Mengenal Lantai Parket, Plus Minus, dan Cara Merawatnya

Tim Editorial Rumah.com
RumahCom – Penggunaan parquet lantai sebagai instalasi interior bangunan belakangan ini kembali menjadi tren. Banyak pemilik rumah atau apartemen kini memilih parket lantai untuk menghias bagian dalam ruangan atau taman mereka.
Bukan tanpa alasan, selain pemasangan yang relatif mudah, motif kayu pada parket lantai dapat memberikan point of interest tersendiri ketika dipasang di dalam ruangan. Sebelum lebih jauh, yuk kita berkenalan dulu dengan parket lantai. Parket lantai adalah jenis lantai kayu yang dibuat dari potongan kayu solid yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk pola tertentu.
Ada dua bentuk parket lantai. Pertama, parket lantai tradisional yang berbentuk seperti potongan kayu persegi panjang dan dipasang satu persatu. Kedua, berbentuk persegi yang terbuat dari susunan potongan kayu sehingga membentuk motif tertentu.
Parket lantai sendiri dijual dengan harga yang beragam tergantung bahan utamanya. Umumnya, harga yang dipatok berkisar Rp150-450 ribu per meter persegi.
Nah, sekarang Anda telah mengenal apa itu parket lantai. Tertarik untuk mengaplikasikannya di rumah? Jangan buru-buru. Melalui artikel ini, kami akan memberikan berbagai informasi penting seputar parket lantai berikut ini:
  1. Jenis Parquet Lantai
    1. Parquet Solid
    2. Parquet Multiplex
    3. Parquet Reclaimed
    4. Parquet Laminate
  2. Keunggulan Parquet Lantai
    1. Mudah Dibersihkan
    2. Memberi Kesan Hangat dan Mewah
    3. Kokoh dan Tahan Lama
    4. Harga Terjangkau
    5. Bebas Alergi
  3. Kelemahan Parquet Lantai
    1. Butuh Pemeliharaan Rutin
    2. Risiko Lembap
    3. Mudah Tergores Benda Tajam
  4. Cara Tepat Merawat Parquet Lantai

Jenis Parquet Lantai

Pahami jenisnya dan sesuaikan dengan budget serta kebutuhan Anda. (Foto: Pexels - Ivan Samkov)
Pahami jenisnya dan sesuaikan dengan budget serta kebutuhan Anda. (Foto: Pexels – Ivan Samkov)
Meskipun sekilas nampak sama, parket lantai juga memiliki beberapa jenis dengan keunggulannya masing-masing. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini:

1. Parquet Solid

Jenis parket solid merupakan merupakan tipe yang menggunakan kayu asli. Biasanya kayu diambil dari jenis pohon jati, walnut, atau mahogani yang terkenal dengan keawetannya. Pemilihan parket lantai jenis ini sangat cocok bagi Anda yang ingin menghadirkan kesan natural pada bangunan.

2. Parquet Multiplex

Kebalikan dari parket solid, jenis parket lantai satu ini tidak sepenuhnya menggunakan kayu asli. Pada parket multiplex biasanya terdiri dari dua lapisan yakni serbuk kayu dan kayu asli.
Meskipun tidak terbuat dari 100% kayu asli, parket multiplex justru memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap cuaca dan suhu dibandingkan parket solid. Hal ini karena parket multiplex diberikan lapisan pelindung dari sinar UV dan kelembaban. Tidak hanya itu, harga yang ditawarkan parket multiplex juga lebih rendah sehingga cocok untuk Anda yang ingin menekan budget.

3. Parquet Reclaimed

Bagi Anda pecinta lingkungan, parket reclaimed bisa jadi pilihan tepat. Jenis parket yang satu ini dibuat dari daur ulang material kayu bekas. Karena itu, harga yang ditawarkan pun cenderung lebih murah dibanding jenis lainnya.
Parket reclaimed cocok dipakai untuk instalasi di kantor atau restoran karena memiliki warna, pola, dan corak tersendiri yang unik.

4. Parquet Laminate

Terakhir adalah jenis parket laminate yang merupakan pengembangan dari parket solid. Terbuat dari serbuk kayu yang dicampur dengan resin, parket ini terdiri dari 4 lapisan sehingga cukup tebal. Kelebihannya, parket laminate memiliki corak yang terlihat lebih mewah namun harganya terjangkau.

Tips Rumah.com

Agar parket lantai tidak mudah bergeser, saat pemasangan pastikan kunciannya terpasang dengan kuat.

Keunggulan Parquet Lantai

Parket lantai kayu tidak mudah untuk menyerap debu dan noda sehingga cocok dipasang di tempat bermain anak. (Foto: Pexels - Lukas)
Parket lantai kayu tidak mudah untuk menyerap debu dan noda sehingga cocok dipasang di tempat bermain anak. (Foto: Pexels – Lukas)
Setelah mengetahui jenis parket lantai, yuk kita simak kelebihannya sebelum Anda memasang parket di rumah:

1. Mudah Dibersihkan

Lantai keramik yang mudah kotor dan berkerak seiring waktu tentu membuat penampilannya kurang sedap dipandang. Nah, dengan memakai parket lantai Anda tidak perlu lagi pusing karena parket mudah dibersihkan. Parket lantai tidak mudah menyerap bau dan kotoran ketika ada sesuatu yang tumpah.

2. Memberi Kesan Hangat dan Mewah

Kelebihan parket lantai yang paling banyak disukai orang adalah mampu memberikan kesan mewah dan hangat pada ruangan. Warna pada parket lantai yang cenderung netral membuatnya indah dilihat dan mudah dipadu padankan dengan berbagai perabotan. Untuk memberi sentuhan elegan, kombinasikan parket lantai dengan cat tembok/wallpaper berwarna krem dengan sedikit aksen emas.

3. Kokoh dan Tahan Lama

Untuk penggunaan sehari-hari, parket lantai bisa terbilang memiliki daya tahan yang cukup baik karena terbuat dari kayu keras. Meskipun mungkin akan menunjukkan sedikit perubahan, parket lantai kayu bisa bertahan hingga 50 tahun. Hal ini tentu menguntungkan karena dapat menghemat biaya reparasi.

4. Harga Terjangkau

Sebanding dengan kelebihannya yang memberi kesan mewah pada ruangan, harga dari parket lantai juga cukup terjangkau. Saat ini Anda dapat dengan mudah membeli parket lantai di toko offline maupun online. Beberapa toko bahkan menggratiskan biaya pemasangan parket jika Anda membeli dalam jumlah cukup banyak.

5. Bebas Alergi

Anak-anak terutama bayi dan balita umumnya memiliki antibodi masih sangat rentan dan mudah terserang alergi. Karena itu, pemasangan parket lantai kayu di kamar mereka bisa jadi pilihan bunda. Karakteristik parket lantai yang tidak menyerap pemicu alergi seperti debu membuatnya sangat aman untuk anak.
Jika memiliki hewan peliharaan dengan bulu yang mudah rontok seperti kucing dan anjing, parket lantai juga sangat cocok karena gampang dibersihkan.
Parquet lantai dapat menjadi pilihan untuk mempercantik interior rumah. Bila Anda sedang mencari rumah yang bisa ditambah parquet lantai, cek lokasi rumah di Pamulang dibawah Rp450 jutaan di sini!

Kelemahan Parquet Lantai

Tekanan dari perabotan dalam jangka waktu lama dapat meninggalkan jejak atau goresan pada parket lantai.  (Foto: Pexels - Max Vakhtbovych)
Tekanan dari perabotan dalam jangka waktu lama dapat meninggalkan jejak atau goresan pada parket lantai. (Foto: Pexels – Max Vakhtbovych)
Di balik segudang keunggulannya, parket lantai juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan, antara lain:

1. Butuh Pemeliharaan Rutin

Karena memiliki bahan dasar kayu, parket lantai perlu mendapatkan pemeliharaan rutin agar kondisinya tetap terjaga. Dalam jangka waktu tertentu jangan lupa untuk mengamplas dan memoles kayu. Hal ini penting dilakukan terlebih bagi jenis parket kayu solid untuk memperpanjang usia pakainya.

2. Risiko Lembap

Jenis parket kayu solid sangat berisiko untuk menjadi lembap karena terbuat dari kayu asli. Jika tidak dijaga, kayu mungkin saja berjamur dan hal ini tentu berbahaya bagi keluarga. Untuk mengatasinya, segera bersihkan segala cairan yang tumpah ke lantai dan cobalah menjaga kelembapan suhu ruang.
Selain itu, untuk jenis parket laminate, sebaiknya hindari membersihkan lantai dengan alat pel uap. Panas yang tinggi pada alat dapat memecah lapisan pelindung parket sehingga tidak tahan air.

3. Mudah Tergores Benda Tajam

Tidak seperti keramik, parket lantai kayu yang tergores akan meninggalkan bekas yang cukup terlihat dan sulit dikembalikan seperti semula. Karena itu sebaiknya hindari menggunakan sepatu hak tinggi yang lancip pada lantai kayu. Selain itu hindari menggeser langsung perabotan karena dapat meninggalkan bekas goresan.
Tonton video yang informatif berikut ini untuk mengetahui cara mendekorasi rumah ala scandinavian yang instagramable!

Cara Merawat Parquet Lantai

Gunakan cairan khusus untuk memoles kembali parket lantai kayu agar tidak merusak bahannya (Foto: Pexel - Polina Tankilevitch)
Gunakan cairan khusus untuk memoles kembali parket lantai kayu agar tidak merusak bahannya (Foto: Pexel – Polina Tankilevitch)
Kini Anda telah mengetahui keunggulan dan kelemahan dari parket lantai. Agar usia pemakaian semakin panjang, ada beberapa hal yang perlu dipelajari dalam merawat parket lantai. Pertama, dalam membersihkan parket sebaiknya jangan menuang langsung cairan pembersih ke lantai. Hindari juga menggunakan cairan yang mengandung amonia dan pemutih karena dapat merusak lapisan parket kayu Anda. Sebaiknya gunakan pembersih dengan bahan-bahan alami.
Cara selanjutnya, buatlah jadwal rutin untuk menata ulang perabotan pada lantai dengan parket kayu. Tekanan dari benda secara terus menerus dapat menimbulkan cacat atau goresan di lantai. Untuk meminimalisirnya, Anda juga memberikan alas karpet pada perabot berujung tajam seperti meja.
Jangan lupa untuk rajin memotong kuku dari hewan peliharaan Anda agar tidak menggaruk parket lantai. Anda dapat menyediakan alat khusus bagi hewan peliharaan untuk mengasah kuku mereka.
Itulah pembahasan lengkap mengenai jenis-jenis parket lantai dan cara merawatnya. Semoga pembahasan di atas dapat membantu Anda dalam memilih parket lantai yang tepat untuk menghias rumah.
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Tanya Rumah.com

Jelajahi Tanya Rumah.com, ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini