Mengenal Pajak Sewa Gedung dan Cara Menghitungnya, Wajib Tahu!

Tim Editorial Rumah.com
Mengenal Pajak Sewa Gedung dan Cara Menghitungnya, Wajib Tahu!
RumahCom – Dalam menyewa sebuah bangunan atau properti lainnya Anda harus mengetahui tentang pajak yang harus dikeluarkan. Pajak sewa gedung dikenakan saat Anda menyewa gedung perkantoran, sewa pertokoan, sewa area komersial dan tempat usaha, sewa gedung tempat tinggal atau apartemen dan yang terakhir sewa gedung pertemuan (convention hall).
Lalu, pajak yang dikenakan dalam menyewa gedung termasuk dalam pajak apa dan cara menghitungnya bagaimana sih? Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai aturan pajak sewa gedung, berikut penjelasan detailnya yang bisa Anda temukan di artikel ini:
  • Apa Itu Pajak Sewa Gedung?
  • Aturan Pembayaran Pajak Sewa Gedung
  • Cara Menghitung Pajak Sewa Gedung
  • Cara Membayar Pajak Sewa Gedung
Berikut penjelasan detail mengenai pajak sewa gedung dan cara menghitungnya yang bisa Anda simak di bawah ini.
Mengenal Dan Memahami Jenis Pajak Properti

Mengenal Dan Memahami Jenis Pajak Properti

Apa Itu Pajak Sewa Gedung?

PPh pasal 4 ayat 2 dan PPN adalah pajak sewa gedung yang wajib untuk dibayarkan. (Foto: Pexels – Karolina Grabowska)
Pajak sewa gedung adalah biaya wajib yang harus dibayarkan oleh penyewa. Pajak yang harus dibayarkan terdapat dua jenis, yaitu PPh pasal 4 ayat 2 dan PPN. Dimana ketentuan tersebut berlaku apabila pihak penyewa tanah atau bangunan adalah Badan pemerintah, Subjek pajak badan dalam negeri, Penyelenggara kegiatan, Bentuk usaha tetap, Kerjasama operasi, dan Perwakilan perusahaan luar negeri lainnya.
Dimana membayar pajak sewa diwajibkan untuk turut berkontribusi membangun negara. Dalam membayar pajak sewa bangunan pun juga ada ketentuan dan aturannya sendiri yang akan dijelaskan selanjutnya di bawah ini.
Pajak tidak hanya dikenakan untuk sewa gedung saja. Namun saat Anda membeli rumah akan dikenakan pajak. Nah, jika Anda sedang mencari rumah dijual di Medan dibawah Rp1 miliar. Temukan di sini daftar huniannya!

Aturan Pembayaran Pajak Sewa Gedung

Anda harus mengetahui pembayaran pajak sewa gedung terdahulu sebelum membayarnya. (Foto: Unsplash – Scott Graham)
Setelah anda mengetahui apa itu pajak sewa gedung, ada aturan yang harus anda ketahui dalam membayar pajak tersebut. Dilansir dari situs Kemenkeu.go.id jika penyewa adalah Wajib Pajak Bukan Pemotong Pajak, maka mekanismenya adalah pembayaran sendiri. Artinya pemilik tanah lah yang akan menyetorkan sendiri PPh atas penghasilan yang diperoleh. Berikut aturan pembayaran pajak sewa gedung antara lain:
  • Atas pembayaran biaya sewa bangunan oleh suatu perusahaan, pemilik tanah dan bangunan wajib menerbitkan faktur pajak atas pungutan PPN sebesar 10% x seluruh biaya sewa atas transaksi sewa bangunan tersebut.
  • Apabila pemilik tanah merupakan PKP, maka biaya sewa yang dibayarkan untuk satu periode/ tahun tidak termasuk pajak PPN. Namun apabila pemilik tanah bukan PKP, maka biaya sewa adalah uang sewa ditambah PPN yang telah dibayarkan. Dengan kata lain biaya sewa yang dibayarkan pihak penyewa sudah mengandung unsur PPN di dalamnya.
  • Selain PPN penyewaan bangunan juga dikenakan PPh pasal 4 ayat 2 sebesar 10% dari seluruh biaya sewa. Pihak penyewa wajib memberi bukti pemotongan Pph pasal 4 ayat 2 ke pemilik tanah dan bangunan tersebut.
  • Pajak atas sewa bangunan merupakan jenis pajak yang bersifat final, hal ini sebagaimana tertulis dalam UU no. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.
Ketentuan untuk potongan pajak atas sewa bangunan diantaranya :
  • Apabila penyewa adalah badan pemerintah, subjek pajak badan dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, kerjasama operasi, perwakilan perusahaan luar negeri dan orang pribadi yang ditetapkan DJP maka PPh terutang wajib dipotong oleh penyewa dan penyewa wajib memberikan bukti potong kepada yang menyewakan/ yang menerima penghasilan.
  • Apabila penyewa adalah orang pribadi / bukan subjek pajak penghasilan maka PPh terutang wajib dibayar sendiri oleh pihak yang menyewakan.

Tips Rumah.com

Dalam menyewa gedung, pajak yang harus dibayarkan ada 2 jenis yaitu PPh dan PPN.

Cara Menghitung Pajak Sewa Gedung

Besaran pajak untuk sewa gedung adalah PPh pasal 4 ayat (2) sebesar 10%. (Foto: Unsplash – Kelly Sikkema)
Dalam menghitung pajak sewa gedung adalah Anda harus mengetahui terlebih dahulu Besaran masing-masing PPh Pasal 4 ayat (2) dan PPN adalah 10%.
Berikut simulasi penghitungannya:
Perusahaan A membayar harga sewa kantor ke PKP sebesar Rp30.000.000 per tahun, maka tarif PPh sewa gedung kantor adalah:
10% x Rp 30.000.000 = Rp 3.000.000
Lalu perusahaan A sebagai penyewa melaporkan SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2) atas pemotongan ini dan memberikan bukti potongnya ke pemilik tanah/bangunan.
Sementara pihak PKP sebagai pemilik bangunan/tanah memotong PPN dengan besaran:
10% x Rp 30.000.000 = Rp 3.000.000
Maka keseluruhan biaya sewa per tahun yang harus dibayarkan oleh penyewa gedung adalah:
Biaya sewa + PPN – PPh Pasal 4 ayat (2)
Rp 30.000.000 + Rp 3.000.000 – Rp 3.000.000 = Rp 30.000.000

Cara Membayar Pajak Sewa Gedung

Ketentuan dalam membayar pajak sewa gedung dapat dilihat di penjelasan berikut. (Foto: Unsplash – Kelly Sikema)
Bagi anda sebagai penyewa gedung, setelah Anda membayarkan biaya sewa beserta pajak, pemilik tanah lah yang akan menyetorkan sendiri PPh atas penghasilan yang diperoleh dengan ketentuan:
  • Besarannya 10% dari jumlah bruto nilai persewaan tanah dan bangunan.
  • Melakukan penyetoran PPh Pasal 4 Ayat 2 dengan membuat kode billing terlebih dahulu. Setelah itu, melakukan penyetoran paling lambat 15 bulan berikutnya.
  • Jika ingin melakukan pelaporan secara online untuk PPh Pasal 4 Ayat 2, dapat menggunakan aplikasi E-Spt PPh melalui layanan elektronik DJP.
Sementara jika penyewa masuk dalam kategori Pemotong Pajak seperti badan pemerintah, bentuk usaha tetap, perwakilan perusahaan luar negeri atau orang pribadi yang ditetapkan oleh Dirjen Pajak, maka pembayaran PPh menggunakan mekanisme pemotongan dengan ketentuan:
Pihak penyewa yang akan memotong Pajak Penghasilan, yakni sebesar 10% dari uang sewa yang dibayarkan paling lambat tanggal 10 dari bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir.
Tonton video berikut ini untuk mengetahui cara mengetahui KPR!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap diDaftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini