Mengenal Filosofi Rumah Adat Kalimantan Selatan dan Keunikannya

Piti Hanifiah
Rumah.com – Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi yang terletak di pulau Kalimantan. Memiliki luas 38.744 km2, provinsi ini didiami oleh mayoritas suku Banjar. Sama seperti provinsi lainnya, Kalimantan Selatan juga memiliki rumah adat yang khas dan unik.
Rumah adat di Kalimantan Selatan bernama Rumah Bubungan Tinggi. Dalam catatan sejarah, rumah adat Kalimantan Selatan telah ada sejak masa Kerajaan Banjar yang diperintah oleh Panembahan Sulaiman di tahun 1800-an. Namun, versi lain mengatakan kalau rumah adat Kalimantan Selatan sudah ada sejak awal Kerajaan Banjar berdiri, sekitar pertengahan abad ke-16 SM.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai rumah adat Kalimantan selatan, artikel berikut akan menjelaskan mengenai:
  • Asal usul rumah adat Kalimantan Selatan
  • Bahan bangunan utama rumah adat Kalimantan Selatan
  • Filosofi rumah adat Kalimantan Selatan
  • Jenis rumah adat Kalimantan Selatan
  • Fakta unik rumah adat Kalimantan Selatan

Asal Usul Rumah Adat Kalimantan Selatan

Alt Text - Asal usul rumah adat Kalimantan Selatan
Rumah adat Kalimantan Selatan telah ada sejak lama. (Foto: Get Borneo)
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, rumah adat Kalimantan Selatan telah muncul sejak lama. Bukti tertulis dari arsip Belanda bahkan menunjukkan kalau rumah adat Bubungan Tinggi di Sungai Jingah, Banjarmasin adalah rumah adat tertua di Kalimantan Selatan.
Hal ini terlihat dari surat segel izim pembuatan rumah yang dikeluarkan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1871. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rumah adat Kalimantan Selatan telah ada sejak zaman dahulu sebelum Indonesia merdeka.
Selain Bubungan Tinggi, rumah adat Kalimantan Selatan juga memiliki nama lain. Seperti rumah Baanjung, Gajah Baliku, Gajah Manyusu, Palimasan, Palimbangan, Balai Bini, Balai Laki, dan Anjung Sarung. Namun, rumah Bubungan Tinggi lah yang memiliki arsitektur yang lebih kompleks dan khas dan disebut sebagai rumah adat Kalimantan Selatan.
Asal usul rumah adat Kalimantan Selatan memang menarik untuk dibahas. Apabila Anda tertarik untuk mencari hunian khas rumah adat Kalimantan Selatan, berikut pilihan huniannya di bawah Rp 500 jutaan!

Filosofi Rumah Adat Kalimantan Selatan

Rumah adat Kalimantan Selatan memiliki filosofi khusus. (Foto: Get Borneo)
Rumah adat Kalimantan Selatan memiliki filosofi khusus. (Foto: Get Borneo)
Dilansir dari berbagai sumber, rumah adat Kalimantan Selatan bernama Bubungan Tinggi ini memiliki sejumlah filosofi yang unik dan sarat makna. Rumah ini melambangkan perpaduan dunia atas dan dunia bawah. Itu tampak pada ukiran burung enggang yang disamarkan pada bagian ujung garis lintang atap rumah yang melambangkan alam atas.
Sementara ukiran naga yang juga disamarkan melambangkan alam bawah. Ukiran naga terdapat di bagian ujung penampih atau papan yang mengelilingi bagian bawah rumah. Ukiran sengaja disamarkan karena berdasarkan ajaran agama Islam yang dianut oleh penduduk, tidak boleh mengukir makhluk bernyawa secara jelas.
Wujud rumah pun secara keseluruhan melambangkan pohon kehidupan, di mana pohon sendiri memiliki makna keseimbangan dan keharmonisan antara sesama manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan.
Rumah juga sengaja menghadap ke arah sungai, sebagai bagian dari kebudayaan sungai suku Banjar yang mendiami Kalimantan Selatan. Sebab ada banyak fungsi sungai bagi suku Banjar, mulai dari sebagai jalur transportasi hingga kebutuhan air minum.

Bahan Bangunan Utama Rumah Adat Kalimatan Selatan

Bahan bangunan utama untuk rumah adat Kalimantan Selatan didominasi oleh kayu. (Foto: Get Borneo)
Bahan bangunan utama untuk rumah adat Kalimantan Selatan didominasi oleh kayu. (Foto: Get Borneo)
Struktur rumah adat Kalimantan Selatan didominasi oleh material kayu, mulai dari pondasi hingga ke atapnya. Dengan berlimpahnya ketersediaan kayu di Kalimantan, tentu tidak menjadi masalah bagi penduduk pada saat itu untuk membangun rumah adat. Jenis kayunya sendiri yang digunakan adalah kayu Ulin, Belangiran, Damar, dan Rumbia.
Rumah adat Kalimantan Selatan sendiri terbagi atas beberapa bagian. Yakni, bagian induk utama yang terletak pada bagian bangunan memanjang lurus ke depan, anjung yang berada di posisi kiri dan sebelah kanan, atap sidang langit untuk bagian atap sengkuap dengan bentuk memanjang ke depan, dan habin awan yaitu atap yang memanjang ke belakang.
Untuk bagian ruangannya sendiri, rumah adat Kalimantan Selatan terdiri dari Pelatar, Pacitra, Penampik Kacil, Bagian Penampik Tengah, Palindang, Ambin Sayup, Penampik Dalam, dan Padapuran.
Pelatar atau pendopo atau teras merupakan ruangan depan setelah melewati anak tangga. Apabila dilengkapi pagar, pelatar disebut dengan nama Pamedangan.
Pacitra merupakan ruangan transisi yang terbagi dua ruangan, yaitu pacitra dalam dan luar. Ruangan ini berfungsi untuk menyimpan alat-alat pertanian dan alat tangkap ikan dan pertukangan. Bedanya pacitra luar dan dalam hanya posisi letaknya saja yang ada di luar dan di dalam.
Penampik Kacil merupakan area ruang tamu atau ruangan yagn berada setelah masuk melalui pintu depan. Permukaan lantai di sini lebih tinggi dibandingkan pelatar di luar. Luas ruangannya umumnya 7mx3m.
Penampik Tengah adalah ruang tengah yang memiliki luas lebih besar dari penampik kacil. Lantai ruangan ini juga lebih tinggi dari ruangan sebelumnya.
Penampik Besar atau Ambin Sayup adalah ruangan yang menghadap ke dinding tengah. Lebih lagi, permukaan lantai di Penampik Besar lebih tinggi dari ruangan sebelumnya.
Palindangan atau Ambin Dalam adalah ruangan yang terletak di bagian dalam rumah. Ruangan ini memiliki lantai yang sama tingginya dengan Penambik Besar. Luas ruangannya berkisar 7mx7m. Terdapat 8 tiang besar di dalam Palindangan untuk menyangga atau menyokong rumah adat.
Penampik Dalam adalah ruangan dengan kukuran yang cukup luas dengan permukaan lantai yang lebih rendah daripada lantai palindangan. Ruangan ini mempunyai ukuran 7mx5m.
Ruangan terakhir adalah Padapuran atu Padu. Ruangan ini berada di bagian belakang bangunan dengan permukaan lantai lebih rendah dari Penampik Bawah. Padapuran dibagi menjadi ruang tempat memasak, mengeringkan kayu, dan mencuci piring. Ruangan ini mempunyai luas 7mx3m.

5 Jenis Rumah Adat Kalimantan Selatan

Selain Bubungan Tinggi, ada beberapa jenis rumah adat Kalimantan Selatan lainnya. (Foto: Get Borneo)
Selain Bubungan Tinggi, ada beberapa jenis rumah adat Kalimantan Selatan lainnya. (Foto: Get Borneo)
Rumah adat Kalimantan Selatan juga memiliki beberapa rumah adat lainnya, selain Bubungan Tinggi. Masing-masing rumah adat memiliki ciri khasnya sendiri yang membuatnya berbeda dari rumah adat lainnya.

Rumah Bubungan Tinggi

Rumah Bubungan Tinggi adalah rumah adat yang paling sering disebut mewakili Kalimantan Selatan. Rumah ini menggunakan konsep rumah panggung dengan bahan dasar kayu, secara khusus kayu ulin.
Penggunaan kayu tersebut membuat rumah tahan hingga ratusan tahun. Pada bagian atap, terdapat ragam motif hias di bagian puncak yang menyiratkan berbagai makna. Sekarang ini, rumah Bubungan Tinggi menjadi ciri khas bangunan rumah yang ada di Banjar.

Rumah Gajah Manyusu

Rumah Gajah Manyusu merupakan rumah adat Kalimantan Selatan yang mempunyai ciri berbentuk limas dengan adanya hidung bapicik di bagian depan. Atap hidung bapicik ini merupakan atap perisai buntung yang menutupi bagian surambi pamedangan hingga ke ruang di belakang.
Ciri khas lainnya adalah ada bagian anjung yang memiliki atap dari pisang sasikat dan bagian surambi beratapkan Sindang Langit. Seiring dalam perkembangannya, rumah Gajah Manyusumemiliki beberapa ruangan tambahan pada samping kiri dan kanan bangunan. Penambahan bangunan inilah yang membuatnya disebut dengan nama rumah Gajah Manyusu.

Rumah Baanjung Gajah Baliku

Rumah Baanjung Gajah Baliku adalah jenis rumah Baanjung yang merupakan rumah tradisional suku Banjar. Dulu, rumah adat ini merupakan tempat tinggal para keturunan garis utama Sultan. Hampir mirip dengan rumah Bubungan Tinggi, tetapi masih memiliki perbedaan.
Perbedaannya ada pada bagian ruang tamu atau ruang paluaran. Di bagian atap, rumah Gajah Baliku menggunakan atap perisau yang disebut atap gajah. Konstruksi yang digunakan merupakan konstruksi kuda-kuda dengan bagian lantai ruang yang datar.

Tips Rumah.com

Balok tembok juga harus tepat agar mendapat kuda-kuda yang kuat, aman, dan sesuai keinginan.

Rumah Palimbangan

Rumah Palimbangan muncul ketika zaman kesultanan Banjar. Rumah ini difungsikan sebagai tempat tinggal bagi tokoh agama dan ulama lainnya. Bagian atap rumah ini menggunakan atap pelana yang memiliki tebar layar yang disebut Tawing Layar.
Rumah Palimbangan tidak memiliki Anjung. Namun, pada bagian terasnya ditutup dengan menggunakan atap sengkuap yang dinamakan Sindang Lindang. Dari sana, akan terbentuk atap jurai di bagian ujung setiap sudut atap.

Rumah Tadah Alas

Rumah Tadah Alas merupakan salah satu rumah adat Kalimantan Selatan lainnya. Rumah ini merupakan hasil pengembangan rumah Balai Bini. Hal ini terlihat dari adanya penambahan pada satu lapis atap perisai yang digunakan sebagai kanopi di bagian depan rumah. Kanopi inilah yang menjadikannya disebut sebagai rumah Tadah Alas.
Untuk bagian atapnya, ada atap perisai yang disebut Atap Gajah. Bagian atap depan ditambahkan atap perisai lagi sehingga bisa menutupi bagian ruang Surambi Pamedangan. Konsep ini juga yang membuatnya dinamakan Tadah Alas, karena dari bentuknya itu.

Fakta Unik Rumah Adat Kalimantan Selatan

Rumah adat Kalimantan Selatan memiliki sejumlah fakta unik di samping filosofi dan kegunaannya. Berikut fakta unik rumah adat Kalimantan Selatan.

Digunakan Sebagai Istana Sultan

Rumah Bubungan Tinggi dahulu berfungsi sebagai bangunan Dalam Sultan yang diberi nama Dalam Sirap atau rumah yang paling tinggi kastanya. Artinya, Sultan sebagai penguasa Banjar tinggal di sana. Kualitas dan kemegahan seninya mencerminkan status sosial maupun status ekonomi pemiliknya.

Memiliki Banyak Motif Floral

Selain memiliki beberapa motif binatang yang disamarkan, seperti motif burung dan naga, rumah Bubungan Tinggi juga mempunyai bentuk-bentuk ornamen berupa ukiran bermotif floral. Ukiran tersebut terdapat pada tiang, tataban, papilis, dan tangga. Bentuk dan seni ukir ini banyak mendapat pengaruh dari Agama Islam yang melarang menggambar hewan hidup di bangunan rumah.

Memiliki Jumlah Anak Tangga Ganjil

Berbentuk rumah panggung, rumah adat Kalimantan Selatan memiliki tangga yang terletak di bagian depan dan belakang rumah. Uniknya, jumlah anak tangga tersebut ganjil. Pengaruh ajaran Islam diyakini menjadi alasan jumlah anak tangga di rumah adat Kalimantan Selatan ganjil.
Itulah informasi seputar rumah adat Kalimantan Selatan. Keberadaan rumah adat perlu dijaga karena merupakan bentuk keberagaman kekayaan budaya Indonesia.
Tonton video yang informatif berikut ini untuk mempelajari tips membangun rumah tumbuh yang bisa Anda ikuti dengan mudah!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Tanya Rumah.com

Jelajahi Tanya Rumah.com, ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini