Rumah Adat Papua Kariwari, Terlihat Simpel nan Unik

Piti Hanifiah
Rumah.com – Provinsi di timur Indonesia, Papua menyimpan beragam kecantikan yang menyihir dunia. Salah satunya adalah rumah adat mereka yang bernama rumah Kariwari rumah adat Papua ini berbeda dengan rumah adat dari provinsi lain, malah mungkin menjadi salah satu yang terunik.
Rumah adat Papua juga memiliki sejumlah cerita yang kaya hingga membuatnya menjadi memiliki bentuk seperti itu. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang rumah adat Papua, artikel ini akan menjelaskan mengenai:
  • Asal Usul Rumah Adat Papua
  • Filosofi Rumah Adat Papua
  • Bahan Bangunan Utama Rumah Adat Papua
  • Ciri Khas dan Karakteristik Rumah Adat Papua
  • Jenis-Jenis Rumah Adat Papua

Asal Usul Rumah Adat Papua

Rumah adat Papua bernama Kariwari. (Foto: Indonesia Kaya)
Museum Asmat yang terinspirasi dengan Rumah adat Papua bernama Kariwari. (Foto: Indonesia Kaya – AhmadIbo)
Dari Timur Indonesia tepatnya di Lembah Baliem, masyarakat suku Dani masih mempertahankan kearifan lokalnya melalui sebuah hunian yang disebut sebagai rumah Kariwari. Berada di ketinggian 1.600-1.700 mdpl, suku Dani hidup di dalam rumah Kariwari yang beratapkan jerami demi menahan hawa dingin pegunungan Baliem.

Jika dilihat, rumah Kariwari merupakan salah satu rumah adat Indonesia yang paling unik. Bagaimana tidak, meskipun hidup berkeluarga rumah Kariwari antara laki-laki dan perempuan nyatanya dipisah. Suami bersama para anak laki-laki harus tinggal di Kariwari laki-laki dan sebaliknya Ibu dan anak-anak perempuan akan tidur bersama di Kariwari perempuan atau E’bei.

Bentuk rumah Kariwari sendiri cukup sederhana di mana ukurannya yang tidak terlampau luas dan sekilas desain dan arsitekturnya menyerupai jamur. Akan tetapi di balik kesederhanaan ini nyatanya terdapat makna dan filosofi mendalam di balik pembangunan dan desain rumah Kariwari.
Rumah adat Papua memang tampak sederhana, namun memiliki pondasi yang kokoh. Jika Anda sedang mencari hunian dengan pondasi yang kuat dengan harga miring. Cek pilihan hunian di Kota Makassar di bawah Rp 500 jutaan!

Filosofi Rumah Adat Papua

Salah satu alasan rumah Kariwari tidak besar adalah untuk menjaga kesatuan dan persatuan. Kariwari memiliki nilai menjaga kesatuan dan persatuan sesama suku, serta mempertahankan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur dan harus diteruskan hingga generasi-generasi di depan.
Salah satu bentuk persatuan yang bisa dilihat ialah rumah Kariwari hanya boleh dibangun oleh laki-laki saja dengan gotong royong. Uniknya pembangunan rumah Kariwari tidak boleh sembarangan. Sebelum membangun harus ada ritual penentuan tanggal pembangunan agar tidak ada hambatan dari cuaca atau bencana alam.
Pun, ada aturan yang harus dipatuhi dalam pembangunan Kariwari seperti penempatan pintu rumah yang posisinya harus bertemu dengan arah matahari terbit atau tenggelam. Tujuannya, agar ketika terjadi bencana alam maupun situasi yang mengancam, sang pemilik rumah bisa lebih bersiaga dan meminimalisir jatuhnya korban di dalam rumah Kariwari.

Tips Rumah.com

Rumah yang mempunyai pintu utama dan belakang secara segaris akan menggambarkan energi yang masuk ke dalam rumah akan langsung keluar kembali dan tidak akan memutar di dalamnya.
Di dalam Kariwari, anak laki-laki dilatih agar menjadi orang yang kuat saat dewasa nanti sehingga ia kelak dapat melindungi sukunya. Sedangkan di Ebe’ai, para perempuan dewasa akan bersama-sama melakukan proses pendidikan bagi anak perempuan yang beranjak dewasa. Remaja perempuan juga diajarkan hal-hal yang akan dihadapi ketika ia menikah.

Tidak hanya itu, rumah Kariwari juga merupakan simbol dari kepribadian dan harga diri penduduk suku Dani yang dijaga oleh setiap keturunan baik hari ini, esok, atau nanti.

Bahan Bangunan Utama Rumah Adat Papua

Alt Text - Bahan Bangunan Utama Rumah Adat Papua
Rumah adat Papua menggunakan bahan bangunan utama yang masih tradisional. (Foto: Dosen Pendidikan)
Seiring berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi pembangunan, nyatanya rumah Kariwari dan masyarakat suku Dani masih mempertahankan material tradisional. Bisa dibilang 100% material pembuatan rumah Kariwari berasal dari bahan alami yang dapat diperbaharui. Misalnya untuk pondasi rumah Kariwari menggunakan kayu solid, dinding dari anyaman kayu yang dipasang vertikal dan atap dari jerami.

Dari penjelasan di atas dipastikan bahwa bahan bangunan rumah Kariwari bisa diambil dari hutan-hutan di sekitar Lembah Baliem. Pun material ini sangat ramah lingkungan. Alhasil sebelum adanya ilmu arsitektur hijau saat ini, suku Dani sudah lebih dahulu menggunakannya melalui mahakarya Kariwari.

Dilihat dari desainnya, bentuk rumah dengan atap menutup hingga ke bawah juga bertujuan untuk melindungi seluruh permukaan dinding agar tidak terkena air hujan, sekaligus meredam hawa dingin agar tidak masuk ke dalam rumah. Alasan ketiadaan jendela di rumah Kariwari juga karena suhu di area setempat bisa mencapai 10 – 15 derajat Celcius pada waktu malam.

Ciri Khas dan Keunikan Rumah Adat Papua

Meskipun berukuran kecil, rumah Kariwari terbagi menjadi dua lantai dengan fungsi yang berbeda. Lantai pertama sebagai tempat tidur dan lantai kedua untuk tempat bersantai, makan, dan aktivitas keluarga lainnya.
Bahkan pada malam hari tepat di bagian tengah pada lantai terdapat galian tanah yang berfungsi sebagai tungku perapian yang berguna untuk menghangatkan penghuni rumah. Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, banyak fungsi lain dari rumah Kariwari.

Sebagai tempat menyimpan peralatan perang atau berburu, tempat melatih anak laki-laki agar menjadi orang yang kuat saat dewasa nanti sehingga dapat melindungi sukunya, tempat untuk menyusun strategi perang, juga tempat menyimpan segala simbol dan peralatan warisan leluhur.

Sementara itu rumah E’bei merupakan tempat tinggal kaum perempuan dan juga digunakan untuk kendang binatang atau Wamai.

Kariwari sendiri memiliki satu pintu masuk berukuran kecil, sehingga untuk memasukinya pemilik rumah harus sedikit membungkukkan badan. Kariwari juga tidak memiliki jendela yang tujuannya untuk menghalau dingin dan serangan binatang buas. Meskipun rumah Kariwari terlihat mungil, ternyata kapasitasnya mampu menampung 5 – 10 orang.

Rumah Adat Papua Lainnya

Rumah adat Papua lainnya selain rumah adat Kariwari. (Foto: Wikipedia)
Rumah adat Papua lainnya selain rumah adat Kariwari. (Foto: Wikipedia – Junulius Thonak)
Rumah Kariwari bukanlah satu-satunya rumah adat yang ada di Papua. Di Kabupaten Manokwari, Papua, tepatnya di Pegunungan Arfak, suku Arfak tinggal di sebuah rumah adat yang sampai hari masih ada dan bisa disaksikan yaitu rumah adat Kaki Seribu milik suku Arfak. Rumah adat khas suku Arfak dikenal bernama Mod Aki Aksa atau Igkojei.

Secara desain, rumah Kaki Seribu ini berbentuk panggung dengan banyak tiang pondasi dari kayu sebagai tumpuan utama. Banyaknya pondasi penyangga ini yang pada akhirnya menjadi cikal bakal sebutan rumah Kaki Seribu.

Untuk urusan material, seluruh tiang, rangka, lantai dibuat dari kayu bulat kecil. Meski tidak menggunakan kayu besar, rumah Kaki Seribu ini sangat kuat karena menggunakan banyak kayu gelondongan tua yang diikat. Kayu-kayu itu diikat menggunakan tali serat kayu dan rotan.

Tiang penyangga ini berdiri di bawah bagian lantai rumah yang dibuat dari kayu gelondongan yang dijalin rapi dan dibuat berlapis. Sementara itu dindingnya pun dari kulit kayu. Kemudian, atap rumah itu terbuat dari rumput ilalang atau dari daun pandanus yang bisa diambil dari sekitar pegunungan.

Terkait alasan rumah adat ini berbentuk panggung karena merupakan warisan budaya dari leluhur. Para leluhur membangun rumah panggung untuk alasan keamanan. Sementara alasan menggunakan material ramah lingkungan karena ingin menyatu dengan alam.
Uniknya, rumah Kaki Seribu tidak memiliki jendela, dan hanya memiliki dua pintu, yaitu
pintu depan dan pintu belakang. Selain bisa melindungi penghuni rumah dari binatang liar dan lebih hangat, rumah panggung yang tertutup tanpa jendela dipercaya aman dari gangguan roh-roh jahat.
Rumah juga tidak memiliki kamar-kamar, tapi dibagi menjadi dua bagian. Bagian kiri adalah bagian rumah untuk perempuan (ngimsi) dan bagian kanan adalah bagian rumah untuk laki-laki (ngimdi).
Tonton video yang informatif berikut ini untuk mempelajari hal-hal penting dalam surat perjanjian sewa tanah!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Tanya Rumah.com

Jelajahi Tanya Rumah.com, ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini