Jenis-Jenis Kredit dan Pinjaman, Wajib Paham Sebelum Mengajukan

Tim Editorial Rumah.com
Jenis-Jenis Kredit dan Pinjaman, Wajib Paham Sebelum Mengajukan
RumahCom – Dalamkehidupan masyarakat sehari-hari di hampir seluruh dunia tak lepas dari persoalan kredit. Di Indonesia sendiri, berbagai jenis jenis kredit disediakan oleh bank umum konvensional, BPR, dan Pegadaian. Berdasarkan tujuannya, kredit terbagi menjadi dua jenis, yakni kredit produktif dan kredit konsumtif. Simak lebih lengkap mengenai jenis jenis kredit dalam ulasan berikut ini!
  • Jenis-Jenis Kredit
  • Jenis-Jenis Kredit Bank
  • Jenis-Jenis Jangka Waktu Kredit
  • Tahapan Pengajuan Kredit
  • Tips Kredit yang Aman

Jenis-Jenis Kredit

Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan dengan itu.
Berdasarkan Undang-Undang Perbankan, kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dan pihak lain, yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Lantas apa saja jenis jenis kredit yang umum untuk masyarakat?

1. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Kredit Tanpa Agunan atau KTA adalah kredit yang diberikan bank dalam bentuk uang tunai, yang dapat diperoleh tanpa memberikan agunan. KTA umumnya disediakan bank untuk berbagai keperluan, diantaranya biaya pendidikan, renovasi rumah, modal kerja, dan untuk kebutuhan lainnya.
KTA pun memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya beda jika dibandingkan dengan jenis kredit lainnya dari bank. KTA tidak memerlukan agunan sebagai jaminan. Selain itu, proses kredit umumnya lebih cepat dan mudah. Biaya provisi dan administrasi akan didebet langsung dari rekening Anda. Total kredit juga dapat diambil tunai. Sementara untuk penghitungan bunga dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku di masing-masing bank.

2. Kartu Kredit

Melansir laman OJK, kartu kredit adalah salah satu alat pembayaran non tunai yang sudah lama hadir guna mempermudah transaksi menjadi lebih cepat dan mudah. Bayangkan, dengan kartu kredit seseorang bisa berbelanja terlebih dahulu lalu membayarnya kemudian (dicicil). Berbeda dengan kartu debit yang mengharuskan untuk punya dana yang cukup saat berbelanja.

3. Kredit Pemilikan Rumah

Kredit Pemilikan Rumah adalah salah satu jenis bantuan pembiayaan untuk membeli rumah. Meskipun ada sejumlah lembaga pembiayaan yang memberikan fasilitas KPR, namun bisa dibilang mayoritas bantuan pembiayaan perumahan ini berasal dari perbankan, baik negeri maupun swasta. Bank sebagai pemberi fasilitas KPR sudah pasti melakukan seleksi ketat terhadap calon debitur. Berikut persyaratan umum dalam mengajukan KPR:
  • Warga Negara Indonesia (WNI) dan memahami hukum.
  • Bagi karyawan, usia minimal adalah 21 tahun dan maksimal 55 tahun.
  • Bagi wiraswasta dan profesional, usia minimal adalah 21 tahun dan maksimal 65 tahun.
  • Memiliki penghasilan rutin setiap bulan.
  • Sudah bekerja minimal dua tahun untuk karyawan.
  • Sudah menjalankan usaha minimal tiga tahun untuk wiraswasta dan profesional.

4. Kredit Kendaraan Bermotor

Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) adalah fasilitas kredit yang diberikan oleh bank atau perusahaan pembiayaan untuk pembelian kendaraan baru atau bekas. Khusus untuk Kendaraan bekas, bank biasanya menetapkan batasan usia kendaraan yang dapat dibiayai sesuai ketentuan bank.

5. Kredit Usaha

Kredit usaha adalah penyediaan dana dalam jumlah tertentu dari bank untuk mendukung tujuan usaha, dengan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam yang mewajibkan peminjam untuk melunasi pinjaman dalam waktu tertentu beserta pembayaran bunga dan biaya lainnya.

Jenis-Jenis Kredit Bank

Ingat selalu rule 30/30/3 sebagai aturan dalam mengambil keputusan.
Ada banyak jenis jenis kredit yang diberikan oleh perbankan. Tergantung mana kebutuhan Anda, sebaiknya atur kredit yang akan diambil dengan perhitungan matang dan bijak. Ingat selalu rule 30/30/3 yakni aturan dalam mengambil keputusan untuk membeli rumah yang dikembangkan oleh Sam Dogen, seorang ahli keuangan dan pendiri website Financial Samurai. Hal itu juga berlaku saat berencana mengambil jenis jenis kredit lainnya.

1. Kredit Pemilikan Rumah

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi produk pembiayaan yang diberikan kepada pembeli rumah dengan skema pembiayaan sampai dengan persentase tertentu dari harga properti. Lewat KPR, Anda tidak harus menyediakan dana sejumlah harga rumah, tetapi cukup menyediakan dana sebesar uang muka saja dan sisanya dapat diangsur setiap bulan selama jangka waktu KPR. Di Indonesia sendiri, ada beragam jenis-jenis KPR dengan fasilitas dan syarat berbeda. Apa saja?
  • KPR Non Subsidi Konvensional
  • KPR Subsidi
  • KPR Syariah
  • KPR Pembelian
  • KPR Refinancing
  • KPR Take Over
  • KPR Duo
  • KPR Plus
  • KPR Bebas Bunga
  • KPR Angsuran Berjenjang

2. Kredit Multiguna

Kredit multiguna merupakan kredit untuk membiayai berbagai keperluan konsumtif dengan jaminan berupa rumah tinggal/rumah toko (ruko)/rumah kantor (rukan)/rumah susun hunian (apartemen), termasuk untuk tujuan di bawah ini:
1. Take Over
Pemindahan fasilitas kredit sejenis dari bank lain dengan proses mudah dan berbagai benefit
2. Top Up
Penambahan limit atas fasilitas kredit yang telah berjalan (existing). Produk ini merupakan solusi untuk pembiayaan dengan limit besar, tenor lebih panjang, dan suku bunga kompetitif.

3. Kredit Kendaraan Bermotor

Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) adalah kredit konsumer yang diberikan kepada perorangan, untuk membiayai kepemilikan kendaraan roda dua atau roda empat (kecuali truk) baik kendaraan baru atau bekas. Ini dia syarat dalam mengajukan Kredit Kendaraan Bermotor:
  • Fotokopi dokumen identitas
  • Slip gaji/keterangan penghasilan
  • Fotokopi rekening bank
  • Jenis, merek, dan tahun keluaran kendaraan yang dapat dibiayai, disesuaikan dengan ketentuan bank

4. Kredit Modal Kerja

Kredit Modal Kerja adalah fasilitas kredit yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang habis dalam satu siklus usaha, dan atau kebutuhan modal kerja yang bersifat khusus seperti untuk membiayai inventory/piutang /proyek atau kebutuhan khusus lainnya. Di Bank Mandiri, Kredit Modal Kerja dibagi menjadi 2 yakni Kredit Modal Kerja Revolving dan Non Revolving. Apa maksudnya?
Kredit Modal Kerja Revolving memiliki sejumlah fitur, diantaranya limit kredit di atas Rp500 juta sampai dengan Rp25 miliar, kredit diberikan dalam valuta rupiah dan valuta asing, pencairan dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan, bunga dibayar tiap bulan, pokok pinjaman dibayar kapan saja paling lambat pada saat jatuh tempo kredit, serta jangka waktu maksimal 1 tahun dan dapat diperpanjang.
Sedangkan Kredit Modal Kerja Non Revolving juga menawarkan limit kredit yang sama dan diberikan dalam valuta rupiah dan valuta asing. Hanya saja pencairan kredit dilakukan sekaligus, bunga dibayar dan pokok dibayar tiap bulan untuk yang bersifat aflopend (angsuran), pokok pinjaman dibayar kapan saja paling lambat pada saat jatuh tempo kredit untuk yang bersifat non aflopend (bukan angsuran), dan jangka waktu maksimal 5 tahun dan tidak dapat diperpanjang.

5. Kredit Usaha Rakyat

Kredit Usaha Rakyat (KUR) diluncurkan pada November 2007 dengan dilandasi keluarnya Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2007. Hal ini bertujuan memperluas akses Usaha Mikro, Kecil dan Menengah agar dapat menikmati kredit perbankan serta meningkatkan produksi pada sektor riil di Indonesia. Dalam perkembangannya, terdapat tambahan peraturan terkait program KUR sebagai pedoman pelaksanaan penyaluran.
Pembiayaan yang disalurkan KUR bersumber dari dana perbankan atau lembaga keuangan yang merupakan Penyalur KUR. Dana yang disediakan berupa dana keperluan modal kerja serta investasi yang disalurkan kepada pelaku UMKM individu/perseorangan, badan usaha dan/atau kelompok usaha yang memiliki usaha produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau feasible namun belum bankable.

6. Kredit Investasi

Selain jenis jenis kredit yang telah disebutkan di atas, ada juga Kredit Investasi yang merupakan fasilitas kredit yang diberikan untuk membiayai kebutuhan barang modal dalam rangka rehabilitasi, modernisasi, perluasan, pendirian proyek baru dan atau kebutuhan khusus terkait investasi. Biasanya kredit investasi disalurkan oleh kreditur melalui bank dan menawarkan berbagai macam jangka waktu atau tenor.
Tenor atau jangka waktu pinjaman yang ditawarkan bermacam-macam mulai dari satu tahun hingga 10 sampai 15 tahun. Jika debitur masih belum mampu melunasinya hingga masa tenor habis, biasanya diberikan masa tenggang pelunasan maksimal sampai 4 tahun.
Ada banyak jenis-jenis kredit, dari yang sifatnya produktif hingga konsumtif. Mau mengajukan kredit rumah? Sebelumnya cek pilihan rumahnya dulu di kawasan Gading Serpong dengan harga di bawah Rp1 M di sini!

Jenis-Jenis Jangka Waktu Kredit

Terkait jenis jenis kredit, tenor atau jangka waktu adalah salah satu istilah yang cukup sering ditemui.
Kredit adalah salah satu hal yang cukup umum untuk dilakukan oleh setiap orang. Hampir seluruh transaksi yang ada saat ini bisa dilakukan secara kredit dengan persyaratan yang minim dan mudah untuk dilengkapi. Membeli sesuatu secara kredit memang bisa mempermudah siapa saja akan tetapi sangat berbahaya apabila Anda tidak mengetahui apa saja istilah yang terdapat di dalam proses kredit.
Terkait jenis jenis kredit, tenor atau jangka waktu adalah salah satu istilah yang cukup sering ditemui. Tenor juga merupakan hal yang harus pertama kali Anda ketahui sebelum memutuskan mengambil kredit apapun. Untuk hal inilah, tenor dibagi menjadi dua berdasarkan waktu.

1. Tenor Panjang

Sesuai dengan namanya, tenor ini memiliki waktu pengembalian yang panjang yakni mulai dari 3 hingga 30 tahun lamanya. Salah satu transaksi yang menawarkan tenor dalam waktu yang lama atau panjang adalah ketika Anda ingin membeli sebuah kendaraan bermotor, baik itu roda empat atau roda dua dan saat Anda hendak mengambil KPR untuk membeli sebuah rumah.

2. Tenor Pendek

Jenis tenor ini biasanya memiliki waktu pengembalian yang jauh lebih singkat dengan waktu mulai dari 1 bulan hingga maksimal selama 3 tahun. Transaksi yang menawarkan tenor pendek adalah transaksi yang tidak mengeluarkan uang dalam jumlah yang banyak seperti pada saat Anda hendak membeli elektronik ataupun untuk kebutuhan mendadak lainnya.

Tahapan Pengajuan Kredit

Tahap pengajuan kredit akan diawali dengan mempersiapkan syarat yang ditentukan bank.
Dalam mengajukan kredit ke bank, tahapannya relatif mudah. Hanya saja diperlukan berbagai syarat dan kelengkapan agar proses kredit bisa berjalan lancar. Apa saja misalnya?
  • Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia
  • Berusia minimal 21 tahun dan saat kredit berakhir maksimal 55 tahun untuk pegawai; atau maksimal 60 tahun untuk professional/wiraswasta
  • Jenis profesi
    • Pegawai:
      • Pegawai tetap
      • Masa kerja minimum 2 (dua) tahun
      • Pegawai kontrak dengan ketentuan:
        • Minimum jabatan: manager/supervisor atau sebagai professional
        • Minimum Income Rp 5 juta
        • Masa kerja minimal 5 tahun
      • Professional atau Wiraswasta:
        • Memiliki pengalaman di bidang usahanya minimum 2 (dua) tahun berturut-turut (dibuktikan oleh ijin usaha/praktek)
        • Memilki NPWP atau SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai peraturan yang berlaku
        • Minimum penghasilan Rp 5.000.000 (lima juta rupiah) per-bulan
        • Memiliki agunan yang dapat diikat sempurna

Tips Rumah.com

Tergantung mana kebutuhan Anda, sebaiknya atur kredit yang akan diambil dengan perhitungan matang dan bijak. Ingat selalu rule 30/30/3 yakni aturan dalam mengambil keputusan sebelum memilih jenis jenis kredit.

Tips Kredit yang Aman

Ada sejumlah cara terkait tips kredit yang aman.
Jenis jenis kredit dengan bermacam kemudahan dan gimmick pun disajikan bank maupun lembaga penyalur pinjaman guna menarik minat Anda sebagai calon debitur. Namun, jangan terburu-buru menentukan pilihan! Ada sejumlah cara bagaimana agar kredit yang diajukan berjalan aman dan lancar.

1. Memastikan Kredibilitas Bank

Sebelum mengajukan kredit, langkah terpenting adalah kenali lebih dalam bank yang hendak dituju. Calon debitur harus mencari tahu kondisi bank yang akan dijadikan tempat pengajuan kredit, apakah cukup tepercaya atau tidak Hal yang paling gampang dalam memilih bank adalah kenali reputasi bank tersebut.
Ukurannya bisa jadi seberapa banyak nasabah yang dimiliki, kualitas layanan yang prima, sampai banyaknya kantor cabang yang tersebar di berbagai daerah. Memilih bank dengan reputasi bagus dan kredibel akan menjadi langkah pertama untuk mengajukan kredit. Hal ini semata-mata demi kenyamanan, keamanan, sekaligus kepastian dalam permohonan pinjaman.

2. Perhatikan Bunga Pinjaman

Ketika ingin mengajukan kredit, besarnya bunga akan menjadi pertimbangan yang patut diperhatikan terlebih dahulu. Dalam meminjam dana ke bank, bunga sangat berperan penting dalam jumlah angsuran yang harus Anda bayarkan. Setiap bank menentukan besarnya bunga pinjaman yang berbeda-beda.
Bunga yang paling rendah, otomatis memberikan keuntungan yang lebih baik. Pemilihan suku bunga terendah menjadi sebuah solusi keuangan yang tepat karena memberikan kenyamanan. Keuntungan bunga rendah adalah nilai angsuran semakin ringan, membantu dalam mengatur keuangan, dan meringankan beban finansial. Namun, jika menemukan suku bunga rendah, jangan langsung tergoda.

3. Cek Tabel Cicilan

Jika perlu, Anda bisa meminta simulasi tabel cicilan dari besar cicilan bulanan dan sistem suku bunga yang digunakan bank tersebut. Anda juga harus memperhatikan jangka waktu kredit. Poin ini juga harus dipertimbangkan ketika memilih bank untuk mengajukan kredit.
Setiap bank memberikan jangka waktu pinjaman yang bervariasi. Bank memberikan keleluasaan untuk nasabah memilih jangka waktu kredit. Umumnya bank mensyaratkan jangka waktu maksimal yaitu selama 15 tahun. Jangka waktu yang lebih cepat dinilai lebih baik karena beban bunga yang harus ditanggung bisa menjadi lebih ringan.
Sebaliknya hindari memilih jangka waktu yang lebih lama. Walaupun besarnya angsuran menjadi lebih kecil, beban bunga semakin besar. Hal itu merupakan skema yang sudah ditentukan bank. Jadi, langkah yang paling bijak adalah mengambil kredit dengan memilih jangka waktu terpendek agar tak terbebani dengan bunga.
Punya rumah atau mau beli rumah yang sertifikat tanahnya belum dipecah? Begini cara mengurusnya!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini