7 Surat Perjanjian Gadai Tanah yang Bisa Dijadikan Referensi

Tim Editorial Rumah.com
7 Surat Perjanjian Gadai Tanah yang Bisa Dijadikan Referensi
RumahCom – Surat perjanjian gadai tanah adalah surat perjanjian yang dilakukan antara kreditur dan debitur. Dalam hal ini, kreditur menerima hak atas tanah yang diberikan oleh debitur kepadanya dan debitur menerima hak atas barang yang diikatnya berupa pinjaman dalam bentuk tanah. Tanah yang dijadikan jaminan atau diikat dalam perjanjian gadai haruslah barang yang merupakan hak milik debitur tersebut.
Dalam perjanjian gadai bisa memunculkan potensi masalah terkait dengan perjanjian gadai yang dilakukan antara pemberi gadai dan penerima gadai. Hal itu disebabkan karena tidak diterapkannya prinsip kehati-hatian oleh pihak pemberi gadai yang dapat mengakibatkan terjadinya perjanjian gadai yang tidak sah.
Dalam pernyataan tersebut sebaiknya diperlukan beberapa hal yang harus diketahui oleh pihak pemberi gadai saat melaksanakan suatu perjanjian gadai seperti, bukti keaslian barang tersebut baik berupa surat-surat kepemilikan dan bukti transaksi pembelian barang.
Atas dasar adanya perjanjian ini, maka bila salah satu pihak melanggar akan terdapat kompensasi maupun sanksi sesuai perjanjian. Oleh sebab itu, hal pertama yang harus dilakukan oleh kedua pihak adalah memahami tujuan dari surat perjanjian gadai tanah, sehingga transaksi melibatkan pihak-pihak yang kooperatif dan mematuhi pasal-pasal di dalamnya.
  1. Surat Perjanjian Gadai Tanah Sawah
  2. Surat Perjanjian Gadai Tanah Hibah
  3. Surat Perjanjian Gadai Tanah Rumah
  4. Surat Perjanjian Gadai Tanah I
  5. Surat Perjanjian Gadai Tanah II
  6. Surat Perjanjian Gadai Tanah III
  7. Surat Perjanjian Gadai Tanah IV
  8. Syarat agar Perjanjian Dianggap Sah

1. Surat Perjanjian Gadai Tanah Sawah

Sepatutnya dicantumkan persyaratan transaksi yang dibahas antara pemberi gadai dan penerima gadai.
Surat perjanjian gadai adalah sebuah dokumen yang menyangkut kesepakatan termasuk hak dan kewajiban kedua belah pihak yang melakukan gadai.Dalam surat perjanjian gadai tanah, sepatutnya dicantumkan persyaratan transaksi yang dibahas antara pemberi gadai dan penerima gadai, termasuk harga dan metode pembayaran.
Anda perlu untuk meninjau kembali seluruh isi dalam surat guna memastikan bahwa perjanjian sudah mencakup semua persyaratan yang diperlukan untuk transaksi yang valid. Berikut ini adalah contoh surat perjanjian gadai sawah.
SURAT PERJANJIAN GADAI SAWAH
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama Lengkap :
Umur :
Pekerjaan :
Alamat :
Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA
Nama Lengkap :
Umur :
Pekerjaan :
Alamat :
Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA
MENGINGAT:
Pada Hari …………………… PIHAK PERTAMA telah menggadaikan sawah seluas ………. hektar. PIHAK KEDUA telah menyepakati dan memberikan uang kepada PIHAK PERTAMA sebesar Rp…………
Sehingga berkenaan dengan keterangan-keterangan tersebut di atas, kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan Perjanjian Gadai. Atas dasar syarat dan ketentuan sebagai berikut:
Pasal 1: Kesepakatan
PIHAK PERTAMA dengan ini sepakat untuk menggadaikan sawah kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA dengan ini pula sepakat untuk menerima gadai dari PIHAK PERTAMA sebidang sawah yang berukuran …….. hektar yang terletak di …………..
Pasal 2: Tujuan
Bahwa PIHAK PERTAMA menggadaikan sawah miliknya untuk diolah/garap oleh PIHAK KEDUA.
Pasal 3: Serah Terima Sawah
Pada saat perjanjian ini ditandatangani, PIHAK PERTAMA menyerahkan sawah kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima penyerahan itu sesuai menurut kondisi yang nyata pada hari penyerahan tersebut.
Pasal 4: Perjanjian
Perjanjian gadai ini berlaku sejak tanggal perjanjian ini ditandatangani sampai PIHAK PERTAMA hendak membayar dan melunasi atau menebus barang gadaiannya sebidang sawah dengan ukuran ……… hektar. Apabila PIHAK PERTAMA belum bisa menebus sawah garapan tersebut maka sawah tersebut masih bisa dikelola oleh PIHAK KEDUA.
Pasal 5: Penyerahan Uang
Uang gadai sawah diserahkan langsung dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA sebesar Rp…….. pada saat perjanjian ini ditandatangani,
Pasal 6: Jaminan Pihak Pertama
PIHAK PERTAMA menjamin sepenuhnya bahwa sawah yang digadaikannya adalah benar-benar garapan PIHAK PERTAMA sendiri dan tidak sedang digadaikan ke pihak manapun.
Jaminan PIHAK PERTAMA seperti ayat 1 tersebut di atas dikuatkan oleh satu orang yang turut menandatangani Surat Perjanjian ini selaku saksi. Satu orang saksi tersebut adalah:
Nama Lengkap :
Pekerjaan :
Alamat Lengkap :
Hub. Kekerabatan : Pasal 7: Penutup
Surat perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) dengan dibubuhi materai secukupnya yang berkekuatan hukum yang sama yang masing-masing dipegang PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dan mulai berlaku sejak ditandatangani kedua belah pihak.
Demikianlah perjanjian ini dibuat dan ditandatangani pada hari ………………. dengan sebenarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
Mengetahui,
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
Saksi

Download contoh SURAT PERJANJIAN GADAI SAWAH di sini!

Itulah surat perjanjian gadai tanah sawah yang bisa Anda jadikan referensi. Sama halnya saat membeli rumah Anda juga wajib memperhatikan surat perjanjian jual belinya. Jika Anda sedang mencari rumah dijual di kawasan Cinere. Cek daftar hunian terbaiknya di bawah Rp1 miliar berikut ini!

2. Surat Perjanjian Gadai Tanah Hibah

Ketentuan mengenai surat perjanjian juga diatur di dalam KUH Perdata.
Surat perjanjian gadai dapat disimpulkan merupakan perjanjian tertulis yang berperan penting terhadap keamanan dan kenyamanan transaksi gadai. Apalagi ketentuan mengenai surat perjanjian juga diatur di dalam KUH Perdata. Dalam KUH Perdata, terdapat aturan umum yang berlaku untuk semua perjanjian dan juga aturan khusus yang berlaku untuk beberapa perjanjian tertentu.
Oleh sebab itu, tak hanya berfungsi sebagai bukti otentik, surat gadai tanah juga memiliki fungsi-fungsi berikut ini:
  • Menjamin ketenangan bagi pihak-pihak yang melakukan perjanjian kesepakatan.
  • Dapat digunakan untuk mengetahui batas hak dan kewajiban antara pihak-pihak yang melakukan kesepakatan ataupun perjanjian.
  • Dapat menghindari perselisihan antara pihak-pihak yang melakukan perjanjian.
  • Mempermudah cara penyelesaian masalah hukum yang berlaku.
Berikut ini adalah contoh surat perjanjian gadai tanah hibah.
SURAT PERJANJIAN GADAI TANAH
Yang bertanda tangan di bawah ini:
1. (—————- n a m a ——————), (——- u m u r ——–), (————pekerjaan ———), ( ———— alamat lengkap ———), ( ———nomer KTP / SIM ———), dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut: ————————————————-
——————————– PIHAK PERTAMA ——————————–
2. (—————- n a m a ——————), ( ——- u m u r ——–), (————pekerjaan ———), ( ———— alamat lengkap ———), ( ———nomer KTP / SIM ——— ), dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut: ——————————————————————————————– PIHAK KEDUA ———————————-
KEDUA BELAH PIHAK dengan ini menerangkan terlebih dahulu :
a. Bahwa PIHAK PERTAMA adalah yang paling berhak penuh dan pemilik sah dari sebidang tanah Hak Milik yang diuraikan dalam Sertifikat Hak Milik Nomor ( —————— ), Desa ( —————— ), Kecamatan ( —————— ), Kabupaten ( —————— ), dan diuraikan lebih lanjut dalam gambar situasi nomor ( —————— ) tanggal ( — tanggal, bulan, dan tahun — ), seluas [( ———- ) ( —— jumlah luas dalam huruf —– )] meter persegi, dan untuk selanjutnya disebut TANAH.
b. Bahwa PIHAK PERTAMA dengan ini akan menggadaikan dan menyerahkan TANAH kepada PIHAK KEDUA.
c. Bahwa kedua belah pihak telah bersepakat bahwa Perjanjian Gadai TANAH antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA ini berlaku sejak tanggal penandatanganan surat perjanjian ini.
d. Bahwa kedua belah pihak telah mengikatkan diri dengan syarat-syarat serta ketentuan-ketentuan yang tertulis di dalam surat perjanjian gadai ini yang diatur dalam 16 (enam belas) pasal, sebagai berikut:
PASAL 1 : PIHAK PERTAMA memberikan jaminannya, bahwa tanah tersebut adalah hak milik pribadinya yang dikuatkan oleh 2 (dua) orang saksi yang turut menandatangani Surat Perjanjian ini selaku saksi.
Kedua orang saksi tersebut adalah:
N a m a : ( ————————————- )
P e k e r j a a n : ( ————————————- )
Alamat lengkap : ( ————————————- )
Hub. Kekerabatan : ( ————————————- ) PIHAK PERTAMA
N a m a : ( ————————————- )
P e k e r j a a n : ( ————————————- )
Alamat lengkap : ( ————————————- )
Hub. Kekerabatan : ( ————————————-)
PIHAK PERTAMA
PASAL 2 : Masa berlakunya perjanjian gadai ini dilangsungkan untuk jangka waktu [( ——– ) ( —-waktu dalam huruf — )] tahun, terhitung sejak tanggal ( — tanggal, bulan, dan tahun — ) dan berakhir pada tanggal ( — tanggal, bulan, dan tahun — ).
PASAL 3 : Sebelum jangka waktu gadai ini berakhir, PIHAK KEDUA sama sekali tidak dibenarkan meminta PIHAK PERTAMA untuk mengakhiri jangka waktu gadai kecuali terdapat kesepakatan di antara kedua belah pihak.
PASAL 4 : PIHAK KEDUA untuk Perjanjian Gadai ini tidak diperbolehkan untuk memungut uang tambahan lagi dari PIHAK PERTAMA dengan mengemukakan berbagai alasan atau dalih apapun juga.
PASAL 5 : Harga gadai atas tanah tersebut di atas adalah [(Rp. ————,00) (—- jumlah uang dalam huruf —- )], di mana PIHAK KEDUA akan membayarkan keseluruhan uang tersebut secara sekaligus bersamaan dengan penandatanganan Surat Perjanjian Gadai ini dan dengan demikian Surat Perjanjian ini berlaku sebagai tanda bukti pembayaran yang sah atas uang gadai tanah termaksud.
PASAL 6 : PIHAK PERTAMA menyerahkan Sertifikat Hak milik atas tanah yang dimilikinya kepada PIHAK KEDUA setelah ditandatanganinya Surat Perjanjian Gadai ini.
PASAL 7 : Status kepemilikan tanah tersebut di atas sepenuhnya berada di tangan PIHAK PERTAMA hingga PIHAK KEDUA dilarang melakukan perbuatan-perbuatan yang bertujuan untuk memindahtangankan kepemilikannya, seperti: menjual atau melakukan perbuatan-perbuatan lain yang bertujuan untuk memindahtangankan kepemilikannya selama masa berlangsungnya Perjanjian ini.
Pelanggaran PIHAK KEDUA atas perbuatannya untuk memindahtangankan kepemilikan tanah tersebut merupakan tindak pidana sesuai Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
PASAL 8 : PIHAK PERTAMA dikenakan bunga atas Perjanjian Gadai tanah ini dan keseluruhan pembayaran ditambah dengan sejumlah bunga harus dibayarkan PIHAK PERTAMA pada saat berakhirnya Surat Perjanjian ini.
Besarnya bunga ditetapkan sebesar [(—— ) % ( — jumlah dalam huruf —)] persen setiap bulan yang dihitung secara flat atau rata setiap bulannya.
PASAL 9 : Perhitungan pembayaran berikut bunga yang harus dibayar PIHAK PERTAMA adalah sebagai berikut :
Hutang pokok
Bunga (—-) % X (—–) X (Rp. ————,00) = (Rp. ————,00)
Jumlah
Terbilang # (—- jumlah uang dalam huruf —- ) #
PASAL 10 : PIHAK PERTAMA dianggap terlambat membayar jika waktu pembayarannya melebihi tanggal ( — tanggal, bulan, dan tahun — ) seperti yang telah tertulis dalam Pasal 2 Perjanjian ini. Atas keterlambatan pembayaran tersebut maka PIHAK PERTAMAdikenakan denda yang ditetapkan sebesar [(—— ) % ( — jumlah dalam huruf —)] persen setiap [( — ) ( — waktu dalam huruf — )] dari besarnya pembayaran keseluruhan atau sebesar [(Rp. ————,00) (—- jumlah uang dalam huruf —- )].
Maksimal keterlambatan waktu pembayaran PIHAK PERTAMAditetapkan [( — ) ( — waktu dalam huruf — )] atau [( — ) ( — waktu dalam huruf — )] atau selambat-lambatnya tanggal ( — tanggal, bulan, dan tahun — ).
PASAL 11 : Apabila setelah tanggal ( — tanggal, bulan, dan tahun — ) dilalui dan ternyata PIHAK PERTAMA tetap tidak mampu melaksanakan kewajiban pembayarannya, maka PIHAK PERTAMA memberi kuasa penuh kepada PIHAK KEDUA untuk menjual tanah miliknya.
PASAL 12 : PIHAK KEDUA akan menjual tanah tersebut di muka umum menurut harga pasaran atau dengan cara lain yang diperkenankan oleh Undang-Undang yang berlaku dan dengan cara yang dianggap baik oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA diharuskan memberitahukan masalah penjualan tanah tersebut kepada PIHAK PERTAMA.
PASAL 13 : Hasil penjualan tanah menjadi hak PIHAK PERTAMA setelah dikurangi kewajiban pembayarannya yang berupa hutang pokok PIHAK PERTAMA ditambah bunga dan denda.
PASAL 14 : Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak.
PASAL 15 : Apabila terjadi perselisihan di antara kedua belah pihak, maka kedua belah pihak akan berusaha menyelesaikannya secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat.
Apabila perselisihan tersebut tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat, maka kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikannya secara hukum dan kedua belah pihak telah sepakat untuk memilih tempat tinggal yang umum dan tetap di ( —— Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri —— ).
PASAL 16 : Surat perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) dengan dibubuhi materai secukupnya yang berkekuatan hukum yang sama yang masing-masing dipegang PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dan mulai berlaku sejak ditandatangani kedua belah pihak.
PIHAK PERTAMA
PIHAK KEDUA

Download contoh SURAT PERJANJIAN GADAI TANAH di sini!

3. Surat Perjanjian Gadai Tanah Rumah

Surat perjanjian gadai tanah ini harus memenuhi beberapa syarat tertentu.
Anda tentu tak ingin proses gadai rumahnya bermasalah. Untuk itu, agar surat perjanjian gadai rumah memiliki kekuatan hukum yang valid, surat ini harus memenuhi beberapa syarat tertentu. Berikut ini poin-poin yang wajib ada dalam surat perjanjian gadai rumah.
  • Surat gadai rumah dibuat secara ikhlas dan tanpa paksaan dari siapapun.
  • Surat gadai rumah ditulis di atas kertas segel atau dilengkapi dengan materai jika menggunakan kertas biasa.
  • Isi surat gadai rumah dimengerti dan disetujui oleh pihak-pihak yang sama-sama menyetujui.
  • Isi surat gadai rumah berdasarkan hukum, kesusilaan, serta terikat dengan kepentingan umum dan ketertiban.
  • Obyek dari surat gadai rumah disebutkan dengan jelas.
  • Penulisan identitas dari pihak-pihak terkait ditulis dengan jelas.
  • Pihak-pihak yang saling bersepakat harus sudah dewasa, sadar saat membuat surat gadai rumah, dan sehat secara kejiwaan.
  • Isi surat harus terperinci dan jelas, serta tidak menampilkan poin perjanjian yang bermakna ganda.
  • Isi surat gadai rumah adalah tentang mekanisme penyelesaian apabila terjadi sengketa.
  • Terdapat tanda tangan dan nama lengkap kedua pihak.
Berikut contoh surat perjanjian gadai rumah!
SURAT PERJANJIAN GADAI RUMAH
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : —————————————————-
Umur : —————————————————-
Pekerjaan : —————————————————-
Alamat : —————————————————-
Nomor KTP/SIM : —————————————————-
Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA
Nama : —————————————————-
Umur : —————————————————-
Pekerjaan : —————————————————-
Alamat : —————————————————-
Nomor KTP/SIM : —————————————————-
Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA
PIHAK PERTAMA dengan ini berjanji untuk menyatakan dan mengikatkan diri untuk menggadaikan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA juga berjanji dengan menyatakan serta mengikatkan diri untuk menerima penggadaian dari PIHAK PERTAMA dengan syarat-syarat serta ketentuan-ketentuan yang tertulis di dalam surat perjanjian gadai ini yang diatur dalam 12 (dua belas) pasal, sebagai berikut:
PASAL 1
OBYEK PENGGADAIAN
Ayat 1
Obyek penggadaian adalah benda tak bergerak berupa sebuah rumah bersertifikat Hak Milik Nomor …………………….. yang terletak di Kelurahan (……………….), Kecamatan (……………….), Kotamadya (……………….), Provinsi (……………….) dengan luas tanah ……… (luas tanah dalam huruf) meter persegi dan bangunan rumah seluas …….. (luas tanah dalam huruf) meter persegi.
Ayat 2
Rumah yang dimaksud ayat 1 tersebut di atas berupa rumah tinggal berlantai …. (jumlah dalam huruf) berdinding tembok, jumlah kamar …. (jumlah dalam huruf) buah, dengan fasilitas yang telah terdapat padanya, berupa aliran listrik berkekuatan …… Watt/Voltase dan ……. (jumlah dalam huruf) jalur telepon.
PASAL 2
JAMINAN PIHAK PERTAMA
Ayat 1
PIHAK PERTAMA menjamin sepenuhnya bahwa rumah yang digadaikannya adalah:
Benar-benar milik atau hak PIHAK PERTAMA sendiri dan tidak ada orang atau pihak lain yang turut mempunyai hak, Bebas dari sitaan,Tidak tersangkut dalam suatu perkara atau sengketa,Hak kepemilikannya tidak sedang dipindahkan atau sedang dijaminkan kepada pihak lain dengan cara bagaimanapun juga, dan Tidak sedang atau telah dijual kepada orang atau pihak lain.
Ayat 2
Jaminan PIHAK PERTAMA seperti ayat 1 tersebut di atas dikuatkan oleh dua orang yang turut menandatangani Surat Perjanjian ini selaku saksi. Kedua orang saksi tersebut adalah:
Nama: ………………….………………….
Pekerjaan: ………………….………………….
Alamat lengkap: ………………….………………….
Hub. Kekerabatan: …………………. PIHAK PERTAMA
Nama: ………………….………………….
Pekerjaan: ………………….………………….
Alamat lengkap: ………………….………………….
Hub. Kekerabatan: …………………. PIHAK PERTAMA
PASAL 3……..
TUJUAN PENGGADAIAN
PIHAK PERTAMA menggadaikan rumahnya kepada PIHAK KEDUA untuk mendapatkan tambahan modal untuk memperbesar usahanya dalam bidang ……………..
PASAL 4
JANGKA WAKTU
Ayat 1
Masa berlakunya perjanjian gadai ini dilangsungkan untuk jangka waktu ……. (waktu dalam huruf) tahun, terhitung sejak tanggal …… bulan ……. dan tahun ……. dan berakhir pada tanggal …… bulan ……. dan tahun …….
Ayat 2
Sebelum jangka waktu gadai ini berakhir, PIHAK KEDUA sama sekali tidak dibenarkan meminta PIHAK PERTAMA untuk mengakhiri jangka waktu gadai kecuali terdapat kesepakatan di antara kedua belah pihak.
PASAL 5
STATUS KEPEMILIKAN
Ayat 1
Status kepemilikan rumah tersebut di atas sepenuhnya berada di tangan PIHAK PERTAMA hingga PIHAK KEDUA dilarang melakukan perbuatan-perbuatan yang bertujuan untuk memindahtangankan kepemilikannya, seperti: menjual atau melakukan perbuatan-perbuatan lain yang bertujuan untuk memindahtangankan kepemilikannya selama masa berlangsungnya Perjanjian ini.
Ayat 2
Pelanggaran PIHAK KEDUA atas perbuatannya untuk memindahtangankan kepemilikan tanah tersebut merupakan tindak pidana sesuai Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
PASAL 6
NILAI GADAI
Ayat 1
Kedua belah pihak telah sepakat pada nilai gadai rumah tersebut, yakni sebesar Rp……………………..
Ayat 2
PIHAK KEDUA akan memberikan uang sejumlah tersebut di atas setelah penandatanganan Surat Perjanjian ini dengan demikian Surat Perjanjian ini berlaku sebagai tanda bukti pembayaran yang sah atas uang gadai rumah termaksud.
PASAL 7
BUNGA
Ayat 1
Bunga atas penggadaian rumah tersebut ditetapkan sebesar ………. % per bulan selama jangka waktu perjanjian ini terhitung sejak penandatanganan Surat Perjanjian ini.
Ayat 2
Bunga dihitung secara flat atau rata setiap bulannya.
PASAL 8
PERHITUNGAN PEMBAYARAN
Ayat 1
Perhitungan pembayaran berikut bunga yang harus dibayar PIHAK PERTAMA adalah sebagai berikut :
Hutang pokok = Rp………………
Bunga (……) % X (…………) X (Rp………….) = Rp……………
Jumlah = Rp……………………..
Terbilang # (jumlah uang dalam huruf) #
Ayat 2
PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan memungut uang tambahan lagi dari PIHAK PERTAMA dengan alasan atau dalih apa pun juga selama jangka waktu penggadaian ini berlangsung.
Ayat 3
PIHAK PERTAMA dapat menebus rumah yang digadaikan jika pembayaran telah dilunasinya.
PASAL 11
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
Ayat 1
Apabila terjadi perselisihan di antara kedua belah pihak, maka kedua belah pihak akan berusaha menyelesaikannya secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat.
Ayat 2
Apabila perselisihan tersebut tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat, maka kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikannya secara hukum dan kedua belah pihak telah sepakat untuk memilih tempat tinggal yang umum dan tetap di ………. (Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri).
PASAL 12
PENUTUP
Surat perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) dengan dibubuhi materai secukupnya yang berkekuatan hukum yang sama yang masingmasing dipegang PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dan mulai berlaku sejak ditandatangani kedua belah pihak.
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
[ ————————- ] [ ———————— ]
SAKSI-SAKSI:
[ ————————— ] [ ————————— ]

Download contoh SURAT PERJANJIAN GADAI RUMAH di sini!

4. Surat Perjanjian Gadai Tanah I

Gadai tanah pertanian merupakan suatu transaksi antara dua belah pihak yang saling sepakat.
Gadai tanah merupakan suatu transaksi antara dua belah pihak yang saling sepakat dengan adanya pemberian sejumlah uang dan penyerahan tanah pertanian sebagai jaminan untuk dikelola oleh pemberi uang. Khusu untuk gadai tanah pertanian diatur dalam Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok – Pokok Agraria (UUPA).
Jika waktu gadai berlangsung telah mencapai 7 tahun, maka tanah tersebut kembali kepada pemiliknya tanpa ada uang tebusan. Jika pemegang hak gadai tidak melaksanakan kewajiban mengembalikan tanah tersebut setelah 7 tahun, maka pemberi hak gadai dapat mengajukan gugatan kepada Pengadilan Negeri setempat. Simak contoh surat perjanjian gadai tanah di bawah ini.
Surat Perjanjian Gadai Tanah
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama:
Umur:
Pekerjaan:
Alamat:
Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA
Nama:
Umur:
Pekerjaan:
Alamat:
Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA
Dengan surat ini, pada hari ,…………………, PIHAK PERTAMA telah menggadaikan tanah seluas ………….. hektare kepada PIHAK KEDUA.
PIHAK KEDUA telah menyepakati dan memberikan uang kepada PIHAK PERTAMA sebesar Rp ……………………. …
Berkenaan dengan keterangan-keterangan tersebut di atas, kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan Perjanjian Gadai. Atas dasar syarat dan ketentuan sebagai berikut:
Pasal 1: Kesepakatan
PIHAK PERTAMA dengan ini sepakat untuk menggadaikan tanah seluas ……………….. hektare di …………………….., kepada PIHAK KEDUA.
Pasal 2: Objek Gadai
Objek pegadaian berupa tanah dengan sertifikat Hak Milik Nomor …………… yang terletak di ……………………..dengan luas tanah …………………… hektare.
Pasal 3: Serah Terima
Pada saat perjanjian ini ditandatangani, PIHAK PERTAMA menyerahkan objek tanah kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima penyerahan itu sesuai kondisi yang nyata pada hari penyerahan tersebut.
Pasal 4: Jangka Waktu
Perjanjian gadai ini dilangsungkan untuk jangka waktu ……………. tahun terhitung sejak ……………….. dan berakhir pada …………………………
Perjanjian gadai ini berlaku sejak tanggal perjanjian ini ditandatangani sampai PIHAK PERTAMA hendak membayar dan melunasi atau menebus objek gadaiannya.
Pasal 5: Ketidaksanggupan Membayar
Apabila PIHAK PERTAMA belum bisa menebus tanah tersebut sampai waktu yang disepakati, maka PIHAK PERTAMA memberi kuasa penuh kepada PIHAK KEDUA untuk menjual tanah miliknya.
Hasil penjualan menjadi hak PIHAK PERTAMA setelah dikurangi kewajiban pembayarannya yang masih tersisa.
Demikianlah surat perjanjian ini dibuat dan ditandatangani pada hari ………………………… dalam kondisi sehat dan tanpa paksaan dari pihak manapun.
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
(_____________) (_____________)
Saksi-saksi:

Download contoh SURAT PERJANJIAN GADAI TANAH I di sini!

5. Surat Perjanjian Gadai Tanah II

Jangan sampai tanah yang digadaikan malah berbuntut panjang ke masalah hukum.
Ada banyak cara jika Anda berniat menggadaikan sebuah aset properti seperti tanah. Sebagian orang mungkin menggadaikan sertifikat tanah ke lembaga keuangan resmi seperti pegadaian atau menggadaikan objek tanah tersebut ke orang lain/pihak kedua melalui surat perjanjian.
Kalau Anda berencana menggadaikan tanah pada pihak kedua tanpa lembaga keuangan resmi seperti pegadaian maka sebaiknya ada hal yang harus diperhatikan. Jangan sampai, tanah yang digadaikan tersebut malah berbuntut panjang ke masalah hukum. Berikut Ini contoh surat gadai tanah II.
SURAT PERJANJIAN GADAI TANAH
Kami yang bertanda tangan di bawah ini masing-masing :
  1. Nama:
Umur:
Pekerjaan:
Alamat:
Selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama (I)
  1. Nama:
Umur:
Pekerjaan:
Alamat:
Selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua (II)
Bahwa Pihak Pertama benar-benar mengaku telah menggadaikan sepetak sawahnya seluas……………. hektare kepada Pihak Kedua dengan uang sebanyak Rp……….
Sawah tersebut terletak di………………….. bersebelahan dengan tanah sawah …………………….Dengan perjanjian jangka waktu…………………
Demikianlah surat Keterangan Gadai ini dibuat atas kesepakatan kedua belah pihak dan tanpa paksaan dari siapapun.Pihak Kedua…….menerima gadaian
Dilaksanakan pada …………………
Pihak Pertama yang menggadaikan…………
Saksi-saksi :

Download contoh SURAT PERJANJIAN GADAI TANAH II di sini!

Tips Rumah.com

Dalam surat perjanjian gadai tanah, sepatutnya dicantumkan persyaratan transaksi yang dibahas antara pemberi gadai dan penerima gadai termasuk harga dan metode pembayaran.

6. Surat Perjanjian Gadai Tanah III

Selama uang gadai belum dikembalikan, tanah tersebut dikuasai oleh pemegang gadai.
Penggunaan tanah pertanian sebagai jaminan gadai juga banyak terjadi dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, tidak terkecuali bagi masyarakat adat dengan ketentuan – ketentuan adat yang melingkupinya. Justru mungkin pada praktiknya, lebih banyak masyarakat yang masih menggunakan atau menaati hukum adat dari pada hukum positif yang berlaku nasional di Indonesia dengan berbagai alasan.
Gadai berarti hubungan hukum antara seseorang dengan tanah kepunyaan orang lain, yang telah menerima uang gadai daripadanya. Selama uang gadai belum dikembalikan, tanah tersebut dikuasai oleh pemegang gadai. Selama itu hasil tanah seluruhnya menjadi hak pemegang gadai. pengembalian uang gadai lazim disebut penebusan tergantung dari kemauan dan kemampuan pemilik tanah yang menggadaikan.
SURAT PERJANJIAN GADAI TANAH III
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
  1. Nama :
Tempat Tgl Lahir :
Pekerjaan :
Alamat :
Selanjutnya disebut Pihak I (Pertama)
  1. Nama :
Tempat Tgl Lahir :
Pekerjaan :
Alamat :
Selanjutnya disebut Pihak Kedua
MENGINGAT
Pada hari …………………Pihak I (Pertama) telah menggadaikan tanah kepada Pihak II (Kedua). Pihak II (Kedua) telah menyepakati dan memberikan uang kepada Pihak I (Pertama) senilai……………Rp (……………..). Maka, berkenaan dengan keterangan-keterangan tersebut di atas, kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan Perjanjian Gadai Tanah (Selanjutnya disebut dengan “ Surat Perjanjian Gadai Tanah”) atas dasar syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
Pasal 1 KESEPAKATAN
Pihak I (Pertama) dengan ini sepakat untuk menggadaikan tanah kepada Pihak II (Kedua) yang terletak di ……….. ……………
Pasal 2 SERAH TERIMA
Pada saat perjanjian ini ditandatangani, Pihak I (Pertama) menyerahkan tanah kepada Pihak II (Kedua) dan Pihak II (Kedua) menerima penyerahan itu sesuai menurut kondisi yang nyata pada hari penyerahan tersebut.
Pasal 3 PERJANJIAN
Perjanjian ini berlaku sejak tanggal perjanjian ini ditandatangani sampai Pihak I (Pertama) hendak membayar dan melunasi atau menebus barang gadaiannya (Tanah), apabila Pihak I (Pertama) belum bisa menebus tanah tersebut maka tanah tersebut masih bisa dikelola oleh Pihak II (Kedua). Jangka waktu gadai yang disepakati dalam perjanjian ini adalah selama ………….
Demikian Surat Perjanjian Gadai ini kami buat dengan sebenar-benarnya dengan akal yang sehat tanpa adanya paksaan dan pengaruh dari orang lain untuk dapat dipergunakan sebagai bukti hukum bilamana diperlukan.
………………….., …………….. Pihak Pertama (………… ) Pihak Kedua (…………….)
SAKSI-SAKSI :
NAMA
1. ……………………………………………..
2. ……………………………………………..
3. ……………………………………………..
TANDA TANGAN
( ………………………………………..)
( ………………………………………..)
( ………………………………………..)
Mengetahui : ………………

Download contoh SURAT PERJANJIAN GADAI TANAH III di sini!

7. Surat Perjanjian Gadai Tanah IV

Dalam gadai tanah, selama hak gadainya berlangsung maka atas persetujuan kedua belah pihak uang gadai dapat ditambah.
Pelaksanaan gadai tanah pada masyarakat hingga saat ini masih tetap dilakukan dan diakui keberadaanya. Dalam penerapannya, terkadang terjadi suatu permasalahan disebabkan pemahaman masyarakat mengenai gadai tanah yang merupakan gadai yang berlandaskan pada kekeluargaan dan kebersamaan, serta tidak adanya kadaluarsa hak menebus dan tidak dapatnya penerima gadai untuk menuntut penebusan kepada pemberi gadai.
Gadai tanah memiliki satu ciri di mana selama hak gadainya berlangsung maka atas persetujuan kedua belah pihak uang gadainya dapat ditambah atau lazim disebut dengan tambah gadai atau pendalaman gadai. Untuk melakukan perjanjian gadai ataupun tambah gadai menggunakan perjanjian tertulis karena dengan perjanjian tertulis maka kekuatan pembuktiannya lebih kuat dibandingkan perjanjian lisan.
Pada salah satu permasalahan yang terjadi ketika melakukan perjanjian tambah gadai pihak penerima gadai membuat perjanjian gadai di mana isi perjanjian tambah gadainya adalah untuk jual laburu (jual lepas) yang seharusnya tidak serta merta diikuti dengan jual laburu (jual lepas).
Karena tambah gadai atau pendalaman gadai mempunyai konteks yang berbeda dari jual laburu (jual lepas) dan penerima gadai seharusnya dalam perjanjian tambah gadai atau pendalaman gadai harus memberikan jangka waktu dalam perjanjian tersebut kapan pemberi gadai dapat menggembalikan uang gadainya kepada penerima gadai tidak serta merta membuat perjanjian tambah gadai untuk jual laburu (jual lepas).
SURAT PERJANJIAN GADAI TANAH IV
Kami kedua belah pihak yang bertanda tanda tangan dibawah ini, masing-masing disebut Pihak Pertama dan Pihak Kedua.
Pihak (I) Pertama
1. Nama :
Umur :
Pekerjaan :
Alamat :
Pihak (II) Kedua
2. Nama :
Umur :
Pekerjaan :
Alamat :
Benar pihak pertama telah menggadaikan sawah seluas ……………… ha dengan harga gadai sebesar Rp……… lamanya kali musim tanam kepada pihak kedua. Sawah tersebut terletak di …………………
Adapun batas-batas sebagai berikut:
Sebelah Timur :
Sebelah Barat :
Sebelah Selatan :
Sebelah Utara :
Demikian surat perjanjian gadai ini kami buat bersama dengan keadaan sadar tanpa ada tekanan atau paksaan dari siapapun juga dan kami masing-masing pihakmembubuhi tanda tangan dibawah ini.
Pihak Kedua (II)_____________________, Pihak Pertama(I)_____________________,
Diketahui :
SAKSI-SAKSI :
1.(………………………………………….)
2. (………………………………………….)
3. (………………………………………….)

Download contoh SURAT PERJANJIAN GADAI TANAH IV di sini!

Syarat Agar Perjanjian Dianggap Sah

Perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik.
Menurut KBBI, perjanjian diartikan sebagai persetujuan (tertulis atau dengan lisan) yang dibuat oleh dua belah pihak atau lebih, masing-masing bersepakat akan menaati apa yang tersebut dalam persetujuan itu. Terkait dengan perjanjian atau persetujuan, ketentuan Pasal 1338 KUH Perdata menerangkan bahwa semua persetujuan yang dibuat sesuai dengan undang-undang berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya.
Persetujuan itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak atau karena alasan-alasan yang ditentukan oleh undang-undang. Persetujuan harus dilaksanakan dengan itikad baik.
Syarat agar perjanjian dianggap sah terdapat dalam Ketentuan Pasal 1320 KUH Perdata. Dalam aturan tersebut menerangkan bahwa supaya terjadi persetujuan yang sah, perlu dipenuhi empat syarat:
  • Kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya
  • Kecakapan untuk membuat suatu perikatan
  • Suatu pokok persoalan tertentu
  • Suatu sebab yang tidak terlarang
Tonton video berikut ini untuk mencari tahu cara mengecek sertifikat tanah secara online!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini