15 Tanaman Hidroponik yang Tepat untuk Lahan Perkotaan

Anda tetap bisa bercocok tanam dengan lahan terbatas tanpa tanah. Ayo simak mengenai tanaman hidroponik di artikel ini!
15 Tanaman Hidroponik yang Tepat untuk Lahan Perkotaan

Rumah.Com – Saat Anda memutuskan untuk menanam suatu tanaman, tentu hal yang pertama dibutuhkan adalah lahan yang luas. Namun, pernahkah Anda mencoba menanam sesuatu dengan media lain selain menggunakan tanah? Tanaman hidroponik bisa jadi solusinya.

Saat ini ketersediaan lahan semakin menyempit, terutama di kota-kota besar. Hal ini akan menyulitkan seseorang untuk membuat media tanam di pekarangan rumah yang cukup sempit. Namun kini tidak perlu khawatir lagi, karena Anda tetap bisa membuat perkebunan di lahan sempit dengan metode hidroponik.

Sistem tanaman hidroponik adalah salah satu cara bertanam menggunakan media air, sehingga Anda tidak membutuhkan tanah ataupun area yang luas untuk membuat perkebunan. Hidroponik ini sendiri merupakan metode budidaya tanaman menggunakan air yang kaya akan nutrisi.

Namun, bagaimana cara membuat sistem tanaman hidroponik? Untuk mengetahui jawabannya, terdapat poin-poin penting yang perlu anda ketahui tentang tanaman hidroponik.

  1. Mengenal Tanaman Hidroponik dan Kelebihannya
    1. Apa Itu Tanaman Hidroponik?
    2. Kelebihan Tanaman Hidroponik
  2. Sistem Tanaman Hidroponik di Lahan Rumah yang Terbatas
  3. 15 Tanaman Hidroponik yang Cocok untuk Dibudidayakan
    1. Selada Hijau
    2. Kangkung
    3. Sawi Hijau
    4. Sayur Buncis Hijau
    5. Tomat Merah
    6. Sayur Pakcoy
    7. Sayur Kailan
    8. Timun
    9. Bayam
    10. Seledri
    11. Cabai
    12. Bawang Merah
    13. Lobak
    14. Daun Bawang
    15. Daun Mint
  4. 7 Langkah Membuat Sistem Tanaman Hidroponik Secara Mandiri
    1. Merakit Sistem Hidroponik
    2. Campurkan Nutrisi Dan Air Dalam Tangki
    3. Tambahkan Tanaman Ke Tabung
    4. Ikatkan Tanaman Ke Teralis
    5. Nyalakan Pompa Air Dan Pantau Sistem Hidroponik Setiap Hari
    6. Pantau Pertumbuhan Tanaman Hidroponik
    7. Periksa Hama Dan Penyakit

Yuk, langsung saja kita simak informasinya!

1. Mengenal Tanaman Hidroponik dan Kelebihannya

Tanaman hidroponik bebas bahan kimia penyubur tanaman. (Sumber: Pinterest)

Tanaman hidroponik bebas bahan kimia penyubur tanaman. (Sumber: Pinterest)

Pada dasarnya tanaman hidroponik tidak memerlukan pestisida ataupun herbisida sehingga pengendalian hama lebih mudah dikelola. Bertanam menggunakan metode hidroponik akan menghasilkan tanaman berkualitas baik dan bebas bahan kimia.

a. Apa Itu Tanaman Hidroponik?

Tanaman hidroponik, seperti dikutip dari laman The Spruce merupakan tanaman hasil sistem bercocok tanam yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Tanaman yang tumbuh dengan sistem hidroponik berproduksi dengan cepat dan tidak membutuhkan media tanam luas. Agar dapat tumbuh dengan baik, tanaman hidroponik amat bergantung pada berbagai faktor seperti pencahayaan, kualitas air, dan sirkulasi udara yang baik. Hidroponik ini sendiri merupakan metode budidaya tanaman menggunakan air yang kaya akan nutrisi.

b. Kelebihan Tanaman Hidroponik

Produksi tanaman hidroponik memiliki kontribusi dalam pelestarian lingkungan. Bahan kimia seperti pupuk atau pestisida tidak diperlukan tanaman hidroponik. Selain itu, produk tanaman  yang bisa dimakan seperti lebih aman untuk dikonsumsi. Selanjutnya, tanaman hidroponik memiliki berbagai kelebihan sebagai berikut:

  • Hemat tempat, tanaman hidroponik tidak membutuhkan lahan tanam yang luas karena akar tanaman tidak perlu menyebar di tanah untuk tumbuh.
  • Hemat air, air didistribusikan dengan kontrol yang ketat sehingga tidak mudah menguap dan terbuang.
  • Tidak mengandung bahan kimia, hama atau gulma tidak mengganggu pertumbuhan tanaman hidroponik sehingga tidak menggunakan pestisida.
  • Pertumbuhan cepat, tanaman hidroponik tumbuh 30%-50% lebih cepat dibanding tanaman konvensional.
  • Nutrisi terjaga, kontrol akan nutrisi tanaman hidroponik membuat hasilnya menjadi berkualitas
  • Tumbuh di dalam ruangan, tanaman hidroponik dapat tumbuh sepanjang tahun di dalam ruangan.
  • Tanaman sehat, tanaman hidroponik memiliki resiko jauh lebih kecil terkena penyakit tanaman.
  • Bebas erosi, tanpa penggunaan tanah, Anda tidak perlu khawatir dengan erosi.
  • Bebas gulma, tanaman ditanam mengelompok dalam media rambat air sehingga gulma tidak akan tumbuh.

2. Sistem Tanaman Hidroponik di Lahan Rumah yang Terbatas

Media tanam yang bisa menjadi dekorasi di rumah lahan terbatas. (Sumber: Pinterest)

Media tanam yang bisa menjadi dekorasi di rumah lahan terbatas. (Sumber: Pinterest)

Luas rumah yang terbatas bukan halangan bagi Anda untuk mencoba memulai tanaman hidroponik. Anda bisa memulainya dengan memanfaatkan wadah atau perabot yang ada di rumah. Selain itu, Anda juga dapat mengkombinasikan tanaman hidroponik dengan dekorasi rumah. Tanaman dapat ditaruh di pinggir jendela atau diintegrasikan dengan furnitur rumah.

Besar kecilnya lahan menentukan jenis tanaman hidroponik apa yang dapat dibudidayakan. Sebaiknya, hindari tanaman dengan buah besar. Anda dapat memilih tanaman daun sayur atau daun rempah. Seperti yang dilansir Washington Post, sistem hidroponik yang cocok diterapkan di rumah dengan lahan terbatas ialah sistem deep-water culture.

Agar tumbuh dengan baik, ketersediaan cahaya menjadi hal yang utama agar nutrisi tanaman hidroponik terjaga. JIka Anda sedang mencari hunian yang tepat untuk dapat mencoba tanaman hidroponik, carilah rumah dengan pencahayaan yang baik. Tidak ada salahnya Anda mulai lihat rekomendasi rumah dengan luas 50-80m²  di wilayah Jakarta.

3. 15 Tanaman Hidroponik yang Cocok untuk Dibudidayakan

Tidak semua tanaman dapat dibudidayakan dengan hidroponik. (Sumber: DIYNetwork)

Tidak semua tanaman dapat dibudidayakan dengan hidroponik. (Sumber: DIYNetwork)

Tidak semua tanaman dapat dibudidayakan dengan hidroponik. Namun, jenis tanaman yang dapat dikembangkan cukup bervariasi. Tanaman tersebut dapat menjadi tanaman untuk konsumsi. Mulai dari sayuran hingga buah-buahan,

1. Selada Hijau

Sayuran selada hidroponik mudah perawatannya. (Sumber: Pexels)

Sayuran selada hidroponik mudah perawatannya. (Sumber: Pexels)

Selada merupakan sayuran yang cepat tumbuh dan juga mudah untuk ditanam. Selada cocok untuk dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik yang sederhana. Walaupun ditanam dengan media sederhana, hasil yang dapat dipanen bisa sangat berkualitas. Umumnya bibit selada akan mulai tumbuh setelah dua minggu penanaman.

2. Kangkung

Kangkung menjadi salah satu tanaman favorit budidaya hidroponik. (Sumber: Pasar Sayuran)

Kangkung menjadi salah satu tanaman favorit budidaya hidroponik. (Sumber: Pasar Sayuran)

Kangkung merupakan salah satu jenis sayuran yang sangat umum dikonsumsi masyarakat di Indonesia. Selain rasanya yang enak, Kandungan nutrisi di dalamnya pun baik untuk tubuh. Kangkung yang biasanya dibudidayakan dalam jumlah besar juga dapat menjadi tanaman hidroponik dan dikembangkan di rumah.

3. Sawi Hijau

Sawi termasuk tanaman yang mudah ditanam. (Sumber: Pexels)

Sawi termasuk tanaman yang mudah ditanam. (Sumber: Pexels)

Sawi juga termasuk sebagai tanaman hidroponik yang mudah untuk ditanam. Cukup menyiapkan bibit yang berkualitas lalu tanam dengan menggunakan media rockwool. Sawi akan lebih mudah tumbuh dengan sistem wick atau sumbu.

4. Sayur Buncis Hijau

Buncis hijau mengandung banyak vitamin. (Sumber: Pexels)

Buncis hijau mengandung banyak vitamin. (Sumber: Pexels)

Buncis banyak digemari karena kandungan gizi yang berlimpah seperti vitamin A, B, C, dan protein. Sayuran buncis mulai banyak dibudidayakan dengan sIstem hidroponik. Buncis hijau dapat dipanen setelah 60 hari masa tanam. Agar dapat tumbuh dengan baik buncis hijau harus ditanam pada suhu 18-20 derajat celcius.

5. Tomat Merah

Buah tomat mengandung banyak air. (Sumber: Pexels)

Buah tomat mengandung banyak air. (Sumber: Pexels)

Tomat merah merupakan salah satu tanaman hidroponik yang membutuhkan penanganan khusus. Pemilihan bibit sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya. Pemilihan bibit yang berkualitas dibutuhkan agar tanaman tomat dapat tumbuh dengan subur. Gunakan media sabut agar penyerapan air maksimal.

6. Sayur Pakcoy

Pakcoy salah satu tanaman yang mudah ditanam dengan sistem hidroponik. (Sumber: Genpi.co)

Pakcoy salah satu tanaman yang mudah ditanam dengan sistem hidroponik. (Sumber: Genpi.co)

Sayuran Pakcoy merupakan salah satu jenis tanaman yang mudah untuk ditanam. Pakcoy atau kerap disebut juga sebagai bok choy merupakan sayuran hijau yang kaya dengan vitamin dan mineral. Pakcoy mirip dengan sawi, tapi batang pakcoy pendek dan bulat. Pakcoy dapat dipanen setelah 20 hari masa tanam.

7. Sayur Kailan

Kailan sering disebut Brokoli Cina. (Sumber: Pinterest)

Kailan sering disebut Brokoli Cina. (Sumber: Pinterest)

Kailan adalah salah satu jenis sayuran yang termasuk dalam kelompok kubis-kubisan. Kailan disebut juga brokoli cina. Salah satu langkah paling penting dalam menanam kailan adalah merendam bibit dalam air hangat ruam-ruam kuku selama dua jam.

8. Timun

Timun menyerap banyak air dan nutrisi. (Sumber: Pexels)

Timun menyerap banyak air dan nutrisi. (Sumber: Pexels)

Timun yang ditanam dengan sistem hidroponik dapat tumbuh dengan cepat. Timun merupakan jenis sayuran yang mengandung banyak air. Sistem tanam hidroponik dapat meningkatkan kandungan nutrisi timun dan menjaga kebutuhan airnya.

Tip Rumah
Media tanam praktis hidroponik kecil untuk cocok tanam di dalam ruangan sudah banyak dijual di pasaran. Anda dapat menemukannya di toko besar home appliances seperti IKEA atau Ace Hardware

9. Bayam

Menanam bayam dengan hidroponik menjaga nutrisinya utuh. (Sumber: Pexels)

Menanam bayam dengan hidroponik menjaga nutrisinya utuh. (Sumber: Pexels)

Bayam merupakan sayuran yang mudah kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Anda dapat mencoba menanam bayam secara hidroponik agar kandungan nutrisinya semakin melimpah. Bayam tergolong mudah untuk dibudidayakan.

10. Seledri

Daun seledri mudah ditemui di rumah. (Sumber: Pexels)

Daun seledri mudah ditemui di rumah. (Sumber: Pexels)

Daun seledri adalah jenis tanaman hidroponik sayuran yang sering ditemui di rumah. Jenis tanaman ini mempunyai bau yang khas dan mempunyai manfaat bagi kesehatan. Seledri ditanam secara hidroponik menggunakan sistem sumbu atau wick. Selain itu, seledri juga bisa ditanam dengan sistem hidroponik lain seperti, rakit apung.

11. Cabai

Pemilihan bibit unggul penting untuk menanam cabai. (Sumber: Pexels)

Pemilihan bibit unggul penting untuk menanam cabai. (Sumber: Pexels)

Perawatan cabai secara hidroponik tidak perlu seintensif tanaman lain. Hal penting yang harus diperhatikan adalah pemilihan bibit unggul, cara penyemaian yang benar, dan nutrisi tanaman.

12. Bawang Merah

Bawang merah ditanam dengan metode hidroponik. (Sumber: Cikadu Desa)

Bawang merah ditanam dengan metode hidroponik. (Sumber: Cikadu Desa)

Bawang merah ternyata juga dapat ditanam dengan media hidroponik. Bawang merah hidroponik bentuknya lebih besar dari bawang merah lokal pada umumnya. Bawang merah dapat ditanam dengan metode sumbu.

13. Lobak

Tanaman lobak membutuhkan udara dingin. (Sumber: Pexels)

Tanaman lobak membutuhkan udara dingin. (Sumber: Pexels)

Berbeda dengan tanaman hidroponik lainnya, lobak tidak membutuhkan cahaya yang intens atau panas. Lobak hanya dapat tumbuh dengan baik pada suhu udara yang dingin. Bibit lobak dapat tumbuh dalam jangka waktu 3 sampai 7 hari.

14. Daun Bawang

 

Daun bawang membutuhkan cahaya yang cukup. (Sumber: Pixnio)

Daun bawang membutuhkan cahaya yang cukup. (Sumber: Pixnio)

Daun bawang membutuhkan banyak air untuk tumbuh. Hal tersebut menjadikan daun bawang sangat cocok untuk ditanam secara hidroponik. Waktu yang dibutuhkan sampai panen pertama adalah 6-8 minggu, lalu 3-4 minggu hingga pertumbuhan berikutnya.

Selain membutuhkan banyak air, daun bawang juga membutuhkan cahaya yaitu sekitar 12-14 jam setiap harinya. Maka dari itu, Anda harus meletakkannya di balkon apartemen atau taman rumah agar Daun Bawang mendapat asupan cahaya yang cukup.

15. Daun Mint

Daun mint ideal ditanam dengan hidroponik. (Sumber: Pexels)

Daun mint ideal ditanam dengan hidroponik. (Sumber: Pexels)

Daun mint biasa digunakan sebagai campuran di dalam minuman seperti teh atau perasa alami di berbagai macam jenis kue. Daun mint ternyata bisa dengan mudah Anda tanam secara hidroponik. Akar dari daun mint dapat menyebar dengan cepat. Oleh karena itu, tumbuhan ini ideal untuk ditanam secara hidroponik karena akan cepat menyerap air yang menjadi nutrisi utama.

4. 7 Langkah Membuat Sistem Tanaman Hidroponik Secara Mandiri

Rangka pipa media tanaman hidroponik dapat dirakit sendiri di rumah. (Sumber: DIYNetwork )

Rangka pipa media tanaman hidroponik dapat dirakit sendiri di rumah. (Sumber: DIYNetwork )

Berikut merupakan langkah membuat tanaman hidroponik sendiri dirumah yang bisa Anda coba di rumah:

1. Merakit Sistem Hidroponik

Siapkan beberapa pipa dan pompa, kemudian lubangi pipa sesuai dengan panjang pipa tersebut dengan jarak lubang yang sama. Selanjutnya siapkan penampung pada ujung pipa yang lebih rendah. Kemudian pasang pompa yang akan membantu mengalirkan air dan nutrisi, agar alirannya berjalan dengan baik.

2. Campurkan Nutrisi Dan Air Dalam Tangki

Isi tangki dengan air sesuai dengan kebutuhan dan ukuran pipa dan campurkan nutrisi ke dalam tangki. Selanjutnya, nyalakan pompa air dan biarkan sistem hidroponik ini berjalan selama 30 menit untuk memastikan semua nutrisi tercampur secara menyeluruh.

24 Tanaman Rambat dan Tips Perawatannya Agar Rumah Semakin Asri

Tips Rumah dan Apartemen

24 Tanaman Rambat dan Tips Perawatannya Agar Rumah Semakin Asri

3. Tambahkan Tanaman Ke Tabung

Langkah selanjutnya, pisahkan akar tanaman hidroponik dengan lembut dan  bersihkan kotoran dari akar dengan merendam akar ke dalam ember berisi air. Setelah akarnya bersih dari kotoran, maka Anda bisa memasukkan tanaman ke tabung hidroponik.

4. Ikatkan Tanaman Ke Teralis

Untuk mengikat tanaman hidroponik ke teralis, Anda bisa gunakan pengait dan tali. Tali digunakan untuk membuat tanaman menjulang ke atas sekaligus memaksimalkan ruang di area yang terbatas. Anda bisa ikat tali dengan longgar ke bagian teralis, kemudian pasang klip dan tali ke pangkal setiap tanaman dan lilitkan ujung tanaman di sekitar tali tersebut.

5. Nyalakan Pompa Air Dan Pantau Sistem Hidroponik Setiap Hari

Setelah menyalakan pompa air, Anda perlu memantau sistem tanaman hidroponik Anda setiap hari seperti memeriksa level air setiap harinya. Di daerah tertentu mungkin saja Anda perlu memeriksanya sebanyak dua kali sehari tergantung dari jumlah air, cuaca panas yang berlebihan, dan terjadinya penguapan. Anda perlu memeriksa pH dan tingkat nutrisi setiap beberapa hari. Setidaknya pastikan tangki air Anda tidak mengering.

Rumah yang nyaman adalah rumah ideal bagi pemiliknya. Apa saja tips memilih rumah ideal?

 

6. Pantau Pertumbuhan Tanaman Hidroponik

Beberapa minggu setelah menanam, maka tanaman hidroponik Anda akan benar-benar menutupi teralis. Hal ini terjadi karena tanaman tersebut sudah menerima banyak air dan nutrisi yang mereka butuhkan untuk tumbuh dengan cepat. Penting bagi Anda untuk mengawasi pertumbuhan tanaman tersebut dengan cara mengikat atau memotong batang tanaman setiap beberapa hari sekali.

7. Periksa Hama Dan Penyakit

Langkah terakhir, Anda perlu secara rutin memeriksa tanda-tanda keberadaan hama dan penyakit seperti serangga, daun kering, dan lain sebagainya. Karena satu tanaman saja yang sakit akan menginfeksikan semua tanaman lain karena jarak tanaman satu dengan yang lainnya sangat dekat. Untuk itu, jika Anda menemukan tanaman yang sakit maka segera lepaskan tanaman tersebut.

Setelah Anda membaca manfaat hidroponik bagi lingkungan dan kesehatan serta contoh-contoh tanaman yang bisa ditanam, Anda mungkin terinspirasi untuk mencobanya di rumah. Jangan lupa ikuti langkah-langkahnya. Semoga berhasil!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

4 Hunian Baru Nuansa Modern

Masukan