Kredit Bangun Rumah Syariah, Ini Daftar Bank yang Bisa Anda Ajukan!

Tim Editorial Rumah.com
Kredit Bangun Rumah Syariah, Ini Daftar Bank yang Bisa Anda Ajukan!
RumahCom – Kredit Bangun Rumah sangat membantu bagi mereka yang ingin membeli rumah impian. Sayangnya, adanya bunga dianggap riba bagi umat muslim dan tidak jarang menyurutkan niat untuk memiliki rumah impian. Tak perlu khawatir, saat ini telah tersedia kredit bangun rumah syariah yang berlandaskan syariat Islam.
Apa saja syarat kredit bangun rumah syariah dan bank yang menyediakan? Simak artikel ini dan dapatkan penjelasan lengkapnya berikut ini:
  • Bank Kredit Bangun Rumah Syariah
  • Syarat Pengajuan Kredit Bangun Rumah di Bank Syariah
  • Beda Kredit Bangun Rumah Syariah dan Bank Konvensional
  • Keuntungan dan Kekurangan KBR Syariah
Minat KPR Syariah? Ini Panduan & Simulasinya

Minat KPR Syariah? Ini Panduan & Simulasinya

Bank Kredit Bangun Rumah Syariah

Dengan sistem syariah, jual beli rumah yang dilakukan tidak dikenakan bunga. (Foto: iStock- Damir Cudic)

1. KPR iB Hijrah Muamalat

Bank Muamalat juga memiliki layanan kredit bangun rumah syariah bernama KPR iB Hijrah. Program ini adalah produk pembiayaan yang membantu nasabah untuk memiliki rumah tinggal, rumah susun, apartemen, dan condotel termasuk renovasi dan pembangunan serta pengalihan KPR dari bank lain. Ada dua pilihan akad yang bisa dipilih yakni murabahah (jual beli) dan musyarakah mutanaqishah (kerja sama sewa).
Jika mengambil program KRB syariah ini Anda bisa mendapatkan berbagai keuntungan mulai dari angsuran tetap hingga akhir, uang muka ringan mulai dari 5%, plafon pembiayaan besar, jangka waktu pembiayaan maksimal 15 tahun dan masih banyak lagi. Sementara itu, untuk syarat lain pemohon antara lain berstatus karyawan tetap, melengkapi identitas diri (KTP, KK< NPWP, slip gaji), minimal berusia 21 tahun saat pengajuan dan maksimal 55 tahun ketika pelunasan untuk pegawai dan 60 tahun untuk wiraswasta.

2. Rumah BTN iB

Mengusung akad Murabahah (jual beli), kredit bangun rumah syariah menawarkan pinjaman pembangunan rumah atau renovasi di atas lahan milik sendiri sesuai dengan rencana nasabah. Fasilitas kredit ini menawarkan perlindungan asuransi jiwa dan kebakaran, angsuran tetap sampai lunas, sampai jangka waktu cicilan hingga 15 tahun. Bagi Anda yang tertarik, siapkan biaya-biaya seperti administrasi, appraisal, notaris, SKMHT/APHT.

3. KPR BRISyariah iB

Bank yang menawarkan kredit bangun rumah syariah selanjutnya adalah BRI. Ada dua jenis pembiayaan yang bisa dipilih yakni BRISyariah iB dan KPR Sejahtera BRI Syariah iB yang menyasar dua market berbeda. Pertama, BRISyariah iB memberikan plafon mulai dari Rp25 juta sampai dengan Rp3,5 miliar dengan keuntungan dana yang bisa diberikan mencapai 90% dari nominal yang diajukan dan uang muka minimal 10%.
Sementara itu, untuk KPR Sejahtera BRI Syariah iB, calon debitur diwajibkan memiliki rekening BRI dan dikhususkan untuk rumah subsidi dengan harga terjangkau. Keuntungannya, cicilan yang ditawarkan terbilang sangat ringan yakni Rp7,000-an/bulan untuk kelipatan pembiayaan Rp1 juta, flat dan jangka waktu minimal yang diambil 15 tahun dengan margin pembiayaan setara 5%.

4. KPR BNI Syariah

Selain BNI Griya KPR konvensional, ada juga program BNI Syariah untuk pendanaan rumah tanpa riba. Melalui BNI Griya iB Hasanah, Anda bisa mendapat pembiayaan dengan jumlah fantastis hingga Rp25 miliar dan tenor yang ditawarkan juga cukup panjang yakni 20 tahun.
Namun perlu menjadi catatan, fasilitas itu bisa dinikmati bagi calon debitur dengan fixed income. Anda bisa menggunakan dana tersebut untuk berbagai jenis properti mulai rumah tapak, apartemen, rusun, rukan sampai ruko.

5. KPR Syariah CIMB Niaga

Tidak hanya satu, CIMB Niaga menawarkan dua fasilitas kredit berbasis syariah yakni KPR iB CIMB Niaga dan KPR iB Flexi CIMB Niaga. Dari keduanya, ditawarkan margin kompetitif dimana KPR iB CIMB Niaga dengan tenor kurang dari 11 tahun menetapkan margin 6,19% dan kredit syariah dengan tenor 11-15 tahun 7,54%. Untuk pendanaannya sendiri, Anda bisa menggunakan untuk pembelian rumah baru/bekas, pembangunan rumah (tidak berlaku untuk flexi), renovasi rumah (tidak berlaku untuk flexi), multiguna, pembelian apartemen, ruko, rukan, tanah kavling, sampai take over.

6. Bank Syariah Indonesia (BSI)

Untuk memiliki hunian impian, BSI memiliki 4 program yang ditawarkan yakni BSI Griya Simuda (untuk debitur muda), BSI Griya Reguler, BSI Griya Makmur (beli rumah, berhadiah porsi haji), BSI Griya Take Over (take over KPR bank lain).
Keempat program tersebut memiliki tujuan yang kurang lebih sama untuk memberikan pembiayaan bagi pembelian dan pembangunan rumah serta refinancing. Jika Anda berminat dan ingin mengambil program yang berhadiah ibadah haji, beberapa persyaratan yang dibutuhkan antara lain plafon minimal 300 juta, tenor minimal 15 tahun serta harus memiliki catatan membayar angsuran dengan lancar selama 2 tahun.
Jika Anda berencana untuk bangun rumah dengan pembiayaan syariah, Anda bisa mengajukannya melalui bank BSI. Namun Anda harus mencari lahan kosong atau tanahnya dulu. Coba cek daftar tanah dijual di Bekasi berikut ini, di bawah Rp 500 juta!

Syarat Pengajuan Kredit Bangun Rumah di Bank Syariah

Pastikan seluruh syarat dokumen lengkap pada saat pengajuan agar waktu pemrosesan lebih cepat.
Meskipun menganut prinsip syariah, kredit bangun rumah syariah juga menetapkan sejumlah persyaratan pemohon dan dokumen yang harus dilengkapi. Secara umum syarat yang diperlukan tidak berbeda jauh dengan pengajuan biasa, untuk kredit bangun rumah syariah merujuk pada Bank BTN berikut syarat dan ketentuan yang dibutuhkan:
  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Usia minimal 21 tahun atau telah menikah
  • Pada saat pembiayaan lunas usia tidak lebih dari 65 tahun
  • Minimum masa kerja/usaha 1 (satu) tahun
  • Tidak memiliki kredit/pembiayaan bermasalah (IDI BI clear)
  • Memiliki NPWP atau SPT Psl 21
Untuk syarat dokumen, berikut rinciannya:
  1. Formulir pengajuan
  2. FC KTP/Kartu Identitas
  3. FC Kartu Keluarga
  4. FC Surat Nikah/Cerai
  5. FC SK Pegawai
  6. FC Slip Gaji
  7. FC NPWP
  8. Surat Keterangan Penghasilan
  9. Rekening Koran 3 Bulan Terakhir
  10. Laporan Keuangan 3 Bulan Terakhir
  11. FC Sertifikat dan IMB
  12. RAB Bangunan
  13. Gambar Teknis Rumah

Beda Kredit Bangun Rumah Syariah dan Bank Konvensional

Tak ada bunga, cicilan kredit bangun rumah syariah akan selalu konstan.

1. Akad Jual Beli

Hal paling menonjol yang membedakan kredit syariah dengan bank konvensional adalah akad kreditnya. Akad transaksi KPR konvensional terletak pada kesepakatan antara nasabah dan pihak bank yang menyetujui biaya pinjaman kredit ditambah dengan bunga KPR dan biaya lainnya.
Sementara itu, kredit bangun rumah syariah menggunakan akad murabahah (jual beli) dimana bank syariah akan membeli rumah yang diinginkan nasabah. Dengan kata lain, proses pembelian rumah pada bank syariah dilakukan dengan mencicil dan tidak menambahkan bunga sehingga bebas riba.

2. Jumlah Angsuran Per Bulan

Cicilan yang terus naik seiring tingkat suku bunga Bank Indonesia menjadi salah satu hal yang memberatkan pada KPR konvensional. Namun, hal tersebut tidak akan Anda temukan pada KPR syariah karena nominal cicilan tiap bulan cenderung sama dari awal sampai akhir. Jangan senang dulu karena cicilan KPR syariah akan lebih besar dibandingkan KPR konvensional untuk harga rumah yang sama.

3. Jangka Waktu Kredit Rumah

Hal yang menonjol antara kredit bangun rumah syariah dan KPR konvensional adalah jangka waktunya. KPR konvensional cenderung memberikan tenor cukup lama bisa sampai 20 sampai 30 tahun. Bukan tanpa alasan, semakin lama nasabah mencicil hunian, maka jumlah angsuran selama floating cenderung meningkat sehingga menguntungkan bank. Berbeda dengan sistem syariah yang hanya bisa memberikan tenor maksimal 10 sampai 15 tahun karena pihak bank tidak mengambil bunga melainkan keuntungan hasil jual rumah.

4. Bunga Kredit Pemilikan Rumah

Jika diperhatikan dengan seksama, bunga yang diterapkan pada skema KPR konvensional dapat berubah-ubah bergantung pada beberapa faktor seperti promosi bank atau suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Selain itu KPR konvensional menerapkan bunga fixed (tidak berubah) dan floating yang mengikuti suku bunga saat itu. Berbeda dengan kredit bangun rumah syariah, dengan skema ini Anda tidak perlu mengkhawatirkan bunga karena cicilan akan sama dari awal sampai pelunasan hunian.

5. Denda Keterlambatan Cicilan

Tahukah kamu, keterlambatan membayar cicilan KPR akan dikenakan denda? Jumlahnya bervariasi tergantung pada bank. Namun bagi nasabah kredit bangun rumah syariah, sanksi ini tidak diterapkan jika terlambat membayar cicilan sehingga jadi keuntungan tersendiri.

Tips Rumah.com

Untuk KPR pilih developer yang memiliki rekanan bank syariah

Keuntungan dan Kekurangan KBR Syariah

Kredit bangun rumah syariah memberikan berbagai keuntungan seperti DP lebih murah.
Adanya fasilitas syariah pada layanan perbankan menjadi angin segar bagi umat muslim yang ingin mengajukan pinjaman atau memiliki rumah tanpa riba. Tapi sama seperti layanan lainnya, kredit bangun rumah syariah juga punya kekurangan dan kelebihan sebagai berikut:

Keuntungan KBR Syariah

  • Besaran cicilan cenderung sama dibandingkan KPR konvensional sehingga nasabah tidak perlu terlalu khawatir akan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia.
  • Jumlah plafon yang bisa diajukan tidak jauh berbeda dengan KPR konvensional. Keuntungan ini memberikan keleluasaan pada debitur untuk memanfaatkan dana bagi pembangunan/renovasi rumah.
  • Uang muka kredit bangun rumah syariah cenderung lebih kecil dibanding KPR biasa. Jika umumnya mulai dari 10% maka DP untuk kredit bangun rumah syariah bisa mulai dari 5%
  • Nasabah yang terlambat membayar cicilan tidak akan dikenakan denda karena sistem bank syariah tidak menerapkan value of money.

Kekurangan KBR Syariah

  • Jangka waktu kredit lebih pendek dibandingkan KPR konvensional
  • Tidak bisa menikmati bunga rendah saat suku bunga acuan BI turun
  • Meskipun angsuran cenderung tetap, cicilan yang harus dibayarkan lebih tinggi dibanding KPR biasa.
Tonton video berikut ini untuk mengenal lebih dalam tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB)!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini