Green Kuantan Residence, Bantul, DI Yogyakarta

  • Boy Leonard
  • 21 Desember 2015

Sudah tak asing di telinga nama PT Merapi Arsita Graha (MAG) dalam kancah dunia properti di Yogyakarta. Puri Kuantan Wirosaban menjadi produk unggulan di dalam wilayah kota Yogyakarta. Dengan label Kuantan itu pula, MAG tak ingin ketinggalan menyasar hunian di luar kawasan kota. Seolah menyiapkan diri menanti kedatangan bandara internasional baru di Kulonprogo.

Alamat: Jalan Wates Km9, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55752

Tipe unit:

Tipe A: Luas bangunan: 41M2. Luas tanah: 90M2. Harga: Rp598.000.000
Tipe B: Luas bangunan: 46M2. Luas tanah: 108M2. Harga: Rp699.000.000-Rp725.000.000
Tipe C: Luas bangunan: 55M2. Luas tanah: 126M2s/d186M2. Harga: Rp847.000.253-Rp999.000.000
Tipe D: Luas bangunan: 56M2. Luas tanah: 139M2s/d147M2. Harga:Rp894.500.253-Rp899.000.000
Tipe E: Luas bangunan: 61M2. Luas tanah: 171M2s/d237M2.  Harga: Rp1.047.000.000-Rp1.296.000.000

Pondasi: Pasangan batu kali

Kerangka: Beton Bertulang

Dinding: Pasangan bata merah diplester aci

Atap dan rangka atap: Baja ringan; genteng beton flat (dicat)

Plafond: gipsum.

Pintu Jendela                   

Kusen: Alumunium

Daun pintu utama: plywood finishing cat

Daun pintu kamar: plywood finishing cat

Daun pintu kamar: plywood finishing cat

Daun jendela: Alumunium, kaca bening 5mm

Lantai

Ruang utama: Granit/setara

Ruang teras: Granit/setara

Lantai km/wc: Granit/setara

Dinding km/wc: Granit/setara

Dapur: Keramik/setara

Sanitasi air

Closet: Duduk “TOTO”/setara

Sumber air: Sumur+pompa air

Listrik: 1300 VA

Fasilitas: Pos satpam, open space, taman, club house, jogging track, play ground, CCTV

Analisis

CitraGrand Mutiara, properti milik Ciputra, masih dominan di kawasan tersebut. Maklum, selain dikembangkan oleh pengembang besar Ciputra, hunian ini memiliki fasilitas yang lebih lengkap seperti

“Ciputra saja berani bangun perumahan di sana. Kenapa kami tidak? Hanya kami ingin berada sedikit di bawahnya,” ujar Gunawan.

Di CitraGrand Mutiara, untuk unit dengan harga paling rendah berada di angka Rp819.600.000. Tipe yang didapat adalah dengan luas bangunan 42 meter persegi dan luas tanah 135 meter persegi. Sedangkan harga tertinggi berada di tipe luas bangunan 212 meter persegi dan luas tanah 202 meter persegi.

Adapun di Green Kuantan, harga terendah adalah Rp598.000.000. Itu sudah memperoleh tipe dengan luas bangunan 41 meter persegi dan luas tanah 90 meter persegi. Sedangkan harga tertinggi adalah Rp1.296.000.000 dengan tipe luas bangunan 61 meter persegi dan luas tanah 237 meter persegi.

Menurut Gunawan, investasi di wilayah barat Yogyakarta ini terus tumbuh. Sejak di jual tahun lalu, harga perumahan sudah naik 20%. Kenaikan itu juga mengacu pertumbuhan investasi di wilayah perumahan. Gunawan sempat tercengang ketika harga tanah di daerah dekat Sungai Progo yang masih terbilang jauh dengan Green Kuantan dijual dengan harga Rp2 juta per meter. Itu pun lokasi masih masuk ke dalam, tidak berada di pinggir jalan.

Rencana pemindahan penerbangan komersil di Temon Kulonprogo memang menjadi angin segar investasi properti. Meski masih berjarak sekitar 35 kilometer dengan calon lokasi bandara itu, memiliki hunian di daerah Green Kuantan ini adalah wilayah yang berada di tengah- tengah, antara kota dan bandara.

Dan kini tergantung bagaimana kelanjutan bandara itu. Pasalnya, pasca-dikabulkannya gugatan Pemda DIY ke MK terkait Izin Penetapan Lokasi Pembangunan (IPL) untuk Pengembangan Bandara Baru di DIY, masih juga ada pertentangan dari warga.

Tarik ulur antara pemerintah dan warga itu dapat menimbulkan rasa was-was sehingga investasi properti stagnan atau berjalan lambat, atau justru wacana yang terus bergulir itu memicu terjadinya permainan harga investasi properti.

 

Tampilkan lebih banyak

Detail Properti

Diapit oleh SMA Dharma Amiluhur dan Akademi Kebidanan Nyai Ahmad Dahlan, begitu tampak muka depan Green Kuantan Residence itu dari jalan raya. Kedua sekolahan tersebut berada di samping kanan- kiri jalan masuk perumahan yang memiliki lebar 9 meter.

Satpam yang berjaga di pos tampak jeli mengamati pelat kendaraan yang keluar masuk perumahan, memastikan mobil yang masuk adalah kendaraan penghuni perumahan. Dari 120 unit yang dijual, beberapa di antaranya telah ditempati.

Green Kuantan Residences

Gerbang masuk Green Kuantan terlihat sederhana namun modern.

Gunawan Prasetyo, Marketing Arsitek PT Merapi Arsita Graha mengatakan mereka yang membeli perumahan diantaranya adalah warga Purworejo. Mereka berinvestasi sembari memberikan tempat tinggal bagi anaknya memilih sekolah di kota pendidikan ini. Green Kuantan dipilih lantaran dianggap berada di tengah- tengah antara Purworejo dan Kota Yogyakarta.

Begitu memasuki komplek perumahan ini, terlihat masih banyak pekerja bangunan yang hilir mudik. Belum semua unit terbangun. Fasilitas club house dan gedung serba guna seperti yang dipromokan dalam leaflet pun belum terlihat.

Nantinya, jika sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh pengembang, penghuni bisa memanfaatkan fasilitas-fasiltias antara lain club house, play ground, jogging track, hingga taman datar.

Pengembang pun tidak menyediakan unit dua lantai, dengan alasan ingin mempertahankan konsep green perumahan.

Rumah dengan nomor kavling J1 yang berada di bagian sudut (hook) menjadi rumah contoh yang diperlihatkan pada Rumah.com siang itu. Rumah ini memiliki luas bangunan 56 meter persegi dengan luas tanah 147 meter persegi.

Green Kuantan Residences

Masih ada ruang hijau yang luas di sudut, membuat rumah terasa lega dan nyaman.

Halamannya yang berumput di sisi depan dan samping rumah, tampak lebih tinggi dari jalan lingkungan. Sementara bangunannya yang di bagian tengahnya juga tampak lebih tinggi ketimbang bagian rumah lainnya.

Bagian tengah itu menjadi ruang utama. Gunawan mengatakan tinggi dinding sampai plafon di ruang utama itu setinggi 4 meter. Hal ini membuat sirkulasi udara di ruangan menjadi lebih baik dan pada akhirnya membuat suhu di dalam ruangan menjadi lebih sejuk.

Ia mengatakan, hal itu jarang dilakukan oleh MAG. Namun karena perumahan itu memiliki konsep hunian dengan penghawaan yang sejuk, maka MAG sengaja meninggikan bagian itu. “Padahal kami biasanya hanya membuat setinggi 3,2 meter saja,” katanya.

Green Kuantan Residences

Bagian tengah ruangan akan terasa sejuk karena plafon yang tinggi.

Tak hanya penghawaannya saja, pencahayaan alami di rumah ini juga sangat diperhatikan dengan membiarkan banyak jendela kaca setinggi pintu. Jendela kaca itu pun sejalan dengan tema green dan “come home to nature”.

Karena dengan jendela yang panjang itu memungkinkan Anda menikmati hijaunya lingkungan perumahan karena dipenuhi dengan pepohonan dan dikelilingi persawahan di luar komplek perumahan.

Green Kuantan Residences

Setiap ruangan memiliki jendela yang luas untuk memaksimalkan pencahayaan alami. Sebelah kiri adalah kamar tidur dengan kaca luas menghadap ke taman.

Seperti yang dapat Anda lihat dalam foto, jendela kamar dan dapur yang menghadap pagar keliling perumahan dapat mencuri pemandangan sawah di luar komplek.

Berdasarkan denah rumahnya, tipe 56 hook memiliki tiga kamar dengan ukuran kamar paling besar 3 meter x3 meter, sedangkan dua kamar lainnya berukuran 3 meter x2,75 meter.

Green Kuantan Residences

Tipe hoek terlihat memiliki taman yang cukup luas, sesuai dengan tema ‘hijau’ yang diusung.

Adapun ruang tamunya memiliki lebar 3 meter. Dengan memiliki panjang 5 meter, ruang tamu itu menjadi satu dengan ruang keluarga. Menghadap belakang rumah, tiga jendela kaca setinggi pintu bak menggantikan dinding. Dari jendela itu, nampak anak tangga untuk menuju ruang jemuran pakaian yang dibuat di atas.

Green Kuantan Residences

Meski terdapat tangga, rumah ini tidak memiliki lantai dua. Bagian atas merupakan ruang terbuka yang digunakan untuk menjemur pakaian.

Perumahan ini memang tampak hijau, sehingga lebih nampak seperti vila. Apalagi di halaman belakang perumahan ini, beberapa rumah yang berderet menghadap play ground. Pemandangan persawahan juga dapat dinikmati lebih enjoy, karena pagar di halaman belakang ini bukan berupa dinding, tapi pagar besi minimalis yang terdapat celah di sela- selanya.

Namun begitu, bukan berarti di bagian halaman belakang rumah ini lebih rawan untuk keamanannya. Karena pengembang telah memperhitungkannya dengan membangun pos penjagaan tidak hanya di bagian depan perumahan saja, tapi juga di sekitar play ground.

Keamanan juga semakin terjaga karena pengembang memasang Circuit Closed Television (CCTV) di titik- titik strategis dan yang dinilai rawan.

Tampilkan lebih banyak

Lokasi

Green Kuantan Residence bukan berada di kawasan timur Yogyakarta yang tengah mengalami perkembangan pesat, dimana perhotelan dan mal-mal baru bermunculan. Sebaliknya, perumahan ini berada di wilayah barat Yogyakarta, tak jauh dari Terminal Bahan Bakar Minyak Pertamina Rewulu yang terletak di Jalan Wates Kilometer 10.

Namun bukan berarti wilayah ini hanya disibukkan dengan keluar masuk mobil tangki pertamina yang mendistribusikan bahan bakar ke SPBU-SPBU di berbagai titik.

Jalan Wates menjadi jalur bisnis Purworejo-Yogyakarta. Bus-bus dari wilayah Cilacap-Purwokerto juga melintas di jalan ini, bahkan juga bus yang berasal dari wilayah Jawa bagian barat dan Sumatera. Jalan Wates ini adalah perlintasan terakhir sebelum memasuki Ring Road Barat untuk mengakhiri perjalanan di Terminal Giwangan yang berada di jalur lingkar selatan.

Setidaknya bus-bus itu masih membutuhkan perjalanan kurang lebih 13 kilometer lagi untuk sampai Terminal Giwangan.

Green Kuantan Residences

Letak Green Kuantan Residence berada di sisi barat Kota Yogyakarta. Hanya 10 menit dari Ring Road Barat. Gambar: Google Maps.

Tak hanya menjadi penghubung Purworejo dengan Yogyakarta, perlintasan Jalan Wates juga menjadi penghubung Purworejo- Semarang. Dengan memilih jalan terus di pertigaan Ambarketawang, maka akan mengantarkan Anda sampai di perempatan Jombor yang menjadi pintu masuk Jalan Magelang. Ada sekitar 11 kilometer jaraknya.

Lantaran menjadi perlintasan bus, tidak membuat daerah ini hanya sekadar tumbuh tempat makan dan pusat oleh-oleh saja. Banyak perumahan yang sudah lebih ada. Ciputra, pengembang properti yang tersohor ini justru start lebih awal. Lokasinya tak berjauhan dengan Green Kuantan Residence. Hanya kurang dari satu kilometer berada di seberang properti milik MAG itu. Bahkan Ciputra sampai menghadirkan waterpark di dalam perumahan yang memiliki kontur tanah gamping berbukit itu.

Tak hanya developer besar, pengembang kecil pun sudah lama bermain di wilayah ini. Terutama di daerah belakang kampus Universitas Muhamadiyah Yogyakarta yang berada di pinggir Ringroad barat, kurang dari dua kilometer dari pertigaan Ambarketawang. Sementara Green Kuantan Residence berjarak sekitar 5 kilometer dari pertigaan Ambarketawang tersebut.

Di kawasan itu tak hanya terdapat kampus UMY Yogyakarta saja, tapi juga terdapat kampus Bina Informatika dan STIKES Jendral Achmad Yani.

Artinya kawasan ini terus hidup dan berkembang. Rencana pemindahan penerbangan pesawat komersil di Temon, Kulonprogo menjadi angin segar bisnis properti di kawasan ini, terlebih permohonan kasasi Pemerintah Daerah DIY terhadap SK Gubenur DIY Nomor 68/KEP/2015 tentang Izin Penetapan Lokasi Pembangunan (IPL) untuk Pengembangan Bandara Baru di DIY akhirnya dikabulkan majelis hakim di Mahkamah Agung (MA).

Sebelumnya rencana pembangunan bandara ini sempat tertahan karena majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta mengabulkan gugatan warga Kulonprogo—yang tergabung dalam paguyuban Wahana Tri Tunggal—yang mempersoalkan IPL tersebut.

Menuju Lokasi

Lantaran berada di perlintasan bus antar kota antar povinsi, lokasi perumahan tidak sulit ditemukan. Seperti yang telah diuraikan di atas, jarak perumahan dengan lokasi teramai di wilayah ini, yakni di pertigaan Ambarketawang sekitar 5 kilometer.

Green Kuantan Residences

Ambarketawang (daerah merah) merupakan wilayah yang sudah cukup ramai dengan beragam fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh warga perumahan Green Kuantan Residence. Gambar: Google Maps.

Misalnya Anda dari arah kota Yogyakarta, Anda akan melintasi CitraGrand Mutiara, dengan papan Reklamenya tampak besar menggantung di sisi kiri jalan. Fasilitas sentra anjungan tunai mandiri (ATM) milik perumahan mewah itu mencolok di pinggir jalan yang masih menjadi komplek CitraGrand Mutiara.

Dari situ, pandangan mata ke depan kembali terhalang dengan papan reklame yang tak kalah besar ukurannya. Kali ini papan reklame itu berada di sisi kanan jalan. Yah, papan reklame ini milik PT MAG yang tengah membangun Green Kuantan dengan tagline “come home to nature”.

Banyak pilihan angkutan umum untuk menuju ke perumahan. Di sekitar Pasar Gamping, kurang 100 meter dari pertigaan Ambarketawang, di sana terdapat berbagai transportasi umum seperti taksi, ojek, becak, hingga becak motor (betor) yang buka 24 jam.

Lokasi itu cukup ramai karena menjadi tempat pengemudi bus menurunkan dan menaikan penumpang. Terlebih dengan adanya Perusahaan Otobus (PO) Sumber Alam yang membuka suttle bus di pasar tersebut, membuat banyak penumpang tujuan Cilacap, Purwokerto, dan Jakarta naik dari Pasar Gamping.

Tarifnya beragam. Untuk taksi misalnya, dengan jarak 5 kilometer, sang sopir menaksir Rp25.000-Rp30.000. Begitu halnya dengan betor dan ojek menaksir dengan harga yang sama. Jika ingin murah, ketika siang hari Anda bisa memanfaatkan bus jurusan Wates. Sampai perumahan paling tidak hanya dikenakan Rp4.000.

Green Kuantan Residences

Pasar Gamping adalah salah satu pasar besar dengan sistem transaksi pasar tradisional, di mana Anda bisa melakukan tawar menawar dengan penjual.

Bila Anda baru saja melakukan perjalanan dari Semarang dengan menggunakan bus patas, lokasi perumahan juga mudah dijangkau. Lantaran bus patas biasanya menyediakan angkutan feeder (penghubung) antara Terminal Jombor dengan Giwangan. Sehingga penumpang yang tujuan akhirnya berada di sekitar Ringroad tujuan Terminal Giwangan bisa mengaksesnya secara gratis.

Sebelum sampai pertigaan Ambarketawang, angkutan feeder itu akan tiba di perempatan besar Pelem Gurih. Ketika sudah berada di perempatan ini, Anda harus sudah bersiap turun untuk turun di Ambarketawang.

Green Kuantan Residences

Perempatan Pelem Gurih menjadi penanda sebelum tiba di Ambarketawang jika Anda datang dari Semarang.

Begitu halnya jika Anda tengah berada di kota, bus kota justru masih menjangkau di wilayah perumahan. Keberadaan Bus Trans Jogja yang lebih nyaman tak menggusur rute bus kota ini. Satu- satunya bus kota yang menuju lokasi perumahan ada bus jalur 15. Bus itu berangkat dari Terminal Giwangan, Jalan Brigjen Katamso, titik nol (ujung Jalan Malioboro) hingga Pasar Gamping, cukup dengan tarif Rp4.000.

Hanya saja, bus kota jumlahnya tak sebanyak dulu. Terlalu petang Anda pulang dari kota, bus kota sudah sulit didapat. Dari Pasar Gamping itu, Anda tinggal memilih menggunakan angkutan untuk sampai perumahan.

Perumahan

Sekitar tiga sampai empat tahun yang lalu, wilayah barat Kota Yogyakarta ini memang tak seramai sekarang dengan diwarnai banyak perumahan yang tumbuh. Namun gelagat pertumbuhan ekonomi itu sebenarnya dapat diterka dengan adanya perguruan tinggi di Ringroad barat dan berbenahnya Universitas Wangsa Manggala menjadi Universita Mercu Buana Yogyakarta pada 2008.

Masih ingat jelas pula saat itu adalah tahun- tahun dimana Rumah Sakit Muhammadiyah Yogyakarta tengah mengembangkan gedung rumah sakit di Jalan Wates.

Dan kini, Rumah Sakit PKU Muhmmadiyah Unit II Gamping itu sudah berdiri megah. Lokasi tepatnya sekitar 500 meter dari Pasar Gamping.

Green Kuantan Residences

Rumah sakit PKU Muhammadiyah menjadi salah satu rujukan jika Anda ingin memeriksakan kesehatan.

Ketimbang dengan lokasi RS PKU di wilayah kota, gedung rumah sakit ini memang tampak lebih luas. Berbagai fasilitas pelayanan juga disebut-sebut lebih lengkap disertai dengan teknologi yang modern. Rumah sakit ini bisa menjadi alternatif layanan kesehatan yang dapat dipercaya di sekitar lokasi perumahan.

Beberapa fasilitas penunjangnya berkelas seperti CT-Scan Multislice, Fluoroscopy, Computer Radiography, EEG-Brain Mapping, X-Ray, dan USG. Serta piranti radiologis di antaranya spirometri, bronchoscopy, dan endoscopy.

“Ini menjadi sarana pemeriksaan penunjang yang diandalkan,” ujar Ahmad Faesol, Direktur Operasional RS PKU Yogyakarta Unit II.

Misalnya untuk menjalani bedah minimal invasif. Seperti dikutip dari rspkujogja.com, pembedahan ini singkatnya dilakukan dengan peneropongan ke dalam rongga tubuh menggunakan kamera yang dihubungkan ke layar monitor, baru kemudian dilakukan tindakan. Cara ini memiliki keunggulan, salah satunya tindakan yang dilakukan lebih akurat. Sehingga mengurangi resiko terjadinya infeksi, rasa nyeri setelah operasi, pendarahan yang keluar, bekas luka dan pemulihan yang lebih singkat.

Beberapa klinik khusus juga siap melayani, seperti klinik bedah syaraf, bedah tulang, jantung, kulit dan kelamin, tumbuh kembang anak, gigi dan mulut, dan berbagai klinik lainnya.

Layanan lainnya yang cukup menguntungkan adalah fasilitas farmasi 24 jam. Dengan buka satu hari non-stop, rumah sakit ini secara cepat dapat memberikan kesembuhan serta kenyamanan pasien.

Tak hanya Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, di sekitar lokasi perumahan juga terdapat Rumah Sakit Mitra Sehat yang justru aksesnya lebih dekat dari perumahan. Hanya 750 meter.

Soal pendidikan, kampus 1 Mercubuana yang berada di Jalan Wates kilometer 10 menjadi lokasi paling dekat dengan perumahan, karena hanya berjarak 1 kilometer. Di kampus 1 ini terdapat Fakultas Agroindustri yang terdapat program studi Agroteknologi, Peternakan dan Tekonologi Pertanian. Adapula Fakultas Ekonomi dan Psikologi.

Namun Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berada di Ringroad Barat atau sekitar kurang dari 7 kilometer jaraknya. Dengan papan reklame besar- besar, UMY mempromosikan diri dengan memiliki akreditasi A.

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi memberikan dua macam akreditasi. Pertama, untuk program studi dan akreditasi kedua untuk institusi. Nah, akreditasi A untuk UMY itu bagian akreditasi institusi.

Model Akreditasi institusi perguruan tinggi memperhatikan dua komitmen inti, yaitu kapasitas institusi dan efektivitas pendidikan. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Efektifitas pendidikan UMY ini dicerminkan dengan tersedianya sejumlah masukan, proses dan suasana yang diperlukan dalam proses pendidikan serta produk kegiatan akademik.

Di kampus UMY itu terdapat berbagai pilihan minat program studi, diantaranya program studi hubungan internasional dan komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, lalu Teknik Sipil, Pertanian, Ekonomi, Fakultas Agama Islam dan bahkan kedokteran.

Green Kuantan Residences

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta adalah salah satu universitas favorit di Yogyakarta.

Selain kedua kampus ini, Anda juga dapat memberikan pilihan lain pada sang buah hati, misalnya di Bina Sarana Informatika dan STIKES Ahcmad Yani.

Lalu dimana sekolah dasar dan menengah terdekat? Anda bisa mencarinya di Jalan Wates setelah Pertamina Rewulu itu. Banyak pilihan, mulai dari Yayasan Masyarakat Madani yang membuka sekolah TK dan SD. Adapula Yayasan Pangudi Luhur yang membuka SMP Pangudi Luhur. Dan, sebenarnya berada di muka perumahan terdapat dua sekolah yang bisa Anda survei. Kedua sekolah itu adalah SMA Dharma Amiluhur dan Akademi Kebidanan Nyai Ahmad Dahlan.

Namun jika tidak tertarik, Anda bisa berburu ke wilayah kota. Dari Ambarketawang itu, Anda bisa menembus kota melewati Ringroad Barat. Begitu sampai perempatan Dongkelan (Jalan Bantul), itu menjadi pintu masuk kota karena beberapa meter setelahnya secara administrasi telah masuk Kotamadya Yogyakarta.

Jika tidak, Anda juga bisa memanfaatkan bus jalur 15 untuk menuju wilayah Kotabaru yang disana terdapat sekolah-sekolah favorit, seperti SD Ungaran, SMP Negeri 5 dan SMA Negeri 3, serta SMP Negeri 1.

Lalu terkait dengan kebutuhan bulanan Anda, Pasar Gamping bisa menjadi solusi, di sana juga terdapat pasar buah, serta pusat oleh-oleh. Namun apabila sekali-sekali ingin berbelanja di Mal, Jogja City Mall di Jalan Magelang dapat Anda jajal dengan mengitari Ringroad yang menuju Terminal Jombor. Mal yang baru diresmikan pada 2014 lalu itu, berada sekitar 500 meter dari fly over Jombor.

Green Kuantan Residences

Tak seperti kebanyakan mal, desain eksterior Jogja City Mall menganut gaya Eropa tempo dulu, dengan pilar-pilar besar. Foto: Wikipedia-Roby Az-Zidny.

Mal ini seolah menjadi penanda bahwa wilayah Wates sudah beranjak modern. Di supermal ini terdapat beragam tenant internasional seperti Nike, Levi’s, The Executive, serta gerai elektronik Electronic Solution.

Di sini juga terdapat gerai Cinema XXI yang menyediakan studio The Premiere. Pada studio ini, Anda bisa menikmati film-film Hollywood terbaru dengan bangku yang lebih privat; dibuat berpasangan dengan jarak yang agak jauh antara satu pasang bangku dengan pasangan yang lain. Selain itu, bangku ini juga lebih lebar dari biasanya dan punya fitur recleaning seat.

Dengan fitur ini, Anda bisa menonton film sembari berbaring layaknya di sofa di rumah. Menonton akan semakin nyaman karena Anda juga akan mendapat selimut.

Puas menonton, Anda bisa mengisi perut yang  keroncongan di Nanny’s Pavillion atau sekedar menyeruput berbagai minuman kopi di Starbucks sembari membahas film yang baru saja Anda tonton.

 

Tampilkan lebih banyak

Ringkasan

Green Kuantan Residence menjadi pilihan perumahan bagi Anda yang ingin tinggal berada di poros tengah jalur bisnis Puworejo, Yogyakarta, Magelang dan Semarang. Jalan Wates dimana lokasi perumahan berada juga menjadi jalur sibuk pendistribusian dan angkutan umum dari wilayah barat Jawa bahkan Sumatera.

Hadirnya lingkungan pendidikan seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bina Sarana Informatika dan Mercubuana menjadi rangsangan kawasan ini bakal terus tumbuh kegiatan perekonomiannya selayaknya kawasan kampus Babarsari dan Seturan yang dulu tampak lengang dengan rumah seadanya. Kini di wilayah timur Yogyakarta itu muncul banyak perhotelan dan kos eksklusif.

Adanya rencana pembangunan bandara internasional di Temon, Kulonprogo menambah nilai jual kawasan Yogyakarta barat, tapi jangan dibayangkan bandara itu sedekat seperti dari kawasan Babarsari yang maksimal hanya ditempuh 4 kilometer saja.

Kendati demikian karena lokasi Jalan Wates ini menjadi pintu masuk Ringroad Barat yang menjadi sumbu untuk masuk di wilayah kota Yogyakarta, Bantul, wilayah timur Yogyakarta dan Wonosari, kemungkinan kawasan ini berkembang pesat memiliki peluang besar seiring terealisasinya bandara baru itu. Kini tinggal melihat progres pembangunan bandara itu saja.(Andre Pamungkas)

Tampilkan lebih banyak
Eric Wong

Boy Leonard

Penulis adalah senior content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: boyleonard@rumah.com

Masukan