Ingin Investasi Tanah? Inilah 8 Hal Kelebihan dan Kekurangan yang Perlu Diperhatikan

Investasi tanah menjadi pilihan instrumen investasi yang menjanjikan, khususnya untuk perencanaan jangka panjang. Simak perbandingan kelebihan dan kekurangan dalam artikel ini!
investasi tanah

RumahCom – Investasi tanah menjadi salah satu jenis investasi yang diminati banyak orang karena mudah dan menguntungkan karena harga yang cenderung selalu naik. Selain itu, investasi tanah juga banyak dipilih karena pertimbangan kebutuhan memiliki hunian rumah sendiri. Dengan memiliki tanah terlebih dahulu, Anda dapat membantu proyeksi harga membangun rumah di kemudian hari.

Seperti yang diketahui, dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kemajuan perkotaan biasanya diiringi dengan kenaikan harga tanah juga. Namun jangan khawatir, peluang investasi dengan instumentanah akan tetap menjanjikan karena permintaan dan penawaran selalu ada dan stabil. Nah, untuk membantu Anda memahami investasi ini, berikut ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan investasi ini yang patut untuk disimak.

  1. Pengertian Investasi Tanah
  2. Kelebihan Investasi Tanah
    1. Nilai Investasi Tanah Terus Naik
    2. Investasi Tanah Tidak Banyak Maintenance
    3. Investasi Tanah Minim Kompetisi
    4. Investasi Tanah untuk Dijual Lagi Secara Utuh atau Per Kapling
    5. Investasi Tanah Bisa Digunakan untuk Berbagai Jenis Usaha
    6. Investasi Tanah untuk Kembangkan Bisnis
    7. Sebagai Investasi Jangka Panjang
    8. Investasi Tanah dengan KPT
  3. Kekurangan Investasi Tanah
    1. Daya Jual Investasi Tanah Tergantung Lokasi
    2. Investasi Tanah Tak Bisa Dijadikan Sumber Pemasukan Tetap
    3. Ada Kemungkinan Cicilan KPT Ditolak
    4. Investasi Tanah Tidak Likuid
    5. Risiko “Penyerobotan” Tanah Kosong
    6. Persoalan Legalitas Terkait Dokumen Awal
    7. Memerlukan Modal yang Besar
    8. Investasi Tanah Bukan untuk Jangka Pendek

1. Pengertian Investasi Tanah

Cari tahu segala risiko dan manfaat dari investasi tanah dapat membuat Anda lebih bijak dalam berinvestasi. (Sumber: Pexels.com)

Cari tahu segala risiko dan manfaat dari investasi tanah dapat membuat Anda lebih bijak dalam berinvestasi. (Sumber: Pexels.com)

Ada beberapa jenis investasi properti, seperti investasi rumah, apartemen, ruko dan rukan, hingga tanah. Investasi ini umumnya berupa tanah kosong tanpa bangunan adalah salah satu investasi termudah dan termurah jika Anda tertarik menanam uang di bidang ini. Meski bisa menghasilkan keuntungan besar, tetap ada risiko yang mesti Anda tanggung. Di penjelasan berikutnya akan dipaparkan kelebihan dan kekurangan dari berinvestasi tanah yang bisa jadi pertimbangan Anda nantinya.

2. Kelebihan Investasi Tanah

Capital gain jika Anda melakukan investasi ini cenderung meningkat tiap tahun. (Foto: Pexels)

Capital gain jika Anda melakukan investasi ini cenderung meningkat tiap tahun. (Foto: Pexels)

Berinvestasi tanah kedengarannya seperti tidak ditujukan untuk semua orang. Memulai investasi ini memang memerlukan dana yang tidak sedikit, namun ingat nilai investasi ini di kemudian hari akan terus meningkat. Untuk itu, cara terbaik untuk memulai investasi ini ialah dengan perbanyak riset dan diiringi rencana keuangan yang disiplin seperti menabung sebagai modal untuk membeli investasi tanah nantinya, apalagi jika Anda yang baru memasuki dunia kerja.

Jika Anda sudah memiliki rencana keuangan yang baik dan siap untuk melakukan investasi ini. Berikut akan dipaparkan beberapa kelebihan dalam investasi ini yang bisa dijadikan pertimbangan dan referensi Anda memulainya. Jika saat ini Anda sedang mencari tanah untuk mulai investasi, berikut daftar tanah dengan luas 100 M² dengan rentang harga Rp500 juta - Rp600 juta di Jakarta.

a. Nilai Investasi Tanah Terus Naik

Sama seperti investasi properti pada umumnya yang akan terus naik tiap tahun, investasi ini pun akan mengalami hal serupa. Tanah tidak mungkin bertambah luas, tetapi kebutuhan masyarakat akan terus meningkat. Faktor inilah yang membuat harga tanah akan terus naik, apalagi jika berada di lokasi “emas” atau terpengaruh dengan perencanaan pembangunan infrastruktur pemerintah di masa depan. Jika Anda memilih lokasi yang tepat, capital gain atau keuntungan modal untuk berinvestasi tanah bisa naik tinggi setiap tahunnya.

b. Investasi Tanah Tidak Banyak Maintenance

Hal ini mungkin banyak dialami oleh Anda yang menjadi pemilik rumah kontrakan atau apartemen sewaan. Atap rusak, pipa air bocor, hingga rangka rumah dimakan rayap. Wah, ada saja biaya perbaikan tiap tahunnya!

Pengeluaran seperti ini tidak akan Anda temui jika memilih berinvestasi tanah kosong. Biaya yang mungkin Anda keluarkan hanyalah biaya perawatan rumput, pagar, dan penjagaan keamanan lingkungan.

Strategi Beli Rumah dalam Waktu Setahun

Membeli Rumah, Ruko, dan properti Lainnya

Strategi Beli Rumah dalam Waktu Setahun

c. Investasi Tanah Minim Kompetisi

Pernah punya rumah atau apartemen sebagai investasi? Tentu Anda pernah mengalami kerasnya persaingan ketika Anda ingin menjualnya kembali atau menyewakannya. Banyak saingan dengan harga kompetitif dan fasilitas yang menggiurkan.

Percaya atau tidak, pesaing Anda di bidang investor tanah kosong akan cenderung sedikit jika dibandingkan dengan investasi properti lainnya. Justru Anda yang mungkin akan dicari-cari pembeli.

d. Investasi Tanah untuk Dijual Lagi Secara Utuh atau Per Kapling

Jika memiliki tanah dengan area yang luas, Anda bisa mempertimbangkan untuk menjualnya secara utuh atau menjualnya sebagai kompleks per kapling. Ya, Anda bisa menaikkan daya jual tanah Anda dengan merancangnya sebagai kompleks perumahan model cluster.

Jika ini adalah rencana Anda sedari awal, pastikan saja Anda memilih tanah dengan lokasi yang strategis, akses terjangkau, serta didukung dengan infrastruktur yang baik.

e. Investasi Tanah Bisa Digunakan untuk Berbagai Jenis Usaha

Namanya juga investasi, tentu Anda akan menunggu waktu yang tepat untuk melepas tanah pada harga terbaiknya. Selagi menunggu target keuntungan modal tercapai, Anda bisa memanfaatkan tanah untuk berbagai jenis usaha. Mulai dari penyewaan lahan parkir, perkebunan atau sawah, lokasi rumah makan tenda (yang tak perlu bangunan utuh), hingga tempat untuk menyelenggarakan pernikahan outdoor.

Tip Rumah
Jika Anda memilih lokasi yang tepat, capital gain atau keuntungan modal untuk berinvestasi tanah bisa berlipat hingga 200% dalam beberapa tahun saja.

f. Investasi Tanah Bisa Jadi Aset Produktif

Sebagian besar orang memilih tanah sebagai instrumen investasi untuk selanjutnya digunakan sebagai aset produktif. Anda dapat menjadikan lahan tanah tersebut sebagai tempat penginapan, kos-kosan, pujasera, dan peluang bisnis lainnya yang bisa menghasilkan aset produktif. Dengan begini, berinvestasi tanah kamu dapat lebih menguntungkan daripada dibiarkan begitu saja sebagai tanah lapang atau lahan kosong.

g. Sebagai Investasi Jangka Panjang

Jika tujuan Anda dalam berinvestasi tanah adalah untuk jangka panjang, itu berarti kamu sudah lebih siap untuk memulainya. Seperti yang diketahui indeks harga properti setiap tahunnya mengalami kenaikan, dan tahun 2020 diprediksi akan mengalami kenaikan 6 sampai 9 persen. Apalagi jika pengetahuan dan riset Anda semakin luas perihal investasi ini, keuntungan yang akan diperoleh nantinya bisa semakin tinggi bergantung pada lokasi tanah yang dipilih dan faktor-faktor lainnya.

h. Investasi Tanah dengan KPT

Apakah Anda pernah mendengar istilah Kredit Kepemilikan Tanah atau KPT? Istilah KPT sama dengan dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) atau KPA (Kredit Pemilikan Apartemen), perbedaannya hanyalah jenis instrumen propertinya saja. Jika belum memiliki cukup dana, KPT dapat dijadikan solusi untuk Anda memulai berinvestasi tanah. Cari tahu informasi mengenai KPT, persyaratan, prosedur, dan bank yang menyediakan pengajuan kredit ini.

3. Kekurangan Investasi Tanah

Investasi tanah di tempat yang jauh perlu diwaspadai karena banyak yang beranggapan pemilik tidak mengawasi penggunaan lahan. (Foto: Pixabay)

Investasi tanah di tempat yang jauh perlu diwaspadai karena banyak yang beranggapan pemilik tidak mengawasi penggunaan lahan. (Foto: Pixabay)

Seperti yang diketahui bahwa setiap investasi pasti memiliki risiko atau kekurangannya, begitupun dengan berinvestasi tanah. Setelah mengetahui uraian mengenai kelebihannya di atas, kini saatnya Anda melihat dari sisi kekurangannya. Perhatikan ulasan di bawah ini dan jadikan pertimbangan dan perbandingan untuk rencana berinvestasi tanah Anda ke depannya.

a. Daya Jual Investasi Tanah Tergantung Lokasi

Ada beberapa kesalahan dalam investasi properti, salah satunya adalah kurang jeli “membaca” lokasi. Faktor ini yang memiliki peran penting dalam permainan investasi ini. Sama seperti ketika Anda berinvestasi properti lain, lokasi adalah hal krusial yang menentukan daya jual dan capital gain tanah Anda. 

Sebagai contoh, tanah yang berada di lokasi rawan banjir cenderung dibanderol dengan harga murah. Karena itulah, Anda memang harus ekstra berhati-hati dalam membeli tanah. Lebih baik makan waktu untuk mencari tahu sedetail-detailnya, daripada makan hati di kemudian hari.

b. Investasi Tanah Tak Bisa Dijadikan Sumber Pemasukan Tetap

Memutuskan untuk berinvestasi pada tanah butuh modal besar. Lalu, bagaimana kalau Anda mendadak butuh uang? Berbeda dengan investasi bidang finansial, seperti emas, saham, atau deposito, investasi bidang properti cukup sulit untuk langsung dicairkan dengan segera. Karena itu, pastikan Anda tidak menjadikan investasi ini sebagai sumber pemasukan utama sejak awal.

c. Ada Kemungkinan Cicilan KPT Ditolak

Anda yang tak punya dana untuk membeli tanah, bisa memanfaatkan fasilitas cicilan dari bank dengan nama Kredit Pembelian Tanah (KPT). Namun, tak serta merta pengajuan kredit Anda akan disetujui pihak bank. Sama seperti pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), bank akan melakukan analisis mengenai kemampuan finansial Anda, nilai tanah, hingga status legalitas tanah.

Jika kondisi finansial kurang mendukung, ada baiknya Anda menunda berinvestasi daripada kesulitan mengangsur di tengah proses. Karena itu, sebelum membeli tanah, Anda wajib mengetahui prosedur beli tanah terlebih dahulu.

Mulai berinvestasi tanah memang gampang-gampang susah. Agar untung besardan tetap aman, simak panduannya melalui video ini!

 

d. Investasi Tanah Tidak Likuid

Banyak yang akan setuju bila dihadapkan dengan fakta tanah sebagai investasi tidak termasuk dalam aset likuid. Aset likuid yang dimaksud ialah bisa dengan mudah dikonversi menjadi tunai dalam waktu yang singkat dan mudah. Jika Anda belum memiliki perencanaan keuangan yang matang atau masih memiliki kemungkinan untuk menjualnya dalam waktu dekat, sebaiknya dipertimbangkan kembali untuk memulai investasi ini.

e. Risiko “Penyerobotan” Tanah Kosong

Ini juga menjadi salah satu risiko memiliki tanah kosong di lokasi yang jauh dari jangkauan Anda. Kalau tidak dijaga atau dikunjungi dari waktu ke waktu, bukan tak mungkin tanah Anda bisa dimanfaatkan oleh pihak lain untuk mendirikan bangunan tidak tetap atau dijadikan lahan parkir setempat tanpa izin.

Belum lagi kalau Anda tidak mendirikan pagar atau batas tanah yang permanen. Bisa saja ada orang berniat kurang baik dan mengurangi luas tanah dengan memainkan patok tanah.

f. Persoalan Legalitas Terkait Dokumen Awal

Saat membeli, Anda harus mengetahui status legalitas hukum atas tanah tersebut. Apakah tanah tersebut sudah memiliki status kepemilikan yang kuat? Hindari membeli tanah dengan yang masih berupa tanah girik.Pastikan tanah Anda memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) untuk status yang jelas dan kemudahan pengurusan proses jual-beli.

Punya tanah dengan kelengkapan Akta Jual Beli (AJB)? Anda bisa melihat keaslian dokumen tersebut di Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) setempat. Jangan lupa untuk segera mengurus SHM begitu Anda membelinya.

g. Memerlukan Modal yang Besar

Seperti yang telah dipaparkan pada penjelasan sebelumnya, investasi jenis ini bergantung sekali dengan lokasi yang dipilih. Biasanya lokasi yang strategis dan memiliki prospek maju ke depannya memiliki harga jual yang tinggi. Jika modal yang besar seperti ini menjadi alasan untuk belum memulai investasi, solusi seperti pengajuan KPT dan memanfaatkan lahan tanah untuk bisnis bisa Anda pertimbangkan dan lakukan.

h. Investasi Tanah Bukan untuk Jangka Pendek

Karena tanah sebagai investasi bersifat tidak likuid, akan sangat berisiko jika Anda melakukan investasi ini dalam jangka waktu yang pendek seperti 1-3 tahun. Sebaiknya Anda memeriksa kondisi keuangan dan coba proyeksikan dalam waktu jangka panjang sekitar 5-10 tahun ke depan. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan perkiraan waktu untuk bisa memulai investasi ini.

Demikian informasi seputar investasi dengan instrumen tanah berdasarkan kelebihan dan kekurangannya. Memiliki sebidang tanah sebagai bentuk investasi memang menjanjikan kemudahan dalam hal perawatan dan juga keuntungan modal yang bisa didapat dengan berlipat. Agar sukses berinvestasi dan terhindar dari beberapa kerugian seperti yang disebutkan di atas.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

Rumah Bergaya Modern Minimalis, Cek Propertinya

Masukan