3 Jawaban

Eric Hermanto
Pertama harus ada surat pisah harta atau perjanjian kawin biasanya dibuat sebelum menikah. Tetapi sekarang sudah bisa dibuatkan perjanjian kawin setelah menikah. Anda bisa konsultasikan lebih lanjut ke Notaris.

Nanti bisa diproses akad dan balik nama dengan membayar pajak jual beli seperti biasa.

Sebenarnya kalau KPR atas nama suami, kalau suami tidak mau bayar yang akan jelek nama dia sendiri sih.
Lusyana .
Saat ini dimata Bank Indonesia, aset sperti rumah baik atas nama suami/istri akan di anggap sebagai aset bersama (jika awal menikah tidak ada perjanjian pisah harta)

Rumah/aset akan aman (tidak resiko sita) selama angsuran masih dibayarkan lancar, siapapun yg bayar baik istri/suami.

Jika kedepannya terjadi prceraian, dan rumah mau dilanjutkan ke nama istri, harus clear kan dlu secara notaris sewaktu proses perceraian bahwa asset tsb tidak akan digugat harga gino gini oleh pihak suami.
Kemudian bawa surat cerai ke pihak bank, untuk dilakukan over credit KPR dan balik nama, semau proses ke bank ini akan membutuhkan ttd dan konfirm dari pihak suami.

Semoga dapat membantu
Victor Malo Dabi
Saran saya lebih baik ibu konsultasikan ke notaris dan bank pemberi KPR perihal situasi tsb