Mengenal Homeschooling: Keunggulan, Kerugian, dan Daftar Homeschooling Ternama

Dengan homeschooling, Anda bisa menentukan sistem pengajaran yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan gaya belajar anak.
Foto Utama homeschooling

RumahComHomeschooling atau sekolah mandiri dikenal sebagai metode sekolah di rumah. Saat ini homeschooling mulai banyak dilirik oleh para orang tua di Indonesia sebagai metode pendidikan alternatif bagi anak.

Bagi mereka yang setuju, homeschooling dirasa dapat mengakomodasi kebutuhan akan metode pendidikan yang sesuai dengan kemampuan, minat, serta gaya belajar anak. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai keunggulan dan kerugian homeschooling, artikel ini akan membahas:

  1. Apa sih Homeschooling?
  2. Keunggulan dan Kerugian Homeschooling
  3. Siapa Saja yang Memerlukan Homeschooling?
  4. 8 Daftar Homeschooling Ternama di Indonesia

1. Apa, sih, Homeschooling?

Orang tua perlu memenuhi fasilitas belajar yang diperlukan untuk homeschooling. (Foto: Pexels)

Orang tua perlu memenuhi fasilitas belajar yang diperlukan untuk homeschooling. (Foto: Pexels)

Homeschooling kini menjadi pilihan bagi banyak orang tua untuk memenuhi pendidikan anaknya. Namun, perlu dipahami bahwa homeschooling bukan sekadar sekolah di rumah. Anda perlu memahami sistem pendidikan ini, sebelum memutuskan untuk mengadaptasinya untuk anak.

Sistem pendidikan homeschooling berangkat dari fakta bahwa setiap anak berbeda. Tidak semua anak cocok mengenyam pendidikan yang dilakukan di sekolah sambil duduk manis dan mendengarkan guru berbicara. Ada tipe anak yang menginginkan metode belajar berbeda, yang memungkinkan mereka bisa bebas bergerak dan bereksplorasi tanpa menghilangkan esensi pendidikan yang dibutuhkan.

Tak hanya itu, orang tua juga pada akhirnya menyadari bahwa anak memiliki minat yang berbeda-beda. Hal ini membuat homeschooling hadir dengan sistem pendidikan yang didesain untuk membantu anak belajar sesuai dengan minat dan bakatnya. Cara belajarnya pun disesuaikan keinginan dan preferensi setiap anak. Misalnya, ada anak yang senang belajar melalui eksperimen dan ada pula anak yang lebih suka belajar di luar ruangan sambil mengamati. Apapun preferensi anak, semuanya bisa diakomodasi melalui sistem pembelajaran homeschooling.

Satu hal yang juga penting, homeschooling membutuhkan kesepakatan antara anak dan orang tua. Jangan sampai orang tua memilih homeschooling, tetapi anak ternyata lebih menyukai sekolah konvensional yang memungkinkan ia bertemu banyak teman setiap hari.

2. Keunggulan dan Kerugian Homeschooling

Anak homeschooling bisa belajar di perpustakaan. (Foto: Pexels)

Anak homeschooling bisa belajar di perpustakaan. (Foto: Pexels)

Simak keunggulan homeschooling sebagai salah satu metode bagi anak untuk mendapatkan pendidikan.

1. Keuntungan Homeschooling

Orangtua yang jatuh hati dengan metode ini biasanya mempertimbangkan soal waktu yang fleksibel. Alasan lain, simak di sini:

  • Waktu belajar yang fleksibel

Salah satu keuntungan homeschooling adalah fleksibilitas waktu belajar. Orang tua, anak, dan staf pengajar dapat saling mendiskusikan waktu yang tepat untuk memulai belajar dan menentukan durasi belajar. Selain itu, Anda dan anak juga dapat memilih jadwal mata pelajaran yang ingin dipelajari dalam satu hari.

  • Memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan bakat

Setiap anak memiliki bakat, minat, serta kemampuan mengolah informasi yang berbeda. Dengan homeschooling, Anda dan anak dapat bersama-sama menentukan topik, waktu, durasi, hingga cara belajar yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan gaya belajar anak. Dengan adanya fleksibilitas, metode belajar ini bisa lebih optimal dalam mengembangkan bakat setiap anak sesuai keinginan dan kemampuan.

  • Anak mendapatkan istirahat yang cukup

Rutinitas sekolah formal yang mengharuskan anak untuk datang lebih pagi dan terkadang pulang hingga sore bisa membuat waktu istirahat anak menjadi berkurang. Bukan tak mungkin anak akan merasa kelelahan setiap pulang sekolah dan tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup. Hal ini berbeda dengan sistem pembelajaran homeschooling yang pengaturan waktunya lebih fleksibel, sehingga orang tua dapat mengatur waktu istirahat anak dengan baik.

  • Orang tua dapat mengawasi pertemanan anak

Salah satu hal yang dikhawatirkan orang tua ketika anak bersekolah konvensional adalah persoalan pertemanan, karena perilaku bullying di antara anak-anak bisa saja terjadi. Dengan homeschooling, orang tua dapat terus mengawasi proses pembelajaran dan pertemanan anak. Dengan begitu, anak dapat terhindar dari pertemanan yang kurang baik atau bahkan bersifat merusak di masa pertumbuhannya.

  • Anak memiliki kesempatan untuk belajar di luar rumah

Anak homeschooling memiliki cara belajar yang lebih fleksibel, karena bisa belajar di manapun, seperti di museum, perpustakaan, hingga di alam terbuka. Jadi, anak tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, seperti halnya para murid di sekolah konvensional pada umumnya.

Di antara sekian banyak metode pendidikan yang bisa diterapkan dalam masa tumbuh kembang anak, homeschooling memang membutuhkan fasilitas lingkungan sekitar yang memadai. Mau punya rumah yang mendukung tumbuh kembang anak dengan fasilitas taman bermain atau fasilitas pendidikan yang lengkap di lingkungan sekitar perumahan? Anda bisa cek aneka pilihan rumahnya mulai harga Rp700 jutaan di sini!

Sebelum membeli rumah, penting untuk mengetahui reputasi pengembang agar Anda tidak cemas di tengah jalan. Simak tipsnya di video berikut ini.

 

2. Kerugian Homeschooling

Banyak juga orangtua yang meragukan homeschooling karena ada risiko yang harus ditanggung, seperti:

  • Ruang lingkup pertemanan anak menjadi terbatas

Dibandingkan dengan anak-anak yang mengikuti sekolah konvensional dan bertemu dengan banyak anak-anak lain seusianya, homeschooling membuat kehidupan sosial anak terbatas hanya pada interaksi dengan staf pengajar dan keluarga. Oleh karena itu, untuk mengatasi efek sosial yang mungkin timbul pada anak homeschooling, orang tua perlu membuat anak-anaknya tetap terhubung dengan dunia sekolah dan lingkungan sebayanya. Misalnya, membuat kelompok anak-anak homeschooling untuk berkumpul, belajar, dan berinteraksi bersama.

  • Kesulitan mengakses fasilitas belajar yang umumnya ada di sekolah

Proses belajar homeschooling tidak memungkinkan anak untuk mendapatkan fasilitas pendukung yang layaknya ada di sekolah formal. Contohnya, anak mungkin tidak memiliki kesempatan untuk mencoba laboratorium sains, laboratorium bahasa, perpustakaan sekolah, atau studio seni.

Lalu, bagaimana dengan status kelulusan homeschooling? Sebagai pendidikan berbasis keluarga yang masuk dalam jalur pendidikan informal, homeschooling diatur dalam UU No. 20/2003. Sesuai dengan undang-undang yang ada, anak yang mengenyam pendidikan melalui sistem ini akan diakui layaknya mengikuti institusi pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar pendidikan nasional.

3. Siapa Saja yang Memerlukan Homeschooling?

Siapa saja anak yang memerlukan homeschooling? (Foto: Pexels)

Siapa saja anak yang memerlukan homeschooling? (Foto: Pexels)

 

Tidak semua anak cocok dengan sekolah konvensional. Namun, begitu juga dengan metode pendidikan homeschooling, tidak semua anak cocok atau menyukainya. Biasanya, orang tua memilih homeschooling karena adanya berbagai faktor dan inilah beberapa kondisi khusus yang memerlukan program homeschooling.

1. Anak penderita ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

ADHD merupakan kondisi anak kesulitan dalam berkonsentrasi, serta muncul perilaku hiperaktif dan implusif. Gejala ini muncul ketika memasuki usia sekolah, sehingga anak kesulitan dalam mengikuti pelajaran.

2. Anak penderita OCD (Obsesif Compulsive Disorder)

OCD merupakan suatu kondisi yang menyebabkan anak memiliki pikiran, perasaan, dan ketakutan yang tidak diinginkan. Anak penderita OCD biasanya kesulitan untuk berkonsentrasi pada tugas sekolah yang diberikan, sehingga orang tua menganggap metode homeschooling lebih cocok untuk mereka.

3. Disleksia

Disleksia merupakan gangguan proses belajar yang membuat anak kesulitan dalam membaca, menulis, dan mengeja. Penderita disleksia juga kesulitan dalam mengidentifikasi bagaimana cara kata-kata yang diucapkan harus diubah menjadi huruf dan kalimat. Meskipun penderita disleksia umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang normal, mereka akan kesulitan jika harus mengikuti sekolah konvensional. Biasanya, mereka membutuhkan teknik belajar yang berbeda dibandingkan anak-anak lain yang normal.

Tip Rumah
Ketika orang tua telah sepakat dengan anak untuk menjalankan homeschooling, fasilitasi anak sesuai dengan kebutuhan belajarnya, contohnya gadget, buku, alat-alat percobaan, dan lainnya.

8 Daftar Homeschooling Ternama di Indonesia

Belajar di rumah atau Homeschooling bersama guru. (Foto: Pexels)

Belajar di rumah atau Homeschooling bersama guru. (Foto: Pexels)

Yang perlu Anda perhatikan, homeschooling bukanlah jalan pintas bagi anak yang mengalami kendala selama di sekolah, misalnya masalah akademik atau anak menjadi korban perundungan. Sebelum memilih homeschooling, orang tua dan guru harus mendiskusikan bersama untuk mengetahui masalah yang dihadapi dan menentukan metode pendidikan yang terbaik untuk anak. Berikut ini daftar homeschooling ternama di Indonesia.

1. Homeschooling Kak Seto

Didirikan oleh Seto Mulyadi atau yang lebih akrab dengan panggilan Kak Seto, homeschooling ini memiliki jenjang pendidikan mulai dari tingkat SD sampai SMA. Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan sudah mendapatkan akreditasi A. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs https://www.hsks.sch.id/.

2. Bintang Mulia Homeschooling

Bintang Mulia Homeschooling memiliki jenjang pendidikan mulai dari SD sampai SMA. Sekolah informal ini berlokasi di Kudus, Jawa Tengah, namun Bintang Mulia Homeschooling juga membuka pendaftaran untuk semua anak dari Indonesia, bahkan luar negeri. Hal ini karena peserta didik akan belajar dari rumah masing-masing dan hanya perlu hadir saat Ujian Akhir Nasional dan acara gathering yang diadakan 2 tahun sekali. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs https://bintangmulia.org/.

Mengenal Homeschooling, Kelebihan, Kekurangan, dan Biayanya

Panduan dan Referensi

Mengenal Homeschooling, Kelebihan, Kekurangan, dan Biayanya

3. Sinergia Homeschooling

Kurikulum Sinergia Homeschooling cocok untuk Anda yang ingin memperluas kemampuan berbahasa anak karena programnya bilinglual. Anda juga bisa memilih kurikulum yang akan diikuti anak, contohnya kurikulum nasional dan internasional yang diserap dari Cambridge International Examination. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs http://sinergia-homeschooling.com/.

4. Primagama Homeschooling

Para orang tua dan siswa dibebaskan utuk memilih pelajaran yang ditawarkan oleh Primagama Homeschooling, yang akan terfokus pada minat dan bakat anak. Ada tiga kurikulum yang bisa Anda pilih, yaitu kurikulum nasional, kurikulum internasional (Cambridge International Examination), dan Kurikulum ABK yang menyesuaikan dengan kebutuhan pribadi anak. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs http://homeschooling-primagama.co.id/.

5. Kasih Anugerah Homeschooling

Kasih Anugerah Homeschooling memiliki tiga tipe kelas, yaitu Klasikal, Tutorial, dan Mandiri. Untuk Klasikal, kurikulumnya tidak jauh dari sekolah formal karena murid diwajibkan datang langsung ke sekolah pada hari Selasa dan Rabu. Sementara jika memilih Tutorial, anak akan mendapatkan tutor yang akan datang ke rumah. Jika memilih Mandiri, orang tua akan berperan sebagai tutor atau guru. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs https://www.ujiankesetaraan.com/home-schooling-kasih-anugerah.

6. Fikar Homeschooling

Fikar Homeschooling berdiri dengan bantuan Kak Seto sebagai salah satu dewan pembinanya. Di sini, selain mendahulukan pendidikan, Fikar Homeschooling juga menjunjung tinggi nilai-nilai agama, kepemimpinan, dan kewirausahaan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs http://www.fikarschool.com/id/.

7. Homeschooling Laskar UI

Materi dan kurikulum yang diberikan Laskar UI Homeschooling sesuai dengan kurikulum di sekolah. Mereka juga memberikan ujian dan tryout secara berkala, sehingga dapat mempermudah siswa dalam beradaptasi seperti layaknya di sekolah formal. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs https://laskarui.com/homeschooling/.

Baca juga: 5 Tips Bikin Ruang Belajar Efektif Untuk Anak

8. INRII Homeschooling

Lembaga pendidikan ini merupakan anggota dari Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif (ASAHPENA) yang ketua umumnya adalah Kak Seto. Program homeschooling yang dimiliki terdiri atas community class, distance learning, dan tutor visiting. Untuk community class, metode belajar homeschooling dilakukan di dalam kelas eksklusif yang terdiri dari 7 – 8 siswa dengan waktu belajar tiga kali seminggu dan durasi belajar dua jam setiap pertemuan. Sedangkan distance learning merupakan pembelajaran jarak jauh dengan disediakan guru pendamping. Untuk tutor visiting, orang tua bisa mendatangkan tutor untuk mendampingi anak belajar. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs http://inrii-homeschooling.com/.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan agen terbaik dan spesialis di setiap area

Cari Agen

Temukan agen terbaik dan spesialis di setiap area

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

4 Perumahan Mewah Terbaru Di Jateng

Masukan