Mengenal Garam Dapur, Manfaat dan Perbedaanya dengan Garam Laut

Tim Editorial Rumah.com
RumahCom – Garam sudah pasti menjadi bumbu dapur yang tak pernah absen di rumah. Kala belanja bulanan tiba, Anda tentu akan memastikan bahwa garam dapur sudah masuk ke dalam keranjang atau trolley. Begitu besar perannya terhadap sajian masakan untuk keluarga di rumah, garam juga punya segudang manfaat lain bagi kesehatan dan tubuh.
Di Indonesia, garam digunakan bukan hanya untuk konsumsi langsung rumah tangga sebagai salah satu kebutuhan pokok dan juga untuk kebutuhan diet. Melainkan juga banyak digunakan untuk industri yang meliputi industri kimia, industri aneka pangan, industri farmasi, industri perminyakan, dan juga untuk industri penyamakan kulit.
Merujuk penjelasan Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan, garam diklasifikasikan sebagai garam konsumsi dan garam industri di Indonesia. Klasifikasi garam sebagai garam konsumsi dan garam industri ini didasarkan pada kandungan zat kimia yang diperlukan oleh masing-masing pengguna. Garam konsumsi alias garam dapur, mensyaratkan kandungan NaCl minimal 94%, sementara garam untuk diet mensyaratkan kandungan NaCl maksimal 60%.
Penjelasan selengkapnya mengenai manfaat garam dapur dan perbedaannya dengan garam laut akan dibahas melalui topik ulasan sebagai berikut.
  1. Manfaat Konsumsi Garam Dapur untuk Masakan Rumahan
    1. Meningkatkan Cita Rasa
    2. Meningkatkan Warna Hidangan
    3. Membuat Makanan Tahan Lama
    4. Meningkatkan Tekstur Makanan
  2. Perbedaan Garam Dapur dengan Garam Laut
  3. Hati-Hati, Ini Bahayanya Terlalu Banyak Konsumsi Garam Dapur

1. Manfaat Konsumsi Garam Dapur untuk Masakan Rumahan

Manfaat garam dapur yang utama dan dan paling dikenal banyak orang tentu sebagai bahan penyedap makanan. Sumber: Health Line
Garam menjadi salah satu komoditas strategis nasional yang kedudukannya tidak kalah penting jika dibandingkan dengan kebutuhan pokok lainnya, mengingat peran dan fungsi yang dimilikinya. Selain berfungsi sebagai bahan pangan, garam juga berfungsi sebagai bahan baku bagi industri dalam negeri.
Sebagai bahan pangan yang mengandung unsur mineral yang dibutuhkan oleh manusia, Sodium dan Klor (NaCl), keberadaan garam tentu mutlak diperlukan di tiap rumah tangga masyarakat. Garam dapur sebagai jenis yang bisa dikonsumsi juga membawa banyak manfaat terutama untuk penyedap rasa masakan.

1. Meningkatkan Cita Rasa

Manfaat garam dapur yang utama dan dan paling dikenal banyak orang tentu sebagai bahan penyedap makanan. Kendati demikian, porsi pemberiannya tidak boleh berlebihan lantaran bisa menyebabkan gangguan pada kesehatan. Garam dapur juga harus disandingkan dengan berbagai bumbu lainnya demi meningkatkan cita rasa masakan.

2. Meningkatkan Warna Hidangan

Tak cuma sekadar menyedapkan, tahukah Anda bahwa garam dapur juga bisa menambah warna masakan? Bukan hanya meningkatkan, namun garam juga dapat mempertahankan warna dan mencegahnya berubah menjadi abu-abu. Oleh karenanya, garam banyak digunakan untuk meningkatkan karamelisasi pada kerak roti yang membantunya mendapatkan warna keemasan.

3. Membuat Makanan Tahan Lama

Laman Very Well Health menyebut, garam dapur berguna untuk membuat makanan lebih tahan lama secara alami. Pasalnya, garam mengeluarkan kandungan air dari makanan, sehingga membuatnya kekurangan kandungan air (dehidrasi). Apabila kandungan air dalam makanan berkurang, maka bakteri tidak akan berkembang pada makanan. Hal tersebut membuat makanan jadi tahan lama atau awet.
Selain itu, garam juga mampu membunuh mikroba. Hal tersebut karena efek osmolaritas atau tekanan air. Air bercampur antar sel di lingkungan, sehingga konsentrasi zat terlarut (seperti garam) sama di kedua sisi sel. Dalam larutan garam yang sangat tinggi, banyak mikroba akan pecah karena perbedaan tekanan antara bagian luar dan dalam organisme.

4. Meningkatkan Tekstur Makanan

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa garam berperan besar dalam menciptakan tekstur pada makanan. Saat membuat roti ragi misalnya, jumlah garam sangat mempengaruhi laju fermentasi ragi dan pembentukan gluten, yang keduanya secara signifikan akan mempengaruhi tekstur akhir roti. Demikian seperti dikutip dari The Spruce.
Garam juga memiliki efek yang sangat besar pada gelatinisasi protein, yang terjadi dalam produksi keju dan banyak jenis daging olahan seperti sosis, bologna, dan ham. Dalam produk daging olahan, garam membantu mempertahankan kelembapan, sehingga dibutuhkan lebih sedikit lemak jenuh.
Saat steak diasinkan pada waktu yang tepat, hal itu akan mendorong daging untuk mengeluarkan lebih banyak cairan, menghasilkan steak yang berair (dan beraroma). Kristal garam berukuran besar juga sering digunakan untuk menambahkan tekstur yang renyah, seperti pada pretzel yang lembut maupun garing.
Garam memang menjadi konsumsi penting dalam sebuah masakan rumahan. Sama seperti rumah yang menjadi kebutuhan penting dari kehidupan manusia. Sedang mencari rumah pertama? Pilihan rumah di Kota bekasi kisaran Rp400 jutaan bisa jadi pilihannya!

2. Perbedaan Garam Dapur dengan Garam Laut

Sekilas, mungkin Anda mengira bahwa garam dapur dan garam laut adalah jenis yang sama. Sumber: Health Line
Garam konsumsi merupakan kebutuhan penting bagi rumah tangga. Sudah dapat dipastikan bahwa setiap rumah tangga di Indonesia mengonsumsi garam untuk kebutuhan sehari-hari sebagai bahan pangan. Oleh karena itu, garam konsumsi rumah tangga yang mengandung yodium cukup berguna menjaga kecukupan gizi bagi masyarakat
Garam sendiri di pasaran tersedia dalam berbagai jenis. Sekilas, mungkin Anda mengira bahwa garam dapur dan garam laut adalah jenis yang sama. Namun faktanya, keduanya berbeda. Simak penjelasannya melalui table berikut.
Kandungan
Selain mengandung yodium, garam dapur juga mengandung natrium klorida murni sekitar 97% atau bahkan lebih tinggi. Tak hanya itu, garam dapur juga mengandung zat anti-caking yang berfungsi untuk mencegah penggumpalan garam.
Komposisi garam laut umumnya sama dengan kandungan ion yang terlarut dalam air laut. Garam laut kering mengandung kurang lebih 55.5 persen klor, 30.8 persen natrium, 7.7 persen sulfat, 3.7 persen magnesium, 1.2 persen kalsium, 1.1 persen kalium.
Tekstur
Garam dapur memiliki tekstur yang lebih halus daripada garam laut
Garam laut biasanya memiliki bentuk kristal yang tidak beraturan dan berukuran besar
Cara Pembuatannya
Garam dapur pembuatannya memerlukan proses yang panjang sehingga kebanyakan mineral yang terdapat di dalamnya biasanya sudah hilang. Substansi seperti zat aditif juga ditambahkan untuk mencegah garam menggumpal. Tetapi tidak hanya anti gumpal yang ditambahkan pada garam, kebanyakan garam yang dijual di pasaran sudah ditambahkan yodium.
Garam laut diproduksi melalui proses evaporasi air laut atau dari danau air asin. Mineral dan komponen yang terdapat dalam garam laut tergantung dari jenis air apa yang digunakan. Mineral inilah yang memberi warna dan rasa pada garam laut sekaligus menentukan tekstur dan tingkat kekasaran garam.
Rasa
Cita rasa garam dapur biasanya lebih gurih. Di lain sisi, meski banyak zat mineral yang hilang karena melalui proses yang panjang, tapi usia garam dapur jauh lebih tahan lama dan tidak mudah menggumpal daripada garam laut.
Garam laut memiliki rasa dan tekstur yang lebih baik dibandingkan garam tambang. Tekstur garam laut murni cenderung lebih kasar, sehingga laju kelarutan garam di dalam mulut akan bervariasi dan memberikan rasa yang berbeda. Kandungan mineral juga dapat mempengaruhi rasa.

Tips Rumah.com

Garam dapur berguna untuk membuat makanan lebih tahan lama secara alami. Pasalnya, garam mengeluarkan kandungan air dari makanan, sehingga membuatnya kekurangan kandungan air (dehidrasi).

3. Hati-Hati, Ini Bahayanya Terlalu Banyak Konsumsi Garam Dapur

Mengonsumsi terlalu banyak garam terutama garam dapur berpotensi menimbulkan penyakit kronis. Sumber: The Spruce
Data Kemenperin menunjukkan, pada 2015 kebutuhan garam mencapai 3,73 juta ton. Dari angka itu, garam konsumsi atau yang lazimnya dipakai untuk kebutuhan rumah tangga, memasak dan Iain-lain hanya 783,78 ribu ton.
Akan tetapi, perlu Anda ketahui bahwa mengonsumsi terlalu banyak garam terutama garam dapur berpotensi menimbulkan penyakit kronis. Paling umum yang banyak diketahui banyak orang adalah konsumsi garam berlebih bisa menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Pasalnya, asupan sodium yang dalam jumlah tinggi bisa mengakibatkan penahanan cairan (edema) sehingga meningkatkan tekanan darah.
Tak hanya itu, konsumsi garam dapur dalam jumlah tinggi juga akan membuat ginjal menyerap lebih banyak air (retensi), sehingga menyebabkan volume darah meningkat. Gejala yang akan timbul adalah edema yang ditandai dengan pembengkakan terutama di tangan, lengan, kaki, dan pergelangan kaki.
Simak cerita Rumah Raumanen: Single parent yang terpaksa jual rumah demi anak dalam video berikut ini!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Tanya Rumah.com

Jelajahi Tanya Rumah.com, ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini