Sitara Tapera: Solusi Punya Rumah untuk Anda yang Bergaji di Bawah 8 Juta

Tim Editorial Rumah.com
Sitara Tapera: Solusi Punya Rumah untuk Anda yang Bergaji di Bawah 8 Juta
RumahCom – Sitara Tapera merupakan singkatan dari Sistem Informasi Tapera (SITARA) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Tapera sendiri diinisiasi oleh Pemerintah dengan harapan mampu membantu dan bermanfaat bagi masyarakat berpenghasilan menengah atau non-MBR yang penghasilannya masih terbatas untuk dapat memiliki rumah.
Inisiasi tersebut pun sudah dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No.25 Tahun 2020 mengenai Tabungan Perumahan Rakyat. Besaran biaya yang dikeluarkan peserta Tapera setiap bulan adalah tiga persen dari upah. Jumlah tersebut disesuaikan dengan anjuran pemerintah. Ingin mengetahui lebih dalam mengenai Sitara Tapera? Simak ulasannya berikut ini!
  • Apa Itu Tapera?
  • Dasar Hukum Tapera
  • Manfaat Program Tapera
  • Syarat Mengikuti Program Tapera
  • Cara Mendaftar Program Tapera
  • Cara Cek Saldo Tapera
  • Keunggulan Program Tapera

Apa Itu Tapera?

Pelayanan pelaksanaan program Tapera dilakukan secara bertahap.
Tapera atau Tabungan Perumahan Rakyat adalah simpanan yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu yang hanya dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan rumah. Tapera bertujuan untuk menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau bagi Peserta.
Sejak diluncurkan, kehadiran Tapera mendapat dukungan dari sejumlah pihak lantaran dianggap sebagai peluang yang baik bagi masyarakat untuk bisa memiliki hunian. Manfaat Tapera bisa dirasakan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), BUMN, ataupun TNI/Polri maupun pekerja swasta dan mandiri.
Pelayanan pelaksanaan program ini sendiri dilakukan secara bertahap. Tahap awal diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) eks peserta Taperum-PNS ataupun PNS baru. Selanjutnya secara bertahap, iuran dikenakan untuk BUMN, BUMD, BUMDes sampai TNI Polri. Terakhir, pemotongan akan ditujukan untuk para pekerja swasta, baik yang bekerja sendiri ataupun yang memiliki pemberi kerja.

Dasar Hukum Tapera

Sesuai dengan dasar hukumnya, Tapera mengusung 12 asas.
Untuk diketahui, Tapera merupakan salah satu bentuk kewajiban konstitusional Presiden sebagaimana tercantum dalam Pasal 28 H ayat 1 Undang-undang Dasar 1945. Pasal tersebut menyatakan, “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”.
Oleh sebab itu, disahkannya Peraturan Presiden (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), maka artinya Presiden telah menuntaskan kewajibannya sesuai yang tercantum dalam UUD. Bukan hanya itu, PP Nomor 25 Tahun 2020 juga merupakan turunan dari PP Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman yang telah diteken Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Sesuai dengan dasar hukumnya, Tapera mengusung asas-asas sebagai berikut:
  1. Kegotongroyongan
  2. Kemanfaatan
  3. Nirlaba
  4. Kehati-hatian
  5. Keterjangkauan & Kemudahan
  6. Kemandirian
  7. Keadilan
  8. Keberlanjutan
  9. Akuntabilitas
  10. Keterbukaan
  11. Portabilitas
  12. Dana Amanat

Manfaat Program Tapera

Manfaat lain Tapera khusus PNS adalah bisa digunakan untuk kebutuhan renovasi.
Program Tapera merupakan salah satu cara untuk membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah agar bisa memiliki hunian sendiri. Anda juga bisa mengajukannya, jika Anda berpenghasilan dibawah Rp8 juta per bulan. Berikut daftar rumah dibawah Rp300 jutaan di kawasan Citayam yang bisa jadi referensi Anda!
Manfaat Tapera tentu adalah memberikan kemudahan kepada masyarakat, terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang kesulitan dalam memiliki hunian. Sementara itu, manfaat lain Tapera khusus Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah bisa digunakan untuk kebutuhan renovasi, pemilikan dan pembangunan rumah yang mudah dan murah.

Renovasi Rumah (Kredit Renovasi Rumah / KRR)

Suku bunga mulai 5%, cicilan tetap sampai lunas, jangka waktu maksimal 5 tahun.

Kepemilikan Rumah (Kredit Pemilikan Rumah / KPR)

Uang muka hingga 0%, suku bunga mulai 5%, cicilan tetap sampai lunas, jangka waktu maksimal 30 tahun.

Pembangunan Rumah (Kredit Pembangunan Rumah / KBR)

Suku bunga mulai 5%, cicilan tetap sampai lunas, jangka waktu maksimal 15 tahun.

Syarat Mengikuti Program Tapera

Syarat mengikuti program Tapera adalah belum memiliki rumah atau membangun rumah di atas milik sendiri atau pasangan.
Adapun peserta yang ingin memanfaatkan program pembiayaan perumahan melalui dana Tapera, harus memenuhi syarat utama yakni penghasilan bersih maksimal Rp8.000.000,- (delapan juta rupiah) per bulan dan khusus untuk Papua dan Papua Barat berpenghasilan bersih Rp10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) per bulan.
Syarat lain adalah belum memiliki rumah sehingga dapat memanfaatkan program pemilikan rumah atau pembangunan rumah di atas milik sendiri atau pasangan. Selain itu, peserta Tapera yang telah memiliki rumah dapat memanfaatkan program perbaikan/renovasi rumah. Lebih lengkapnya, berikut syarat mengikuti program Tapera:
  1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang berpenghasilan paling sedikit sebesar Upah Minimum Regional (UMR) per bulan.
  2. Warga Negara Asing (WNA) dengan visa pekerja yang telah berada di Indonesia minimal 6 bulan.
  3. Pegawai swasta dan pegawai negeri, contohnya:
  4. Aparatur Sipil Negara (ASN)
    1. Calon ASN
    2. Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI)
    3. Prajurit siswa Tentara Nasional Indonesia
    4. Anggota Polri
    5. Pejabat negara
    6. Pekerja BUMN (Badan Usaha Milik Negara)
    7. Pekerja BUMD (Badan Usaha Milik Daerah)
    8. Pekerja BUMDes (Badan Usaha Milik Desa)
    9. Pekerja di badan usaha milik swasta
    10. Pekerja yang menerima gaji atau upah
Apabila tidak termasuk ke dalam semua kategori yang telah disebutkan, maka Anda dapat mendaftar menjadi peserta mandiri. Selain itu, masa kepesertaan Tapera juga akan berakhir ketika:
  1. Peserta sudah pensiun
  2. Peserta pekerja mandiri yang telah mencapai usia 58 tahun
  3. Peserta meninggal dunia dan tidak dapat memenuhi kriteria sebagai peserta selama 5 tahun berturut-turut

Tips Rumah.com

Manfaat Tapera tentu adalah memberikan kemudahan kepada masyarakat, terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang kesulitan dalam memiliki hunian. Sementara itu, manfaat lain Tapera khusus Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah bisa digunakan untuk kebutuhan renovasi, pemilikan dan pembangunan rumah yang mudah dan murah.

Cara Mendaftar Program Tapera

Peserta Mandiri harus mendaftarkan dirinya sendiri menjadi peserta melalui Portal Kepesertaan.
Untuk mengikuti program ini, setelah menyiapkan data lokasi rumah, peserta Tapera dapat langsung menghubungi Bank BTN terdekat untuk mengajukan permohonan dan pemeriksaan data pendukung yang diantaranya pengecekan SLIK, verifikasi data dan analisis kelaikan hingga nantinya pihak BTN akan menghubungi kembali.
Melansir laman resminya, pekerja wajib didaftarkan sebagai peserta oleh pemberi kerja melalui Portal Kepesertaan. Peserta Mandiri harus mendaftarkan dirinya sendiri menjadi peserta melalui Portal Kepesertaan. Dalam melakukan pendaftaran, pemberi kerja dan peserta mandiri mengisi formulir aplikasi pendaftaran Peserta dengan data individu, data alamat, data pekerjaan, dan data finansial. Simak alurnya dari infografis berikut!

Cara Cek Saldo Tapera

Peserta yang dapat mengecek saldo ini merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) berstatus aktif pada Agustus 2020.
BP Tapera kini menghadirkan layanan cek saldo bagi peserta melalui portal kepesertaan Sitara Tapera yakni peserta.tapera.go.id. Peserta yang dapat mengecek saldo ini merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) berstatus aktif pada Agustus 2020. Untuk memanfaatkan layanan Sitara Tapera, PNS meregistrasi diri dengan mengisi data pribadi yang sudah didaftarkan sebelumnya oleh masing-masing instansi.
Melalui portal Sitara Tapera, pekerja juga bisa mengetahui status apakah sudah terdaftar sebagai peserta atau belum. Caranya dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan tanggal lahir sesuai KTP. Sementara bagi pemberi kerja, di Sitara Tapera juga tersedia layanan pengecekan untuk mengelola data Peserta dan Informasi Pembayaran Simpanan.
Sekadar informasi, besaran biaya yang dikeluarkan peserta Tapera setiap bulan adalah tiga persen dari upah. Jumlah tersebut disesuaikan dengan anjuran pemerintah. Rinciannya, sebanyak 0,5 persen dari biaya dibayarkan oleh pemberi kerja atau perusahaan dan 2,5 persen akan dipotong dari gaji peserta. Bagi pekerja mandiri (freelancer), biaya wajib tiga persen akan ditanggung sendiri.
Tapera hanya bisa digunakan untuk pembiayaan rumah atau dicairkan pada waktu yang telah ditentukan. Akan tetapi sejauh ini, Tapera hanya dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan rumah subsidi. Artinya, peserta Tapera yang tidak tergolong dalam MBR tak bisa memanfaatkannya untuk membeli rumah.

Keunggulan Program Tapera

Bagi peserta non MBR, program Tapera memiliki keunggulan yakni pengembalian tabungan dan imbal hasil.
Tapera memberikan fleksibilitas pembiayaan dengan prinsip plafon kredit yang ditetapkan sesuai standar minimum rumah layak huni. Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang sudah memiliki rumah, mereka bisa memanfaatkan dana Tapera untuk membiayai renovasi rumah. Selain itu, mereka juga berhak mendapatkan manfaat lain berupa pembangunan rumah di lahan milik sendiri.
Sementara bagi peserta non-MBR, mereka bisa mengambil simpanan berikut hasil pemupukannya pada akhir masa kepesertaan. Maka dari itu, berikut keunggulan program Tapera bagi MBR:
  • Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
    Peserta Pekerja dapat mengajukan pembiayaan untuk pembelian rumah, khusus rumah pertama.
    Syaratnya telah menjadi Peserta Tapera minimal 1 tahun dan mengikuti prosedur yang berlaku.
  • Kredit Bangun Rumah (KBR)
    Peserta Pekerja dapat mengajukan pembiayaan untuk pembangunan rumah pertama baru.
    Syaratnya telah menjadi Peserta Tapera minimal 1 tahun dan mengikuti prosedur yang berlaku.
  • Kredit Renovasi Rumah (KRR)
    Peserta Pekerja dapat mengajukan pembiayaan untuk perbaikan rumah (renovasi).
    Syaratnya telah menjadi Peserta Tapera minimal 1 tahun dan mengikuti prosedur yang berlaku.
Sementara bagi peserta non MBR, program Tapera memiliki keunggulan yakni pengembalian tabungan dan imbal hasil yang dapat diambil apabila telah berhenti menjadi Peserta Pekerja pensiun atau Pekerja Mandiri yang telah mencapai usia 58 tahun.
Tonton video berikut ini untuk mengenal lebih dalam tentang BPHTB!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini