Mengenal Rumah Adat Sulawesi Tenggara dan Asal Usulnya

Piti Hanifiah
Rumah.com – Kebudayaan suatu daerah tidak terlepas dari rumah adatnya, termasuk Sulawesi Tenggara. Walaupun beberapa orang menganggap kalau rumah adat merupakan sesuatu yang kuno dan ketinggalan zaman. Padahal sebenarnya, keberadaan rumah adat adalah salah satu ciri khas suatu daerah.
Sulawesi Tenggara juga memiliki rumah adat yang bernama rumah adat Banua Tada. Rumah adat ini sebelumnya dikenal sebagai rumah adat milik suku Buton atau suku Walio. Untuk mengenal rumah adat Sulawesi Tenggara lebih jauh, artikel ini akan membahas:
  • Asal usul rumah adat Sulawesi Tenggara
  • Karakteristik rumah adat Sulawesi Tenggara
  • Bahan bangun utama rumah adat Sulawesi Tenggara
  • Filosofi rumah adat Sulawesi Tenggara
  • Jenis rumah adat Sulawesi Tenggara
  • Jenis ruangan rumah adat Sulawesi Tenggara

Asal Usul Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Alt Text - Asal Usul Rumah Adat Sulawesi Tenggara (1)
Rumah adat Sulawesi Tenggara merupakan rumah adat yang diambil dari suku Buton. (Foto: Anjungan TMII)
Rumah adat Sulawesi Tenggara yang bernama rumah adat Banua Tada sebenarnya adalah rumah adat yang dikenal dalam budaya suku Buton. Rumah adat Banua Tada adalah peninggalan kesultanan Buton dana dapat ditemukan dengan mudah hingga saat ini.
Rumah adat Banua Tada selain menjadi budaya dan peninggalan bersejarah juga merupakan bukti eksistensi Islam di Buton. Sebab, tidak sedikit ornamen yang menjadi ciri khas di rumah adat ini berukirkan tulisan dalam Bahasa Arab.
Rumah adat Sulawesi Tenggara ini terdiri dari dua kata, Banua dan Tada. Benua mempunyai arti sebagai rumah, sementara Tada artinya adalah siku. Ketika digabungkan, rumah ini memiliki arti sebagai rumah siku.
Menurut sejarah, rumah adat Banua Tada ini pertama kali dibangun pada masa Raja Buton pertama, yaitu Wa Kaa Kaa. Pembuatan rumah adat ini merupakan wujud warga adat untuk menghormati raja mereka. Pada waktu itu, rumah yang dibangun cenderung sangat sederhana tanpa ada hiasan apapun.
Setelah Murhum menjadi sultan pertama di Kesultanan Buton, barulah rumah adat Banua Tada mulai mengenal hiasan-hiasan yang membuat rumah adat Sulawesi Tenggara itu menjadi semakin menarik. Ukurannya bahkan lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Rumah adat Laikas memiliki karakteristik yang berbeda dengan rumah adat lainnya. Begitu juga dengan hunian,pastinya memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Jika Anda sedang mencari rumah yang unik di Sulawesi Tenggara dengan harga terjangkau. Cek pilihan hunian di bawah Rp700 jutaan di sini!

Karakteristik Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Rumah adat Sulawesi Tenggara mempunyai karakteristik khusus. (Kemdikbud)
Rumah adat Sulawesi Tenggara mempunyai karakteristik khusus. (Foto: Kemdikbud)
Rumah adat Sulawesi Tenggara memiliki karakteristik dan ciri khas khusus yang membedakannya dengan rumah adat lain. Rumah adat Banua Tada memiliki tiga jenis rumah. Yaitu Kamali atau Malige yang merupakan rumah atau istana tempat tinggal bagi raja dan keluarganya.
Lalu ada Banua Tada Tare Pata Pale, rumah siku bertiang empat tempat tinggal para pejabat dan pegawai istana, dan Banua Tada Tare Talu Pale yang merupakan rumah siku bertiang tiga tempat tinggal bagi orang biasa.
Pada rumah adat Malige, terdapat banyak simbol dan hiasan yang banyak dipengaruhi oleh konsep dan ajaran tasawuf. Simbol dan hiasan ini juga melambangkan nilai-nilai budaya, kearifan local, dan juga cerita dari peradaban kesultanan Buton di masa lampau.
Di rumah adat Malige, biasanya mempunyai delapan tiang samping, empat tingkat, dan lantai rumah berbahan dasar kayu bertingkat. Sementara pada rumah adat Banua Tada Tare Pata Pale memiliki enam tiang samping, satu tingkat, dan lantai rumah kayu tidak bertingkat.
Sementara rumah adat Banua Tada yang diperuntukkan bagi orang biasa hanya mempunyai empat tiang samping, satu tingkat, dan lantai bambu yang tidak bertingkat. Namun secara umum, rumah adat Sulawesi Tenggara ini terbuat dari susunan batu sungai atau batu gunung berbentuk pipih tanpa perekat.
Tiang pada bangunan juga menggunakan kayu berbentuk segi empat dan tiap tiang dilubangi sebagai penghubung tiang satu dengan tiang yang lain. Sebab pada rumah adat Sulawesi Tenggara tidak menggunakan paku untuk menyatukan kayu yang satu dan lainnya.

Bahan Bangun Utama Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Rumah adat Sulawesi Tenggara memiliki bentuk seperti rumah panggung. Untuk bahan bangunan utamanya adalah kayu tanpa menggunakan paku. Kayu yang digunakan sendiri biasanya adalah kayu berkualitas unggul, seperti kayu Nangka, jati, dan bayem.
Khusus untuk kayu dari pohon Nangka, biasanya akan dipakai sebagai rangka atap dikarenakan penggunaan bahan tersebut dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Sementara itu, bagian atapnya akan dibalut dengan menggunakan daun rumbia atau nipah.
Pada bagian lantai, rumah adat Sulawesi Tenggara menggunakan bambu yang sbeelumnya telah direndam dengan air garam. Setelah zaman berkembang, terutama akibat pengaruh jajahan Portugis, rumah adat Banua Tada mengalami beberapa perubahan. Salah satu yang terlihat adalah pada pondasi rumah yang sudah mulai menggunakan bata dan lantainya menggunakan papan kayu.

Filosofi Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Rumah adat Sulawesi Tenggara mempunyai berbagai macam motif yang sarat akan makna. (Dispar Sultra)
Rumah adat Sulawesi Tenggara mempunyai berbagai macam motif yang sarat akan makna. (Foto: Dispar Sultra)
Rumah adat Sulawesi Tenggara memiliki berbagai macam motif unik yang menjadi ciri khasnya. Motif rumah adat ini umumnya terdiri dari macam-macam flora dan fauna. Tiap motif ini memiliki makna dan filosofinya sendiri yang unik.
Semisal Nanasi, merupakan hiasan berbentuk nanas yang ditempatkan di ujung atap rumah depan dan belakang. Nanasi menjadi lambing akan keuletan dan kesejahteraan. Penggunaannya melambangkan di mana pun orang Buton yang berada dalam berbagai kepentingan dan harus ulet dalam menghadapi segala tantangan alam.
Ada juga motif Bosu-bosu, sejenis buah-buahan mirip buah delima yang motifnya menjadi simbol keselamatan, keteguhan, dan kebahagiaan. Motif Ake yang berbentuk patra melambangkan kesempurnaan dan juga bersatunya Sultan sebagai Manusia dengan Khalik atau Pencipta.
Motif Kambang atau sejenis kembang yang berbentuk kelopak Teratai atau matahari menjadi simbol kesucian dan kemajuan atau perkembangan dari masa Majapahit ke masa Islam. Sementara motif fauna yang paling dominan adalah motid naga yang ditempatkan pada bubungan atap rumah. Motif naga melambangkan kekuasaan dan pemerintahan, yang dipasang agar penghuninya terhindar dari segala macam bahaya, terutama angin jahat.

Jenis Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Selain rumah adat Banua Tada, Sulawesi Tenggara juga memiliki rumah adat lain. (Situs Budaya)
Selain rumah adat Banua Tada, Sulawesi Tenggara juga memiliki rumah adat lain. (Foto: Situs Budaya)
Selain rumah adat Banua Tada, terdapat rumah adat lainnya di Sulawesi Tenggara. Rumah adat tersebut memiliki bentuknya yang berbeda dengan rumah adat Banua Tada, walaupun tidak memiliki perbedaan yang cukup jauh.

Rumah Adat Mekongga

Rumah adat Mekongga merupakan rumah tradisional dari suku Raha. Bangunan rumah adat ini luas dan besar dengan bentuk arsitektur segiempat yang indah. Bangunan rumah adat Mekongga ini memiliki bangunan yang tinggi menjulang tidak kurang dari 21 meter.
Rumah tradisional ini biasanya digunakan oleh para raja atau pemimpin untuk melangsungkan upacara-upacara tertentu. Rumah Mekongga juga berjenis panggung dan memiliki sejumlah bagian yang unik. Seperti mempunyai 12 tiang penyangga, empat bagian rumah, dan 30 anak tangga.

Rumah Adat Bharugano Wuna

Rumah adat Sulawesi Selatan yang satu ini merupakan rumah adat yang ditinggali oleh suku Muda. Suku Muna sendiri diketahui mempunyai hubungan kekerabatan dengan kerajaan Buton dari silsilah Raja Wa Kaa Kaa. Rumah adat ini juga cenderung sederhana mencerminkan masyarakat Muna itu sendiri.
Rumah adat ini berbentuk panggung dengan bagian kolong rumah dipakai untuk menyimpan alat dan hasil pertanian. ‘Bharugo Wuna’ sendiri memiliki arti kita sebagai manusia. Kenikannya adalah jumlah tiangnya yang berjumlah 99 tiang. Jumlah tiang itu menyimbolkan nama-nama Allah atau asmaul husna.

Rumah Adat Laikas

Rumah adat Laikas adalah rumah adat yang dimiliki oleh suku Tolaki. Suku Tolaki merupakan suku yang mendiami sebagain besar wilayah Kendari, Konawe, dan Konawe Utara. Rumah adat ini mempunyai bentuk panggung dengan jumlah tiga hingga empat lantai.
Biasanya, kolong rumah yang ada di rumah adat ini dimanfaatkan untuk memelihara hewan ternak, seperti babi ataupun ayam. Ruangan yang ada di lantai satu dan dua digunakan sebagai rumah atau tempat tinggal yang dulu digunakan untuk tempat tinggal raja dan permaisuri.
Untuk ruangan pada lantai tiga dipergunakan untuk menyimpan barang-barang pusaka. Sementara ruangan di lantai empat dipakai untuk beribadah, bersemedi, ataupun bertapa. Ada juga ruangan yang dipakai untuk menenun pakaian adat dan lainnya.

Tips Rumah.com

Jika mempunyai lahan untuk dibangun, pertimbangkan untuk dibangun dua lantai karena membangun rumah dengan dua lantai sekaligus jauh lebih murah dibandingkan rumah tumbuh.

Jenis Ruangan Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Rumah adat Sulawesi Tenggara memiliki empat tingkatan lantai yang setiap lantai rumah mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Pada ruangan lantai satu, terdiri dari tujuh ruangan. Setiap ruang memiliki kegunaannya sendiri.
Dua ruangan pada lantai satu digunakan sebagai tempat siding anggota Hadat Kerajaan Buton. Tidak hanya itu saja, ruangan tersebut juga dimanfaatkan untuk menjamu tamu. Sementara tiga ruangan lainnya difungsikan sebagai tempat istirahat atau kamar tidur tamu, kamar anak, dan kamar bagi anggota kerajaan yang sudah menikah. Dua ruangan lainnya digunakan untuk kamar anak laki-laki.
Sedangkan ruangan di lantai dua berjumlah 14 ruangan. Ruangan-ruangan ini digunakan sebagai tempat kegiatan, mulai dari gudang, aula, kantor, dan sebagainya. Ruangan lantai tiga hanya mempunyai satu ruangan yang berukuran sangat besar. Ruangan ini berfungsikan sebagai tempat bersantai dan juga aula.
Sementara ruangan di lantai empat atau lantai terakhir di rumah adat Sulawesi Tenggara digunakan sebagai tempat penjemuran.
Tonton video berikut untuk mengetahui keuntungan memiliki rumah tingkat!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Tanya Rumah.com

Jelajahi Tanya Rumah.com, ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini