Mengenal Kolektibilitas Kredit Sebagai Acuan Kredit di Bank

Tim Editorial Rumah.com
Mengenal Kolektibilitas Kredit Sebagai Acuan Kredit di Bank
RumahCom – Kolektibilitas kredit adalah klasifikasi kemampuan pembayaran debitur ketika Anda hendak meminjam uang pada lembaga kredit atau bank. Kesanggupan membayar ini dapat berupa bunga dan pokok pembayaran, yang menjadi dasar apakah pinjaman yang diajukan akan disetujui.
Kolektibilitas kredit adalah suatu indikator yang penting untuk Anda perhatikan ketika mengajukan pinjaman di bank. Salah satu hal yang biasa menjadi tolak ukur adalah saat Anda mengajukan KPR untuk membeli rumah. Yuk, simak penjelasan lengkapnya apa itu kolektibilitas kredit di artikel ini.
  • Apa Itu Kolektibilitas Kredit?
  • Status Kolektibilitas Kredit
  • Peraturan OJK Tentang Kolektibilitas Kredit
  • Regulasi Kolektibilitas Kredit
  • Cara Membersihkan Kolektibilitas Kredit
  • Cara Menghitung Kolektibilitas Kredit

Apa Itu Kolektibilitas Kredit?

Kolektibilitas kredit adalah keadaan pembayaran pokok atau angsuran pokok dan bunga kredit oleh nasabah.
Kolektibilitas kredit adalah klasifikasi status keadaan pembayaran angsuran bunga, atau angsuran pokok dan bunga kredit oleh debitur. Penjelasan ini dikutip dari situs resmi Kementerian Keuangan.
Dalam filosofi pembayaran kembali kredit, terdapat dua dasar analisis debitur dalam pemberian kredit, yaitu itikad baik untuk membayar dan kemampuan membayar. Dimana untuk menentukan karakter calon debitur diperlukan peninjauan track record secara kuantitatif terhadap kualitas riwayat kredit calon debitur yang ditandai melalui pengecekan kolektibilitas.
Sedangkan menurut Otoritas Jasa Keuangan, kolektibilitas kredit adalah keadaan pembayaran pokok atau angsuran pokok dan bunga kredit oleh nasabah serta tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang ditanamkan dalam surat-surat berharga atau penanaman lainnya.
Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia, kolektibilitas dari suatu pinjaman dapat dikelompokkan dalam lima kelompok, yaitu lancar, dalam perhatian khusus (special mention), kurang lancar, diragukan, dan macet.
Sekarang Anda sudah paham apa itu kolektibilitas kredit bukan? Sebelum Anda mengajukan KPR di bank untuk membeli rumah, ada baiknya mengecek status kolektibilitas Anda di OJK. Apabila sudah dicek dan hasilnya kol 1 Anda bisa memilih daftar hunian cantik di kawasan Pondok Indah dibawah Rp 2 miliar berikut ini!

Status Kolektibilitas Kredit

Status kolektibilitas dalam dunia perbankan diklasifikasikan oleh bank sentral menjadi lima status.
Status kolektibilitas dalam dunia perbankan diklasifikasikan oleh bank sentral menjadi lima status atau lima kol dari yang tertinggi hingga yang terendah. Berikut penjelasannya:

1. Kol-1 (LANCAR)

Kol-1 atau Kolek 1 dengan tagar (LANCAR) adalah status kolektibilitas tertinggi. Tergolong Performing Loan (PL) dan ditandai dari riwayat pembayaran angsuran bunga atau angsuran pokok dan bunga kredit tiap bulannya tepat, atau kurang dari tanggal jatuh tempo pembayaran bulanannya (tanpa cela).
Kol-1 merepresentasikan karakter yang baik debitur karena kelancaran membayar kewajibannya. Dengan kata lain apabila debitur selalu membayar pokok dan bunga tepat waktu. Perkembangan rekening baik, tidak ada tunggakan, serta sesuai dengan persyaratan kredit.

2. Kol-2 (DALAM PERHATIAN KHUSUS)

Kol-2 atau Kolek 2 dengan tagar (DALAM PERHATIAN KHUSUS) yang populer dalam dunia perbankan disingkat DPK. Merupakan status kolektibilitas yang tergolong Performing Loan (PL) dimana ditandai oleh keterlambatan membayar debitur melebihi tanggal jatuh tempo sampai dengan sekurang-kurangnya 90 hari.
Dalam praktik perbankan, umumnya DPK oleh pihak bank sudah dianggap buruk walaupun secara teoritis masih tergolong Performing Loan (PL). Penyelesaian kredit bermasalah dengan status Kol-2 dapat dilakukan melalui penagihan biasa atau melaksanakan restrukturisasi tergantung kesepakatan antara debitur dengan kreditur.

3. Kol-3 (KURANG LANCAR)

Kol-3 atau Kolek 3 dengan tagar (KURANG LANCAR) merupakan status kolektibilitas debitur yang terlambat membayar lebih dari 90 hari sejak tanggal jatuh tempo bulanannya. Sampai dengan sekurang-kurangnya 120 hari, atau 3-4 bulan lamanya (debitur menunggak pembayaran pokok dan/atau bunga antara 91-120 hari).
Pada tahap status ini, bank berkewajiban mengeluarkan Surat Peringatan (SP) Pertama dan mulai melakukan perhitungan akrual terhadap tunggakan pokok dan bunga berjalan, tunggakan penalti berjalan, tunggakan administrasi pembukuan, dan tunggakan-tunggakan lainnya melalui penerbitan anjak piutang.

4. Kol-4 (DIRAGUKAN)

Kol-4 atau Kolek 4 dengan tagar (DIRAGUKAN) merupakan status kolektibilitas yang menandakan keterlambatan membayar melebihi 120 hari sejak tanggal jatuh tempo bulanannya.
Pada tahap status kolektibilitas ini, bank sudah harus mengambil asumsi angsuran pokok dan bunga kredit tidak terbayarkan dan bersiap mengambil kesimpulan penyelesaian kredit bermasalah melalui pelelangan agunan sesuai pasal 6 Undang-Undang No 4 Tahun 1996 tentang HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH BESERTA BENDA-BENDA YANG BERKAITAN DENGAN TANAH yang berbunyi :
“Apabila debitor cidera janji, pemegang Hak Tanggungan pertama mempunyai hak untuk menjual obyek Hak Tanggungan atas kekuasaan sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan tersebut.”
Pada tahap ini, secara manual Kol-4 dapat digeser ke Kol-5 apabila bank telah memperoleh keyakinan bahwa debitur tidak hanya tidak mampu membayar kewajibannya, tetapi juga tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya. Di tahap ini pula, bank berkewajiban mengeluarkan Surat Peringatan-2 dan Surat Peringatan-3 kepada debitur.

5. Kol-5 (MACET)

Kol-5 atau Kolek 5 dengan tagar (MACET) merupakan kolektibilitas terendah yang tergolong Non-Performing Loan (NPL) yang merepresentasikan angsuran pokok dan bunga kredit tidak terbayarkan oleh debitur dengan menunggak pembayaran pokok dan/atau bunga lebih dari 180 hari.
Sehingga bank berkewajiban melaksanakan penyelesaian kredit bermasalah paling terakhir yaitu melelang agunan untuk menutup PPAP yang terbentuk 100 persen dari aktiva produktif untuk mengcover resiko terburuk kredit.
Penyisihan Penghapusan Aset Produktif (PPAP) adalah cadangan yang harus dibentuk sebesar persentase tertentu dari baki debet berdasarkan penggolongan kualitas Aset Produktif. Status kolektibilitas Kol-5 atau Kolek 5 lebih populer dengan sebutan Kredit Macet.
Bank berhak melakukan pelelangan agunan setelah mengeluarkan Surat Peringatan (SP) sebanyak 3 kali, menerbitkan anjak piutang, dan melaporkan riwayat penanganan dan penyelesaian kredit, mulai dari riwayat penagihan, negosiasi dan restrukturisasi (bila terdapat restrukturisasi).
NPL secara total pada suatu unit kerja perbankan disyaratkan harus di bawah 3 persen sebagai ambang batas coverage Kol-5. Secara makro, bila dibiarkan dapat menyebabkan kondisi perekonomian moneter di Indonesia memburuk dan memiliki trickle down effect terhadap perekonomian keseluruhan.
Tenor Adalah: Pengertian, Kategori, Jenis, dan Tipsnya

Tenor Adalah: Pengertian, Kategori, Jenis, dan Tipsnya

Peraturan OJK Tentang Kolektibilitas Kredit

Aturan ini menggolongkan kolektibilitas ke dalam 5 jenjang berdasarkan tunggakan pembayaran yang pernah dilakukan oleh debitur.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa kolektibilitas kredit ini diatur dalam Peraturan OJK tentang kolektibilitas kredit yaitu POJK nomor 40/POJK.03/2019 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum.
Aturan ini menggolongkan kolektibilitas ke dalam 5 jenjang berdasarkan tunggakan pembayaran yang pernah dilakukan oleh debitur yaitu lancar, dalam perhatian khusus (special mention), kurang lancar, diragukan, dan macet.

Tips Rumah.com

Jika Anda memiliki pinjaman baik kartu kredit atau pinjaman lainnya, pastikan untuk membayarnya tepat waktu atau sebelum tanggal jatuh tempo agar kolektibilitas kredit Anda lancar.

Regulasi Kolektibilitas Kredit

Bank akan melihat beberapa kondisi yang akan mempengaruhi situasi usaha debitur ke depan. (Foto: Pexels – Karolina Grabowska)
Hingga kini status kolektibilitas kredit adalah aspek penting dalam perbankan. Aturan mengenai hal ini juga telah diterbitkan oleh Bank Indonesia dalam Peraturan Bank Indonesia (BI) No.7/2/PBI/2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum.
Regulasi tersebut menjelaskan bahwa ada tiga faktor yang dilihat dalam skor kolektibilitas yaitu:

1. Performance Debitur

Sebagai pendukung faktor pertama, kinerja baik juga perlu diperhatikan oleh bank. Faktor ini setidaknya akan memperhatikan hal-hal seperti profit yang dihasilkan dan arus kas perusahaan.

2. Kemampuan Bayar

Beberapa hal yang dijadikan acuan adalah transparansi informasi keuangan, kelengkapan dokumen, kesesuaian penggunaan dana, dan kepatuhan terhadap perjanjian kredit.

3. Prospek Usaha

Pada faktor ini, bank akan melihat beberapa kondisi yang akan mempengaruhi situasi usaha debitur ke depan seperti situasi pasar, potensi perkembangan perusahaan, hingga teknik debitur menjaga lingkungan dan manajemen usaha yang baik.

Cara Membersihkan Kolektibilitas Kredit

Untuk membersihkan kolektibilitas kredit yang buruk, Anda harus segera melunasi cicilan kredit atau utang yang tertunggak. (Foto: Pexels – Christina Morillo)
Kolektibilitas kredit yang buruk atau sudah memasuki Kol-3 sampai Kol-5, merupakan hal yang patut untuk diperhatikan. Pasalnya hasil BI Checking yang buruk dapat menyulitkan Anda untuk mengajukan pinjaman ke mana pun. Berikut cara untuk melakukan pemutihan atau membersihkan kolektibilitas kredit Anda.
  • Pertama, segera lunasi cicilan kredit atau utang yang tertunggak. Sebab di bank manapun Anda mengajukan kredit, dijamin tak akan mendapat persetujuan jika skor atau kualitas catatan kredit Anda masih buruk.
  • Kedua, setelah melunasi tunggakan cicilan kredit atau utang, pantau BI Checking Anda. Perhatikan apakah skor kredit berangsur-angsur mengalami perubahan. Bila belum ada perubahan, ajukan komplain ke tempat di mana Anda mengambil kredit.
  • Ketiga, dengan membawa surat penjelasan atau klarifikasi dari bank di mana Anda mengajukan kredit, konfirmasikan ke OJK bahwa Anda telah menuntaskan kewajiban kredit. Lalu tunggu sampai BI Checking dinyatakan benar-benar bersih.

Cara Menghitung Kolektibilitas Kredit

Rumus kolektibilitas kredit tidak dapat dinyatakan dalam angka perhitungan karena performa nasabah dilihat dari riwayat pembayaran pinjamannya. (Foto: Pexels – Rodnae Production)
Perhitungan kolektibilitas kredit berdasarkan pada penggolongan dalam peraturan OJK yang telah disebutkan sebelumnya. Contoh, jika Anda selalu membayar hutang sebelum jatuh tempo dan memenuhi syarat-syarat pengajuan kredit, maka kolektibilitas Anda berada di peringkat pertama atau lancar.
Rumus kolektibilitas kredit tidak dapat dinyatakan dalam angka perhitungan karena performa nasabah dilihat dari riwayat pembayaran pinjamannya. Namun, hal ini berkaitan erat dengan rumus NPL (Non Performing Loan), yakni perhitungan kesehatan bank melalui rumus sebagai berikut.
Rumus NPL = (Pembayaran kredit kurang lancar + kolektibilitas diragukan + kredit macet) : Total kredit disalurkan x 100%
Itulah penjelasan mengenai kolektibilitas kredit, klasifikasi, contoh, dan cara menghitungnya. Berada di kategori manakah kolektibilitas Anda saat ini? Jangan lupa untuk selalu disiplin membayar pinjaman Anda, ya! Semoga artikel ini bermanfaat!
Tonton video berikut ini untuk mengetahui cara menghitung KPR!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com
Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Tanya Rumah.com

Jelajahi Tanya Rumah.com, ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.