Tips Bisnis Properti Tanpa Modal Untuk Pemula

Boy Leonard
Tips Bisnis Properti Tanpa Modal Untuk Pemula
RumahCom – Bisnis properti memang menjanjikan keuntungan besar. Hal ini karena harga properti cenderung meningkat dan adanya permintaan yang tinggi terhadap properti. Mulai dari tempat tinggal hingga tempat usaha.
Sebagian orang menganggap berbisnis properti membutuhkan modal yang besar, bahkan seharga properti tersebut. Namun, bagaimana dengan pemula yang ingin mencoba bisnis properti? Ternyata, berbisnis properti bisa dilakukan dengan modal sedikit. Untuk mengetahuinya, mari simak artikel ini yang membahas:
  1. Definisi Bisnis Properti
  2. Peluang Bisnis Properti, Pilih yang Mana?
    1. Agen properti
    2. Pengembang properti (developer)
    3. Perantara Penjualan
    4. Investor properti
  3. Lakukan Cara Ini Saat Bisnis Properti Tanpa Modal
  4. Model-Model Bisnis Properti yang Bisa Dijalankan
    1. Jual beli rumah
    2. Tanah kavling
    3. Rumah toko (ruko)
    4. Apartemen
  5. Hal Utama yang Perlu Diperhatikan Saat Mulai Bisnis Properti

Definisi Bisnis Properti

Bisnis Properti
Bisnis properti bisa diartikan sebagai kegiatan jual beli tanah, bangunan, maupun kegiatan menyewakan berbagai jenis properti. Properti ini bisa berupa tempat tinggal seperti perumahan, apartemen, rumah susun, dan vila atau properti yang bisa digunakan untuk berbisnis seperti ruko dan rukan.

Peluang Bisnis Properti, Pilih yang Mana?

Bisnis Properti
Ada beberapa peran dalam bisnis properti yang harus dipahami, seperti agen properti, developer atau pengembang properti, perantara penjualan atau broker, dan investor properti. Keempat peran ini bisa menjadi peluang Anda dalam berbisnis properti. Kira-kira mana yang paling sesuai dengan Anda?

1. Agen properti

Disebut juga broker atau marketing, agen properti merupakan perantara antara penjual dan pembeli yang biasanya bekerja untuk sebuah perusahaan dan menawarkan lebih dari satu properti. Agen properti terdiri dari dua macam, yaitu:
Agen properti independen
• Bisa mendapatkan seluruh keuntungan penjualan.
• Waktu kerja lebih fleksibel.
• Memungkinkan untuk menjalin kerja sama dengan agen lainnya.
• Tidak ada jaminan jika ada masalah di kemudian hari.
• Sering kali kurang dipercaya karena tidak membawa nama besar perusahaan.

2. Pengembang properti (developer)

Ternyata, istilah developer properti tidak hanya untuk perusahaan besar dan ternama yang biasanya Anda dengar dalam dunia properti. Jika Anda memiliki sebidang lahan dan ingin membangun beberapa rumah atau cluster berskala kecil lalu menjualnya, Anda sudah bisa dikatakan sebagai developer. Anda tertarik?
Yang harus diperhatikan dalam menjadi developer adalah memastikan lahan berada di lokasi strategis dan banyak diincar orang, memahami legalitas dengan mengecek sertifikat yang ada termasuk soal perizinan IMB, site plan, dan pemanfaatan tanah. Tak lupa juga untuk membuat master plan atau rencana induk pedoman pembangunan yang mencakup site plan, gambar jalan dan waktu pelaksanaan.

3. Perantara Penjualan

Perantara penjualan adalah usaha perorangan yang menghubungkan penjual dengan pembeli. Sering kali, profesi sebagai perantara penjualan mengalir begitu saja hanya karena membantu teman atau keluarga mencarikan rumah atau properti lainnya.
Tugas perantara konvensional umumnya mencarikan penyewa, pembeli, atau penjual yang berminat pada sebuah properti. Dilansir dari Kompas, sistem komisi yang digunakan adalah bagi hasil yang dapat mencapai 2,5% dari harga properti.
Profesi sebagai perantara penjualan cocok bagi pemula yang ingin terjun bisnis properti tanpa memiliki banyak modal. Yang Anda butuhkan adalah pulsa dan kuota internet untuk beriklan di media sosial dan menghubungi calon pembeli dan penjual.

4. Investor properti

Sesuai namanya, investor properti adalah orang yang berinvestasi atau membeli sejumlah properti untuk dijual kembali atau disewakan. Karena harga properti dan kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal cenderung terus meningkat, berinvestasi properti menjanjikan keuntungan yang tak main-main. Bahkan, menurut laman CNBC Make It, miliarder Andrew Carnegie mengungkapkan 90 persen miliarder menjadi kaya raya karena berinvestasi di bidang properti, seperti yang dilansir dari Liputan6.com.

Tips Rumah.com

Anda harus jeli melihat kebutuhan pasar dan lokasi. Jangan sampai tak balik modal karena properti Anda tidak mendapatkan peminat. Pastikan pula Anda memahami hukum dan konsekuensinya.

Lakukan Cara Ini Saat Bisnis Properti Tanpa Modal

Bisnis Properti
Tak perlu berkecil hati bila modal pas-pasan, bahkan tanpa modal sama sekali ketika ingin berbisnis properti. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar bisnis properti Anda untung.
  1. Rajin melihat iklan properti di internet, koran, maupun papan iklan di jalan kemudian tawarkan kepada rekan atau keluarga Anda. Patok harga sedikit lebih tinggi agar saat properti terjual, Anda mendapat keuntungannya.
  2. Bila ada kerabat yang sedang mencari properti, jangan ragu mencari informasi lebih lengkap tentang properti yang diinginkan, luas, lokasi, dan hal detail lainnya. Dari info tersebut, berusahalah mendapatkan properti sesuai yang diinginkan.
  3. Rajin mendatangi lokasi perumahan, pameran properti, dan berkenalan dengan penjual serta menawarkan kerja sama. Bila sudah ada kesepakatan, Anda bisa mencari pembeli, beriklan di media sosial, marketplace, dan lainnya.
  4. Manfaatkan seluruh media sosial Anda untuk beriklan dan buatlah website gratis untuk memperluas pasar Anda. Namun, hindari mencantumkan nomor penjual dan sebaiknya cantumkan nomor kontak Anda agar calon pembeli bisa langsung menghubungi Anda.
  5. Bila usaha Anda semakin berkembang, buatlah brand Anda sendiri dan mendaftarkannya secara hukum agar tak ada masalah di kemudian hari. Jika pengalaman dan permintaan semakin meningkat, Anda bisa memperkerjakan karyawan untuk mengurus keperluan administrasi dan memasarkan properti.

Model-Model Bisnis Properti yang Bisa Dijalankan

Bisnis Properti
Berikut ini empat model bisnis properti yang bisa Anda lakukan.

1. Jual beli rumah

Anda sebagai perantara properti akan mencarikan rumah untuk ditawarkan kepada pembeli. Setelah berhasil, Anda akan mendapatkan keuntungan dari komisi yang telah disepakati.

2. Tanah kavling

Jika modal Anda nol, bisnis tanah kavling bisa dilakukan dengan cara bekerja sama dengan pemilik tanah. Terlebih lagi, bila pemilik tanah membutuhkan uang cepat, biasanya tanah akan dijual dengan harga murah. Anda pun bisa lebih mudah menemukan pembeli.

3. Rumah toko (ruko)

Anda bisa membeli sebuah ruko yang lokasinya strategis untuk berjualan. Dengan begitu Anda bisa menyewakannya dan mendapat passive income per bulan atau per tahun. Jika harga ruko naik pesat, Anda bisa menjualnya dan mendapat keuntungan.

4. Apartemen

Sama halnya dengan model bisnis ruko, Anda pun bisa lebih dulu membeli apartemen dan menyewakannya. Pilih lokasi yang dekat dengan perkantoran atau kampus. Anda bisa mendapatkan keuntungan per bulan atau per tahun dan bebas biaya perawatan apartemen.

Hal Utama yang Perlu Diperhatikan Saat Mulai Bisnis Properti

Bisnis Properti
Anda bisa menjadi sukses dalam berbisnis properti asalkan mengetahui rambu-rambunya. Berikut ini beberapa di antaranya:
  1. Pahami regulasi, hukum, dan konsekuensi yang terkait properti termasuk legalitas tanah atau properti agar tidak menimbulkan masalah atau sengketa di kemudian hari.
  2. Gigih membaca selera pasar, prospek calon pembeli, dan lokasi yang dituju agar setiap proyek yang datang bisa mencapai tujuan dan mendatangkan keuntungan.
  3. Aktif beriklan di media sosial, marketplace, dan website agar bisnis Anda cepat berkembang.
Inilah yang perlu Anda perhatikan saat membuat sertifikat tanah. Simak informasi lengkapnya di video berikut.
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Kalkulator KPR

Ketahui cicilan bulanan untuk hunian idaman Anda lewat Kalkulator KPR.

Kalkulator Keterjangkauan

Ketahui kemampuan mencicil Anda berdasarkan kondisi keuangan Anda saat ini.

Kalkulator Refinancing

Ketahui berapa yang bisa Anda hemat dengan melakukan refinancing untuk cicilan rumah Anda saat ini