Jangan Tertipu dengan Rumah Minimalis Berharga Murah

Cost of living family.

Rumah minimalis seringkali identik dengan harga murah. Baca artikel ini untuk menemukan tips berburu rumah minimalis yang bukan cuma murah namun juga berkualitas.

Memiliki dan tinggal di rumah sendiri menjadi impian setiap orang. Apalagi jika rumah tersebut mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya. Namun, seiring dengan melambungnya harga tanah di Indonesia setiap tahun, harga rumah ikut meninggi.

Memiliki rumah minimalis alias berukuran kecil pun akhirnya menjadi pilihan.

Tak heran jika dalam beberapa tahun ini memiliki rumah minimalis menjadi tren di Indonesia. Pembelinya rata-rata pasangan muda yang baru menikah.

Pihak developer rumah lalu ramai-ramai menyambut tren ini dengan membangun lebih banyak rumah bertipe minimalis sebagai jualan utamanya.

Sebenarnya ada dua pilihan untuk memiliki rumah minimalis. Yaitu, dengan membeli tanah dan membangun sendiri rumah di atasnya.

Pilihan ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki dana tersedia dalam jumlah cukup untuk membangun rumah. Maklum, ketersediaan dana memengaruhi pada cepat dan lambatnya penyelesaian pembangunan.

Kelebihannya adalah Anda bisa menentukan sendiri desain dan bentuk rumah sesuai keinginan. Cukup menyewa jasa arsitek rumah, maka desain rumah yang Anda inginkan bisa menjadi kenyataan. Anda juga bisa mengukur bujet yang Anda miliki untuk pembangunan rumah.

Baca Juga: Kumpulan Desain Rumah Minimalis

Pilihan kedua adalah mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Jika Anda memilih opsi ini, setidaknya harus mengantongi uang minimal sejumlah 15% dari total harga rumah yang diincar.

Ini sesuai dengan aturan Bank Indonesia dimana jumlah Down Payment (DP) yang harus dibayarkan untuk pembelian rumah adalah sebesar 15%.

Lalu, berapa, sih, sebenarnya harga rata-rata rumah minimalis? Dalam bisnis properti dikenal istilah lokasi menentukan harga. Semakin strategis lokasi yang dipilih harga rumah yang dipasarkan biasanya akan semakin tinggi.

Rumah-rumah minimalis murah biasanya tersedia di lokasi-lokasi yang daerah sekitarnya belum berkembang.

Istilah 'belum berkembang' merujuk pada lokasi yang belum banyak menyediakan fasilitas pendukung untuk hunian. Seperti jauh dari pasar, fasilitas kesehatan, sekolah, hingga akses transportasi.

Anda yang sedang berburu rumah minimalis murah, ada baiknya fokus mencari rumah pada lokasi-lokasi yang dianggap belum berkembang.

Jangan takut dengan label 'belum berkembang' yang disematkan pada lokasi tersebut. Karena banyak lokasi perumahan yang dulu terpencil kemudian berkembang dengan pesat karena semakin ramai oleh perumahan baru.

Semakin tingginya populasi di suatu kawasan akhirnya menarik beberapa pembangunan lain di kawasan tersebut. Mulai dari pasar, sekolah, hingga fasilitas kesehatan, dan pendidikan.

Baca juga: Panduan mendekorasi rumah minimalis

Rumah minimalis di daerah tersebut yang dulu murah, harganya bisa naik berkali-kali lipat hanya dalam waktu beberapa tahun. Karena itu sebelum memilih lokasi, lebih baik mencari tahu lebih dulu informasi mengenai rencana pengembangan kawasan tersebut.

Informasi ini bisa diintip dari pemerintah daerah atau rajin-rajin mengikuti perkembangan berita lokasi yang diincar melalui media massa.

Rencana pengembangan yang dimaksud bisa berupa perluasan wilayah, jalur transportasi, pembangunan pusat kawasan komersil, hingga pemekaran wilayah adminstrasi pemerintahan.

Sebagai contoh, dulu tak ada yang melirik kawasan Citayam dan Bojong Gede, Bogor. Selain terpencil dan jauh, tak banyak fasilitas umum tersedia di kawasan tersebut selain hanya stasiun kereta api.

Mau rumah minimalis harga Rp300 jutaan di Bogor?

Namun seiring dengan semakin bergesernya pembangunan di wilayah Jakarta Selatan, dengan banyak berdirinya pusat perkantoran, bisnis, dan komersil, maka wilayah-wilayah seperti Citayam dan Bojong Gede kini semakin diminati.

Dulu mungkin dengan uang sebesar Rp100 juta sudah bisa mendapatkan rumah ukuran 70 meter di kawasan tersebut. Sekarang harganya bahkan  sudah mencapai Rp300 juta hingga Rp400 juta.

Saat bertemu developer perumahan yang menawarkan rumah minimalis dengan harga murah, sebaiknya jangan langsung tergiur dan terburu-buru mengajukan KPR. Anda bisa mengcek terlebih dahulu kredibilitas si developer.

Misal, sudah berapa proyek yang mereka bangun sebelumnya di tempat lain dan kualitas rumah yang dibangunnya.

Jangan sampai, baru beberapa tahun menempati Anda sudah harus mengeluarkan banyak uang untuk perbaikan dan renovasi. Alih-alih mendapatkan harga murah, uang yang Anda keluarkan untuk perbaikan bisa berkali lipat dari harga rumah itu sendiri.

Untuk mengetahui baik buruknya kualitas sebuah rumah KPR, Anda bisa mencari tahu dengan bahan bangunan atau material yang digunakan. Jangan ragu untuk bertanya secara detil mengenai ini kepada pihak marketing yang menawarkan rumah dengan harga murah tersebut. 

Anda juga bisa mencari referensi dari beberapa penghuni yang sudah menempati rumah di komplek yang sama jika ada. Biasanya mereka paling jujur memberikan informasi.

Anda patut curiga jika sudah ada perumahan dengan harga murah yang sudah dibangun sejak beberapa tahun lalu namun tak kunjung juga dihuni. Apalagi jika terdapat beberapa bangunan berdiri yang sudah rusak.

Baca juga: Tips & Trik mendekorasi rumah minimalis.

Meski dibeli dengan harga murah, Anda berhak mendapatkan fasilitas minimum dari pihak developer. Misal, jaringan listrik, ketersediaan air bersih, tempat pembuangan sampah, saluran air atau drainase, hingga jaminan keamanan.

Beberapa developer nakal seringkali mengabaikan fasilitas-fasilitas minimum yang seharusnya mereka sediakan. Jika pun tersedia, seringkali dibangun dengan seadanya. Yang paling krusial adalah masalah pengelolaan sampah, ketersediaan air bersih, dan saluran air.

Banyak developer yang mengiklankan rumah murah dengan slogan 'bebas banjir' karena berada di dataran tinggi. Namun nyatanya saluran pembuangan air yang mereka sediakan sangat buruk. Sehingga berpotensi menimbulkan genangan.

 Anda yang membutuhkan privasi lebih dan tak mau terganggu dengan banyak aktivitas penghuni lain, rumah minimalis model town house atau klaster bisa menjadi pilihan. Biasanya rumah-rumah ini dibangun oleh perseorangan yang memiliki tanah cukup luas dan menjualnya dalam bentuk tanah kavling.

Jumlah rumah yang dijual pun rata-rata tidak terlalu banyak. Sekitar 6 sampai 15 rumah saja. Perumahan jenis ini lebih mengedepankan eksklusivitas. Karena itu desain yang ditawarkan lebih modern dan elegant meskipun sederhana.

Rumah minimalis bergaya town house rata-rata menyediakan space tanah kosong cukup luas. Pendirian bangunan difokuskan pada bagian sentral dan lebih memanfaatkan tinggi ketimbang lebar tanah.

Karena itu biasanya rumah di area town house minimal memiliki  2 lantai. Mengenai harga sekali lagi memang bergantung pada  lokasi.

Kelebihannya, karena yang dijual dalam bentuk tanah kavling, rumah baru akan dibangun jika sudah terjadi akad. Beberapa pengembang town house memberikan kebebasan bagi pembeli untuk mendesain sendiri bentuk rumahnya. Tentunya disesuaikan dengan harga jual yang ditawarkan.

Baca juga: Membuat taman minimalis di lahan kecil

Nah, sekarang Anda sudah memiliki gambaran mengenai tips berburu rumah murah. Temukan tips-tips lainnya di Rumah.com.

Baca Selanjutnya

Masukan