4 Rumah Adat Gorontalo dan Filosofinya

Baca artikel ini sampai habis untuk mengetahui apa saja rumah adat Gorontalo dan filosofi lengkapnya!
Rumah Adat Gorontalo dan Filosofinya
Rumah Adat Gorontalo memiliki keunikannya tersendiri. (Foto: Tambah Pinter)

RumahCom - Gorontalo adalah salah satu provinsi yang bisa dikatakan baru terbentuk di Indonesia. Pemerintah Indonesia akhirnya mengesahkan Gorontalo sebagai salah satu provinsi di Indonesia pada tahun 2000.

Gorontalo merupakan salah satu daerah yang kaya dengan kultur dan budaya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya rumah adat Gorontalo. Jika di total, ada 4 macam rumah adat yang dimiliki oleh provinsi ini. Tentu saja keempat rumah adat tersebut mempunyai makna dan filosofinya masing-masing. Supaya Anda bisa lebih paham tentang rumah adat Gorontalo, artikel kali ini akan membahas mengenai:

  1. Rumah Dulohupa
    1. Anak Tangga
    2. Tiang Penyangga
    3. Atap Rumah
    4. Ruangan Dalam
  2. Rumah Bantayo Poboide
    1. Kolong Panggung
    2. Lorong Utama
    3. Serambi
    4. Bantayo
  3. Rumah Adat Gobel
  4. Rumah Ma’lihe atau Potiwaluya
12 Referensi Denah Apartemen Bergaya Minimalis

Tips Rumah dan Apartemen

12 Referensi Denah Apartemen Bergaya Minimalis

1. Rumah Dulohupa

Rumah Dulohupa merupakan salah satu rumah adat Gorontalo yang sangat dikenal. (Foto: Kemdikbud Kebudayaan)

Rumah Dulohupa merupakan salah satu rumah adat Gorontalo yang sangat dikenal. (Foto: Kemdikbud Kebudayaan)

Rumah Adat Dulohupa adalah rumah adat yang paling terkenal di daerah Gorontalo. Mayoritas, rumah adat ini berada di Kecamatan Kota Selatan. Secara arsitektur, rumah adat ini mengusung konsep rumah panggung. Akan tetapi, makna filosofis dari rumah adat ini berbeda dengan rumah panggung yang berada di daerah Sumatra. Selain itu, ternyata setiap bagian dari rumah ini memiliki filosofinya sendiri-sendiri seperti berikut ini:

1. Anak Tangga

Bagian paling mendasar dari rumah Dulohupa adalah anak tangga yang masuk ke dalam rumah. Jumlah anak tangga pada rumah adat Gorontalo selalu berjumlah 5 atau 7 buah anak tangga. Jumlah 5 menggambarkan jumlah Rukun Islam yang ada 5 perkara. Sedangkan jumlah 7 anak tangga menggambarkan 7 perkara nafsu yang dimiliki oleh manusia. Masyarakat sekarang lebih mengenal nafsu tersebut dengan istilah 7 dosa.

2. Tiang Penyangga

Jumlah tiang penyangga atau pilar yang digunakan pada rumah adat Dulohupa selalu berjumlah sama. Total tiang penyangga yang digunakan pada rumah adat ini ada 32. Rumah adat ini memiliki dua penyangga utama yang dikenal dengan nama wolihi. Kedua tiang ini merupakan gerbang masuk ke dalam rumah adat ini. Di bagian depan, ada 6 tiang penyangga yang melambangkan sifat baik masyarakat Gorontalo. Keenam sifat tersebut adalah tenggang rasa, saling menghormati, pengabdian kepada pemimpin, bersikap wajar, patuh pada peraturan, dan taat terhadap putusan.

3. Atap Rumah

Berdasarkan bentuk, atap rumah adat Gorontalo ini memiliki bentuk dua tingkatan. Di bagian bawah atap berbahan jerami lebih lebar. Di bagian atas, atap terlihat lebih mengecil dan mengerucut. Bentuk ini adalah penggambaran kepercayaan masyarakat Gorontalo yang bahwa hubungan dengan Tuhan harus lebih mengerucut ke atas. Sedangkan hubungan terhadap sesama manusia harus lebih melebar ke samping.

4. Ruangan Dalam

Sama seperti rumah adat pada umumnya, jenis rumah adat ini tidak memiliki banyak ruangan. Hanya saja, ada satu ruang khusus yang biasanya digunakan oleh para raja atau pembesar untuk beristirahat. Selain itu, di sebelah pintu masuk menuju rumah adat ini, Anda bisa menemukan Tange lo bu’ulu. Ini adalah semacam hiasan dinding yang menjadi cerminan dari tingkat kesejahteraan penduduk di sekitar.

Itulah penjelasan mengenai rumah adat Gorontalo Dulohupa. Jika Anda tertarik ingin tinggal di Sulawesi, Rumah.com berikan daftar properti di Sulawesi Utara sebagai referensi hunian maupun investasi.

2. Rumah Bantayo Poboide

Rumah adat Bantayo Poboide digunakan untuk musyawarah masyarakat setempat. (Foto: Jelajah Langkah)

Rumah adat Bantayo Poboide digunakan untuk musyawarah masyarakat setempat. (Foto: Jelajah Langkah)

Rumah adat Gorontalo yang berikutnya adalah Bantayo Poboide. Rumah adat ini terdiri dari dua kata yang mempunyai maknanya sendiri-sendiri. Dalam Bahasa setempat, Bantayo bisa diartikan sebagai balai atau tempat pertemuan. Sedangkan Poboide dapat diartikan sebagai berbicara atau bertukar pikiran. Jadi, secara fungsi rumah adat ini adalah sebagai tempat bertemu atau tempat diadakannya suatu musyawarah.

Hingga saat ini, ada dua macam Rumah Bantayo Poboide yang masih digunakan. Yang pertama adalah Bantayo Poboide lo Lipu dan yang kedua adalah Bantayo Poboide la Liluna. Secara garis besar, lo Lipu setara kedudukannya dengan Kabupaten sedangkan la Liluna setara dengan Kecamatan.

Jika berbicara mengenai struktur bangunan, secara garis besar ada beberapa bagian bangunan yang mempunyai fungsi dan juga maknanya masing-masing. Berikut beberapa diantaranya:

1. Kolong Panggung

Sama seperti rumah adat Dulohupa,rumah adat Gorontalo juga memiliki bentuk panggung. Pada zaman dahulu, bagian bawah dari rumah adat ini digunakan sebagai area untuk membuat kain dengan cara di tenun. Sayangnya, kegiatan ini sudah mulai jarang ditemukan.

2. Lorong Utama

Dengan desain yang cukup sederhana, bangunan ini memiliki satu buah Lorong yang merupakan akses menuju ruang-ruang utama di dalamnya. Lorong ini biasanya memanjang dan berada di bagian tengah bangunan. Jadi, lorong ini merupakan akses masuk utama menuju ke semua ruangan atau Bantayo pada rumah adat ini.

3. Serambi

Sedikit berbeda dengan rumah adat lainnya, rumah adat Bantayo Poboide memiliki serambi di setiap sisinya. Secara keseluruhan, ada total 4 serambi yang bisa ditemukan dirumah adat Gorontalo ini. Satu serambi di bagian depan, dua serambi di bagian samping, dan satu serambi di bagian belakang. Fungsi utama dari serambi tersebut adalah untuk memberikan sirkulasi udara yang lebih baik ke dalam Bantayo.

4. Bantayo

Yang terakhir adalah Bantayo atau ruangan untuk melakukan musyawarah. Di rumah adat Dulohupa, hanya ada satu ruangan atau balai untuk berbagai macam kegiatan. Akan tetapi, di rumah adat Bantayo Poboide, ada beberapa ruang yang biasa digunakan. Biasanya, jumlah ruangan berjumlah genap. Ruang atau Bantayo tersebut bisa diakses melalui Lorong utama.

3. Rumah Adat Gobel

Rumah Adat Gobel merupakan rumah adat yang ditempati oleh Kerajaan Gobel di Gorontalo. (Foto: Pastiguna)

Rumah Adat Gobel merupakan rumah adat yang ditempati oleh Kerajaan Gobel di Gorontalo. (Foto: Pastiguna)

Rumah adat Gobel merupakan salah satu rumah adat di daerah Gorontalo yang tidak cukup terkenal. Alasan utamanya adalah karena di masa lalu rumah adat Gorontalo hanya dimiliki oleh Kerajaan Gobel. Itu sebabnya rumah adat ini diberi nama rumah adat Gobel.

Pada zaman dahulu, anggota Kerajaan Gobel menggunakan rumah adat ini sebagai tempat tinggal anggota kerajaan. Itu sebabnya jika melihat struktur dari rumah ini, rumah adat ini memiliki beberapa ruangan seperti rumah pada umumnya. Meskipun demikian, rumah adat ini masih mengusung konsep rumah panggung.

Karena rumah adat ini pernah dimiliki Kerajaan Gobel, jumlah rumah adat Gobel yang masih berfungsi dengan baik hingga saat ini sangat terbatas. Salah satunya yang masih berfungsi baik adalah rumah adat Gobel yang berlokasi di Kabupaten Bone Bolango.

Akan tetapi, karena perkembangan waktu, fungsi rumah adat ini sudah mulai bergeser. Di era modern, rumah adat ini sudah lebih sering digunakan sebagai aula atau balai pertemuan. Biasanya, rumah adat ini digunakan sebagai lokasi musyawarah oleh masyarakat setempat. Selain itu, pemerintah daerah juga biasa menggunakanrumah adat Gorontalo ini untuk menyelenggarakan kegiatan pemerintahan. Tujuannya, tentu saja untuk tetap melestarikan rumah adat yang jumlahnya semakin sedikit ini.

4. Rumah Ma’lihe atau Potiwaluya

Rumah adat Ma’lihe atau Potiwaluya memiliki aturan khusus yang berlaku di dalamnya. (Foto: Kompas)

Rumah adat Ma’lihe atau Potiwaluya memiliki aturan khusus yang berlaku di dalamnya. (Foto: Kompas)

Yang terakhir adalah rumah adat Ma’lihe atau yang biasa dikenal dengan nama Potiwaluya. Jika rumah adat Gobel merupakan tempat tinggal para raja, maka rumah adat Ma’lihe adalah tempat tinggal masyarakat biasa. Ya, secara keseluruhan, rumah adat ini adalah jenis rumah adat yang biasa digunakan oleh masyarakat umum di daerah Gorontalo.

Meskipun rumah adat ini bisa dengan mudah ditemukan di wilayah Gorontalo, ternyata pembuatan rumah ini bukanlah perkara yang mudah. hal ini karena rumah adat Gorontalo ini memiliki beberapa filosofi dalam pembuatannya. Beberapa diantaranya adalah:

  • Nama Ma’lihe berasal dari Bahasa Gorontalo yang berarti Mahligai, sesuatu yang berkenaan dengan rumah tangga. Itu sebabnya rumah adat ini sering dianggap sebagai penggambaran suatu keluarga.
  • Pada saat rumah adat dibuat untuk pertama kalinya, rumah adat ini hanya boleh memiliki tiga buah ruangan. Namun, di kemudian hari boleh dilakukan pengembangan dengan syarat rumah adat ini sudah ditempati oleh satu keluarga atau lebih.
  • Rumah adat ini memiliki bentuk persegi panjang, begitu juga dengan seluruh ruangan yang ada di dalamnya. Masyarakat Gorontalo percaya bahwa keempat sudut dalam ruangan merupakan penggambaran empat elemen dari alam, yaitu air, api, tanah, dan juga angin.
  • Rumah adat Gorontalo ini juga menempatkan kamar laki-laki dan perempuan secara terpisah. Untuk anak laki-laki yang masih hidup Bersama orang tuanya, maka kamarnya berada di bagian depan rumah. Sedangkan untuk anak perempuan, lokasi kamar biasanya berada di belakang rumah.
  • Dalam budaya masyarakat Gorontalo, setiap tamu yang berkunjung juga memiliki tempat untuk menyambutnya sendiri-sendiri. Jika ada tamu laki-laki, maka pemilik rumah tidak boleh mengizinkan tamu tersebut masuk. Biasanya tamu akan disambut di teras atau serambi depan. Sedangkan untuk tamu wanita, diharuskan untuk disambut di dalam rumah.
  • Di rumah adat Ma’lihe, dapur biasanya terpisah dari bangunan utama dan biasanya berlokasi di bagian belakang rumah. Ada satu jembatan kecil yang menghubungkan dapur dengan bangunan utama. Masyarakat Gorontalo percaya bahwa dapur adalah suatu ruangan yang bersifat privasi. Itu sebabnya lokasi dapur berada di bagian belakang rumah adat Gorontalo ini.

Itulah pembahasan lengkap mengenai rumah adat Gorontalo. Dengan mempelajari sejarah dan filosofinya, Anda sudah melestarikan budaya Indonesia. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda.

Jangan bingung! Cek video yang informatif berikut ini untuk mempelajari biaya apa saja yang perlu Anda siapkan jika membeli apartemen!

 

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

Dapatkan saran dari pakar properti terbaik untuk semua pertanyaan Anda!

Cek Tanya Properti dan nikmati akses eksklusif ke ribuan jawaban dari pakar kami dan komunitas agen properti. 💬⭐👍

Masukan