ini.

4. Melalui portal penerimaan negara

Portal penerimaan negara yang dimaksud ialah laman resmi Kementrian Keuangan. Ikuti langkah-langkah berikut ini jika Anda ingin melakukan e-Billing melalui laman resmi.
  • Jika Anda belum memiliki akun, Anda perlu melakukan registrasi sebagai pengguna baru. Kemudian lakukan aktivasi melalui email untuk registrasi. Setelah aktivasi berhasil, Anda akan diminta untuk mengklik aktivasi pengguna, kemudian mengisi data seperti username, email, dan password.
  • Notifikasi akan diberikan apabila registrasi akun telah berhasil. Setelah berhasil, Anda dapat login sesuai email dan password yang telah dibuat.
  • Anda diharapkan untuk memperbarui profile dan mengisinya sesuai dengan ketentuan yang tersedia.
  • Untuk membayar tagihan, Anda dapat memilih menu billing. Pilihlah biller yang ada sesuai dengan kebutuhan Anda, yaitu Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), dan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA).
  • Sebelum melakukan pembayaran, perhatikan kode billing pada cetak tagihan dan kolom kode billing. Jika data yang tertera sudah benar, pilih tagihan yang akan dibayar.
  • Pembayaran dapat dilakukan melalui internet banking. Pada halaman internet banking, Anda akan diminta untuk login. Untuk internet banking BRI, Anda akan membutuhkan paycode untuk membayar e-Billing. Sementara itu, untuk internet banking BNI, Anda diharapkan untuk mengecek keseuaian email yang dipakai di internet banking.
  • Notifikasi akan muncul setelah Anda berhasil melakukan pembayaran.

5. Samsat online untuk pembayaran pajak kendaraan

Pembayaran melalui samsat online hanya dapat dilakukan untuk pajak tahunan berjalan. Syaratnya ialah tidak memiliki tunggakan pajak kendaraan bermotor atau hanya memiliki tunggakan pajak kendaraan bermotor di bawah satu tahun. Berikut ini cara pembayarannya.
  • Mendaftarkan data kendaraan sesuai dengan data identitas yang asli.
  • Melakukan pengisian data kendaraan yang terdiri dari NRKB atau nomor polisi, lima digit angka terakhir pada nomor rangka, nomor KTP, dan nomor handphone.
  • Setelah mendapatkan kode bayar pajak, Anda diharapkan segera melakukan pembayaran karena kode bayar pajak hanya berlaku selama 2 jam.
  • TBPKP/SKPD akan dikirimkan sesuai dengan alamat yang tercantum di STNK.
  • Masa pengesahan STNK akan berlaku selama 30 hari setelah Anda melakukan pembayaran.
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini