Tanaman Hortikultura di Indonesia, Ragam dan Karakteristik

Tim Editorial Rumah.com
Tanaman Hortikultura di Indonesia, Ragam dan Karakteristik
RumahCom – Program pemanfaatan pekarangan rumah sebagai tempat berkebun sudah marak dilakukan pada masa pandemi ini. Hasil panennya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Targetnya juga untuk mengisi kekosongan Anda selama masa pandemi.
Menjalani aktivitas sebagai penggiat tanaman, Anda wajib coba yang satu ini. Ya, budidaya tanaman hortikultura. Menurut situs Britannica, hortikultura ialah cabang ilmu yang membahas perihal pertanian yang meliputi tanaman buah, sayur, dan tanaman hias. Kata hortikultra berasal dari bahasa latin yakni hortus yang diartikan sebagai taman dan colere yang artinya untuk menumbuhkan.
Makna hortikultura secara luas mencakup keseluruhan dari pembahasan mengenai pengelolaan taman, akan tetapi penggunaannya biasa menjurus pada produksi komersial intensif. Oleh karenanya, sifat dari hortikultura sendiri akan berbeda antara skala berkebun di rumah dan pertanian di lapangan. Kendati ilmu yang diaplikasikan akan sama. Tertarik untuk membudidayakan tanaman hortikultura dari sekarang? Eits, simak dulu ulasan berikut ini.
  1. Pengertian Tanaman Hortikultura di Indonesia
  2. Karakteristik Tanaman Hortikultura
  3. Macam-Macam Tanaman Hortikultura Mulai Hias Hingga Obat
  4. Tanaman Hortikultura Sayuran
  5. Tanaman Hortikultura Obat
  6. Tanaman Hortikultura Buah
  7. Tanaman Hortikultura Bunga

1. Pengertian Tanaman Hortikultura di Indonesia

Di Indonesia, praktik hortikultura telah berkembang sejak sangat lama. Sumber: Wallpaperflare
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, hortikultura merupakan cabang dari pertanian tanaman yang berhubungan dengan tanaman pekarangan. Umumnya buah-buahan, sayur-sayuran, dan tanaman hias. Lebih spesifik, hortikultura berfokus pada penanaman tanaman buah (pomologi/frutikultura), tanaman bunga (florikultura), tanaman sayuran (olerikultura), tanaman obat (biopharmaca), dan taman (lansekap).
Hortikultura secara lengkap adalah membudidayakan tanaman di kebun. Konsep ini berbeda dengan Agronomi, yang definisinya adalah membudidayakan tanaman di lapangan. Salah satu ciri khas produk hortikultura adalah perisabel atau mudah rusak karena kesegaran.
Subsektor hortikultura merupakan komponen penting dalam pembangunan pertanian yang terus bertumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu. Pasar produk komoditas tersebut bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam negeri saja, melainkan juga sebagai komoditas ekspor yang dapat menghasilkan devisa untuk negara.
Di lain pihak, konsumen semakin menyadari arti penting produk hortikultura yang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan semata, tetapi juga mempunyai manfaat untuk kesehatan, estetika dan menjaga lingkungan hidup. Namun di balik itu, tantangan dengan masalah isu global seperti pasar bebas (termasuk di dalamnya dengan diberlakukannya ketentuan dalam kesepakatan MEA) dan perubahan iklim merupakan suatu tantangan yang perlu segera dihadapi supaya produk hortikultura Indonesia tetap bertumbuh dan berkembang.
Di Indonesia, praktik hortikultura telah berkembang sejak sangat lama. Apalagi budidaya hortikultura di Indonesia memiliki potensi yang cukup besar karena didukung oleh aspek sebagai berikut:
  • payung hukum/regulasi
  • keanekaragaman hayati
  • ketersediaan lahan pertanian
  • agroklimat (iklim yang sesuai)
  • dukungan teknologi
  • ketersedian tenaga kerja
  • ketersedian pasar
  • dukungan penetapan komoditas prioritas hortikultura
  • dukungan pengembangan sistem perbenihan hortikultura
  • dan dukungan pengembangan sistem perlindungan hortikultura.
Terkait poin nomor satu yakni payung hukum atau regulasi, tercatat dasarnya mencakup sebagai berikut:
  • Undang – undang No. 12 Tahun 1992 tentang Budidaya Pertanian
  • Undang – undang No. 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura, meliputi:
  1. Pewilayahan Hortikultura : pasal 40 – 43.
  2. Kawasan Hortikultura : pasal 44 – 47
  3. Unit Usaha Budidaya Hortikultura : pasal 48 – 49
  4. Usaha Hortikultura : pasal 50 – 56
  • Dokumen cetak biru (Blueprint) pembangunan Hortikultura 2011 – 2025
  • Strategi Indk Pembangunan Pertanian (SIPP) 2013 – 2045.
Produk hortikultura merupakan salah satu komoditi pertanian yang mempunyai potensi serta peluang untuk dikembangkan. Tak pelak, tanaman hortikultura menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia, baik produk hortikultura yang tergolong produk buah buahan, sayur sayuran, obat obatan maupun tanaman hias.
Asal tahu saja, komoditas tanaman hortikultura merupakan komoditas potensial yang mempunyai nilai ekonomi dan permintaan pasar yang tinggi. Sesuai SK Menteri Pertanian Nomor : 511/Kpts/PD310/9/2006, komoditas binaan Direktorat Jenderal Hortikultura mencakup 323 jenis komoditas yang terdiri dari : 60 jenis buah-buahan, 80 jenis komoditas sayuran, 66 jenis komoditas tanaman obat dan 117 jenis komoditas florikultura.
Hortikultura bisa disebut juga kebun di dalam rumah. Memiliki rumah yang luas tentu bisa memberikan Anda ruang untuk menanam dan aktivitas lainnya. Cek referensi rumah luas mulai 500 meter persegi di sini.

2. Karakteristik Tanaman Hortikultura

Setidaknya ada lima karakteristik tanaman hortikultura. Sumber: Pinterest
Ada dua fungsi yang perlu Anda ketahui tentang tanaman holtikultura. Pertama, tanaman hortikultura mempunyai prospek yang sangat baik, karena memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi di pasar baik di Indonesia maupun di luar negeri. Kedua, tanaman hortikultura bisa meningkatkan apresiasi untuk komoditas makanan dan obat-obatan.
Di samping itu, Food and Agriculture Organization (FAO) menyebut setidaknya ada lima karakteristik tanaman hortikultura. Berikut penjelasannya secara lengkap.
  • Produksi musiman, beberapa di antaranya tidak tersedia sepanjang tahun. Jika di Indonesia misalnya durian, langsat, rambutan, hingga manggis.
  • Membutuhkan volume ruang yang besar sehingga menyebabkan biaya transportasi menjadi besar dan harga pasar menjadi tinggi.
  • Memiliki area penanaman yang sangat spesifik (geografi) atau menuntut agroklimat spesifik.
  • Memiliki nilai estetika, sehingga harus memenuhi keinginan masyarakat luas. Situasi ini sangat sulit karena tergantung pada cuaca, serangan hama dan penyakit, tetapi dengan biaya penyembuhan kesulitan dapat diatasi.
  • Mudah atau cepat busuk, tetapi selalu dibutuhkan setiap hari dalam keadaan segar. Sejak panen, pasar membutuhkan penanganan yang hati-hati dan efisien karena akan mempengaruhi kualitas dan harga pasar.

Tips Rumah.com

Produk hortikultura merupakan salah satu komoditi pertanian yang mempunyai potensi serta peluang untuk dikembangkan. Tak pelak, tanaman hortikultura menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.

3. Macam-Macam Tanaman Hortikultura Mulai Hias Hingga Obat

Tanaman hortikultura bisa dibudidaya mulai dari jenis hias untuk mempercantik rumah semata maupun sebagai sumber pangan. Sumber: Wikipedia
Tahukah Anda, bahwa tanaman hortikultura punya sejuta manfaat. Itu sebabnya, Anda patut coba untuk memulai budidaya maupun bisnis tanaman ini. Salah satu manfaatnya ialah sebagai penyedia makanan, dimana hasil yang diperoleh dari tanaman hortikultura sangat bermanfaat bagi anggota keluarga secara langsung.
Selain itu sebagai fungsi kesehatan, jenis tanaman hortikultura yang merupakan tanaman obat tentu bermanfaat untuk mengobati atau mencegah suatu penyakit. Sedangkan untuk tujuan bisnis, target penjualan untuk tanaman hortikultura memasuki pasar yang besar sehingga pendapatan yang diterima juga akan besar. masyarakat kita harus mampu menghasilkan varietas yang mempunyai daya saing dan teknologi yang mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan produksi yang prima sehingga mampu bersaing di pasar lokal maupun internasional. Menarik, kan?
Dilihat dari jenisnya, tanaman hortikultura bisa dikembangkan secara masif mulai dari jenis buah-buahan, sayuran, bunga atau tanaman hias, dan biofarmaka atau tanaman obat.

1. Tanaman Hortikultura Sayuran

Jenis tanaman ini dapat dijumpai di sekitar lingkungan dalam pekarangan rumah. Sayuran merupakan tanaman yang dapat dibudidayakan setiap saat tanpa melihat musim. Ada 2 jenis tanaman sayuran yang perlu Anda pahami.
Pertama adalah tanaman sayuran tahunan atau bisa dipanen selama tanaman itu hidup. Contohnya petai, jengkol, melinjo, ubi termasuk singkong. Kedua, adalah tanaman sayuran musiman misalnya kangkung, bayam, wortel, dan kacang panjang.

2. Tanaman Hortikultura Obat

Jenis tanaman hortikultura obat/biofarmaka atau bisa juga disebut sebagai tanaman rempah, memiliki nanyak manfaat dan sudah lama digunakan oleh masyarakat. Tujuannya sebagai bahan pembuat obat-obatan herbal dan bisa juga digunakan sebagai bahan tambahan pada bumbu masakan. Contoh tanaman hortikultura obat seperti jahe, lengkuas, temulawak, dan kayu manis.

3. Tanaman Hortikultura Buah

Jenis tanaman hortikultura selanjutnya adalah buah-buahan. Pada umumnya, tanaman buah merupakan jenis tanaman musiman. Sehingga akan berbuah hanya pada saat musimnya tiba, tergantung jenisnya.
Ada ragam tanaman buah yang hanya berbuah satu kali dalam masa tanam dan ada juga yang berbuah berkali-kali selama ditanam. Untuk yang musiman contohnya rambutan, sedangkan yang berbuah berkali-kali selama ditanam contohya pisang.

4. Tanaman Hortikultura Bunga

Jenis tanaman hortikultura bunga biasa digunakan sebagai tanaman hias. Tanaman hias ini juga bermacam jenisnya. Ada yang ditanam did alam pot, namun ada juga yang ditanam dengan cara menanam langsung di taman. Varietas yang ditanam dalam tanah misalnya melati, anggrek, kenanga hingga kamboja.
Umumnya, tanaman hortikultura bunga dikoleksi masyarakat guna mempercantik tampilan dalam dan luar rumah dan menambah nilai estetika.
Memiliki rumah sendiri merupakan dambaan banyak orang. Bingung gimana proses pembelian rumah? Simak selengkapnya di video berikut ini.
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Tanya Rumah.com

Jelajahi Tanya Rumah.com, ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami

Penyangkalan: Informasi yang disajikan hanya sebagai informasi umum. PropertyGuru Pte Ltd dan PT AllProperty Media atau Rumah.com tidak memberikan pernyataan ataupun jaminan terkait informasi tersebut, termasuk namun tidak terbatas pada pernyataan ataupun jaminan mengenai kesesuaian informasi untuk tujuan tertentu sejauh yang diizinkan oleh hukum yang berlaku. Meskipun kami telah berusaha melakukan yang terbaik untuk memastikan informasi yang kami sajikan di dalam artikel ini akurat, dapat diandalkan, dan lengkap pada saat ditulisnya, informasi yang disajikan di dalam artikel ini tidak dapat dijadikan acuan dalam membuat segala keputusan terkait keuangan, investasi, real esate, maupun hukum. Lebih jauh, informasi yang disajikan bukanlah sebagai pengganti saran dari para profesional yang terlatih, yang dapat mengambil keputusan sesuai dengan kondisi dan situasi Anda secara pribadi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap hasil dari keputusan yang Anda buat dengan mengacu pada informasi yang tersaji dalam artikel ini.

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini