Tips Memilih Pengembang Properti yang Baik

68285851 - businessman holds tablet with house model miniature
68285851 - businessman holds tablet with house model miniature

RumahCom – Tips memilih pengembang properti yang baik tentunya penting diketahui bagi Anda yang tengah berencana membeli rumah. Ya, pengembang atau developer jelas memegang peranan penting dalam transaksi properti.

Bukan apa-apa, akibat kurang cermat memilih pengembang maka bisa berujung kekecewaan. Ada banyak kasus yang sudah terjadi gara-gara kurang teliti memilih pengembang. Misalnya membangun produk yang tak sesuai janji, bahkan sampai ada yang menipu dan membawa kabur uang konsumen.

Manfaatkan jasa agen properti profesional yang dapat membantu transaksi pembelian properti Anda.

Untuk itu, sebelum memutuskan membeli rumah atau jenis properti lain, simak tips memilih pengembang properti yang baik berikut ini:

  • Kredibilitas

Faktor pengembang sangat penting. Sebab dengan perusahaan inilah Anda melakukan hubungan hukum, baik pada taraf pemesanan rumah dengan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) atau dengan akta jual beli (AJB) pada saat jual beli nanti dilaksanakan.

Anda relatif lebih aman jika membeli rumah dari perusahaan pengembang yang sudah go public. Golongan pengembang ini relatif tidak terpengaruh oleh peraturan regulasi perbankan, karena mereka punya banyak alternatif sumber dana, sehingga risiko keterlambatan pembangunan rumah tidak terlalu besar.

Reputasi pengembang sebenarnya juga dapat dideteksi. Misalnya apakah perusahaan pengembang itu sering mengecewakan konsumennya. Ini bisa dilihat dengan membaca surat pembaca di media massa atau liputan-liputan media massa tentang kasus-kasus perumahan.

Kunjungi juga review properti yang disajikan secara obyektif dan transparan sehingga Anda dapat menilai spesifikasi material hunian, rencana pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi, hingga perbandingan harga dengan hunian lain di sekitarnya.

Sumber lain untuk mengetahui apakah pengembang itu bermasalah atau tidak, adalah dengan menghubungi DPP REI atau menanyakan ke Yayasan Lembaga Konsumen dan Lembaga Advokasi Konsumen Properti Indonesia.

Carilah developer yang juga telah bekerjasama dengan bank. Karena sebelum bekerjasama dengan pihak developer, bank biasanya telah mengevaluasi developer, termasuk mengecek status tanah, peruntukan lahan, sertifikat yang dimiliki developer, dan aspek lain seperti fasilitas umum, sosial, dan kondisi lingkungan.

Karenanya, bank juga bisa menjadi saringan awal terhadap kredibilitas developer. Jika developer belum bekerjasama dengan bank sebelumnya, hal yang bisa dilakukan adalah menyerahkan masalah ini ke bank. Bank yang baik pasti akan mengevaluasi terlebih dahulu.

Bagaimana cara paling mudah untuk mengecek legalitas tanah? Simak video panduannya berikut ini.

  • Legalitas

Pastikan area tanah yang dibangun perumahan telah terbit sertifikat induknya. Sebagai konsumen, Anda berhak menanyakan dan melihat sendiri sertifikat itu. Jika sertifikatnya diagunkan ke bank untuk keperluan proyek tersebut, Anda bisa sedikit cerewet untuk melihat Akta Pemberian Hak Tanggungan dan Sertifikat Hak Tanggungan.

Jika legalitas lokasi perumahan yang akan dibeli masih berupa izin lokasi, sangat tinggi risikonya. Untuk itu, tanyakan dulu copy induk sertifikatnya. Developer yang baik tidak akan segan-segan menunjukkannya.

Pekerjaan terbesar dan terberat pengembang justru pada tahap pembebasan tanah. Jika tahap ini gagal diselesaikan pengembang, proyek itu bisa gagal dan uang muka yang terlanjur disetorkan konsumen bisa bermasalah.

Jika kini Anda telah terlanjur menyetor uang pemesanan atau uang muka, sementara pengembang masih mengantongi izin lokasi, sebaiknya Anda minta uang tesebut dikembalikan, meskipun dengan sedikit potongan untuk biaya administrasi.

Itulah pentingnya Anda mempunyai pegangan ketika memesan rumah. Pegangan itu adalah PPJB, dimana diperjanjikan tentang spesifikasi rumah, harga, cara pembayaran, serah terima rumah, pemeliharaan rumah, lengkap dengan hak dan kewajiban masing-masing serta sanksi-sanksinya.

PPJB itu harus Anda pahami benar sebelum menandatanganinya dan sebelum melakukan pembayaran.

  • Komitmen

Ketika mempromosikan perumahannya, biasanya pengembang menjanjikan berbagai fasilitas, mulai dari fasilitas rumah itu sendiri, sampai fasilitas pendukung, seperti pusat belanja, club house, fasilitas rekreasi, dan lain-lain.

Dengan regulasi perbankan di sektor properti, mungkin saja pengembang mengabaikan fasilitas-fasilitas yang pernah dijanjikan untuk menekan biaya. Sebaiknya, Anda mengonfirmasi hal-hal seperti itu kepada pengembang agar mendapat kejelasan fasilitas apa saja yang akan didapatkan ketika menempati rumah.

Anda juga dapat membuat perjanjian dengan developer terkait ketepatan waktu serah terima dan kualitas bangunan sebelum melakukan booking fee. Bila pengembang menerapkan sistem booking fee dan 20% DP hangus bila kita batal membeli, Anda dapat membuat perjanjian dengan mereka.

Misalnya, bila pengembang terlambat menyerahkan surat perjanjian jual beli (SPJB) maka mereka akan terkena denda 1/1000 dari nilai bangunan. Developer yang oke biasanya tidak akan keberatan. Tetapi di lain pihak, Anda juga harus konsisten juga dalam ketepatan pembayaran uang muka.

Jadi sebelum membeli rumah pastikan Anda sudah memahami dengan benar tips memilih pengembang properti yang baik.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Wahyu Ardiyanto
Penulis adalah editor di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Wahyuardiyanto@rumah.com atau melalui Twitter: @orang_rumah.

Baca Selanjutnya

Masukan