Rincian dan Biaya Renovasi Atap Rumah dan Cara Menghitungnya

Tim Editorial Rumah.com
Rincian dan Biaya Renovasi Atap Rumah dan Cara Menghitungnya
Rumah.com – Renovasi atap rumah perlu memperhitungkan banyak hal. Misal dari material bahan bangunan yang akan digunakan yang berhubungan erat dengan biayanya, hingga desainnya. Maka dari itu, renovasi atap rumah tidak bisa dilakukan begitu saja dan perlu membutuhkan perhitungan yang matang.
Tujuannya agar renovasi bisa berjalan sesuai dengan kebutuhan dan apa yang diperlukan demi kenyamanan para penghuni rumah. Apalagi biaya renovasi atap rumah juga umumnya tidak murah sehingga memerlukan perhitungan matang mengenai besaran biayanya. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai renovasi atap rumah, artikel ini akan membahas:
  • Biaya Renovasi Atap Rumah Berdasarkan Materialnya
  • Cara Menghitung Biaya Renovasi Atap Rumah
  • Tips Renovasi Atap Rumah

Biaya Renovasi Atap Rumah Berdasarkan Materialnya

Berikut rincian biaya renovasi atap rumah berdasarkan material yang digunakan. (Foto: Unsplash – Jack Price-Burns)
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, renovasi atap rumah tidaklah murah, untuk itu Anda harus menyiapkan bujet yang cukup besar untuk melakukan perawatan. Biaya yang dikeluarkan untuk merenovasi atap rumah pun meliputi rangka, bahan atap, cat pelapis anti bocor, dan jasa tukang bangunan.
Agar tidak salah langkah yang menyebabkan over budget karena pengeluaran tidak terduga, berikut rincian biaya renovasi atap rumah berdasarkan materialnya:

Biaya Rangka

Setiap rangka memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan itu tentu berpengaruh juga dengan harga yang harus dikeluarkan untuk membelinya. Baja ringan yang memiliki ketahanan terhadap berbagai cuaca api hingga gangguan rayap, memiliki harga yang relatif mahal untuk digunakan.
Biaya rangka baja ringan umumnya dijual per meter mulai dari Rp110.000 hingga Rp160.000. Dengan begitu, jika rumah berukuran 4 x 8 meter, maka akan membutuhkan biaya rangka atap mencapai Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000.
Dengan ukuran rumah yang sama, 4 x 8 meter, biaya yang harus dikeluarkan jika menggunakan rangka terbuat dari kayu sebenarnya juga relatif sama. Di mana berkisar antara Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000.
Biasanya untuk membuat kuda-kuda rangka dengan ukuran rumah tersebut, membutuhkan biaya sekitar Rp3.000.000, sementara Rp2.000.000 lainnya diperlukan untuk membeli reng dan juga kaso. Untuk beton bertulang perhitungan biaya yang dibutuhkan menjadi lebih rumit. Karena akan terbagi dari harga beton, biaya bekisting dan besi, serta ongkos tukang yang biasanya menjadi satu bagian.
Untuk harga beton, berkisar antara Rp80.000 hingga rp86.000 per meter persegi, ternyata biaya bekisting dan besi sekitar Rp418.000, dan tukang dalam hitungan hari seharga Rp250.000. Dengan begitu, biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu meter persegi rangka atap beton bertulang, berkisar dari Rp748.000 hingga Rp754.000.
Sementara rangka atap yang dibuat dari bambu biaya yang dikeluarkan akan relatif lebih murah. Besarannya akan tergantung dengan jumlah bambu yang digunakan. Namun umumnya akan tetap membutuhkan biaya dari Rp1.0000.000 hingga Rp.3000.000. Dengan perkiraan satu batang bambu adalah seharga Rp50.000.

Biaya Atap

Dalam renovasi atap rumah, biaya atap bisa menjadi salah satu yang paling besar untuk dikeluarkan. Itu jika genteng yang digunakan adalah genteng termurah yang terbuat dari tanah liat, harganya sekitar Rp2.500 per buah.
Jika satu rumah membutuhkan genteng tanah liat sebanyak 2.500 buah, maka biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 6.250.000. Sementara jika genteng yang digunakan adalah genteng beton yang harganya mencapai Rp7.000 per buah, biayanya bisa mencapai Rp 17.500.00.
Pilihan termurah tentu ada pada penggunaan atap asbes yang umumnya dijual dalam hitungan lembar yang cukup lebar. Dengan ukuran 180 x 105 cm dan dari ketebalan 4 mm, asbes hanya dijual seharga Rp. 53.000.

Biaya Cat Pelapis Anti Bocor

Untuk cat pelapis anti bocor yang dibutuhkan dalam renovasi atap rumah, umumnya membutuhkan sebanyak satu kaleng berukuran 4 kg. Harganya pun masih relatif terjangkau, yakni berkisar mulai dari Rp192.000 hingga Rp240.000 per kaleng 4 kg.

Biaya Tukang Bangunan

Untuk biaya pekerja, akan tergantung dengan material yang digunakan dalam merenovasi atap dan jumlah pekerja yang mengerjakan. Sebagai contoh jika menggunakan rangka kayu yang membutuhkan waktu satu minggu pengerjaan akan membutuhkan biaya pekerja borongan mencapai Rp1.500.000.
Sementara jika menggunakan rangka baja ringan yang relatif hanya butuh 4 hari pengerjaan, maka biayanya hanya mencapai Rp1.000.000.
Biaya renovasi atap rumah bisa ditekan atau akan lebih murah jika pengerjaanya hanya menggunakan satu tukang dan dibantu tenaga anggota keluarga lainnya. Lagi cari rumah yang cocok sebagai hunian keluarga kecil? Cek pilihan rumahnya di Limo, Depok, dengan harga di bawah Rp700 jutaan di sini!

Cara Menghitung Biaya Renovasi Atap Rumah

Ini cara menghitung biaya renovasi atap rumah. (Foto: Unsplash – Saj Shafique)
Setelah mengetahui biaya renovasi atap rumah berdasarkan materialnya, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menghitung biaya renovasi. Berikut cara menghitung biaya renovasi atap rumah:

Menggunakan Atap Rangka Baja Ringan

Harga untuk baja ringan per meter persegi adalah Rp110.000 sampai Rp160.000. Jika ukuran rumah 4×8 meter maka dibutuhkan biaya sekitar Rp5.120.000 untuk membeli baja ringan.
Selanjutnya biaya pasang untuk 4 hari yaitu sekitar Rp1.000.000 dan memang memasang atap baja ringan sedikit lebih cepat dibandingkan dengan kayu. Ditambah biaya atap dan pelapis anti bocor yang bisa mencapai Rp 6.490.000, jadi, total biaya renovasi atap jika menggunakan baja ringan adalah sekitar Rp12.610.000.

Menggunakan Atap Rangka Kayu

Dengan ukuran rumah yang sama, 4×8 meter, maka dengan menggunakan rangka atap kayu akan ada paling tidak ada 3 kuda-kuda pada bagian pinggir dan bagian tengah. Biaya kayu untuk kuda-kuda adalah sekitar Rp3.000.000, ditambah biaya reng dan kayu kaso sekitar Rp2.000.000, maka totalnya mencapai Rp5.000.000.
Selanjutnya adalah biaya untuk pasang sekitar 1 minggu sekitar Rp1.500.000. Ditambah biaya atap dan pelapis anti bocor yang bisa mencapai Rp 6.490.000, jadi total biaya renovasi menggunakan rangka atap kayu adalah sekitar Rp12.990.000.

Tips Rumah.com

Memilih atap rumah tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena setiap spesifikasi dari atap sangat menentukan sekali.

Tips Renovasi Atap Rumah

Beberapa tips dalam merenovasi atap rumah. (Foto: Unsplash – Verstappen Photography)
Seperti dijelaskan sebelumnya, dalam merenovasi atap rumah perlu mempertimbangkan material yang akan digunakan, untuk saling disesuaikan, termasuk dengan bagian bawah rumah lainnya. Baik sesuai secara kekuatan, maupun desain. Saat melakukan renovasi rumah juga diperhatikan beberapa poin lainnya, seperti berikut:

Tentukan Konsep Atas

Menentukan konsep atap rumah itu sendiri menjadi hal yang penting. Apakah atap berbentuk segitiga, limas, bulat maupun lainnya. Sebab konsep atap akan mempengaruhi biaya yang harus dikeluarkan, di mana semakin simple konsep atap yang dipilih, maka akan semakin murah dan cepat pula pengerjaannya.

Lakukan di Musim Kemarau

Tips lainnya dalam renovasi rumah adalah pilih waktu yang tepat, yakni sebaiknya lakukan renovasi ketika musim kemarau. Sebab jika dilakukan di musim hujan, potensi hujan turun tentu akan semakin besar. Dan itu tentu akan mengganggu proses pengerjaan, yang secara otomatis akan memperlambat selesainya renovasi atap rumah itu selesai.

Kualitas di Atas Harga

Ketika merenovasi atap rumah, perhitungan harga atau biaya tentu harus dilakukan dengan cermat. Namun hal itu jangan sampai mengesampingkan kualitas. Sebab bagaimanapun kualitas akan menjadi lebih penting, karena berkaitan dengan daya tahan atap rumah yang dibangun itu sendiri.
Untuk itu jangan ragu untuk membeli material atap atau rangka yangs edikit lebih mahal, jika kualitasnya benar-benar terjamin. Termasuk juga jangan ragu mempekerjakan pekerja yang lebih berpengalaman, meski mungkin biaya yang harus dikeluarkan akan lebih mahal.

Sisihkan Dana Cadangan

Meski sudah menyusun biaya atau budget sejaka awal hendak merenovasi atap rumah secara cemat, ada baiknya juga tetap menyediakan sejumlah dana cadangan yang bisa digunakan. Tujuannya, jika mungkin ada sesuatu yang tidak diinginkan, atau secara tiba-tiba biaya renovasi membengkak, pemilik rumah tidak repot mengambil biaya tambahan dari kantong pengeluaran mereka lainnya. Seperti mungkin mengambil dari biaya belanja bulanan atau bahkan biaya anak sekolah.
Tonton video berikut untuk memilih asuransi rumah yang tepat!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti danPanduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini