Jenis Surat Tanah Tradisional di Indonesia

Berikut adalah jenis surat tanah tradisional yang bisa Anda temui di Indonesia. Simak penjelasan selengkapnya
Letter C 1

RumahCom – Agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan, ada banyak bentuk investasi yang bisa Anda coba sendiri dengan mudah. Investasi harus dilakukan jika Anda ingin mendapatkan sebuah penghasilan secara pasif tanpa harus memikirkan pekerjaan yang panjang dan melelahkan. Memang benar tidak selamanya investasi akan selalu menguntungkan namun jika Anda bisa mempunyai sebuah aset yang bernilai dan akan terus meningkat harganya maka Anda juga bisa memanfaatkanya sebagai bentuk investasi jangka panjang.

Baca Juga: 21 Denah Rumah Type 36 untuk 1 dan 2 Lantai

Salah satu bentuk investasi yang bisa Anda coba adalah membeli sebuah tanah. Jenis surat tanah di Indonesia ada beragam. Tanah sebagai salah satu bentuk properti yang sangat berharga dan nilainya akan terus meningkat seiring dengan waktu. Dengan membeli sebuah tanah juga membuat Anda bisa membangun rumah atau sebuah properti Anda di kemudian hari. Namun, ketika membeli sebuah tanah Anda harus berhati-hati dan memperhatikan legalitasnya. Agar Anda bisa lebih mengerti tentang tanah dan suratnya maka pada artikel kali ini akan dibahas mengenai:

  1. Apa itu Surat Tanah Tradisional?
  2. Jenis-jenis Surat Tanah Tradisional di Indonesia
    1. Girik
    2. Petok D
    3. Letter C
    4. Surat Ijo
    5. Rincik
    6. Eigendom Verponding
    7. Hak Ulayat
    8. Opstaal
    9. Gogolan
    10. Gebruik
    11. Erfpacht
    12. Bruikleen

1.  Apa itu Surat Tanah Tradisional?

Tanah bisa dibangun dan dimanfaatkan menjadi sebuah properti seperti rumah. (Foto: Uncharted Profits Daily)

Tanah bisa dibangun dan dimanfaatkan menjadi sebuah properti seperti rumah. (Foto: Uncharted Profits Daily)

Investasi tanah adalah salah satu hal yang sangat baik untuk Anda lakukan. Harga properti tanah akan terus mengalami peningkatan secara pesat dan tidak akan pernah turun. Selain mempunyai rumah, tanah merupakan salah satu kebutuhan utama bagi manusia yang harus terpenuhi. Membeli tanah memang bukanlah proses yang mudah dan Anda harus bersabar agar bisa mewujudkan untuk bisa mendapatkan tanah impian Anda.

Proses penjualan dan pembelian tanah adalah proses peralihan hak dari penjual kepada pembeli dan mengedepankan prinsip dasar yang jelas. Sebelum Anda melakukan proses jual dan beli tanah tentunya Anda harus memastikan bahwa tanah yang akan Anda jual atau beli sedang tidak dalam sengketa di pengadilan atau dalam tanggungan bank. Tanah yang bermasalah tentunya akan ditolak oleh PPAT dan tidak bisa dilakukan penjualan dan pembelian.

Dilansir dari Smart Legal, ada beberapa tahapan yang harus Anda lewati dalam penjualan dan pembelian tanah yaitu:

  • PPAT akan melakukan pemeriksaan terhadap sertifikat dan surat tanda terima setoran PBB. Pemeriksaan dilakukan agar tanah yang diperjualbelikan tidak sedang dalam proses sengketa dan tidak sedang dalam penyitaan. Surat tanda terima setoran PBB juga akan diperiksa untuk mengetahui bahwa tanah tersebut sedang tidak menunggak pembayaran PBB.
  • Jika Anda sebagai penjual sudah menikah maka tanah dan bangunan tersebut akan menjadi harta bersama. Proses penjualannya harus melalui persetujuan kedua belah pihak dan melakukan penandatanganan secara bersama.
  • Penjual tanah harus membayar dan melunasi pajak penghasilan (PPh) dan pembeli tanah haruslah membayarkan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
  • PPAT akan membacakan dan menjelaskan isi dari AJB. Jika penjual dan pembeli sudah sama-sama menyetujui isi AJB maka AJB akan ditandatangani oleh penjual, pembeli, saksi dan PPAT. Setelah AJB ditandatangani semua barulah sertifikat tanah yang baru akan bisa dibalik nama ke nama pembelinya yang baru.

Mengajukan KPR dan Mengatur Cicilan

Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan surat tanah atau sertifikat tanah itu? Seperti yang tertuan pada Undang-Undang Agraria (UUPA) Pasal 19, sertifikat atau surat tanah adalah sebuah alat pembuktian yang kuat dan sah di mata hukum terhadap pemegang hak atas tanah yang dimiliki. Jadi dapat diartikan bahwa surat tanah tradisional adalah salah satu bentuk bukti kepemilikan tanah yang sudah ada sejak lama dan masih dipakai hingga saat ini.

Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang pokok Agraria, sertifikat atau surat tanah yang sah di mata hukum sendiri adalah Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS) dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Namun, masih ada beberapa lagi surat tanah tradisional yang masih dimanfaatkan dan digunakan masyarakat di Indonesia sebagai bukti penguasaan dan pemilikan atas sebuah tanah.

Sebelum Anda membeli sebuah tanah, pastikanlah agar tanah tersebut memiliki surat atau sertifikat yang legal dan sah agar Anda tidak menjadi pusing di kemudian hari. Inilah listing tanah perumahan yang berukuran maksimal 200 meter persegi dan bisa menjadi pilihan utama Anda dalam berinvestasi.

2. Jenis-jenis Surat Tanah Tradisional di Indonesia

Tanah yang legal tidak akan membuat Anda pusing di kemudian hari. (Foto: Lamudi)

Tanah yang legal tidak akan membuat Anda pusing di kemudian hari. (Foto: Lamudi)

Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai banyak ragam surat tanah tradisional. Sejak dulu kala, masyarakat sudah banyak yang memiliki tanah yang luas agar bisa dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi di kemudian hari. Dilansir dari Om Tanah, di bawah ini adalah beberapa jenis surat tanah tradisional yang bisa ditemui di Indonesia.

1. Girik

Istilah girik sudah ada sejak dahulu kala dan banyak yang menganggap bahwa girik merupakan sebuah surat yang menjadi bukti atas kepemilikan tanah. Nyatanya, girik hanyalah sebuah surat pertanahan yang menunjukkan tentang kuasa terhadap lahan untuk keperluan perpajakan saja. Di dalam girik terdapat nomor, luas tanah, dan pemilik tanah yang sah melalui warisan atau proses jual beli.

2. Petok D

Sebelum adanya Undang-Undang Pokok Agraria, Petok D adalah salah satu bentuk pembuktian pemilikan tanah yang sah dan setingkat dengan sertifikat kepemilikan tanah saat ini. Namun, ketika melewati tahun 1960 menjadikan Petok D hanya sebagai alat bukti pembayaran pajak tanah dari pemilik atau pengguna tanah yang dimaksud.

3. Letter C

Tanah yang sedang dalam proses sengketa tidak bisa diperjualbelikan. (Foto: Trial)

Tanah yang sedang dalam proses sengketa tidak bisa diperjualbelikan. (Foto: Trial)

Di Indonesia, kepemilikan atas tanah atau properti umumnya akan diberikan secara turun temurun karena masih minimnya pengaturan atas kepemilikan properti. Letter C muncul sebagai bukti kepemilikan seseorang atas tanah yang berada pada kantor desa atau kelurahan. Letter C ini juga mempunyai fungsi utama yaitu sebagai catatan penarikan pajak dan keterangan mengenai identitas dari sebuah tanah yang ada pada zaman kolonial Belanda. Hingga saat ini, Letter C masih banyak dipakai untuk menjadi identitas kepemilikan tanah dan bukti transaksi tambahan.

Tip Rumah
Saat ini keberadaan dari Letter C masih dianggap bisa menjadi pelengkap dari legalitas kepemilikan tanah.

4. Surat Ijo

Surat atas bukti penguasaan dan pemilikan tanah yang bernama Surat Ijo atau Surat Hijau ini adalah salah satu surat yang hanya berlaku di Surabaya. Surat ini dinamai sebagai Surat Ijo karena blangko perizinan untuk hak dalam penggunaan tanah memiliki blanko dengan warna hijau.

5. Rincik

Surat tanah tradisional yang ada di Indonesia selanjutnya adalah Rincik. Surat Rincik merupakan salah satu jenis Surat Pendaftaran Sementara Tanah Milik Indonesia yang ada sebelum tahun 1960. Surat Rincik ini awalnya banyak digunakan pada daerah seperti Makassar dan daerah sekitarnya. Rincik dipakai sebagai salah satu bukti penguasaan dan penggunaan tanah yang dikuasai oleh seseorang.

6. Eigendom Verponding

Pemerintah kolonial Belanda memiliki standar tersendiri dalam pemilikan tanah oleh seseorang. (Foto: Aktual)

Pemerintah kolonial Belanda memiliki standar tersendiri dalam pemilikan tanah oleh seseorang. (Foto: Aktual)surat

Pemerintah kolonial Belanda juga memiliki surat atas hak tanah yang diterbitkan bagi warga pribumi atau Warga Negara Indonesia. Eigendom Verponding adalah surat atas kekayaan pribadi dan hak milik tetap atas tanah yang ada. Bisa diartikan juga sebagai hak milik tetap atas tanah beserta surat tagihan pajak atas tanah yang dimaksud. Saat ini, Eigendom Verponding sudah berubah menjadi Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT-PBB).

7. Hak Ulayat

Hak ulayat adalah kumpulan dari wewenang dan kewajiban suatu masyarakat dalam hukum adat yang memiliki hubungan dengan tanah yang terletak dalam sebuah lingkungan wilayah tertentu. Dalam pasal 3 Undang-Undang Pokok Agraria menyebutkan bahwa hak ulayat akan diakui sepanjang menurut kenyataannya masih ada. Tanah dengan hak ulayat tidak bisa dialihkan menjadi tanah hak milik selama hak tanah ulayat tersebut masih ada.

8. Opstaal   

Berbeda dengan Eigendom Verponding, Opstaal merupakan sebuah hak yang diberikan oleh belanda yakni berupa hak kebendaan untuk menumpang. Hak ini adalah sebuah hak kebendaan untuk memiliki bangunan dan tanaman yang berada di atas bidang tanah yang dimiliki oleh orang lain. Seseorang yang memegang Opstaal memiliki hak untuk mempunyai segala sesuatu yang berada pada tanah Eigendom yang dimiliki oleh orang lain.

9. Gogolan

Surat tradisional yang bernama Gogolan ini meskipun sudah sangat jarang didengar akan tetapi masih terdapat beberapa wilayah di Indonesia yang menggunakannya. Gogolan adalah sebuah hak seorang Gogol atau Kuli terhadap tanah komunal desa. Hak ini bisa diperoleh karena tanah tersebut sudah diusahakan oleh orang tertentu agar bisa berpindah tangan kepada gogol.

10. Gebruik

Gebruik merupakan sebuah hak kebendaan atas benda yang dimiliki oleh orang lain untuk mengambil benda sendiri dan memakainya apabila bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Seseorang yang memiliki hak Gebruik bisa memakai tanah Eigendom milik orang lain untuk dimanfaatkan sebagai sebuah usaha dan diambil hasilnya.

11. Erfpacht

Belanda adalah salah satu negara yang menggunakan sistem sewa tanah. (Foto: The Conversation)

Belanda adalah salah satu negara yang menggunakan sistem sewa tanah. (Foto: The Conversation)

Dilansir dari City of Amsterdam, erfpacht merupakan sebuah bentuk surat yang menyatakan bahwa pemilik surat berhak untuk menggunakan tanah yang dimiliki oleh negara dan digunakan untuk berbagai keperluan pribadi. Seseorang yang memiliki Erfpacht bisa menggunakan tanah negara tersebut dan membayar sewa penggunaan pada setiap bulannya.

12. Bruikleen

Surat tanah tradisional yang terakhir adalah Bruikleen. Yang dimaksud dengan Bruikleen adalah sebuah surat yang berisi perjanjian antara kedua belah pihak untuk menyerahkan sebuah benda secara cuma-cuma kepada pihak lain untuk dipakai dengan kewajibannya untuk mengembalikan benda tersebut pada waktu yang sudah disepakati oleh bersama. Bruikleen juga bisa dipakai untuk bukti atas penguasaan tanah dan pihak lain yang ingin memakai tanah tersebut.

Itulah beberapa jenis surat tanah tradisional yang ada di Indonesia. Meskipun keberadaan dari surat tanah tradisional tersebut sudah semakin menghilang tetapi masih terdapat beberapa wilayah di Indonesia yang menggunakan surat tanah tradisional tersebut sebagai pelengkap dari legalitas suatu kepemilikan atas properti atau tanah.

Apakah Anda memiliki rencana untuk membeli rumah dalam waktu dekat ini? Simaklah video informatif berikut untuk mengetahui waktu paling tepat untuk beli rumah!

 

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

Hunian Strategis Di Kota Tangerang Selatan

Dapatkan saran dari pakar properti terbaik untuk semua pertanyaan Anda!

Cek Tanya Properti dan nikmati akses eksklusif ke ribuan jawaban dari pakar kami dan komunitas agen properti. 💬⭐👍

Masukan