Seputar Kredit Bangun Rumah (KBR) dan Cara Pengajuannya

Tahukah Anda, bahwa untuk mendirikan rumah sendiri bisa dibantu oleh Kredit Bangun Rumah? Simak artikel ini untuk mengetahui syarat dan proses pengajuannya.
1 Kredit Bangun Rumah
Bekerja sama dengan pemborong yang punya reputasi baik akan membuat waktu bangun rumah lebih efisien. Sumber: Pexels - PhotoMIX Company

RumahCom – Sulit bagi Anda untuk menemukan rumah yang dalam kondisi sempurna saat membelinya. Jadi, jika Anda membeli rumah pun perlu mempertimbangkan biaya pembaruan atau renovasi yang besar kemungkinan akan butuh bantuan dari Kredit Bangun Rumah (KBR). Biaya ini tentu harus diperhitungkan dalam harga keseluruhan, terutama ketika memilih diantara berbagai properti atau membandingkan dengan biaya membangun rumah sendiri.

Melansir dari Investopedia, membangun rumah baru tidak menawarkan kenyamanan yang sama seperti membeli rumah yang sudah ada. Anda tidak hanya harus menemukan lahan tapi juga harus mempertimbangkan waktu untuk menemukan arsitek atau pembangun, memilih setiap elemen dari struktur baru, sampai urusan mencari bank yang ideal untuk mengajukan Kredit Bangun Rumah.

Namun, Anda dapat membatasi risiko bahwa rumah tersebut melebihi anggaran atau memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan dengan bekerja sama dengan pembangun yang memiliki reputasi baik dan memiliki kontrak yang baik. Jadi, mungkin banyak dari Anda yang memilih membangun rumah karena lebih memungkinkan untuk menyesuaikan dengan preferensi yang diinginkan. Satu tips penting, agar proses bangun rumah tidak molor, ada rahasia bangun rumah tepat waktu yang bisa Anda jadikan pegangan.

Bagi banyak orang, faktor ini saja sudah cukup untuk memilih membangun daripada membeli. Namun ada keuntungan lain juga, seperti kemampuan untuk menciptakan rumah yang lebih efisien yang memenuhi kode dan standar energi baru untuk pemanasan, ventilasi, ditambah insulasi, dan penyaringan udara. Termasuk juga efisiensi yang lebih baik baik untuk lingkungan dan dapat menghemat uang untuk tagihan listrik Anda setiap bulan.

Tak heran, banyak lembaga pembiayaan menawarkan program Kredit Bangun Rumah yang merupakan fasilitas kredit bagi yang ingin membangun rumah di atas tanah milik sendiri. Anda pun bisa mengajukan pinjaman Kredit Bangun Rumah dengan nominal sesuai keinginan dan kebutuhan dalam jangka waktu hingga 10 tahun.

  1. Apa Itu Kredit Bangun Rumah?
  2. Syarat Pengajuan Kredit Bangun Rumah (KBR)
  3. Proses Pengajuan Kredit Bangun Rumah (KBR)
  4. 5 Produk Kredit Bangun Rumah (KBR)
    1. Kredit Bangun Rumah BTN
    2. Pinjaman Renovasi Rumah dari BPJS Ketenagakerjaan
    3. Kredit Bangun Rumah dan Renovasi Rumah Tapera
    4. Kredit Tanpa Agunan Digibank
    5. Mandiri KPR Multiguna
  5. Berapa Biaya Bangun Rumah?
Cerita Rumah Ira: Ambil Kredit Bangun Rumah (KBR) Biar Dekat Rumah Mertua

Cerita Rumah

Cerita Rumah Ira: Ambil Kredit Bangun Rumah (KBR) Biar Dekat Rumah Mertua

1. Apa Itu Kredit Bangun Rumah?

Jika berencana untuk membangun sendiri, Anda harus memilih jalur pembiayaan yang lebih khusus seperti Kredit Bangun Rumah. Sumber: Pexels - Trygve Finkelsen

Jika berencana untuk membangun sendiri, Anda harus memilih jalur pembiayaan yang lebih khusus seperti Kredit Bangun Rumah. Sumber: Pexels - Trygve Finkelsen

Membangun rumah sendiri dari bawah ke atas mungkin terdengar menarik tapi memerlukan pembiayaan yang besar. Jelas, sebagian besar dari Anda tidak memiliki cukup uang untuk menutupi biaya pembangunan, yang berarti  memerlukan pinjaman.

Jika Anda berencana untuk membangun sendiri, Anda harus memilih jalur pembiayaan yang lebih khusus. Misalnya seperti Kredit Bangun Rumah. Pinjaman ini biasanya merupakan pinjaman jangka pendek yang digunakan untuk menutupi biaya membangun rumah Anda. Setelah konstruksi di rumah Anda selesai, Anda dapat membiayai kembali pinjaman Kredit Bangun Rumah menjadi kredit permanen atau mendapatkan pinjaman baru untuk melunasi pinjaman konstruksi.

Jadi, sesuai pertanyaan di atas, apa itu Kredit Bangun Rumah? Kredit Bangun Rumah adalah pinjaman dana untuk bangun rumah, sejenis dengan produk Kredit Pemilikan Rumah atau KPR. Namun perbedaannya dengan KPR terletak pada tujuannya, yakni Kredit Bangun Rumah dipakai khusus untuk membangun rumah, sedangkan KPR untuk membeli rumah.

Pinjaman ini diberikan kepada perorangan untuk keperluan pembangunan rumah atau membangun kembali rumah dari awal setelah rumah dirobohkan. Atau juga pembiayaan pembelian lahan dan pembangunan rumah tinggal atau tempat usaha dengan agunan sertifikat dari rumah atau tanah yang akan dibangun.

2. Syarat Pengajuan Kredit Bangun Rumah (KBR)

Sejumlah multifinance sudah membuka peluang Kredit Bangun Rumah untuk bisa dimanfaatkan nasabahnya. Sumber: Pexels - Andrea Piacquadio

Sejumlah multifinance sudah membuka peluang Kredit Bangun Rumah untuk bisa dimanfaatkan nasabahnya. Sumber: Pexels - Andrea Piacquadio

Saat ini telah tersedia fasilitas pinjaman tak hanya dari bank tapi juga multiguna dari perusahaan pembiayaan. Melansir dari laman Otoritas Jasa Keuangan, sejumlah multifinance sudah membuka peluang tersebut untuk bisa dimanfaatkan nasabahnya. Hanya bermodal agunan, berupa sertifikat rumah, BPKB Mobil atau motor, fasilitas pembiayaan pun bisa didapatkan.

Agunan pun dapat dikombinasikan, misalnya BPKB dan sertifikat rumah, untuk mendapatkan pinjaman yang lebih besar. Alokasi dana pembiayaan ditetapkan maksimal 40 persen dari penghasilan nasabah. Jumlah pembiayaan itu juga tidak boleh melebihi 70% dari nilai agunan. Dengan tenor kredit 1 tahun - 5 tahun, bunga yang dikenakan mulai dari 0,9%/bulan.

Kalau Anda lebih menyukai pinjaman perbankan, merujuk dari BTN, syarat mengajukan Kredit Bangun Rumah adalah:

  • Pendapatan bulanan senilai Rp3 juta
  • Batas usia minimal 21 tahun dan maksimal 65 tahun pada saat pelunasan
  • Pengajuan bisa dilakukan oleh Anda yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA)
  • Kredit ini juga ditujukan bagi karyawan, wiraswasta, pengusaha/profesional
  • Khusus untuk karyawan, slip gaji tiga bulan terakhir juga harus terlampir
  • Sedangkan untuk pengusaha disyaratkan laporan keuangan usaha.

Meski setiap bank memiliki syarat berbeda-beda dalam menyediakan Kredit Bangun Rumah, satu syarat yang sudah pasti sama adalah tanah yang akan dibangun rumah adalah milik sendiri. Kepemilikan tanah ini harus dibuktikan dengan dokumen legal berupa sertifikat tanah. Dengan demikian syarat lainnya meliputi beberapa dokumen berikut:

  • Kartu tanda penduduk dan kartu keluarga
  • Nomor pokok wajib pajak (NPWP) jika pinjaman lebih dari Rp100 juta
  • Mutasi rekening buku tabungan 3 bulan terakhir
  • Surat nikah bagi yang sudah menikah
  • Izin mendirikan bangunan (IMB)
  • Daftar rencana anggaran biaya pembangunan termasuk denah bangunannya

Berencana ingin membangun rumah daripada beli jadi? Siapkan dulu tanahnya! Jika belum ada, cek rekomendasi tanah dijual wilayah Tangerang di sini.

3. Proses Pengajuan Kredit Bangun Rumah (KBR)

Setelah semua syarat terpenuhi, jadikan satu untuk dibawa ke bank. Sumber: Unsplash

Setelah semua syarat terpenuhi, jadikan satu untuk dibawa ke bank. Sumber: Unsplash

Untuk mendapatkan hasil yang sesuai keinginan dan dengan budget yang ramah, membangun rumah perlu dilakukan dengan persiapan yang matang. Karena kalau tidak dilakukan dengan terencana justru semakin menguras biaya. Untuk itu, sebelum mengajukan Kredit Bangun Rumah, ada baiknya Anda lakukan hal berikut terlebih dahulu.

Dimulai dari menyiapkan Rancangan anggaran biaya (RAB). Penyusunan rencana  keuangan ini dilakukan sedetail mungkin dapat menghindari diri dari bencana renovasi. Rancangan anggaran yang buruk akan menyebabkan proses pembangunan yang dilakukan malah berhenti di tengah jalan dan merusak wajah rumah. Setelah estimasi diperoleh, Anda bisa menentukan apakah pekerjaan akan dilakukan dengan sistem borongan atau harian.

Selain itu, ada langkah-langkah ini saat mengurus administrasi pengajuan kredit bangun rumah. Setelah semua syarat terpenuhi, jadikan satu untuk dibawa ke bank. Jangan lupa mengisi formulir permohonan kredit bangun rumah dan membawa persyaratan lengkap. Setelah permohonan masuk, bank akan mengirim petugas untuk mengecek ke lokasi. Bank pun akan mewawancarai Anda sekaligus melakukan penilaian apakah permohonan diterima atau ditolak. Biasanya bank akan mengabulkan 70 persen dari dana yang diajukan.

Sekitar 1-2 minggu kemudian bank akan mengabarkan hasil penilaian. Kalau permohonan diterima, Anda akan diminta datang ke notaris yang ditunjuk untuk menandatangani perjanjian kredit. Setelah penandatanganan dana kredit akan ditransfer ke rekening secara bertahap. Selanjutnya, Bank akan mengawasi pembangunan sampai selesai.

Tip Rumah
Kredit Bangun Rumah (KBR) adalah suatu fasilitas kredit yang diberikan oleh perbankan kepada para nasabah perorangan yang akan membangun atau memperbaiki rumah. Secara umum, persyaratan dan ketentuan yang diberlakukan oleh bank untuk nasabah yang akan mengambil  kredit ini relatif sama. Baik dari sisi administrasi maupun dari sisi penentuan kreditnya.

4. 5 Produk Kredit Bangun Rumah (KBR)

Untuk membangun rumah Anda sendiri, mungkin akan lebih sulit mendapatkan pinjaman karena bank mengeluarkan uang untuk sesuatu yang belum ada. Sumber: Unsplash

Untuk membangun rumah Anda sendiri, mungkin akan lebih sulit mendapatkan pinjaman karena bank mengeluarkan uang untuk sesuatu yang belum ada. Sumber: Unsplash

Bagi Anda yang ingin membeli rumah yang sudah ada akan relatif mudah untuk mendapatkan persetujuan KPR. Hal itu selama Anda memiliki kredit yang baik dan pendapatan yang dapat diandalkan. Sementara untuk membangun rumah Anda sendiri, seperti dijelaskan Investopedia, mungkin akan lebih sulit mendapatkan pinjaman karena bank mengeluarkan uang untuk sesuatu yang belum ada. Belum lagi, konstruksi adalah proses yang berisiko, dan bank tidak menyukai risiko.

Tapi Anda tak perlu khawatir, saat ini sudah banyak lembaga pembiayaan baik bank maupun non bank yang menjembataninya. Berbagai penawaran dengan tingkat suku bunga dan tenor yang berbeda bisa Anda pilih dan sesuaikan dengan kemampuan finansial dan anggaran Anda. Berikut ini ada sejumlah opsi yang bisa Anda jadikan rekomendasi dalam mengajukan Kredit Bangun Rumah.

1. Kredit Bangun Rumah BTN

Kredit Bangun Rumah Bank BTN merupakan fasilitas kredit bagi yang ingin membangun rumah di atas tanah milik sendiri. Anda bisa mengajukan pinjaman bangun rumah dengan nominal sesuai keinginan dan kebutuhan dalam jangka waktu hingga 10 tahun. Adapun persyaratan dan ketentuan kredit bangun rumah BTN sebagai berikut.

  • Bisa diajukan oleh WNI dengan usia minimal 21 tahun atau telah menikah, memiliki status karyawan tetap/wiraswasta/professional.
  • Plafon kredit bebas dengan jangka waktu hingga 10 tahun.
  • Suku bunga kompetitif dengan perhitungan suku bunga anuitas.
  • Pemohon wajib menutup asuransi (jiwa dan kebakaran) dengan syarat banker’s clause.
  • Bersedia menandatangani perjanjian kredit dan APHT (Akta Pembebanan Hak Tanggungan).
  • Pembayaran angsuran secara autodebet dari rekening Pemohon yang bersangkutan di Bank BTN.

2. Pinjaman Renovasi Rumah dari BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan sejumlah program manfaat layanan tambahan perumahan kepada Anda yang telah terdaftar menjadi peserta. Bagi Anda yang masuk sebagai peserta  BPJS Ketenagakerjaan bisa memilih empat layanan perumahan. Pertama, Pinjaman uang muka perumahan (PUMP), Kedua, Kredit pemilikan rumah (KPR), Ketiga Kredit konstruksi (KK) diberikan untuk peserta khusus untuk pembangunan rumah tapak dengan suku bunga yaitu suku bunga acuan Bank Indonesia plus margin bank serta Pinjaman renovasi perumahan (PRP).

Anda bisa memanfaatkan pinjaman renovasi perumahan yang memang ditujukan bagi pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah memiliki rumah sendiri. Syarat dan ketentuan PRP BPJS yang harus dipenuhi sebagai berikut.

  • Maksimal besar pinjaman sebesar Rp50 juta
  • Mengajukan kredit dan verifikasi awal atau BI checking ke kantor cabang BTN yang terdekat
  • Mengirimkan surat permohonan kredit dan salinan kartu peserta ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan
  • Mengikuti verifikasi kepesertaan dan mengirimkan formulir persetujuan ke kantor cabang BTN terdekat
  • Realisasi pinjaman renovasi perumahan atau PRP kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan

3. Kredit Bangun Rumah  dan Kredit Renovasi Rumah Tapera

BP Tapera menyediakan skema pembiayaan Kredit Pembangunan Rumah (KBR) dan Kredit Renovasi Rumah (KRR). KBR adalah produk pembiayaan yang diberikan kepada peserta yang ingin membangun rumah pertama di atas tanah milik sendiri/pasangan. Plafon kredit yang diberikan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kelompok penghasilan, dengan tenor maksimal 15 tahun, Sementara itu, KRR diperuntukkan bagi peserta yang ingin merenovasi rumah pertama milik sendiri/pasangan. Plafon kredit yang diberikan sesuai RAB dan kelompok penghasilan, dengan tenor paling lama 5 tahun.

Anda harus memastikan bahwa memenuhi persyaratan dari peserta yang bisa menerima manfaat program Pembiayaan Tapera. Persyaratan tersebut meliputi masa kepesertaan minimal selama 12 bulan (dikecualikan bagi PNS eks Peserta Taperum), berpenghasilan bersih maksimal Rp8 juta untuk setiap individu, belum pernah memiliki rumah, dan menyatakan berminat untuk mengajukan program Pembiayaan Tapera.

Khusus untuk peserta Tapera yang merupakan suami-istri, masing-masing memiliki hak yang sama namun tidak dapat mengajukan program Pembiayaan Tapera secara bersamaan. Dokumen Pengajuan KBR Tapera yang harus dilengkapi adalah:

  • Surat pernyataan belum memiliki rumah
  • Fotokopi bukti atas hak yang sah
  • Fotocopy IMB
  • Kondisi awal tanah dilengkapi dengan foto
  • RAB dan denah/gambar rencana pembangunan rumah
  • Sementara untuk dokumen Pengajuan KRR Tapera yang harus dilengkapi adalah
  • Fotocopy bukti atas hak yang sah
  • Fotocopy IMB
  • Kondisi awal rumah dilengkapi dengan foto
  • RAB dan denah/gambar rencana perbaikan rumah

Setelah semua dokumen dilengkapi, pastikan BI checking atau slick checking bersih dan tunggu proses pengecekan yang akan dilakukan bank penyalur hingga pengajuan Anda diterima.

4. Kredit Tanpa Agunan Renovasi Rumah Digibank

Bagi Anda yang tak ingin menjaminkan tanah atau rumahmu untuk memperoleh pinjaman bangun rumah, kamu bisa mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA). KTA ini memiliki keunggulan tidak adanya jaminan yang harus disiapkan. Pada umumnya produk KTA akan memberikan dana pinjaman mulai dari Rp1 juta sampai dengan Rp500 juta. Jangka waktu yang diberikan untuk pelunasannya juga terbilang singkat yang mana mulai dari 1 sampai 5 tahun.

Misalnya, Anda bisa mengajukan kredit renovasi rumah melalui Kredit Tanpa Agunan yang disediakan digibank KTA. Digibank KTA merupakan platform pinjaman online yang disediakan oleh digibank by DBS. Untuk bisa mengajukan kredit renovasi rumah dari digibank KTA, kamu hanya perlu memastikan sudah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Memiliki e-KTP dan NPWP (Tidak berlaku bagi pemilik KTP biasa)
  • Berusia minimal 21 tahun dan maksimal 60 tahun pada saat pelunasan kredit
  • Berprofesi sebagai karyawan, professional atau wiraswasta
  • Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Semarang dan Surabaya
  • Penghasilan minimum Rp3 juta per bulan dan memiliki kartu kredit bank lain

5. Mandiri KPR Multiguna

Mandiri KPR Multiguna adalah kredit untuk membiayai berbagai keperluan konsumtif, termasuk bangun rumah dan renovasi rumah, dengan jaminan berupa rumah tinggal dan rumah susun hunian (apartemen). Persyaratan dan ketentuan KPR Multiguna Bank Mandiri, di antaranya:

  • Bisa diajukan oleh Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 21 tahun dan saat kredit berakhir maksimal 55 tahun untuk pegawai, berstatus sebagai karyawan atau pengusaha.
  • Limit pinjaman hingga Rp10 miliar dengan tenor maksimal 10 tahun
  • Suku bunga flat 0,42 persen bulan di 3 tahun pertama, selanjutnya berlaku suku bunga floating dengan ketentuan minimum tenor 8 tahun
  • Memiliki NPWP atau SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai peraturan yang berlaku
  • Penghasilan minimal Rp5 juta per bulan
  • Memiliki agunan yang dapat diikat sempurna

6. Berapa Biaya Bangun Rumah?

Dengan membuat estimasi biaya  terlebih dahulu, Anda jadi lebih mudah untuk menentukan anggaran. Sumber: Pexels - Scott Webb  

Dengan membuat estimasi biaya  terlebih dahulu, Anda jadi lebih mudah untuk menentukan anggaran. Sumber: Pexels - Scott Webb

Guna membangun rumah impian Anda, diperlukan adanya estimasi biaya bangun rumah sebagai bagian dari persiapan yang matang. Besarnya biaya yang dibutuhkan untuk renovasi rumah memang tergantung luasnya areal yang akan direnovasi. Agar punya gambaran jangka panjang, Anda bisa menghitung sedari dini dengan bekal panduan hitung biaya bangun rumah 2021.

Untuk menghitung estimasi biaya yang diperlukan untuk renovasi, Anda bisa mempertimbangkan biaya material, biaya jasa pekerja, dan biaya tak terduga. Setelah estimasi diperoleh, kamu bisa menentukan apakah pekerjaan akan dilakukan dengan sistem borongan atau harian. Berikut ini sejumlah faktor untuk menentukan kisaran anggaran dalam membangun rumah Anda.

  • Pertama, terkait dengan biaya tenaga kerja. Ada sistem yang berlaku dalam membangun rumah, yaitu sistem harian, borongan jasa, dan borongan penuh. Jumlah biaya yang dikeluarkan pun berbeda-beda, tergantung sistem yang digunakan. Umumnya, sistem harian mematok harga mulai dari Rp100.000 – 150.000 per harinya. Sedangkan untuk borongan, sekitar Rp600.000 - Rp800.000 per meter persegi. Beda halnya dengan borongan penuh yang biayanya jauh lebih besar, yaitu bisa mencapai Rp3 juta - Rp5 juta per meter persegi.

Biaya yang dikeluarkan belum termasuk material. Kalau ingin proses pembangunan rumah menjadi lebih cepat, maka bisa memakai sistem borongan. Namun, sistem harian akan memberi keuntungan lebih jika Anda merasa ingin mengubah desain rumah.

  • Kedua, luas tanah dan bangunan. Kalau Anda berkeinginan untuk membangun rumah 21/60. Tandanya, akan membutuhkan luas tanah 60 meter persegi. Harga tanah tergantung dari lokasi pembangunan. Jika memilih Jakarta, per meter persegi bisa dikenai harga Rp2 juta per meter persegi. Sehingga, secara total untuk membeli tanah, yaitu Rp2.000.000 x 60 = Rp120 juta.

Selain tanah, ada lagi hal yang harus diperhatikan, yaitu biaya membangun. Biaya ini meliputi berbagai macam hal, mulai dari material, seperti pasir, batu bata, semen, genteng, keramik, dan sebagainya.

Bagi yang ingin menerapkan sistem borongan penuh, estimasi biaya bangun rumah diperkirakan sebesar Rp3 juta per meter persegi, yatu 21 x 3.000.000 = Rp63.000.000. Dengan demikian Total biaya beli tanah dan bangunan (sistem borongan penuh): Rp120.000.000 + Rp63.000.000 = Rp183.000.000. Anda juga harus menambah biaya lain-lai untuk menambahkan taman, ornamen, dan sejenisnya dengan alokasi 10 persen dari keseluruhan total anggaran.

Dengan membuat estimasi biaya  terlebih dahulu, Anda jadi lebih mudah untuk menentukan anggaran. Meski harga material, lokasi, dan kondisi bisa berubah-ubah, setidaknya Anda mengetahui biaya yang perlu dikeluarkan secara keseluruhan. Pastikan juga  untuk terus memantau informasi terkini terkait harga tanah, material,dan tarif pekerja.

Jangan salah! Cek video yang informatif berikut ini untuk menghindari kekeliruan saat membeli rumah memakai KPR!

 

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

Dapatkan saran dari pakar properti terbaik untuk semua pertanyaan Anda!

Cek Tanya Properti dan nikmati akses eksklusif ke ribuan jawaban dari pakar kami dan komunitas agen properti. 💬⭐👍

Masukan