Tentang Wakaf: Pengertian, Jenis, Syarat, dan Aturan Hukum

Apakah Anda memahami wakaf dengan baik atau tertarik untuk melakukannya? Simak dulu pemaparan mengenai wakaf berikut ini.
Wakaf_05
Selain tanah, bangunan tempat ibadah seperti masjid sering menjadi obyek wakaf. (Foto: arsitag)

RumahCom – Anda pasti sering melihat atau mendengar kata wakaf, contohnya mungkin Anda pernah melihat sebidang tanah atau masjid dengan papan tulisan “Tanah ini adalah Tanah Wakaf”, “Masjid ini diwakafkan oleh”, atau “Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Hibah”. Wakaf seringkali diartikan secara sempit sebagai salah satu bentuk sumbangan sedekah. Namun sebetulnya wakaf memiliki pengertian yang luas.

Sebelum membahas lebih lanjut, sebaiknya Anda kenali dulu pengertian kata tersebut. Sebagai suatu istilah hukum dalam Islam, wakaf memiliki perbedaan yang cukup jelas dibandingkan dengan zakat atau infak. Baca selengkapnya di artikel ini yang akan membahas poin-poin berikut:

  1. Wakaf Adalah
    1. Pengertian Wakaf & Hukum Wakaf
    2. Perbedaan Wakaf dengan Zakat dan Infak
  2. Mengenal Wakaf Tanah
  3. Jenis-Jenis Wakaf
    1. Wakaf Berdasarkan Peruntukannya
    2. Wakaf Berdasarkan Jenis Hartanya
    3. Wakaf Berdasarkan Waktunya
    4. Wakaf Berdasarkan Penggunaan Objeknya
  4. Syarat Sah Wakaf
    1. Al-Waqif
    2. Al-Mauquf
    3. Al-Mauquf ‘Alaih
    4. Sighah
  5. Tata Cara Melakukan Wakaf
  6. Aturan Hukum Wakaf Bangunan dan Tanah

Yuk, langsung saja kita cari tahu lebih dalam. Siapa tahu Anda menjadi tertarik untuk mengamalkannya setelah membaca penjelasannya di artikel ini.

1. Wakaf Adalah

Nilai guna harta amal yang terus bertambah dimanfaatkan untuk kebaikan umat. (Sumber: rumahzakat.org)

Nilai guna harta amal yang terus bertambah dimanfaatkan untuk kebaikan umat. (Sumber: rumahzakat.org)

Wakaf ditinjau dari pandangan ahli agama amatlah luas dan rinci definisinya. Salah satu pendapat yang dapat merangkumnya secara luas ialah dari pandangan Mazhab Hanafi seperti yang dilansir Badan Wakaf Indonesia, adalah menahan suatu benda yang menurut hukum, tetap di wakif (orang yang mewakafkan) dalam rangka mempergunakan manfaatnya untuk kebajikan. Berdasarkan definisi itu maka pemilikan harta tidak lepas dari wakif, bahkan orang tersebut dibenarkan menariknya kembali dan boleh menjualnya.  Jika wakif meninggal dunia, harta tersebut menjadi harta warisan untuk ahli warisnya. Tujuannya adalah menyedekahkan manfaatnya kepada suatu pihak kebajikan (sosial), baik sekarang atau pun yang akan datang.

Sedangkan definisi wakaf menurut UU no. 41 tahun 2004 adalah suatu perbuatan hukum oleh pihak yang melakukan untuk memisahkan atau menyerahkan sebagian harta benda atau aset miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu untuk keperluan ibadah atau kesejahteraan umum sesuai ketentuan agama Islam.

a. Pengertian Wakaf & Hukum Wakaf

Kata wakaf berasal dari bahasa Arab, waqf yang berarti menahan, berhenti, atau diam. Maksud dari menahan adalah untuk tidak diperjualbelikan, dihadiahkan, atau diwariskan. Menurut istilah syar’i, wakaf adalah suatu ungkapan yang mengandung penahanan harta miliknya kepada orang lain atau lembaga dengan cara menyerahkan suatu benda yang kekal zatnya untuk diambil manfaatnya untuk kebaikan.

Pada dasarnya, hukum wakaf adalah sunnah. Hal ini merujuk pada Al-quran surah Al-Hajj ayat 77 dan Ali Imran ayat 92. Sementara berdasarkan hukum positif, wakaf diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 42 tahun 2006 mengenai Pelaksanaan Undang-undang No. 41 tahun 2004.

Panduan Beli Rumah dengan KPR Syariah

Mengajukan KPR dan Mengatur Cicilan

Panduan Beli Rumah dengan KPR Syariah

b. Perbedaan Wakaf dengan Zakat dan Infak

Dalam kehidupan sehari-hari agama mengajarkan untuk umatnya agar saling tolong menolong dan memberi. Dalam setiap penghasilan atau rezeki yang didapat terdapat sebagian hak orang lain yang lebih membutuhkan untuk disalurkan. Kegiatan amal tersebut diwujudkan dalam bentuk zakat, infaq atau wakaf.

Zakat, infak, dan wakaf pada dasarnya memiliki konsep dasar yang sama yaitu  mengeluarkan harta untuk diberikan kepada yang berhak. Namun, sebetulnya pada praktiknya ketiganya merupakan bentuk amal jariyah yang berbeda. Zakat merupakan ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh setiap umat muslim yang mampu. Zakat dikeluarkan berdasarkan aturan dan standar tertentu. Zakat terbagi ke dalam dua jenis, akat fitrah yang dikeluarkan sebelum shalat Idul Fitri dan zakat maal yang dikeluarkan satu tahun sekali jika harta sudah mencapai jumlah tertentu atau nisab.

Selanjutnya, infak merupakan bentuk sedekah harta benda yang dapat dilakukan kapan pun dan dengan jumlah yang tidak ditentukan. Sedangkan wakaf bersifat sunnah, merupakan bentuk sedekah harta benda yang nilainya harus dikembangkan secara syariah. Harta yang diwakafkan harus terus mempunyai nilai guna bagi banyak orang bahkan hingga orang yang mewakafkan meninggal dunia.

2. Mengenal Wakaf Tanah

Tanah wakaf memiliki nilai guna yang tidak terbatas waktu. (Sumber: Bwi.go.id)

Tanah wakaf memiliki nilai guna yang tidak terbatas waktu. (Sumber: Bwi.go.id)

Salah satu bentuk harta yang manfaatnya besar dan paling umum untuk disedekahkan bagi kepentingan umum adalah tanah. Tanah dapat dipergunakan untuk membangun tempat ibadah, lembaga pendidikan agama, atau bahkan area pemakaman. Nilai guna tanah tidak termakan waktu dan dapat digunakan hingga terus menerus. Wakaf tanah dapat berupa hak guna secara penuh atau sebagian dengan batas waktu tertentu.

Secara hukum, wakaf tidak berbeda dengan amal jariah, yaitu menyedekahkan harta benda pribadi untuk kepentingan umum. Namun, jika dilihat dari sifatnya, wakaf tidak sekedar berbagi harta seperti kegiatan amal pada umumnya. Wakaf memiliki nilai manfaat yang lebih tinggi dan mampu menjangkau lebih banyak orang. Dalam memilih rumah pun Anda pasti memikirkan sisi manfaat dan syariah, coba cek rekomendasi rumah KPR Syariah di wilayah Jabodetabek dengan harga mulai dari 300 juta.

Definisi penggunaan tanah wakaf untuk kepentingan bersama yang menjadi rujukan adalah  pengertian dari Boedi Harsono, seperti dilansir dari laman Jurnal Hukum Online. Tanah wakaf adalah tanah hak milik yang sudah diwakafkan. Perwakafan tanah hak milik merupakan suatu perbuatan hukum yang suci, mulia dan terpuji yang dilakukan oleh  seseorang atau badan hukum, dengan memisahkan sebagian dari harta kekayaannya yang berupa tanah hak milik dan melembagakannya untuk selama-lamanya menjadi wakaf sosial.

Dasar hukum dari perwakafan tanah milik dapat ditemukan di Pasal 49 ayat (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (selanjutnya disebut UUPA).

3. Jenis-Jenis Wakaf

Pemakaman umum yang disedekahkan menjadi bentuk Khairi bagi kepentingan bersama. (Sumber: Nusadaily.com)

Pemakaman umum yang disedekahkan menjadi bentuk Khairi bagi kepentingan bersama. (Sumber: Nusadaily.com)

Tanah, bangunan masjid, atau pemakaman mungkin menjadi bentuk yang paling umum diketahui. Sebetulnya terdapat beberapa jenis harta lain yang dapat dijadikan wakaf. Untuk mengetahuinya berikut pembagian jenis-jenis wakaf:

a. Wakaf Berdasarkan Peruntukannya

  • Wakaf Ahli atau disebut juga dengan dzurri atau ’alal aulad adalah bertujuan untuk kepentingan dan jaminan sosial dalam lingkungan keluarga dan kerabat sendiri. Misalnya harta yang disumbangkan hanya dapat dimanfaatkan oleh keluarga besar demi kebaikan. Maka hal tersebut sudah termasuk wakaf misalnya rumah yang diwakafkan untuk saudara yang tidak punya tempat tinggal.
  • Wakaf Khairi (kebajikan) adalah wakaf yang dilakukan untuk kepentingan agama atau masyarakat (kebajikan umum). Manfaat dari jenis wakaf ini dapat dirasakan untuk kebaikan umat dalam kepentingan agama. Misalnya, tanah yang disumbangkan untuk membangun prasarana bangunan kesehatan gratis atau area pemakaman.

b. Wakaf Berdasarkan Jenis Hartanya

Berdasarkan jenis hartanya, dilansir dari laman Zakat.or.id, wakaf dibagi ke dalam tiga kelompok. Pertama, benda tidak bergerak atau benda seperti misalnya bangunan. Kedua, benda bergerak selain uang seperti alat perlengkapan usaha yang dapat digunakan setiap hari. Selanjutnya yang ketiga, benda bergerak berupa uang. Istilah wakaf uang belum dikenal di zaman Rasulullah. Wakaf uang baru diterapkan sejak awal abad kedua hijriyah. Imam Az-Zuhri salah seorang ulama terkemuka dan peletak dasar tadwin al-hadits memfatwakan, dianjurkan dinar dan dirham untuk pembangunan sarana dakwah, sosial, dan pendidikan umat Islam.

Tertarik untuk beli rumah bekas dengan sistem kpr syariah? Simak selengkapnya dalam video ini!

 

c. Wakaf Berdasarkan Waktunya

Berdasarkan waktunya, ada dua macam wakaf, yaitu:

  • Muabbad, yaitu yang diberikan untuk selamanya. Hak kepemilikan harta sepenuhnya diserahkan demi kebaikan umat tanpa batas waktu.
  • Mu’aqqot, yaitu yang diberikan dalam jangka waktu tertentu. Biasanya jika wakif masih mempertimbangkan hak ahli waris atau kebutuhan di masa depan harta diberikan dengan hak guna dengan jangka waktu tertentu. Selama jangka waktu yang diberikan benda, tanah, atau uang harus dimanfaatkan untuk mendapat nilai tambah untuk kepentingan sosial.

d. Wakaf Berdasarkan Penggunaan Objeknya

Berdasarkan penggunaan objeknya, wakaf dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

  • Ubasyir atau dzati adalah obyek wakaf yang bermanfaat bagi pelayanan masyarakat dan bisa digunakan secara langsung, contohnya pondok pesantren, madrasah, dan rumah sakit.
  • Mistitsmary adalah objek wakaf yang ditujukan untuk penanaman modal dalam produksi barang-barang dan pelayanan yang dibolehkan syara’ dalam bentuk apapun, kemudian hasilnya diwakafkan sesuai keinginan wakif.

4. Syarat Sah Wakaf

Perjanjian atau pelimpahan harus melalui syarat ketat yang disetujui kedua belah pihak. (Sumber: Pexels.com)

Perjanjian atau pelimpahan harus melalui syarat ketat yang disetujui kedua belah pihak. (Sumber: Pexels.com)

Menurut hukum Islam, wakaf dikatakan sah apabila memenuhi dua persyaratan. Pertama, tindakan atau perbuatan yang menunjukkan pada wakaf. Kedua, mengungkapkan niatan untuk wakaf baik lisan maupun tulisan. Berikut ini syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan wakaf secara sah.

a. Al-Waqif

Pewakaf harus cakap bertindak dalam memakai hartanya. Yang dimaksud dengan cakap bertindak antara lain merdeka, berakal sehat, dewasa, dan tidak dalam keadaan bangkrut.

b. Al-Mauquf

Harta benda yang diwakafkan dianggap sah jika memenuhi syarat berikut ini:

  • Benda yang diwakafkan harus berharga atau bernilai.
  • Benda tersebut adalah milik pewakaf sepenuhnya.
  • Benda yang diwakafkan harus diketahui kadarnya.
  • Benda tersebut dapat dipindahkan kepemilikannya dan dibenarkan untuk diwakafkan.

c. Al-Mauquf ‘Alaih

Berdasarkan klasifikasi, ada dua macam pihak yang menerima manfaat wakaf (nadzir), yaitu pihak tertentu (mu’ayyan) dan pihak tidak tertentu (ghaira mu’ayyan). Maksud dari pihak tertentu adalah penerima manfaat merupakan seorang atau sekumpulan orang tertentu saja dan tidak boleh diubah. Sedangkan yang tidak tertentu adalah manfaat wakaf yang diberikan tidak ditentukan secara terperinci, contohnya kepada fakir miskin, tempat ibadah, dan lain-lain.

d. Sighah

Ini adalah syarat yang berhubungan dengan isi ucapan pada saat melakukan wakaf atau pernyataan pewakaf sebagai suatu kehendak untuk mewakafkan harta bendanya. Syaratnya antara lain:

  • Ucapan harus mengandung kata-kata yang menunjukkan kekal, karena akan menjadi tidak sah jika ucapan mengandung batas waktu tertentu.
  • Ucapan bisa direalisasikan segera, tanpa ada syarat-syarat tambahan.
  • Ucapan bersifat pasti.
  • Ucapan tidak mengandung syarat yang bisa membatalkan

5. Tata Cara Melakukan Wakaf

Wakaf dapat menjadi sarana membantu kepentingan umum dapat dilakukan sesuai prosedur hukum negara. (Sumber: Pexels.com)

Wakaf dapat menjadi sarana membantu kepentingan umum dapat dilakukan sesuai prosedur hukum negara. (Sumber: Pexels.com)

Dalam perwakafan, secara umum berikut ini adalah tata caranya.

  • Wakif atau pewakaf (perorangan ataupun badan hukum) menghadap nadzir (pihak penerima) di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). PPAIW adalah pejabat berwenang yang ditetapkan oleh Kementerian Agama untuk membuat Akta Ikrar Wakaf (AIW). Jika wakaf dilakukan untuk jumlah tak tertentu, Nadzir tidak diwajibkan hadir.
  • Ikrar wakaf dilaksanakan oleh wakif kepada nadzir di hadapan PPAIW dengan membawa dua orang sebagai saksi.
  • Ikrar dapat dinyatakan secara lisan atau tulisan, serta dituangkan dalam AIW oleh PPAIW.
  • PPAIW menyampaikan AIW kepada Kementerian Agama dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk dimuat dalam register umum wakaf pada BWI.
  • Wakif wajib membawa dokumen sah dan asli atas harta atau aset yang ingin diwakafkan, contohnya sertifikat tanah, akta tanah, dan lain-lain serta surat pernyataan yang menyatakan bahwa tanah atau bangunan tersebut dalam keadaan tuntas dan bebas dari sengketa atau ikatan. Lengkapi dokumen tersebut dengan identitas diri yang telah dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang.
Tip Rumah
Pahami tata cara wakaf dan siapkan dokumen pendukung yang dibutuhkan supaya Anda melakukannya secara sah menurut ajaran agama dan hukum yang berlaku.

6. Aturan Hukum Wakaf Bangunan dan Tanah

Penggunaan bangunan sarana umum yang diwakafkan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi. (Sumber: Pexels.com)

Penggunaan bangunan sarana umum yang diwakafkan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi. (Sumber: Pexels.com)

Bangunan dan tanah adalah dua aset tidak bergerak yang sering dijadikan objek wakaf. Yang termasuk aset tidak bergerak di antaranya adalah tanah, rumah, kios, ruko, apartemen, bangunan komersil, bangunan sarana publik (sekolah, rumah sakit, klinik, tempat ibadah, dan lainnya). Jika Anda ingin mewakafkan bangunan dan tanah, pastikan benda tersebut dimiliki secara sah atau bebas sengketa hukum, bebas utang, dan telah memperoleh persetujuan dari ahli waris.

Berikut ini benda tidak bergerak yang dapat diwakafkan.

  • Hak atas tanah sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.
  • Bangunan atau bagian bangunan yang berdiri di atas tanah.
  • Tanaman dan benda lain yang berkaitan dengan tanah.
  • Hak milik atas satuan rumah susun sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.
  • Benda tidak bergerak lain sesuai dengan ketentuan syariah dan undang-undang yang berlaku.

Bagaimana, apakah Anda mulai tertarik untuk mulai beramal setelah membaca artikel ini secara lengkap tentang pengertian, jenis, syarat, dan aturan hukum wakaf?. Nilai dari amal tidak dilihat dari besar kecil jumlah yang Anda berikan. Asal niatnya kuat wakaf Anda bisa menjadi sarana bagi untuk berkontribusi membangun kehidupan yang lebih sejahtera bagi orang-orang yang kurang beruntung di sekitar Anda.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Informasi mendalam seputar area pencarian properti

AreaInsider

Informasi mendalam seputar area pencarian properti

Baca Selanjutnya

Kalkulator Properti
Repayment Calculator Icon
Ketahui prakiraan uang muka dan cicilan rumah impian Anda dengan Kalkulator KPR Rumah.com.
Rp
Affordability Calculator Icon
Hitung perkiraan besar pinjaman dan cicilan maksimal yang bisa diajukan berdasarkan penghasilan Anda lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com
Refinancing Calculator Icon
Ringankan cicilan KPR Anda lewat refinancing. Hitung seberapa besar manfaatnya bagi Anda dengan Kalkulator Refinancing Rumah.com

4 Hunian Tingkat Keluarga Nyaman di Jakarta Timur

Dapatkan saran dari pakar properti terbaik untuk semua pertanyaan Anda!

Cek Tanya Properti dan nikmati akses eksklusif ke ribuan jawaban dari pakar kami dan komunitas agen properti. 💬⭐👍

Masukan