Mengenal Rumah Adat Jambi dan 7 Fakta Unik Kajang Lako

Piti Hanifiah
Rumah.com – Rumah adat menjadi salah satu hal yang mewakili kebudayaan suatu bangsa ataupun suku, tidak terkecuali dengan rumah adat Jambi. Provinsi dengan luas 204,5 meter persegi ini merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang juga memiliki kebudayaan dan sejarah panjang dalam peradaban kotanya. Dan salah satu saksi sejarah yang hari ini masih bisa dilihat dan dinikmati adalah rumah adat Jambi yang dikenal dengan sebutan Kajang Lako.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai rumah adat Jambi, artikel berikut ini akan menjelaskan mengenai:
  • Asal usul rumah adat Jambi
  • Bahan bangunan utama rumah adat Jambi
  • Filosofi rumah adat Jambi
  • 7 Fakta unik rumah adat Jambi

Asal Usul Rumah Adat Jambi

Alt Text - Asal Usul Rumah Adat Jambi
Rumah adat Jambi merupakan hasil sayembara yang dilakukan oleh Gubernur Jambi di tahun 70-an. (Foto: Nesabamedia)
Melihat sejarahnya, rumah adat Jambi yang bernama Kajang Leko merupakan buah sayembara yang dilakukan oleh Gubernur Jambi pada tahun 70-an.

Kala itu sang gubernur membuat sayembara bertajuk Sepucuk Jambi Sembilan Rumah yang bertujuan untuk mencari rumah adat di Provinsi Jambi. Keberadaan rumah adat di Jambi dinilai penting untuk menunjukkan identitas kota yang dikenal dengan kudapan Tempoyak.

Berbicara tentang Kajang Lako tentu tidak bisa menyingkirkan peran dari Suku Bathin yang merupakan suku mayoritas di Provinsi Jambi pada saat itu. Sebagaimana diketahui, marga Bathin hingga hari ini masih menjaga adat istiadat peninggalan leluhur dan nenek moyang. Tentu saja salah satu kebudayaan yang masih terus dijaga dan digunakan adalah Kajang Lako hingga hari ini.
Sejarah Rumah Adat Jambi memang menarik untuk disimak. Apabila Anda sedang mencari hunian di bawah Rp500 jutaan di Jambi, temukan di sini pilihannya!

Bahan Bangun Utama Rumah Adat Jambi

Alt Text - Bahan Bangun Utama Rumah Adat Jambi
Rumah adat Jambi memiliki ciri khas yang memperhatikan unsur kearifan lokal. (Foto: Research Gate – Sarah Moser)
Setiap rumah adat di Indonesia tentu memiliki ciri khas masing-masing dan memperhatikan unsur kearifan lokal. Hal serupa juga bisa dilihat dari Kajang Lako di mana desain atau gaya arsitektur rumah adat ini merupakan rumah panggung untuk mengantisipasi serangan hewan buas dan banjir yang sewaktu-waktu bisa datang dan membahayakan si pemilik rumah.

Meskipun dibangun pada era 70-an, soal bahan baku pembuatan Kajang Lako tentu tidak bisa disepelekan. Konsep Kajang Lako sendiri berbentuk persegi panjang dengan maksimal ukuran 12x9 meter. Untuk memperkuat bangunan, Kajang Lako ditopang oleh 30 tiang dari kayu solid—dengan 24 tiang utama dan sisanya merupakan tiang pelambang.

Karena berbentuk rumah panggung, akses menuju rumah tentu harus menggunakan dua tangga yang terletak di sisi kanan dan kiri rumah. Sisi kanan sendiri merupakan akses utama dan sisi tangga kiri merupakan tangga penteh atau ruangan yang biasanya digunakan untuk menyimpan barang.

Beranjak ke bagian atap, konstruksi bubungan atap ini tergolong sangat unik. Dikutip dari pelbagai sumber, atap Kajang Lako sendiri diberi nama gajah mabuk—sesuai dengan sang desainer yang kala itu sedang dimabuk asmara. Atap tersebut dibuat melengkung ke atas seperti perahu jerambat atau lipat kajang dengan bagian atas bernama kasau.

Kasau sendiri terbuat dari anyaman ijuk yang dibentuk sedemikian rupa dan berfungsi menahan air yang masuk ketika hujan datang. Pada bagian langit-langit atau tebar layer terdapat pemisah yang berfungsi menahan rembesan air hujan karena pada saat itu ruang di antara atap dan tebar layar digunakan masyarakat untuk menyimpan barang-barang.

Selayaknya rumah, tentu dinding merupakan komponen yang sangat penting. Dinding Kajang Lako terbuat dari kayu yang dihias oleh ukiran-ukiran khas Jambi. Sementara itu untuk urusan pintu ada tiga macam yang bisa digunakan yaitu pintu tegak, pintu misidinding, dan pintu balik melintang.

Filosofi Rumah Adat Jambi

Ada makna dan filosofi di balik setiap motif yang terdapat pada rumah adat Jambi (Cerdika).
Ada makna dan filosofi di balik setiap motif yang terdapat pada rumah adat Jambi (Foto: Cerdika).
Seperti judul pada saat sayembara di mana tujuan pembuatan rumah adat ini adalah untuk mencari jati diri dari Jambi itu sendiri. Pada akhirnya Kajang Lako merupakan sebuah bangunan yang benar-benar bisa menggambarkan ciri khas Jambi melalui ornamen dan desain yang ada di dalamnya.
Tentunya ornamen-ornamen ini memiliki makna filosofis di baliknya yang erat kaitannya dengan budaya masyarakat. Jika dilihat saksama, Kajang Lako memiliki ciri khas motif flora dan fauna. Motif flora yang digunakan antara lain motif bungo tanjung, tampuk manggis, dan bungo jeruk yang biasanya terdapat pada bagian dinding depan, belandar, atau atas pintu.
Adanya ornamen flora ini memiliki makna bahwa masyarakat Jambi sangat menghargai keberadaan hutan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu motif flora ini pun menggambarkan bahwa Jambi merupakan salah satu rumah tumbuh-tumbuhan terbaik yang ada di Indonesia. Untuk menarik perhatian, desain flora ini diwarnai dengan berbagai warna agar terlihat lebih menarik.

Sementara itu untuk unsur fauna, unsur hewan seperti ikan bisa dilihat di Kajang Lako. Maknanya adalah ikan merupakan sumber kehidupan masyarakat Jambi yang hampir seluruhnya berprofesi menjadi nelayan.

Tips Rumah.com

Ukiran atau ornamen khas yang mencerminkan filosofi penuh makna dapat diterapkan di hunian Anda sebagai salah satu detail dan bisa memberikan keunikan tersendiri.

7 Fakta Unik Rumah Adat Jambi

Fakta unik yang ada pada rumah adat Jambi (Taman Mini Indonesia Indah).
Fakta unik yang ada pada rumah adat Jambi (Foto: Taman Mini Indonesia Indah).
Setelah berbicara tentang makna di balik Kajang Lako kini saatnya membahas tentang keunikan rumah adat ini dari sisi jumlah ruangan yang ada di dalamnya dan kegunaannya. Kajang Lako sendiri memiliki delapan ruangan dan berikut fungsinya.

Pelamban

Pelamban merupakan bagian bangunan yang berada di sebelah kiri bangunan utama. Lantai Kajang Lako terbuat darii belahan bambu yang diawetkan dan dipasang berjarak sebagai jalur air agar tidak mengendap di lantai jika ada tumpahan air. Sela-sela yang dibuat akan menjaga bambu tetap kuat dan solid.

Ruang Gaho

Ruang ini terdapat di ujung sebelah kiri bangunan yang memiliki arah memanjang. Di dalamnya Gaho terdapat dapur, tempat air, hingga tempat penyimpanan.

Ruang Masinding

Ruang masinding merupakan serambi depan yang digunakan untuk menerima tamu yang datang. Biasanya tempat ini juga dijadikan sebagai ruangan musyawarah adat dan uniknya hanya tamu laki-laki yang bisa duduk di dalam Masinding.

Ruang Tengah

Berada di tengah-tengah bangunan, ruangan ini tidak memiliki sekat dinding. Pada saat pelaksanaan upacara adat, ruangan ini biasanya ditempati oleh perempuan.

Ruang Balik Menahan dan Ruang Balik Melintang

Ruang balik menahan merupakan serambi dalam yang terdiri dari beberapa ruang. Mulai dari ruang makan, ruang tidur orang tua, hingga ruang tidur anak-anak. Sementara ruang balik melintang adalah ruangan berukuran 2x9 meter ini berada di ujung sebelah kanan bangunan dan menghadap ke ruang tengah dan ruang masinding.
Lantai di ruangan ini dibuat lebih tinggi daripada ruangan lainnya karena area ini dianggap sebagai ruang utama di dalam rumah dan menjadi area yang paling penting sehingga tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalamnya.

Ruang Atas dan Ruang Bawah

Penteh merupakan ruang yang berada di atas bangunan. Ruang ini seperti plafon yang membatasi antara atap dan bagian bawah. Penteh biasanya digunakan untuk menyimpan barang. Bauman merupakan ruang bawah tidak berlantai dan tidak berdinding. Ruangan ini kerap digunakan untuk menyimpan barang-barang dan memasak ketika ada pesta atau acar adat.

Dibangun Satu Kompleks

Menurut berbagai sumber, rumah adat Kajang Lako dibangun dalam satu kompleks wilayah dan salah satunya adalah di Rantau Panjang. Kajang Lako dibuat sejajar memanjang dan saling berhadapan satu sama lain dengan jarak masing-masing sekitar dua meter.
Tidak hanya itu pada bagian belakang rumah, masyarakat juga membangun Bilik sebagai tempat khusus menyimpan padi ketika panen tiba. Itulah sejumlah hal yang perlu diketahui mengenai rumah adat Jambi Kajang Lako.
Tonton video yang informatif berikut ini untuk mempelajari tips beli rumah lelang bank yang bisa Anda ikuti dengan mudah!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Tanya Rumah.com

Jelajahi Tanya Rumah.com, ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini