Fakta Pipa Air yang Penting Dipahami Saat Renovasi

Pipa air yang tepat dapat membuat hidup Anda nyaman. Tak perlu resah memikirkan risiko bocor. Ini fakta yang perlu Anda tahu saat memilihnya.
Pipa Air Foto Utama

RumahCom – Dalam proses renovasi ruman, salah satu perkara vital adalah seputar instalasi air. Sedikit saja keluhan pada urusan yang satu ini, sebut saja kendala pipa air terhambat atau bocor, akan berdampak terhadap terganggunya aktivitas seluruh penghuni rumah.

Salah satu penyebab saluran air tidak lancar adalah karena penggunaan bahan pipa air yang tidak tepat.

Setiap jenis bahan pipa air memiliki karakter dan keunggulannya masing-masing. Maka, pastikan Anda memilih jenis pipa air yang berkualitas baik dan menggunakan material yang sesuai dengan kebutuhan hunian anda.

Selain jenis material, penggunaan pipa air dengan ukuran yang tepat menjadi penunjang instalasi air di rumah Anda. Ukuran pipa untuk penggunaan saluran air bersih idealnya ber ukuran ½ - 4 inci, sedangkan untuk pipa air kotor 2-4 inci.

Baca Juga: Ini Biaya Bangun Rumah Tipe 45 Minimalis. Siap?

Lantas, jenis pipa air apa saja yang perlu Anda ketahui? Simak penjelasannya berikut ini.

  1. Pipa PVC paling difavoritkan sebagai pipa air

Pipa air PVC cenderung ringan dan kuat, serta tidak mengubah rasa air. (Foto: Pixabay)

Pipa air PVC cenderung ringan dan kuat, serta tidak mengubah rasa air. (Foto: Pixabay)

Pipa PolyVinyl Chloride atau disingkat PVC, adalah pipa yang sangat umum dipakai. Pipa ini dikenal ringan dan kuat, serta tidak terkorosi berkat bahannya yang terbuat dari plastik.

Tak heran bila pipa PVC selalu menjadi pilihan utama bagi proyek-proyek perumahan di Indonesia. Pipa ini juga sangat tepat untuk dipakai untuk saluran kamar mandi, hingga pembuangan dapur.

Pemasangannya yang hanya menggunakan lem perekat membuat pipa PVC lebih dipilih ketimbang pipa besi yang harus disolder atau dilas.

Selain pipa air, ada banyak hal yang harus Anda pikirkan ketika merenovasi rumah. Agar terencana baik, ikuti panduan lengkap renovasi rumah berikut ini.

  1. Pipa air HDPE punya elastisitas tinggi

Pipa air jenis ini cukup elastis sehingga tepat dipakai di rumah dengan kontur tanah yang tak stabil. (Foto: Enviroconsystems.com)

Pipa air jenis ini cukup elastis sehingga tepat dipakai di rumah dengan kontur tanah yang tak stabil. (Foto: Enviroconsystems.com)

Pipa HDPE (High Density Polyethylene) merupakan pengembangan dari pipa PE. Pipa ini terbuat dari plastik dengan elastisitas tinggi sehingga bisa digulung.

Pipa HDPE lebih sering digunakan untuk kebutuhan proyek PDAM, pertanian, hingga irigasi. Pipa HDPE berbahan plastik tidak beracun, sehingga aman untuk air konsumsi rumah tangga.

Karena elastis dan kuat, pipa HDPE banyak digunakan masyarakat yang tinggal di lingkungan dengan kontur tanah bebatuan yang curam dan tanah labil.

Baca Juga: 10 Jurus Merancang Rumah Tropis

  1. Pipa air logam yang tahan banting

Pipa air logam tahan banting namun tidak tahan korosi. (Foto: Pixabay)

Pipa air logam tahan banting namun tidak tahan korosi. (Foto: Pixabay)

Pipa air logam juga memiliki karakteristik masing-masing, sesuai jenisnya. Jenis pertama, adalah galvanized iron pipe atau pipa galvanis. Pipa air ini adalah pipa seng yang diberi lapisan baja.

Jenis pipa air ini umum digunakan untuk menyalurkan air bersih, tetapi kurang cocok sebagai penyalur air panas. Pipa galvanis memang cenderung lebih murah tetapi mudah berkarat, sehingga bisa mengubah rasa air minum.

Selanjutnya adalah pipa tembaga yang cocok digunakan untuk saluran air panas maupun dingin. Pipa tembaga juga sering digunakan dalam instalasi pemanas maupun pendingin ruangan (HVAC) karena ketahanannya terhadap suhu ekstrem.

Sama seperti pipa galvanis, pipa tembaga juga membutuhkan lapisan pelindung jika akan ditanam di tanah.

Jenis pipa air berikutnya adalah pipa baja. Pipa jenis ini merupakan pipa air yang paling mahal dan kuat dibandingkan jenis-jenis pipa logam lainnya.

Pipa ini cocok untuk menyalurkan air panas maupun dingin, serta tahan terhadap tekanan tinggi. Walau cenderung mahal, pipa ini biasanya diproduksi dalam ukuran yang cukup panjang, sehingga lebih memakan waktu dan tenaga untuk pengangkutan serta pemasangannya.

Terakhir, adalah pipa berbahan besi tempa yang juga cukup kuat serta mampu mengalirkan air panas maupun dingin. Pipa ini tahan terhadap tekanan tinggi, sehingga sering digunakan di berbagai industri atau bangunan yang membutuhkan banyak air.

Pipa ini jauh lebih mahal dari pipa galvanis, namun cenderung lebih murah jika dibandingkan harga pipa baja dan tembaga.

Simak jenis-jenis KPR di Indonesia melalui video berikut ini!

 

  1. Perbedaan antara pipa air biasa dan pipa air panas

Suhu yang berbeda tentu membutuhkan instalasi pipa air yang juga berbeda. (Foto: Pixabay)

Suhu yang berbeda tentu membutuhkan instalasi pipa air yang juga berbeda. (Foto: Pixabay)

Dibandingkan dengan instalasi air biasa, pemilihan jenis bahan pipa air pada instalasi air panas akan lebih mempengaruhi output air panas yang dihasilkan.

Khusus untuk air panas, Anda disarankan untuk memilih pipa berbahan PERT (Polyethylene of Raised Temperature Resistance). Selain bobotnya yang ringan, pipa jenis ini tahan hingga suhu 96 derajat celcius.

Ukuran pipa air juga lebih mempengaruhi kecepatan pada aliran air panas. Standar minimum untuk pipa di bathtub adalah 25mm. Sedangkan untuk bak mandi, pancuran air, dan pembuangan cucian adalah 15mm.

  1. Instalasi pipa air panas berbeda dengan air biasa

Karena perbedaan suhu dan jenis pipanya yang mesti dipakai, instalasi pipa air panas berbeda dengan air biasa. (Foto: Pixabay)

Karena perbedaan suhu dan jenis pipanya yang mesti dipakai, instalasi pipa air panas berbeda dengan air biasa. (Foto: Pixabay)

Memasang instalasi air panas pastinya tak sama dengan pipa biasa. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan memasang instalasi pipa air panas.

Sebelum membangun instalasi air panas, pastikan dulu titik kerannya. Dengan menentukan posisi keran, Anda akan mengetahui seberapa panjang pipa yang dibutuhkan.

Berikutnya, pemilihan tipe mesin pemanas juga perlu diperhatikan. Ada dua tipe alat pemanas yang umum digunakan, yaitu tunggal dan terpusat. Pemanas terpusat tentu membutuhkan pipa yang lebih panjang dan kemungkinan air yang sudah panas menjadi dingin akan lebih besar.

Selain hal-hal tadi, keran pengatur aliran air juga penting untuk diperhatikan. Pasanglah stop keran sebelum pipa tersambung dengan input air bersih dan output air panas. Sehingga jika water heater macet, anda tidak perlu mematikan air dari sumbernya.

Nah, kini Anda sudah mengerti fakta dasar seputar pipa air, bukan? Kalau membutuhkan pemasangan yang lebih rumit, sebaiknya Anda menghubungi teknisi profesional agar hasilnya lebih memuaskan.

Pipa air tengah bermasalah dan Anda membutuhkan hunian sementara selama Anda merenovasi rumah, cari rumah disewa dalam daftar berikut.

Kalau ingin mempercantik rumah, jangan lupa perkaya pengetahuan Anda dengan tips dan trik seputar rumah dan apartemen dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Baca Selanjutnya

Dapatkan saran dari pakar properti terbaik untuk semua pertanyaan Anda!

Cek Tanya Properti dan nikmati akses eksklusif ke ribuan jawaban dari pakar kami dan komunitas agen properti. 💬⭐👍

Masukan