Sertifikat Deposito Adalah Instrumen Penting Bagi Investor, Cek Pengertian dan Cara Kerjanya!

Tim Editorial Rumah.com
Sertifikat Deposito Adalah Instrumen Penting Bagi Investor, Cek Pengertian dan Cara Kerjanya!
RumahCom – Sertifikat deposito memiliki sistem penyimpanan uang dengan jangka waktu sama seperti deposito berjangka. Namun, Anda akan diberikan sertifikat yang nantinya bisa Anda dapat perjual belikan atau pindah tangankan kepada orang lain. Perbedaan lainnya ada pada pencairan bunga dapat dilakukan di muka, yaitu setiap bulan ataupun setiap jatuh tempo.
Sertifikat deposito dianggap sebagai investasi yang relatif aman karena diterbitkan oleh bank yang terdaftar dan diawasi oleh otoritas moneter. Namun, investor harus memperhatikan faktor-faktor seperti reputasi bank dan tingkat suku bunga pasar saat memutuskan untuk membeli sertifikat deposito.
  • Sertifikat Deposito Adalah
  • Perbedaan Sertifikat Deposito dengan Deposito Berjangka
  • Karakteristik Sertifikat Deposito
  • Cara Kerja Sertifikat Deposito
  • Waktu yang Tepat Membuat Sertifikat Deposito
  • Rumus Perhitungan Suku Bunga Sertifikat Deposito

Sertifikat Deposito Adalah

Sertifikat deposito dapat dibeli dengan jangka waktu yang berbeda-beda
Sertifikat Deposito (Certificate of Deposit atau CD) adalah bentuk investasi yang populer di kalangan investor yang mencari tingkat bunga yang lebih tinggi daripada rekening tabungan tetapi lebih rendah daripada investasi saham atau obligasi. Sertifikat deposito diterbitkan oleh bank dan dapat dibeli oleh masyarakat umum.
Sertifikat deposito dapat dibeli dengan jangka waktu yang berbeda-beda, mulai dari sebulan hingga beberapa tahun. Semakin lama jangka waktu sertifikat deposito, semakin tinggi tingkat bunga yang ditawarkan. Namun, jika investor ingin menarik uang sebelum jatuh tempo, dia akan dikenakan biaya penalti.
Sertifikat deposito juga dapat digunakan sebagai sarana pengumpulan dana dalam jangka pendek. Hal ini karena sertifikat deposito dapat dibeli dengan jumlah yang relatif kecil dan dapat jatuh tempo dalam jangka waktu yang singkat.
Secara keseluruhan, sertifikat deposito adalah pilihan investasi yang aman dan bisa memberikan return yang cukup baik bagi investor yang tidak ingin mengambil risiko yang terlalu besar. Namun, investor harus memperhatikan faktor-faktor seperti jangka waktu, tingkat bunga dan reputasi bank sebelum memutuskan untuk membeli sertifikat deposito.

Perbedaan Sertifikat Deposito dengan Deposito Berjangka

sertifikat deposito dan deposito berjangka adalah dua pilihan investasi yang baik bagi investor
Sertifikat deposito dan deposito berjangka adalah dua jenis investasi yang serupa, namun memiliki beberapa perbedaan.
  • Jangka waktu: Sertifikat deposito biasanya memiliki jangka waktu yang lebih pendek dibandingkan deposito berjangka. Sertifikat deposito dapat memiliki jangka waktu serendah sebulan dan selama beberapa tahun, sedangkan deposito berjangka dapat memiliki jangka waktu yang lebih panjang.
  • Bunga: Sertifikat deposito biasanya menawarkan tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan deposito berjangka. Hal ini karena sertifikat deposito memiliki jangka waktu yang lebih pendek dan lebih aman dibanding deposito berjangka.
  • Penalti: Jika investor ingin menarik uang sebelum jatuh tempo, dia akan dikenakan penalti dalam bentuk pengurangan bunga yang diperoleh. Penalti yang dikenakan pada sertifikat deposito lebih rendah dibandingkan deposito berjangka.
Secara keseluruhan, sertifikat deposito dan deposito berjangka adalah dua pilihan investasi yang baik bagi investor yang mencari tingkat bunga yang lebih tinggi daripada rekening tabungan tetapi lebih rendah daripada investasi saham atau obligasi. Namun, investor harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti jangka waktu, tingkat bunga, dan reputasi banksebelum memutuskan untuk membeli sertifikat deposito atau deposito berjangka.
Salah satu keuntungan sertifikat deposito adalah dapat diperjual belikan atau digunakan sebagai jaminan utang.. Mau punya rumah yang potensial sebagai investasi di Depok? Cek pilihan rumahnya dengan harga di bawah Rp600 jutaan di sini!

Karakteristik Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga jumlah tertentu.
Sertifikat deposito adalah bentuk investasi yang menawarkan suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa, tetapi dengan jangka waktu yang lebih pendek dan dana yang tidak dapat diambil sebelum jatuh tempo. Beberapa karakteristik sertifikat deposito meliputi:
  • Jangka waktu yang terbatas: Sertifikat deposito memiliki jangka waktu yang ditentukan, biasanya antara 1 bulan hingga 5 tahun.
  • Bunga yang lebih tinggi: Sertifikat deposito menawarkan suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa, tetapi lebih rendah dibandingkan dengan investasi jangka panjang seperti saham atau reksa dana.
  • Aman: Sertifikat deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga jumlah tertentu.
  • Tidak dapat diambil sebelum jatuh tempo: Dana yang diinvestasikan dalam sertifikat deposito tidak dapat diambil sebelum jatuh tempo, kecuali dikenakan biaya penalti.
  • Bisa dijadikan jaminan kredit: Sertifikat deposito dapat digunakan sebagai jaminan kredit.
  • Diterbitkan oleh bank: Sertifikat deposito diterbitkan oleh bank dan dapat dibeli oleh individu atau perusahaan.
  • Sertifikat Deposito diterbitkan atas unjuk dalam bentuk Sertifikat, tanpa mencantumkan nama pemilik deposito.

Cara Kerja Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito dapat digunakan sebagai alat lindung nilai (hedging tool) bagi investor yang ingin melindungi investasinya dari risiko inflasi.
Cara kerja sertifikat deposito (CD) cukup sederhana. Investor membeli sertifikat deposito dari bank dengan jangka waktu yang telah ditentukan dan jumlah uang yang telah disepakati. Bank kemudian akan menyimpan uang tersebut dalam rekening deposito dan memberikan bunga yang telah ditentukan selama jangka waktu yang telah disepakati.
Proses pembelian sertifikat deposito dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  1. Pertama, investor harus menentukan jangka waktu sertifikat deposito yang diinginkan, yang biasanya berkisar antara beberapa bulan hingga beberapa tahun.
  2. Kemudian, investor harus menentukan jumlah uang yang akan diinvestasikan dalam sertifikat deposito.
  3. Investor kemudian akan menyetorkan uang ke rekening bank dan menerima sertifikat deposito yang menyatakan jangka waktu dan jumlah uang yang diinvestasikan.
  4. Setelah jangka waktu sertifikat deposito berakhir, investor dapat menarik uangnya dari rekening deposito dan menerima bunga yang telah ditentukan.
Sertifikat deposito dapat digunakan sebagai alat lindung nilai (hedging tool) bagi investor yang ingin melindungi investasinya dari risiko inflasi. Hal ini karena sertifikat deposito menawarkan tingkat bunga yang tetap selama jangka waktu yang telah ditentukan, sehingga investor dapat merencanakan keuangan dengan lebih baik.

Waktu yang Tepat Membuat Sertifikat Deposito

Jika kondisi ekonomi stabil, sertifikat deposito dapat menjadi investasi yang aman dan stabil.
Waktu yang tepat untuk membuat sertifikat deposito tergantung pada tujuan keuangan Anda dan situasi keuangan saat ini. Namun, beberapa kondisi yang dapat dipertimbangkan ketika memutuskan untuk membuat sertifikat deposito adalah:
  • Tingkat suku bunga yang tinggi: Jika tingkat suku bunga sertifikat deposito saat ini tinggi, itu dapat menjadi waktu yang baik untuk membuat deposito untuk mendapatkan bunga yang lebih tinggi.
  • Kebutuhan akan dana jangka pendek: Jika Anda memerlukan dana jangka pendek dalam waktu dekat, sertifikat deposito dengan jangka waktu pendek mungkin merupakan pilihan yang tepat.
  • Stabilitas ekonomi: Jika kondisi ekonomi stabil, sertifikat deposito dapat menjadi investasi yang aman dan stabil.
  • Kebutuhan akan jaminan kredit: Jika Anda ingin mengajukan kredit di masa depan, sertifikat deposito dapat dijadikan jaminan.
  • Perhatikan juga pada tingkat inflasi, jika tingkat inflasi tinggi, bunga deposito harus lebih tinggi dari tingkat inflasi agar tidak ada penurunan nilai uang.
Ingatlah bahwa selalu penting untuk melakukan riset dan mempertimbangkan situasi keuangan pribadi sebelum membuat keputusan investasi apapun.

Tips Rumah.com

Investor harus menentukan jangka waktu sertifikat deposito yang diinginkan, yang biasanya berkisar antara beberapa bulan hingga beberapa tahun.

Rumus Perhitungan Suku Bunga Sertifikat Deposito

Jika Anda ingin mengajukan kredit di masa depan, sertifikat deposito dapat dijadikan jaminan.
Untuk menghitung bunga deposito setelah jangka waktu tertentu, Anda dapat menggunakan rumus berikut ini.
  • Bunga = suku bunga x total investasi x (jangka waktu : 365 hari)
Jumlah bunga yang didapatkan masih harus dikurangi pajak deposito. Adapun cara menghitung pajaknya adalah dengan rumus di bawah ini.
  • Pajak deposito = Tarif pajak yang dikenakan x bunga
Setelah diperoleh nominal bunga yang bebas pajak, maka Anda dapat menghitung jumlah pengembalian deposito saat jatuh tempo dengan rumus sebagai berikut.
  • Total pengembalian = Total investasi + (bunga – pajak)
Agar lebih memahaminya, mari simak contoh perhitungan di bawah ini.
Anda mendepositokan uang sejumlah Rp100 juta selama 12 bulan. Suku bunga yang diberikan bank adalah 4% dengan pajak sebesar 10%. Pada hari jatuh tempo, Anda langsung melakukan penarikan investasi. Maka, untuk menghitung total uang yang akan Anda terima adalah sebagai berikut.
Bunga
= suku bunga x total investasi x (jangka waktu : 365 hari)
= 4% x Rp100 juta x (365 : 365)
= Rp4 juta
Pajak deposito
= Tarif pajak yang dikenakan x bunga
= 10% x Rp4 juta
= Rp400 ribu
Total pengembalian
= Total investasi + (bunga – pajak)
= Rp100 juta + (Rp4 juta – Rp400 ribu)
= Rp100 juta + (Rp3.6 juta)
= Rp103.6 juta.
Nah itu dia penjelasan terkait rumus perhitungan suku bunga sertifikat deposito.
Tonton video berikut ini untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sertifikat HGB!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini