Langkah dan Syarat Pengajuan KPR

mengajukan kredit rumah

RumahCom - Bagi beberapa orang, proses akan syarat pengajuan KPR bisa menjadi sesuatu yang membahagiakan sekaligus penuh drama. Mengapa demikian, sebab ada banyak penilaian yang diberikan bank dalam memberikan persetujuan.

Sebelum melakukan pengajuan KPR, memang ada berbagai hal yang perlu diperhatikan. Tujuannya tidak lain adalah agar proses mengajukan KPR tidak berakhir dengan rasa kecewa lantaran ditolak oleh bank.

Untuk itu, akan dibahas,

  1. Apa Itu KPR?
  2. Bunga KPR
    1. Bunga Tetap (Fixed Rate)
    2. Bunga Mengambang (Floating Rate)
  3. Tempat Pengajuan KPR
  4. Proses Pengajuan KPR
  5. Keunggulan Membeli Rumah dengan Fasilitas KPR
  6. Tipe-tipe KPR
    1. KPR Bersubsidi
    2. KPR Non-Subsidi
    3. KPR Syariah
  7. Tips Cermat Memilih Jangka Waktu KPR Sesuai dengan Kebutuhan
    1. Rencana Masa Depan
    2. Jenis Pekerjaan
    3. Utang Lain
    4. Faktor Usia

Untuk Anda yang penasaran, yuk baca selengkapnya di bawah ini!

1. Apa Itu KPR?

KPR merupakan singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah, yaitu produk pembiayaan untuk pembeli rumah dengan skema pembiayaan sampai dengan 85% - 90% dari harga rumah. Hingga saat ini KPR disediakan oleh perbankan, walaupun sudah ada perusahaan pembiayaan yang menyalurkan pembiayaan dari lembaga sekunder untuk pembiayaan perumahan (housing financing).

Pengembang biasanya sudah bekerja sama dengan bank untuk mempermudah proses pengajuan KPR. Oleh sebab itu, salah satu pertimbangan saat membeli rumah adalah bank yang menyalurkan KPR.

Permohonan KPR diajukan dengan mengisi formulir pemesanan unit dari pengembang serta melunasi biaya pemesanan dan uang muka. Lengkapi formulir pengajuan kredit dan siapkan dokumen-dokumen penting seperti yang tertera dalam daftar syarat KPR berikut ini.

Dokumen syarat KPR Standar:

  1. Usia tidak lebih dari 50 tahun ketika mengajukan permohonan KPR;
  2. Fotokopi KTP pemohon;
  3. Akta nikah atau cerai;
  4. Kartu Keluarga;
  5. Surat keterangan WNI (untuk WNI keturunan);
  6. Dokumen kepemilikan agunan (SHM, IMB, PBB).

Dokumen syarat KPR Tambahan untuk Karyawan:

  1. Slip gaji;
  2. Surat keterangan dari tempat bekerja;
  3. Buku rekening tabungan yang menampilkan kondisi keuangan 3 bulan terakhir.

Dokumen syarat KPR Tambahan untuk Wiraswasta atau Profesional:

  1. Bukti transaksi keuangan usaha;
  2. Catatan rekening bank;
  3. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak);
  4. SIUP;
  5. Surat izin usaha lainnya, seperti Surat Izin Praktik untuk para dokter;
  6. Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Masih ragu untuk mengajukan KPR? Cek syarat lengkapnya di video berikut ini!

 

2. Bunga KPR

Ada dua bunga KPR yang ditetapkan oleh Bank dalam menawarkan produk KPR, yaitu:

  • Bunga Tetap (Fixed Rate)

Bunga dikenakan ke debitur dengan patokan angka tertentu selama tenor tertentu. Misalnya, suku bunga tetap 7% selama setahun. Artinya, di tahun pertama suku bunga tetap 7% kendati suku bunga pasar fluktuatif.

  • Bunga Mengambang (Floating Rate)

Bunga yang diterapkan kepada debitur mengikuti fluktuasi suku bunga acuan (BI rate). Bank biasanya menerapkan kombinasi bunga dalam sebuah produk KPR.

Misalnya, Anda membayar cicilan dengan bunga tetap selama beberapa tahun pertama, kemudian melunasi sisanya dengan bunga mengambang. Atau, bisa juga sejumlah pokok dikenai bunga tetap dan sisanya dikenai bunga mengambang.

3. Tempat Pengajuan KPR

Ketika Anda hendak melakukan pengajuan KPR, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Langsung datang ke kantor cabang bank atau pengembang properti.
  2. Membeli rumah lewat pameran properti.

Di pameran, Anda bukan hanya akan jumpai pengembang properti yang memasarkan perumahan yang mereka bangun, tapi juga petugas bank yang akan melayani pertanyaan Anda tentang syarat pengajuan KPR.

Penawaran selama pameran biasanya disertai beragam bonus menarik, misalnya kesempatan untuk inden. Imbalannya berupa diskon uang muka, suku bunga yang lebih ringan dan beragam doorprize.

4. Proses Pengajuan KPR

  1. Datangi bank, lengkapi syarat KPR yang diminta.
  2. Wawancara dengan bank, di mana bank akan mengecek kemampuan Anda untuk melunasi cicilan (minimal 30% dari penghasilan).
  3. Membayar uang muka ke pengembang properti, kemudian menunggu keluarnya Surat Persetujuan Perjanjian Kredit (SPKK).
  4. Setelah SPKK Anda terima, saatnya menemui notaris untuk menandatangani akta kredit dan mengurus sertifikat.
  5. Serah terima kunci.
  6. Sampai di sini, sertifikat rumah Anda dipegang oleh bank dan baru bisa Anda terima setelah seluruh cicilan KPR lunas.

5. Keunggulan Membeli Rumah dengan Fasilitas KPR

kpr non bank

KPR rumah merupakan salah satu bentuk pembiayaan yang paling banyak digunakan sekaligus disarankan oleh penasehat keuangan. Ada beberapa alasan lain mengapa harus memilih KPR untuk pembelian rumah.

  • Bersifat Legal. Bank hanya membiayai pembelian rumah yang dilengkapi sertifikat. Sebelum menerima sertifikat itu, bank mengecek keabsahannya lewat Badan Pertanahan Nasional (BPN). Artinya, legalitas rumah yang Anda beli aman dan terjamin.
  • Siap Huni. Karena membeli dengan pembiayaan kredit perumahan KPR berarti Anda bisa langsung menghuni rumah itu, bahkan sebelum cicilan pinjaman lunas. Kecuali apabila rumah yang dibeli adalah inden (dalam proses pembangunan).
  • Investasi Jangka Panjang. Rumah yang dibeli dengan kredit perumahan KPR bisa Anda manfaatkan pula sebagai aset investasi jangka panjang. Terlebih jika rumah yang dibeli berada di lokasi strategis, sehingga nilai rumah bisa dipastikan akan meningkat setiap tahun.
  • Bisa Disewakan. Apabila Anda menyewakan rumah yang dibeli dengan pembiayaan kredit perumahan, maka Anda bisa menggunakan uang sewa itu untuk membayar cicilan bulanan. Dengan kata lain Anda bisa memperoleh rumah secara gratis.
  • Angsuran Fleksibel. KPR rumah dengan angsuran tertentu setiap bulannya lebih memudahkan Anda untuk mengatur keuangan. Sementara bagi peminat KPR dari kalangan pegawai kantoran yang sebelumnya sudah mengontrak rumah, maka biasanya akan lebih mudah lagi karena sudah rutin menyisihkan gaji bulanan. KPR juga memiliki jenis-jenis tersendiri dengan cara angsuran yang berbeda pula. 
  • Cicilan Semakin Ringan. Meski angsurannya relatif tetap, namun lama-lama nilainya secara riil menurun akibat inflasi atau karena penghasilan Anda umumnya naik secara periodik. Biaya cicilan semakin lama akan terasa semakin ringan. Bahkan banyak di antaranya yang mampu melunasi perumahan KPR -nya sebelum tenor berakhir
  • Aset Untuk Agunan Kredit. Perumahan KPR bisa dimanfaatkan sebagai solusi agunan kredit di kala Anda membutuhkan pinjaman bank. Karenanya, belum lunas pun jika menurut bank Anda merupakan debitur yang baik, bank tak akan segan menawarkan kredit lain untuk keperluan usaha atau hal lainnya.

6. Tipe-tipe KPR

Tipe-Tipe KPR

Tipe-tipe KPR jelas perlu diketahui bagi Anda yang hendak membeli rumah dengan cara dicicil. Hal ini karena KPR dapat membantu meringankan beban biaya pembelian rumah, bisa membayar dengan cara mencicil. Di Indonesia sendiri dikenal 3 jenis KPR, yaitu:

  • KPR Bersubsidi

  • Ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang ingin memiliki atau merenovasi rumah.
  • Bentuk subsidinya adalah subsidi keringanan kredit atau subsidi tambahan dana perbaikan atau pembangunan rumah.
  • Kredit subsidi diatur oleh pemerintah dan tidak setiap orang yang mengajukan permohonan dapat menikmati fasilitas ini.
  • Beberapa batasan untuk KPR ini di antaranya penghasilan pemohon dan maksimum kredit diberikan.
  • Biasanya suku bunga berdasarkan suku pasar, namun bank swasta mungkin akan menawarkan suku bunga yang sedikit berbeda untuk menarik pemohon.
  • KPR Non-Subsidi

  • Diperuntukkan untuk seluruh masyarakat.
  • Jenis properti yang bisa diajukan adalah Rumah Sederhana dan Rumah Susun Sederhana.
  • Ketentuan KPR ditetapkan oleh setiap bank. Hal itu termasuk besar kredit dan suku Bunga disesuaikan dengan kebijakan setiap bank.
  • Subsidi dalam bentuk suku bunga bersubsidi.
  • Bebas PPn (VAT).
  • KPR Syariah

  • Menggunakan prinsip akad Murabahah (jual-beli).
  • Properti yang bisa diajukan adalah rumah, ruko, rukan, rusun, atau apartemen.
KPR BTN Terlengkap dan Terbaru

Mengajukan KPR dan Mengatur Cicilan

KPR BTN Terlengkap dan Terbaru

7. Tips Cermat Memilih Jangka Waktu KPR Sesuai dengan Kebutuhan

Jika saat ini Anda sedang disuguhkan untuk memilih jangka waktu KPR, sebaiknya simak dulu nih, tips cermat memilih jangka waktu KPR yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

1. Rencana Masa Depan

Setiap orang, apalagi di usia produktif, tentu akan memiliki rencana dalam hidupnya. Misalnya menikah, memiliki anak dan lain sebagainya. Berubahnya gaya hidup akan berpengaruh pada pola keuangan seseorang ataupun pasangan.

Jika pada beberapa tahun ke depan pengeluaran akan bertambah, maka ada baiknya memilih KPR dengan jangka waktu yang panjang dengan jumlah cicilan yang stabil.

2. Jenis Pekerjaan

Apabila Anda bekerja sebagai karyawan dengan penghasilan bulanan yang stabil, boleh jadi tenor KPR panjang adalah pilihan tepat. Pasalnya, besar cicilan KPR tenor panjang umumnya relatif lebih ringan.

Sementara jika Anda bekerja sebagai pengusaha atau karyawan dengan bonus besar di luar pendapatan rutin (seperti tenaga penjualan), KPR tenor pendek mungkin lebih cocok. Karena bunga yang lebih rendah.

3. Utang Lain

Pertimbangkan pula jika Anda memiliki hutang atau cicilan lain yang masih belum lunas. Sebaiknya lunasi terlebih dahulu utang-utang lain yang sedang berjalan, agar tidak menambah beban keuangan ketika cicilan pembelian rumah dengan KPR mulai berjalan.

4. Faktor Usia

Perlu diketahui biasanya bank memberikan persyaratan maksimal umur ketika KPR berakhir. Biasanya bank akan menetapkan usia maksimal dari pengambil yakni 55 sampai dengan 65 tahun.

Jika Anda masih berusia muda di kisaran 20 tahun, maka tidak akan ada masalah ketika jangka waktu KPR yang diambil selama 20 atau 25 tahun. Namun ketika mengambil KPR di usia 40 tahun, Anda hanya diizinkan mendapatkan tenor 5 atau 10 tahun.

Setiap bank menawarkan produk-produk kredit yang bermacam-macam. Mereka boleh membedakan jenis KPR berdasarkan jenis suku bunga, tujuan KPR, atau jenis rumah yang ingin dibiayai. Persyaratan permohonan KPR pun mungkin berbeda.

Temukan lebih banyak lagi panduan dan tips membeli rumah dalam Panduan dan Referensi.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

Mewah dan Strategis Berlokasi di Tangerang Selatan

Dapatkan saran dari pakar properti terbaik untuk semua pertanyaan Anda!

Cek Tanya Properti dan nikmati akses eksklusif ke ribuan jawaban dari pakar kami dan komunitas agen properti. 💬⭐👍

Masukan