Proses Akad Kredit Rumah Subsidi, Catat Ini Caranya!

Tim Editorial Rumah.com
Proses Akad Kredit Rumah Subsidi, Catat Ini Caranya!
RumahCom – Kehadiran program rumah subsidi sangat membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk mendapatkan tempat tinggal layak dengan harga terjangkau. Dengan berbagai skema pembiayaan, pemerintah memberi bantuan mulai dari uang muka sampai suku bunga rendah.
Sementara itu, untuk proses KPR baik rumah subsidi maupun komersil tidak ada perbedaan yang signifikan. Jika akan membeli hunian, Anda harus mengikuti serangkaian prosedur mulai dari pengajuan dokumen persyaratan, analisa bank, persetujuan kredit, sampai dengan akad kredit.
Akad kredit sendiri merupakan tahap akhir dari proses pembelian rumah dimana pembeli dan penjual menandatangani perjanjian KPR disaksikan pihak bank dan notaris/PPAT. Bagi Anda yang berencana membeli hunian bantuan pemerintah, simak artikel ini untuk mengetahui proses akad kredit rumah subsidi berikut ini:
  • Proses Akad Kredit Rumah Subsidi
  • Pihak-Pihak yang Berkepentingan dalam Proses Akad Kredit Rumah Subsidi
  • Persyaratan Dokumen yang Wajib Dipenuhi Saat Akad Kredit Rumah Subsidi
  • Tips Lancar Akad Kredit Rumah

Proses Akad Kredit Rumah Subsidi

Butuh waktu 1-3 bulan sejak pengajuan KPR sampai proses akad rumah subsidi.
Proses akad kredit rumah subsidi bisa dimulai ketika bank telah menyetujui KPR yang telah diajukan. Ketika permohonan KPR diterima, pihak bank akan memberi tahu calon debitur beberapa informasi seperti jumlah pembiayaan yang disetujui, besaran cicilan tiap bulan, sampai dengan tenor angsuran.
Selain pihak bank, notaris/PPAT yang telah ditunjuk biasanya akan menghubungi untuk menjelaskan pajak apa saja yang harus dibayarkan. Beberapa biaya yang harus dikeluarkan antara lain biaya provisi sebesar 0,5 persen dari pajak transaksi, Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Akta Jual Beli (AJB), sampai dengan pajak penghasilan (PPh) sebesar 1 persen.
Setelah melunasi pajak-pajak, pihak bank akan memberitahukan tanggal dan tempat akad kredit akan dilakukan. Proses akad kredit rumah subsidi wajib dihadiri oleh pihak pembeli, penjual, bank, dan notaris/PPAT. Jika semua pihak telah berkumpul, notaris akan memeriksa kembali seluruh identitas pribadi dan dokumen persyaratan yang telah diberikan sebelumnya.
Apabila tidak ada masalah, maka penjual dan pembeli akan menandatangani akta perjanjian yang semua hal di dalamnya bersifat legal dan wajib dipatuhi. Tidak hanya itu, pihak pembeli akan mendapatkan dokumen perjanjian kredit, AJB, Surat Kuasa Memberikan Hak Tanggungan (SKMHT), Surat Pengakuan Hutang dan Kuasa Menjual, dan Dokumen Asuransi. Sementara itu, sertifikat tanah asli akan disimpan sementara oleh bank sampai angsuran lunas.
Itulah proses akad kredit rumah subsidi yang wajib Anda tahu jika ingin membeli rumah subsidi. Namun jika Anda ingin membeli rumah komersil di kawasan Bandung. Anda bisa cek daftar huniannya di bawah Rp1 miliar di sini!

Pihak-Pihak yang Berkepentingan dalam Proses Akad Kredit Rumah Subsidi

Saat proses akad kredit rumah subsidi, debitur akan ditemani pihak bank dan notaris/PPAT.
Karena merupakan tahap akhir, proses akad kredit rumah subsidi tidak boleh diwakilkan dan wajib dihadiri oleh pihak terkait. Apabila debitur adalah pasangan suami istri, maka keduanya juga harus hadir karena notaris akan memverifikasi kembali identitas guna menghindari kecurangan. Adapun pihak-pihak yang wajib hadir pada proses akad kredit rumah subsidi antara lain:
  • Pembeli rumah/debitur
  • Penjual rumah/developer
  • Pemberi kredit atau Bank
  • Notaris/PPAT
Selain pihak di atas, Anda sebagai pembeli juga boleh mengajak keluarga sebagai saksi yang akan menyaksikan proses akad kredit rumah subsidi. Dokumentasikan proses akad kredit sebagai arsip pribadi dan jaga-jaga jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Terakhir, jika semuanya berjalan dengan lancar, dokumen kredit akan ditandatangani bank dan dana pun ditransfer pada penjual rumah atau developer.

Persyaratan Dokumen yang Wajib Dipenuhi Saat Akad Kredit Rumah Subsidi

Pastikan data pada tiap identitas diri sudah sama agar proses akad kredit bisa segera dilakukan.
Kini, Anda telah mengetahui proses akad kredit rumah subsidi dan siapa saja yang harus hadir. Agar proses akad kredit lancar dan dana segera dicairkan, jangan lupa lengkapi dokumen berikut ini:
  1. Identitas pribadi debitur (KTP dan KK)
  2. Buku nikah (jika telah menikah)
  3. NPWP
  4. BPJS Kesehatan`
Sementara itu, untuk penjual dokumen yang harus disiapkan antara lain:
  1. Identitas pribadi (KTP dan KK)
  2. Buku nikah (jika telah menikah)
  3. NPWP
  4. BPJS Kesehatan`
  5. Bukti pembayaran PBB
  6. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  7. Sertifikat tanah asli

Tips Rumah.com

Pilih lokasi rumah subsidi dengan akses jalan yang baik untuk memudahkan mobilitas penghuninya.

Tips Lancar Akad Kredit Rumah

Sebelum mengambil KPR, pastikan total cicilan tidak lebih dari 30 persen pendapatan per bulan (Foto: iStock – Nattakorn M)
Melalui pembahasan sebelumnya, Anda telah mengerti jika proses akad kredit rumah subsidi baru bisa dilakukan setelah proses peminjaman dana disetujui bank dan persyaratan dokumen sudah dipenuhi pihak penjual dan pembeli. Sekarang, mari kita simak tips bagaimana agar akad kredit berjalan lancar berikut ini:

1. Pastikan Kemampuan Bayar KPR

Demi menghindari pembatalan KPR saat akad kredit, sebaiknya pastikan kemampuan bayar sudah sesuai dengan kondisi ekonomi. Sebelum bank menyetujui pembiayaan pembelian rumah, pastikan debitur menyanggupi jumlah cicilan yang harus dibayar setiap bulannya.
Ingat, idealnya jumlah maksimal cicilan seseorang adalah 30 persen dari pendapatan bulanan. Selain itu perhatikan kondisi ekonomi dan bunga yang sedang berlaku. Jangan sampai Anda membatalkan proses pengajuan KPR setelah bank memberitahukan suku bunga dan cicilan yang disetujui. Jika berubah pikiran dan hendak membatalkan KPR sebelum akad kredit, biasanya debitur akan dikenakan denda.

2. Verifikasi Data

Kedua, agar proses akad kredit rumah subsidi berjalan lancar, pastikan data yang ada di setiap identitas Anda sudah sinkron. Misalnya, nama dan tempat lahir di KTP, KK, serta kartu keluarga harus sama. Jika ditemukan data yang tidak cocok, pihak notaris akan meminta penjual/pembeli untuk mengubahnya di kantor DISDUKCAPIL setempat. Jadi pastikan Anda sudah memverifikasi data agar proses akad kredit bisa segera dilaksanakan tanpa membuang waktu untuk mengurus perubahan data dokumen lagi.

3. Lengkapi Persyaratan Dokumen

Jika data pada setiap dokumen pribadi sudah dipastikan sinkron, selanjutnya Anda harus membawanya ke tempat akad kredit akan dilangsungkan. Satukan dalam satu map agar tidak tercecer sebab proses akad kredit bisa saja tertunda jika penjual atau pembeli lupa membawa dokumen yang dibutuhkan.

4. Datang Tepat Waktu

Terakhir agar proses akad kredit rumah subsidi berjalan lancar, datanglah tepat waktu sesuai dengan jadwal. Jika berhalangan hadir, sebaiknya hubungi pihak bank atau notaris beberapa hari sebelumnya agar akad kredit bisa dijadwalkan kembali. Proses ini tidak bisa diwakili orang lain dan persiapkan diri sebaik mungkin agar penandatanganan perjanjian kredit berlangsung lancar.
Tonton video berikut ini untuk mengetahui cara beli rumah second dengan KPR Syariah!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini