Contoh Surat Pernyataan Kepemilikan Tanah dan Penjelasannya

Tim Editorial Rumah.com
Contoh Surat Pernyataan Kepemilikan Tanah dan Penjelasannya
RumahCom – Surat pernyataan kepemilikan tanah adalah salah satu alat bukti tertulis untuk menunjukkan kepemilikan tanah. Disingkat SKT, surat kepemilikan tanah sebetulnya menegaskan riwayat tanah. Jadi, SKT digunakan untuk menunjukkan kepemilikan tanah guna kepentingan proses pendaftaran tanah. SKT juga menjadi salah satu syarat dalam mengurus sertifikat tanah ke Kementerian ATR/BPN adalah adanya. SKT ini dikeluarkan oleh kelurahan setempat.
Meski demikian surat kepemilikan tanah yang levelnya berada di bawah sertifikat tanah. SKT ini diperlukan dalam rangka mengurus surat lainnya yang berkaitan dengan tanah. Fungsinya sendiri adalah sebagai dokumen pelengkap dalam proses pendaftaran tanah. SKT juga digunakan sebagai bukti riwayat kepemilikan tanah.
  • Surat Pernyataan Kepemilikan Tanah
  • Fungsi Surat Pernyataan Kepemilikan Tanah
  • Poin-Poin Penting yang Wajib Ada di Surat Pernyataan Kepemilikan Tanah
  • Contoh Surat Pernyataan Kepemilikan Tanah

Surat Pernyataan Kepemilikan Tanah

Surat pernyataan kepemilikan tanah adalah salah satu bukti tertulis yang sangat penting sebagai bukti hak milik atas tanah.
Surat pernyataan kepemilikan tanah adalah surat kepemilikan tanah yang levelnya di bawah sertifikat tanah. Surat pernyataan kepemilikan tanah atau biasa disebut juga surat keterangan riwayat tanah adalah salah satu bukti tertulis yang sangat penting sebagai bukti hak milik atas tanah. Dengan demikian, surat ini merupakan bukti tegas riwayat tanah yang dibeli.
Hal ini berguna untuk kepentingan proses pendaftaran tanah. Surat ini merupakan salah satu instrumen untuk menjelaskan kepemilikan hak atas tanah. Sama halnya saat Anda membeli rumah juga harus ada penjelasan kepemilikan atau rumah tersebut.
Berikut ini adalah cara-cara yang harus dilakukan untuk mendapatkan Surat Keterangan Tanah. Pertama, pemohon wajib membawa berkas persyaratan yang sudah lengkap ke ruang seleksi pemerintahan. Selanjutnya petugas akan memeriksa berkas. Apabila seluruh berkas dinyatakan lengkap maka akan diproses oleh petugas (diregister dan di agendakan).
Kemudian, dilakukan proses verifikasi oleh Kasi dan juga Sekcam (paraf). Lalu setelah verifikasi selesai, ditandatangani oleh Camat. Adapun berkas disalin oleh pemohon sebagai arsip kecamatan. Selanjutnya, berkas tersebut diserahkan kembali kepada petugas untuk diberikan cap. Selanjutnya pemohon akan diberikan surat asli yang sudah dicap.

Fungsi Surat Pernyataan Kepemilikan Tanah

Jika Anda belum memiliki sertifikat tanah, Anda wajib memiliki surat pernyataan kepemilikan tanah ini.
Meski kedudukan surat pernyataan kepemilikan tanah berada di bawah sertifikat. Namun, akan lebih baik kalau kamu memiliki keduanya. Fungsi surat pernyataan kepemilikan tanah ini dibutuhkan untuk suatu keperluan tertentu yang membutuhkan pernyataan kepemilikan tanah. Apabila Anda sudah pernah membuatnya sebelumnya, maka tidak perlu membuatnya lagi.
Pasalnya, surat ini tidak memiliki masa berlaku sehingga bisa kamu gunakan kapanpun (kecuali jika ada perubahan atas tanah tersebut). Surat ini dikeluarkan oleh pihak kelurahan atau kecamatan setempat.
Sebaiknya, Jika Anda ingin membeli tanah, dan pemilik tanah (menjual) hanya memiliki SKT maka kamu harus mengecek keabsahan SKT tersebut lebih dulu di kelurahan/kecamatan setempat. Tujuannya, untuk menghindari adanya kasus sengketa tanah yang mungkin terjadi. Akan lebih baik jika Anda membeli tanah yang bersertifikat karena bagaimanapun juga kedudukan sertifikat tanah lebih kuat dibandingkan dengan pernyataan kepemilikan tanah.
Surat pernyataan kepemilikan tanah pun merupakan surat-surat yang dikategorikan atas hak atau data yuridis atas tanah yang dijadikan syarat kelengkapan persyaratan permohonan hak atas tanah. Hal ini diatur dalam ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah.
Saat ini, surat pernyataan kepemilikan tanah tak lagi dibutuhkan sebagai syarat pembuatan sertifikat tanah. Tujuan penerapan kebijakan ini adalah untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus sertifikat tanah. Namun, SKT kadang-kadang dibutuhkan sebagai syarat untuk dokumen lainnya. Selain itu, jika Anda belum memiliki sertifikat tanah, Anda wajib memiliki surat ini.
Surat pernyataan kepemilikan tanah merupakan salah satu bukti kepemilikan tanah. Meski begitu, apabila Anda ingin membeli rumah atau tanah pastikan sertifikat dan dokumen kepemilikannya kuat. Cek daftar hunian dijual di kawasan Cianjur dibawah Rp400 juta di sini!

Poin-Poin Penting yang Wajib Ada di Surat Pernyataan Kepemilikan Tanah

Pengurusan surat pernyataan kepemilikan tanah dapat melalui kepala desa atau camat setempat, dimana tanah tersebut berada.
Dokumen seperti surat pernyataan kepemilikan tanah biasanya diperlukan oleh masyarakat sebagai bukti (sementara) terhadap kepemilikan tanah serta belum melakukan sertifikasi terhadap tanah yang telah digarap selama bertahun-tahun. Surat ini bisa menjadi pegangan sebagai bukti tertulis kepemilikan suatu hak milik atas tanah, ketika belum mengurus sertifikasi untuk tanah tersebut.
Untuk pengurusan surat keterangan riwayat tanah dapat melalui kepala desa atau camat setempat, dimana tanah tersebut berada. Secara teknis pun dalam kepengurusannya, surat riwayat tanah harus diurus langsung oleh pemilik tanah yang bersangkutan atau melalui anggota keluarga yang namanya tercantum dalam satu Kartu Keluarga (KK) dengan pemilik tanah.
Format atau poin-poin penting tiap instansi (kecamatan/kelurahan) biasanya berbeda, tergantung tempatnya masing-masing. Hanya saja, secara keseluruhan isi dan tujuan surat tersebut sama. Berikut ini adalah sejumlah poin-poin utama yang wajib ada dalam surat pernyataan kepemilikan tanah:
  • KOP surat, mencakup nama instansi yang mengeluarkan surat (Kabupaten, Kecamatan, Desa) beserta alamat lengkapnya dan kode pos.
  • Judul surat : Surat Keterangan Tanah dan juga nomor surat.
  • Data pihak yang bertanda tangan dan mengeluarkan surat (biasanya dimulai dengan kalimat “Yang bertandatangan dibawah ini (nama jabatan) berdasarkan surat nomor ….).
  • Data pemilik tanah yang sah (berisi Nama lengkap, NIP, alamat, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, agama, pekerjaan, dsb).
  • Perihal dan juga data seputar tanah tersebut (mulai dari lebar, letak, alamat, ukuran, batas)
  • Informasi darimana tanah tersebut didapat dan hal-hal lainnya seputar dengan tanah tersebut.
  • Keterangan bahwa tanah tersebut tidak dalam kondisi bersengketa.
  • Harga taksiran tanah.
  • Tanggal dan tanda tangan pejabat terkait.

Tips Rumah.com

Akan lebih baik jika Anda membeli tanah yang bersertifikat, karena bagaimanapun juga kedudukan sertifikat tanah lebih kuat dibandingkan dengan Surat Pernyataan Kepemilikan Tanah.

Contoh Surat Pernyataan Kepemilikan Tanah

Ada sejumlah dokumen yang harus disiapkan untuk membuat surat pernyataan kepemilikan tanah.
Sebelum mengajukan surat keterangan tanah, ada beberapa syarat yang wajib diketahui. Ada sejumlah dokumen yang harus anda siapkan untuk membuat surat pernyataan kepemilikan tanah. Hal ini diperlukan sebagai pembuktian bahwa tanah yang hendak diurus tersebut adalah benar merupakan milik yang bersangkutan atau disebut sebagai pemohon.
Pemohon harus melengkapi dokumen lampiran dalam mengurus surat keterangan riwayat tanah, lalu diajukan kepada Kepala Desa atau Camat setempat untuk diketahui dan ditandatangani. Sementara itu, dokumen-dokumen yang perlu dilengkapi untuk membuat surat pernyataan kepemilikan tanah adalah:
  • Fotokopi KTP
  • Peta lokasi tanah yang sudah dibubuhi tanda tangan pejabat desa/kelurahan
  • Surat pernyataan kepemilikan tanah bermaterai
  • Surat Hibah
  • Surat keterangan ahli waris bermaterai
  • Surat keterangan jual beli
  • Surat keterangan dari pihak desa/lurah
SURAT PERNYATAAN KEPEMILIKAN TANAH
Saya yang bertandatangan di bawah ini:
Nama:
Tempat, Tanggal Lahir:
Alamat:
Pemegang KTP No.:
Dengan kesadaran diri sendiri, tanpa paksaan dari pihak-pihak lain, sehat jasmani dan rohani dengan ini menyatakan dengan sebenar-benarnya dan sanggup diangkat sumpah bahwa:
1. Saya adalah adalah pemilik sebidang tanah dengan luas…………m2. Terletak di Jl……RT…RW….Kelurahan……, yang diperoleh dari Jual Beli/ Waris/Hibah/Lainnya (sebutkan) ………………………………….*) yang dikuatkan dengan Sertifikat/AJB/AKTA Waris/Lainnya (sebutkan) ………………………………….*) Nomor : …………………………………. Tanggal : ………………………………….dibuat dihadapan PPAT/PPATS/lainnya (sebutkan)………………………………..*) wilayah………………………………………..
Dengan batas-batas sebagai berikut:
Sebelah Utara:
Sebelah Timur:
Sebelah Selatan:
Sebelah Barat:
2. Sampai dengan saat ini tanah seluas m2 tersebut pada angka 1 di atas, dengan bukti kepemilikan yang dikeluarkan oleh Instansi yang berwenang
Nomor
Tanggal ………………………….,
Belum pernah saya jual belikan kepada pihak manapun.
3. Saya menjamin bahwa tanah seluas…..m2 tersebut di atas tidak dalam sengketa. Baik sengketa kepemilikan maupun sengketa batas-batasnya dengan pihak manapun dan tidak dalam keadaan berperkara di pengadilan/tidak sedang terkena suatu masalah pidana/perdata.
4. Saya menjamin mengenai keberadaan identitas diri saya dan menjamin bahwa Akta JualBeli/Waris/Hibah/Lainnya (sebutkan)
*) sebagaimana tersebut pada angka 1 di atas adalah sah dan tidak pernah dipalsukan serta tidak dibuat duplikat atau salinannya oleh instansi yang berwenang atas permintaan saya dan atau orang lain.
5. Saya menjamin bahwa tanda tangan / jempol di atas materai Rp. 6.000,00 (enam ribu rupiah)yang dibutuhkan dalam Surat Pernyataan ini adalah benar dan tidak dipalsukan.
6. Surat Pernyataan ini saya buat untuk keperluan :
Permohonan penerbitan SPPT Pajak Bumi dan Bangunan sebagai Wajib Pajak berdasarkan luas
tanah dalam Akta Jual Beli/Waris/Hibah/Lainnya (sebutkan) ………………………………….*)
sebagaimana tersebut pada angka 1 di atas dan saya memahami sepenuhnya bahwa SPPT/STTS yang dikeluarkan oleh instansi Badan Pendapatan Daerah Kota Tangerang yang saya mohon ini, bukan sebagai alat bukti kepemilikan hak tetapi hanya sebagai dasar pengenaan/pemungutan PBB saja.
7. Apabila pernyataan saya ini tidak benar maka saya :
a. Bersedia untuk bertanggung jawab atas segala tuntutan hukum yang timbul tanpa melibatkan
pihak lain termasuk petugas pada/atau Badan Pendapatan Daerah Kota Tangerang.
b. Memberikan kuasa sepenuhnya kepada Badan Pendapatan Daerah Kota Tangerang untuk membatalkan/menghapus SPPT/STTS PBB yang telah diterbitkan dari administrasi Kantor Badan Pendapatan Daerah.
c. Bertanggung jawab sepenuhnya dan menerima segala konsekuensi hukum sebagaimana diatur dalam pasal 263 KUHP.
Demikian Surat Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya digunakan sebagai syaratpengurusan PBB Sebagaimana telah diatur dalam Pasal 84 ayat 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
…………………..,…………..
Saya yang menyatakan,
Agenda No.:
Tanggal:
Dikuatkan oleh,
Lurah …………………………
Saksi: 1.
Saksi : 2.
Agenda No.:
Tanggal:
Dikuatkan oleh,
Camat ………………………………..

Download di sini untuk contoh SURAT PERNYATAAN KEPEMILIKAN TANAH

Tonton video berikut untuk mengetahui model rumah sederhana tapi indah!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini