Tips Beli Rumah Cash Keras Bebas Was-was

Hands with money and miniature house on a white background
Hands with money and miniature house on a white background

RumahCom - Tips beli rumah cash keras bebas was-was ini tentunya perlu dicermati, terutama oleh Anda yang punya dana berlebih dan sedang cari-cari rumah. Dan untuk aneka pilihan hunian, baik rumah atau apartemen, baru atau seken, bisa Anda temukan di sini.

Rumah memang satu-satunya tempat di mana Anda dan keluarga bisa beristirahat dengan nyaman. Dan Anda tentu sepakat bahwa tidak ada tempat senyaman rumah. Tapi untuk memiliki rumah, biayanya jelas tidak sedikit. Bahkan mungkin bisa dibilang sebagai ‘belanja’ paling mahal di sepanjang hidup Anda.

Memang terdapat beberapa opsi untuk bisa mewujudkan mimpi untuk punya rumah sendiri. Mulai dari beli rumah secara tunai atau cash keras, cash bertahap, hingga lewat skema cicilan KPR. Kedua pilihan tentu saja ada plus-minusnya. Jadi, pintar-pintarlah memilahnya.

Nah, khusus untuk Anda yang ingin membeli hunian secara tunai tentu saja harus ekstra hati-hati. Dan untuk amannya, simak tips beli rumah cash keras bebas was-was berikut ini:

Membeli dengan cara tunai atau cash keras adalah cara paling baik. Tapi tentu saja Anda perlu dana besar jika ingin membeli rumah dengan cara cash keras. Dan berikut adalah keuntungannya:

  • Anda terbebas dari kewajiban utang
  • Tidak ada biaya pengikatan kredit
  • Bila diperlukan bisa langsung dijadikan jaminan kredit ke bank

Saat akan membeli rumah tak ada salahnya juga jika Anda manfaatkan jasa agen properti profesional yang tergabung di Rumah.com. Di halaman Cari Agen, Anda bahkan dapat menjumpai agen properti profesional berdasarkan spesialisasinya masing-masing mulai dari agen properti dengan spesialisasi apartemen, bangunan komersial, agen properti dengan spesialisasi kawasan, atau khusus yang berbahasa Inggris maupun Mandarin.

Dan yang harus Anda perhatikan, sebisa mungkin hindari beli rumah atau apartemen yang belum jadi atau masih dalam tahap pembangunan dengan cara cash keras. Lebih baik pilih pembayaran bertahap sesuai perkembangan kondisi bangunan.

Sudah punya rumah tapi mau beli rumah lagi? Agar lancar hingga masa cicilannya selesai, simak video panduannya:

Pastinya Anda tidak ingin sudah membayar lunas tapi rumahnya tidak jadi-jadi atau waktu serah terimanya jadi tidak jelas, kan?! Dan ingat, segala sesuatu bisa dinegosiasikan. Apalagi jika beli rumah cash keras, Anda punya bargaining power yang kuat. Jadi jangan sungkan-sungkan untuk menawar harganya.

Mau beli rumah? Mengajukan KPR? Atau mengurus legalitas tanah? Cek panduan lengkapnya di sini!

Tapi jangan hanya berpatokan pada harga, untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan dari beli rumah cash keras Anda juga perlu sejumlah pertimbangkan. Jadi pada intinya strategi beli rumah cash keras bebas was-was yang menguntungkan hanya butuh kejelian saja, misalnya dengan mengikuti pergerakan suku bunga bank. Simak ilustrasinya berikut ini:

  1. Jika misalnya selisih suku bunga dengan deposito tinggi, lebih dari 5%. Katakan saja bunga deposito 10% dan suku bunga KPR 17%, maka lebih baik membeli rumah atau apartemen secara cash keras.
  2. Sebaliknya, jika selisih suku bunga deposito dengan KPR antara 3% – 5%. Misalnya bunga deposito 10% dan suku bunga KPR 14%, belilah dengan soft cash. Pembayaran soft cash bisa dengan cara mencicil bertahap atau bisa membayar DP besar dengan kredit KPR kecil.
  3. Sementara itu, jika selisih bunga deposito dengan KPR kecil, yakni kurang dari 3%. Misalnya bunga deposito 10% sementara suku bunga KPR 12%, belilah properti secara kredit dengan tenor yang agak panjang, 15 – 20 tahun.

Itulah tips beli rumah cash keras bebas was-was. Sudah menemukan rumah idaman tapi belum bisa beli secara tunai? Simulasikan saja cicilan KPR rumah incaran Anda lewat kalkulator KPR persembahan Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Wahyu Ardiyanto
Penulis adalah editor di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Wahyuardiyanto@rumah.com atau melalui Twitter: @orang_rumah.

Baca Selanjutnya

Masukan